NovelToon NovelToon
Mengubah Nasib Dan Berbalik Mencintai Mu

Mengubah Nasib Dan Berbalik Mencintai Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:664
Nilai: 5
Nama Author: senja liana

Luna meninggal tepat di usianya yang masih tergolong muda, percintaan juga kehidupan yang tak pernah memihaknya membuatnya jatuh terperangkap semakin dalam pada dusta.

Tidak ada yang berjalan baik dalam kehidupannya, namun sebuah keajaiban membuatnya memiliki satu kesempatan untuk mengulang segala hal dan merubahnya menjadi lebih baik.

"Aku.... aku masih hidup?" ucap Luna dengan raut wajah yang tak percaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja liana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Resto bintang lima

Dari arah lobi terlihat Luna tengah melangkahkan kakinya perlahan masuk ke area Resto. Luna jelas tahu rencana keduanya yang tentu saja akan kembali berusaha menjebaknya, namun Luna sama sekali tak gentar meskipun mengetahui hal tersebut.

"Hanya orang bodoh yang tak mengetahui niat busuk kalian berdua." ucap Luna dengan lirih sambil terus membawa langkah kakinya mendekat.

Tak tak tak...

Sebuah suara langkah kaki yang beradu dengan lantai keramik, lantas membuyarkan lamunan Arkan. Dari suara tersebut yang kian terdengar semakin mendekat, Arkan jelas tahu suara langkah kaki itu adalah milik Luna sehingga langsung memberikan kode kepada Rachel.

"Sudah lama?" ucap Luna sambil duduk tepat dihadapan Arkan.

"Belum..." jawa Arkan singkat.

Luna menatap ke arah meja makan yang sudah tersedia dua piring steak dan wine yang menjadi pelengkapnya. Hal tersebut membuat Luna lantas mengernyit begitu mendapati hal tersebut.

"Steak? Tumben udah di pesen sebelum aku datang." ucap Luna kemudian yang menaruh curiga pada makanan yang sudah di pesen oleh Arkan.

"Aku hanya terlalu antusias, jadi memesankan makanan untuk mu terlebih dahulu." ucap Arkan mencari alasan.

"Maaf tapi aku sedang diet, aku harap kamu tidak tersinggung." ucap Luna kemudian sambil melambaikan tangan ke arah pelayan Resto.

"Tentu saja tidak..." jawab Arkan namun berhasil membuat wajahnya berubah dingin seakan tidak suka dengan sikap Luna barusan.

"Permisi ada yang bisa saya bantu Nona?" ucap seorang pelayan yang melihat lambaian tangan Luna sebelumnya.

"Mbak saya mau pesen salat satu dan air mineral satu." ucap Luna.

"Baik, apakah ada lagi yang mau ditambahkan?" ucap pelayan tersebut kembali.

"Tidak sudah cukup!" ucap Luna yang lantas dibalas anggukan kepala oleh pelayan tersebut, sebelum pada akhirnya berlalu pergi dari hadapan keduanya.

Setelah kepergian pelayan tersebut Arkan tampak menatap sejenak ke arah Rachel, kemudian kembali menatap ke arah Luna.

"Jadi well penjelasan apa yang kamu miliki untuk ku Lun? Aku harap penjelasan ini bagus dan mampu membangkitkan mood ku yang selama ini rusak karena ulahmu yang berulang kali menipuku." ucap Arkan dengan raut wajah yang datar.

"Cih... menipu mu? Yang benar saja Ar, coba kamu ingat lagi kapan aku pernah menipu mu ha? Apakah kamu ngelindur atau sejenisnya?" ucap Luna dengan nada yang begitu santai membuat Arkan langsung terdiam begitu saja.

"Emmm pokoknya ada deh... Eeeee... gak perlu aku kasih contoh bagian mananya, yang jelas kamu sudah menipuku! Aku gak mau tahu bagaimana pun caranya kamu harus mencarikan ku tempat tinggal, tidak hanya itu aku kekurangan uang saat ini, transfer aku 500 juta sekarang! Jika tidak, maka jangan harap aku akan memaafkan mu!" ucap Arkan berusaha mengeles.

"Dasar buaya gak tahu diri!" ucap Luna dalam hati sambil menatap jijik ke arah Arkan.

"Oke, jika seperti itu sebaiknya kamu jelaskan terlebih dahulu ini mengapa!" ucap Luna sambil menggeser ponsel miliknya ke arah Arkan.

Arkan yang semula penuh percaya diri, begitu melihat isi ponsel Luna satu persatu membuatnya langsung mati kutu. Setiap hal yang ia lakukan bersama dengan Rachel terekam dengan jelas, termasuk hotel tempat keduanya bercumbu, cafe, atau bahkan dalam area Apartment pun tak luput dari pantauan.

Rahang Arkan mengeras ia tak pernah menduga jika Luna akan mengetahuinya lebih awal, bahkan sebelum ia sempat berhasil merebut harta keluarga Ameera.

"Darimana kamu dapat semua ini Lun?" tanya Arkan namun kali ini dengan nada yang dingin.

"Darimana aku dapat itu bukanlah hal yang penting, yang jelas aku tahu segalanya Ar... aku tahu apa yang kalian berdua lakukan dibelakang ku, kamu kira selama ini aku bodoh? Sehingga kamu terus bermain dan menipuku? Jangan harap Ar!" ucap Luna dengan napa penuh penekanan.

Tak ada lagi yang bisa Arkan katakan saat ini, hubungan gelap ia dan Rachel sudah diketahui oleh Luna, membuat Arkan tak bisa berkutik.

"Hemm hubungan kami berdua hanya murni sekedar khilaf semata, jika saja kamu lebih perhatian terhadap ku, aku pasti tak akan pernah selingkuh dengan sahabat mu!" ucap Arkan yang malah memutarbalikkan fakta.

"Lebih perhatian katamu, kurang apa sebenarnya aku Arkan? Semua kemauan mu sudah aku turuti, pekerjaan, uang bulanan, Apartment mewah, bahkan biaya makan mu semua aku yang nanggung. Wow banget ya kamu masih bilang aku kurang perhatian, gila kali kau!" ucap Luna yang langsung membuat sorot mata sombong Arkan mulai memudar.

"Sudahlah tak perlu diperbesar, lagi pula kamu sendiri kan yang secara sukarela melakukannya? Mengapa sekarang malah menyalahkan ku?" ucap Arkan tak mau kalah.

"Dasar mokondo lu ya... Nyesel banget aku kenal sama kau! Mulai sekarang sebaiknya kita gak usah ketemu lagi apapun yang terjadi!" ucap Luna pada akhirnya sambil bangkit dari tempat duduknya hendak berlalu pergi.

Arkan yang sadar jika mesin atm nya hendak pergi meninggalkannya, lantas langsung menggenggam tangan Luna dengan erat.

"Enak aja kau mau meninggalkan ku begitu saja, kau pikir kau siapa ha? Jika kau berani meninggalkan ku, aku akan menyebar rekaman vidio waktu kau menangis memohon kepada ku agar menerima mu!" ucap Arkan yang kini mulai mengancam Luna.

Luna tersenyum tipis kemudian menghempaskan tangan Arkan dengan kuat.

"Kau mengancam ku? Baik lakukan saja aku sama sekali tak takut atas ancaman mu, tapi satu hal yang perlu kau ingat setiap satu hal buruk kau lakukan kepadaku, aku akan membalasnya dengan hal yang sama bahkan lebih buruk! Jadi coba saja kalau kau mau hal itu juga terjadi kepadamu dan Rachel Rachel kesayangan mu itu!" ucap Luna kembali mengancam sambil melirik ke arah Rachel yang berada tak jauh dari keduanya.

"Kau beraninya!" ucap Arkan dengan manik mata melotot.

****

Malam harinya setelah pertengkaran yang terjadi di rumah kediaman Aditama, Sagara lantas bergegas menuju ke alamat yang diberikan oleh Razan.

Jarak yang di tempuh oleh Sagara memakan waktu cukup lama, yaitu kurang lebih hampir lima jaman. Sehingga membuatnya sampai di tempat tujuan sekitar pukul satu dini hari.

Sagara menghentikan laju mobilnya tepat di depan sebuah cafe yang sudah tutup saat itu.

"Sepertinya aku datang terlalu malam, sebaiknya aku tunggu di sini saja sampai besok pagi...." ucap Sagara sambil menyenderkan kepalanya di kursi pengemudi.

.

.

.

.

Keesokan harinya

Tok tok tok

Suara ketukan pintu kaca mobil lantas membangunkan Sagara yang masih terlelap saat itu. Sambil mengerjapkan kelopak matanya perlahan Sagara mencoba menatap ke arah kaca jendela.

"Bibi Angel!" ucap Sagara yang terkejut begitu mendapati kehadiran Angel di sana.

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!