Ujian dalam rumah tangga Aini dan Andra dimulai saat Andra mendapat kenaikan jabatan di perusahaan tempatnya bekerja
Ekonomi yang membaik, membuat Andra mulai merasa bosan dengan istrinya yang menurutnya tidak bisa merawat diri, hingga membuatnya terjerat pesona rekan kerjanya sendiri
Aini begitu terluka, saat suaminya membawa seorang wanita yang tengah berbadan dua yang ia perkenalkan sebagai istri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Ketiganya tiba disebuah restoran, Aini sendiri ragu karena ia ingin merayakan ulang tahun putrinya
"Ada apa?" Tanya Yudha menyadari perubahan raut wajah cantik didepannya, sepertinya ia telah memaksa karena terlihat Aini yang tidak nyaman
"Aku mengganggu kalian?"
Aini menggeleng cepat "Bukan itu, mas. Tapi sebenarnya saya mau merayakan ulang tahun Kasih"
"Hari ini Kasih ulang tahun?" Yudha terlihat antusias "Tapi aku belum beli hadiahnya"
"Enggak mas, bukan itu" Aduh, bagaimana caranya Aini bicara agar tidak membuat pria didepannya ini tersinggung
"Ada apa? Kamu gak suka aku disini?"
"Bukan" Sekarang bagaimana caranya Aini bicara
"Kalau gitu, aku juga mau merayakan ulang tahun si cantik ini" Yudha tersenyum kearah putri kecil yang tengah berulang tahun "Kasih suka kue apa?"
"Coklat" Aini menjawab
"Kalau gitu aku pesenin kue coklat dan kita rayakan ulang tahunnya"
Tidak bisa dicegah, bahkan Yudha jauh lebih antusias daripada Aini sendiri. Pria itu bahkan memesan kue coklat yang paling mahal
"Apa gak bisa kalau kue coklatnya yang biasa aja mas?" Aini jelas saja tidak enak, uangnya memang cukup, tapi akan habis jika membeli kue sebagus ini
"Ini kue dari aku, sekarang dimana lilinnya?" Yudha hendak memanggil pelayan namun Aini mencegah
"Saya sudah beli lilinnya"
Yudha tersenyum, membiarkan Aini menata lilin-lilin itu diatas kue coklat lalu menyalakannya
"Kamu gak masalah kalau aku ikut ngerayain ulang tahun Kasih?"
Terlambat, Aini ingin mengatakan itu. Tidak mungkin juga mengusirnya saat lilinnya sudah menyala
"Gak masalah kok, mas. Malah bagus karena makin rame"
Yudha tersenyum, sekarang ia merasa memiliki keluarga kecil yang telah lama diimpikan
Yudha dan Aini menyanyikan lagu ulang tahun lalu meniup lilin nya, tak lupa mereka menikmati kuenya bersama
Bukan hanya kue saja, Yudha memesan beberapa menu yang mereka nikmati bersama
"Makasih yaa mas, buat makanannya" Ucap Aini, saat ini keduanya tengah melangkah meninggalkan restoran, dengan Yudha yang mendorong stroller
"Ini bukan apa-apa, aku yang harusnya bilang makasih karena udah di izinin buat ngerayain ulang tahun Kasih"
"Aini"
Keduanya berbalik, disana Retno melangkah mendekat dengan wajah yang terlihat kesal
"Ibu" Aini mengulurkan tangannya namun Retno mengabaikannya. Alhasil Aini menarik lagi tangannya
"Ngapain kamu disini? Sama laki-laki lain lagi? Kamu selingkuh?" Cecar Retno, bahkan suaranya mungkin terdengar oleh orang-orang disini
"Enggak Bu, ini mas Yudha, temen Aini"
Yudha menatap wanita paruh baya ini, wajahnya terlihat seperti nenek sihir yang jahat, entah siapa dia
"Enak banget kamu yaa, suami lagi kerja, kamu malah selingkuh, bawa-bawa anak lagi. Emang gak becus kamu jadi istri"
Hati Aini benar-benar terluka mendengar ucapan ibu mertuanya ini. Tuduhan ini sungguh membuatnya sakit hati
"Jaga mulut anda, nyonya!" Aini mencegah agar Yudha tidak semakin memperkeruh suasana
Retno menatap pria yang tengah bersama menantunya dari ujung rambut hingga ujung kaki
Dari penampilannya jelas jika laki-laki ini bukan orang sembarangan. Sial, dari mana Aini mengenal laki-laki seperti ini
"Kamu gak usah ikut campur yaa! Dia ini menantu saya" Retno menatap Aini dengan tatapan kesal
"Lalu? Apa karena dia menantu anda hingga anda bisa mengatakan semua itu?" Yudha ingin merobek mulut nenek lampir ini
"Kamu belain dia? Dikasih apa kamu sama perempuan kampung ini?"
Yudha tidak berpikir jika ada seorang mertua yang seperti wanita dihadapannya ini. Entah bagaimana hidup Aini selama ini
"Maafin Aini Bu, tapi Aini sama mas Yudha cuma temenanan aja"
"Gak usah banyak alesan kamu! Ibu bakal bilang sama Andra kalau istri yang dia bela itu selingkuh" Setelah memberikan ancaman, Retno berlalu karena teman-temannya yang lain sudah menunggu
"Maafin ibu mertua saya yaa, mas" Aini merasa tidak enak pada Yudha, jika dirinya, mungkin sudah biasa mendengar kata-kata kasar dari mertuanya itu
"Kamu kuat punya mertua kayak nenek sihir gitu?" Tanya Yudha tiba-tiba
"Mas"
"Maaf, abisnya aku kesel banget denger omongannya" Ucap Yudha jujur
"Maaf yaa mas"
"Tidak masalah, ayo kita pulang! Atau kamu mau belanja lagi?" Tanya Yudha pada Aini, sementara Kasih terlelap didalam stroller nya
"Aku mau cari baju untuk Kasih dulu" Aini tersenyum, ia berusaha melupakan ucapan ibu mertuanya yang menyakitkan
"Ya udah"
"Mas bisa pulang"
"Aku akan ikut" Aini hanya menghela napasnya, bahkan Yudha sudah melangkah lebih dulu dengan stroller Kasih
Toko pakaian adalah surga bagi para ibu, tidak terkecuali dengan Aini. Yudha bahkan senang melihat wanita itu tersenyum sambil memperlihatkan beberapa pakaian yang lucu-lucu
"Itu bagus" Yudha memuji pilihan Aini, semuanya bagus
"Maaf yaa mas, aku belanjanya lama. Soalnya bajunya lucu-lucu banget"
Astaga, dari mana datangnya kupu-kupu ini? Yudha merasa hatinya berbunga-bunga karena Aini tersenyum padanya
"Kamu tidak ingin membeli sesuatu untuk kamu sendiri?" Tanya Yudha, karena sejak tadi yang Aini pilih adalah pakaian anak-anak
"Baju aku masih banyak"
"Setidaknya beli satu, aku pilihin yaa" Yudha menawarkan, namun hal itu jelas ditolak oleh wanita itu
Aini tidak akan pernah menerima pemberian dari orang lain
"Jangan mas, saya gak akan mau nerima. Saya juga gak mau dibilang manfaatin kebaikan orang lain" Kata Aini
"Tapi aku yang mau"
"Jangan mas, aku gak akan mau temenan lagi sama mas Yudha" Aini sengaja mengatakan itu agar pria tampan ini berhenti
"Baiklah, kamu galak banget sih" Yudha mengurungkan niatnya, memangnya siapa yang mau berpisah dari wanita yang tengah diincar
Keduanya melangkah menuju luar gedung pusat perbelanjaan, hari sudah sore dan sudah seharusnya mereka pulang
"Aku anterin yaa" Yudha menawarkan
"Aku pakai taksi online aja, mas" Aini jelas menolak, Yudha sudah memberikan banyak sekali, mulai dari kue coklat lalu makanan. Bahkan pria itu memberikan beberapa potong baju untuk Kasih
"Aku anterin aja, ini sudah sore" Yudha Keukeh, tidak ingin Aini kembali menolak, pria itu bahkan sudah memasukkan paperbag milik Aini kedalam bagasi
"Ayo!" Yudha sudah membuka pintu samping kemudi
Mau tak mau Aini masuk sambil menggendong Kasih, Yudha juga melipat stroller lalu ia masukkan ke bagasi, sungguh rasanya mereka seperti keluarga yang bahagia
Mobil melaju dengan kecepatan sedang, Yudha sengaja ingin menghabiskan waktu lebih banyak bersama wanita disampingnya ini
"Kamu gak mau ganti mertua" Aini menoleh mendengar ucapan Yudha yang tiba-tiba
"Kok mas Yudha ngomong gitu?"
"Ya, liat aja mertua kamu, aku yakin Mama aku gak akan seperti itu kalau jadi mertua, mama aku itu penyayang banget"
Aini mengerutkan keningnya, apa hubungannya ibu mertua dengan Mama dari pria ini
"Kalau gitu mas Yudha harus segera memberikan Mama nya mas Yudha seorang menantu" Ujar Aini
"Sudah ketemu, tinggal tunggu waktu aja"
Aini tersenyum, tadinya ia pikir jika Yudha menaruh hati padanya, rupanya ia hanya terlalu percaya diri
"Saya doain biar mas Yudha dilancarkan sama perempuan itu, dia pasti sangat beruntung karena punya pasangan yang baik seperti mas Yudha ini"
Yudha menyambut doa Aini dengan kata Aamiinn, tanpa wanita ini tahu jika wanita yang dimaksud adalah dirinya
nunggu aini kerja gajian anakmu dah mati, di tinggal ke kantor suami mu, kl gk di kasih susu ma Sarah seharian gimana. kok gk mikir to aini ini. saking miskin dah oon nya.