Xiao Yu dipaksa ikut pemilihan selir oleh orangtuanya demi mengangkat derajat keluarga. Padahal gadis ini ingin masuk militer.
Akhirnya ia ikut pemilihan selir dengan berpura-pura bodoh. Tapi sungguh suatu hal ajaib. Dia justru terpilih.
Ternyata pangeran Zhang Li sengaja memilih selir bodoh untuk protes pada raja bahwa ia lelah terus disuruh mencari seorang pendamping.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 21
Suasana Hutan Perburuan Kerajaan tampak megah sekaligus mencekam. Pohon-pohon pinus menjulang tinggi memagari jalur setapak. Sementara suara terompet tanduk bergema dari kejauhan. Itu adalah tanda dimulainya Hari Perburuan Istana!
Meskipun Xiao Yu dibekali keahlian bertahan hidup dan naluri perbatasan yang tajam, Hutan Selatan memiliki habitat yang sangat asing baginya.
Kabut pagi turun makin tebal, menutup jarak pandang dan membiaskan sudut-sudut pohon pinus yang bentuknya hampir serupa. Jejak kaki di atas tanah basah pun sudah samar tertutup embun dan guguran daun.
Xiao Yu sempat berputar di sekitar area pohon tua yang sama, menyadari bahwa ia mulai tersesat.
"Kalau begini terus, aku juga bisa ikut berputar-putar sampai malam," gumamnya pelan. Ia menarik napas panjang, menenangkan pikirannya, lalu memfokuskan indra pendengarannya ke sekitar.
Dalam keheningan hutan yang hanya diisi gesekan dedaunan, telinga Xiao Yu menangkap samar-samar gema suara wanita yang bergetar ketakutan dari arah celah jurang di sebelah kanan.
"Kakak Kui! Di mana kalian?" Sebuah suara terdengar dari suatu arah.
Xiao Yu mendengus tipis. Akhirnya ketemu!
Mengikuti arah sumber suara itu, Xiao Yu menerobos semak belukar yang makin rapat hingga akhirnya melihat sosok bergaun hijau muda milik Selir Lan yang sedang berdiri ketakutan di balik pohon besar.
"Selir Lan! Kau tidak apa-apa?" panggil Xiao Yu seraya melangkah keluar dari balik pepohonan.
Selir Lan menoleh kaget, matanya melotot tak percaya. "Adik Yu? Kenapa kau ada di sini?"
"Aku menyusulmu selir Lan, karena curiga saat melihat Selir Kui kembali ke tribun sendirian," ujar Xiao Yu pelan. Seraya mengusap sedikit embun di bahunya.
"Oh, syukurlah..." Selir Lan menghela napas lega. Bahunya yang tadi tegang kini perlahan turun.
"Tapi jalur hutan ini benar-benar jebakan. Kabutnya membuat pusing dan jalur setapaknya sudah hilang. Kita berdua tersesat sekarang," keluh Xiao Yu.
Belum sempat Selir Lan membalas, indra Xiao Yu sebagai petarung terlatih mendadak menangkap gelombang bahaya. Tanda bahaya apa ini?
Kraak!
Suara ranting pohon patah di balik semak-semak terdengar. Spontan tangan Selir Lan meremas lengan Xiao Yu.
"Adik Yu. Apa itu?" bisik Selir Lan.
"Aku tidak tahu, tapi aku merasakan tanda ancaman yang kuat," jawab Xiao Yu.
"Ancaman?" Mendengar jawaban Xiao Yu, selir Lan makin was-was.
Xiao Yu makin waspada. Ia yakin ada hal yang kuat dan berbahaya di depan sana.
Dari balik kegelapan semak, seekor serigala hitam berukuran besar melangkah keluar secara perlahan. Taringnya yang tajam mencuat keluar, mengucurkan air liur yang menetes ke atas tanah. Matanya yang merah menyala menatap lurus ke arah mereka.
Mata Xiao Yu melebar. Serigala besar? Seketika tubuhnya meremang hebat.
"S-serigala?" Tubuh Selir Lan langsung bergetar. Matanya membelalak lebar, memancarkan rasa takut yang luar biasa. Hampir saja terjatuh kalau Xiao Yu tidak menahannya.
"Selir Lan, mundur ke balik pohon itu. Jangan bersuara," bisik Xiao Yu tajam.
Selir Lan mengangguk sambil ketakutan. Sebagai wanita bangsawan yang dibesarkan di lingkungan istana yang terlindungi, ia sama sekali tidak pernah berhadapan dengan binatang buas atau ancaman fisik langsung. Hutan Selatan yang liar adalah dunia yang asing baginya.
Dia berlari kecil menuju balik pohon pinus tua di belakang Xiao Yu dengan gerakan kurang terlatih. Membuat serigala itu sempat menoleh.
Xiao Yu menghentakkan kaki mengalihkan perhatian. Serigala itu kembali menoleh padanya. Fokus padanya dengan aura ingin mencabiknya hidup-hidup.
Sial! umpat Xiao Yu yang kini jadi perhatian serigala buas itu.
Dari balik batang pohon, Selir Lan mengintip. Raut wajahnya pucat pasi. Bibirnya gemetar. Dadanya naik-turun menahan napas. Melihat Xiao Yu tetap berdiri diam di tengah jalan tanpa berniat lari, rasa cemas membakar dada Selir Lan.
"Apa yang mau kau lakukan, Xiao Yu? Ayo bersembunyi!" teriak Selir Lan setengah berbisik. Suaranya bergetar hebat menahan takut, tetapi kebaikan hatinya membuat ia tak tega membiarkan Xiao Yu menghadapi binatang buas itu sendirian.
Xiao Yu tidak bergeming. Ia tetap berdiri di tengah semak, menjadi satu-satunya benteng yang menghalangi serigala itu dari Selir Lan. Jemarinya di balik kain gaun mengepal tegang. Selama ini, ia berpura-pura menjadi wanita lugu, ceroboh, dan polos demi menyembunyikan identitas aslinya di istana.
Jika aku bertindak, rahasiaku terbongkar, batin Xiao Yu.
Namun, serigala itu menderu keras dan mendadak melompat menerjang lurus.
Persetan dengan rahasia!
Dengan keputusan bulat, Xiao Yu membuang semua keraguannya demi bertahan hidup. Tangan kanannya dengan tenang dan tangkas mencabut belati tipis yang tersembunyi di balik korset gaunnya.
Selir Lan yang mengintip dari balik pohon membelalak kaget.
Xiao Yu bergeser cepat ke samping, merendahkan tubuhnya, lalu mengayunkan belati menebas bahu serigala. Gerakannya sangat cepat, tepat dan mematikan. Gerakan yang tidak akan muncul satu hari dua hari. Ini berkat latihan berbulan-bulan.
Kebingungan besar melintas di benaknya. Selama ini ia mengira Xiao Yu hanyalah wanita biasa dari perbatasan yang polos dan tak berdaya. Melihat Xiao Yu menyembunyikan senjata tajam di balik gaunnya saja sudah membuat Selir Lan heran setengah mati.
Selir Lan terperanjat syok hingga terhenyak menyandarkan punggungnya ke batang pohon. Dalam pemahamannya, wanita istana adalah sosok yang lembut dan perlu dilindungi.
Namun di depan matanya sendiri, Xiao Yu bertarung dengan ketangkasan seorang prajurit berpengalaman.
Bagaimana bisa Xiao Yu bertarung seperti itu? batin Selir Lan terpaku guncang.
Sosok Xiao Yu yang lugu seketika hancur di matanya, berganti dengan sosok petarung terlatih yang asing.
Sabetan belati itu membuat serigala semakin mengamuk. Cakar raksasa binatang itu menghantam batang kayu di samping Xiao Yu hingga hancur berkeping-keping.
"Lari!" seru Xiao Yu sambil menyambar lengan Selir Lan.
Panggilan itu memutus kebingungan Selir Lan. Dengan raut wajah panik luar biasa, ia memaksakan kakinya berlari menembus semak-semak dan kabut tebal.
Brak!
Akar pohon menjerat kaki Selir Lan. Ia jatuh tersungkur ke tanah basah. Wajahnya meringis menahan sakit di lututnya, disertai rasa takut saat mendengar derap langkah serigala yang makin mendekat.
Xiao Yu menahan tubuh Selir Lan, lalu matanya menangkap tabung anak panah dan busur kayu milik prajurit pemburu yang tercecer di balik semak-semak.
Sret!
Serigala raksasa melompat keluar dari balik kabut, rahangnya terbuka lebar mengarah tepat ke tubuh Selir Lan yang terkapar.
Selir Lan membelalak tegang, membeku di tempat karena tidak tahu cara mempertahankan diri.