Kai Adrian atau kerap di sapa Gus Kai, seorang anak kiyai terkenal, Gus Kai adalah seorang dokter spesialis jantung.
Gus Kai terkenal dengan ketampanannya dan juga prestasinya di bidang akademi dan juga Dakwahnya melalui media sosial pribadi miliknya.
Kepribadinnya yang tenang dan tidak sukanya huru- hara, membuat dirinya harus mengiklaskan calon istrinya untuk sang Kakak.
Namun apakah Gus Kai bisa mencari kebahagiaannya sendiri? dan adakah perempuan yang mampu membuatnya jatuh Cinta? Nantikan kisah perjalanan cinta Gus Kai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6
" Jaga bicara anda Gus, ibu saya akan selamat " ucap Najma yang kalut dengan keadaan ibunya.
Gus Kai hanya diam setelah mendengar jawaban dari sang istri karena ia tau kini sang sendiri sedang kacau, ia juga tidak bisa berbuat banyak, karena alat yang minim.
Sesampainya di rumah sakit Gus Kai langsung meminta untuk di siapkan Defibrilator dan meminta untuk segera menangani mertuanya .
Gus Kai meminta agar dokter yang berada di sana yang menangani, dirinya menunggu di depan igd dan berusaha untuk menenangkan sang istri.
Tidak berapa lama keluarga kiyai Idris tiba termasuk juga Balqis,.adik kai, "bulek kai minta tolong temani Najma, kai mau cari air minum dulu buat Najma" ucap Gus Kai.
" Iya kai" jawab Nyai Ida.
Namun belum juga beranjak Dokter yang menangani bu Asih keluar dari Igd dan Kai mengurungkan niatnya terlebih dahulu.
" Keluarga Bu Asih" panggil dokter tersebut.
Dengan tenaga yang tersisa, Najma berdiri di bantu Kai dan juga Nyai Ida, " sa- saya anaknya dok, bagaimana keadaan ibu saya? ibu saya baik- baik saja kan Dok?" tanya Najma.
" Maaf sebelumnya, kami sudah berusaha sebisa kami, tapi Allah berkehendak lain, Bu Asih tidak bisa kami selamat kan, dan beliau meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit " jelas Dokter.
Najma yang tidak siap mendengar penjelasan dokter, seketika tumbang ke belakang dan untung saja Kai gercap menangkap sang istri agar tidak jatuh kebelakang.
" Tolong bawa masuk, biar kami periksa" pinta Dokter tersebut pada Kai.
Kai dengan cepat membopong sang istri dan membawa masuk dan menidurkan di brankar Igd, Kai sebisa mungkin memberikan penolong pertama .
" Dek tolong belikan minum dan roti dek" pinta Kai pada Balqis dan memberikan dompetnya pada sang adik.
" Iya mas " jawab Balqis, Balqis dan Billa kemudian berlari ke arah kantin.
Kai menebak jika sang istri bukan hanya terkejut, namun juga kelelahan serta belum makan sedari tadi, Umi Ida kemudian memyibakan gorden yang tertutup.
" Gimana Kai?" tanya Umi Ida.
" Syock, terlalu lelah dan sepertinya dia juga belum makan bulek" jawab Kai.
" Astagfirullah, Kai Umi dan Abi mu sedang di luar, mereka tadi setelah acara langsung menuju kesini, temui dulu nak" sahut Nyai Ida yang melihat keponakannya juga sepertinya masih mencerna kejadian hari ini.
" Iya bulik, Kai titip Najma yaa..." Kai kemudian keluar dan benar saja Kiyia Ibrahim dan Nyai Siti sudah ada di luar dan sedang berbincang dengan Kiyia Idris.
" Jadi bagaimana? biar aku langsung urus administrasinya" tanya Nyai Siti pada sang adik.
" Tidak usah mbak, Almarhumah kan kerja di tempat ku, biar aku yang menanggungnya" jawab Kiyia Idris.
" Tapi dia besan ku" jawab Nyai Siti.
Kai kemudian berjalan menghampiri kedua orang tuanya dan juga pamanya " Biar Kai saja, Bu Asih mertua kai sekarang , jadi juga sudah jadi tanggung jawab Kai" jawab Kai yang mendengar perdebatan kakak adik tersebut.
" Ya Allah nak... kamu kelihatan lelah sekali" ucap Umi Siti sambil mengusap rambut putranya .
" Sudah tanggung jawab dan takdir Kai Umi dan mungkin setelah ini kai akan lebih bahagia dengan istri Kai" jawab Kai menekan kan kata istri.
Balqis datang dengan membawa pesanan Kai, " Mas ini mas " ucap Balqis menyodorkan plastik berisi roti.
" Tolong kasih ke Mbak Najma, mas mau urus administrasi dan yang lainnya, dan tolong pastikan dia makan" sahut Kai kemudian meninggalkan anggota keluarga lainnya.
" umi enggak mau liat mbak Najma?'" pertanyaan itu muncul dari putri bungsunya.
Umi Siti tersenyum dan mengusap kepala putri bungsunya dengan lembut, "Iya... tolong anterin Umi, Umi mai liat mantu umi" jawab Umi Siti.
" Bi.... umi masuk dulu yaa..." Pamit Umi Siti.
" Iya mi" jawab Kiyai Ibrahim.
Umi Siti kemudian masuk ke ruang igd dan melihat menantu barunya tersebut, saat mereka masuk Najma sudah sadarkan diri dan sedang menangis.
"Neng... sudah neng, ibu kamu pasti sudah bangga, kamu juga sudah memenuhi permintaan terakhir ibu mu" ucap Nyai Ida, mencoba menenangkan Najma.
" Maut, jodoh itu di tangan Allah, Allah mengirimkan Kai untuk menjadi pengganti ibu kamu" ucap Nyai Siti yang melihat iba pada menantunya tersebut.
Najma dan Nyai Ida menoleh ke arah Nyai Siti dan juga Balqis yang baru saja masuk , Nyai Ida menyalami kakak iparnya tersebut, begitu pula dengan Najma yang ingin menyalami ibu mertuannya, namun Nyai Siti segera mencegahnya.
" Sudah, biar umi yang mendekat , kamu masih lemas" cegah Umi Siti.
" Maaf Nyai, saya sudah melarang Gus Kai untuk tidak menikahi saya, saya janji setelah ini saya akan pergi dan meminta cerai pada Gus Kai Nyai" ucap Najma yang segera sadar akan posisinya.
" Astagfirullah.... kenepa kamu punya kepikiran begitu, seperti yang umi bilang tadi nduk.. Maut dan jodoh itu di tangan Allah, dan Allah mengirimkan Kai untuk kamu, sebagai ganti ibu kamu, walaupun rasanya tidak akan sama ndukk..." sahut Nyai Siti mendengar ucapan menantunya tersebut.
" Tapi tetep saja Nyai, saya tidak pantas untuk Gus Kai, setelah ini saya janji akan pergi dari kehidupan panjenegan ( anda) dan keluarga Nyai"ujar Najma.
" Dek... boleh tinggalin mbak berdua sama mantu gak ? nduk... kamu keluar dulu yaaa"Pinta Nyai Siti pada adik iparnya dan juga putri bungusnya.
Sepeninggalan Nyai Ida dan juga Balqis, Najma masih dalam posisi yang sama duduk dan menunudukan kepalanya ke bawah.
Nyai Siti memeluk mantunya itu, awalnya Najma tidak ingin kembali menangis karena setelah mendengar beberapa petuah dari Nyai Ida, Najma mulai mengikhlaskan kepergian ibunya.
" Maaf Nyai tubuh saya kotor " ujar Najma, Sedetik kemudian Nyai Siti melepas pelukaknya pada menantunya.
" Kamu jijik umi peluk?" tanya Nyai Siti.
Najma menggelengkan kepalanya " tidak Nyai, tapi tubuh saya benar- benar kotor, saya belum mandi sejak tadi, bahkan saya masih pakaian kuliah sejak pagi" jawab Najma.
Nyai Siti kemudian kembali memeluk menantunya "umi enggak peduli" ucap Nyai Siti.
Setelah memberikan beberapa petuah sambil menunggu infus yang ada di tangan Najma habis dan menunggu Kai yang sedang mengurus administrasinya.
" Ini mungkin sudah jalan dari Allah nduk... kai gagal menikah dan dia bertemu dan Umi yakin, kamu adalah jodoh Kai dan bisa membuat Kai kembali seperti biasanya" ujar Nyai siti.
" Tapi saya bukan keturunan Kiyia" sahut Najma.
" Kami tidak peduli hal itu nduk .. di mata Allah kita semua sama, tidak ada hal yang lebih istimewa, untuk masalah ilmu agama ,kamu bisa sambil belajar di pondok, jangan sungkan sama Umi ya.."jawab Nyai Siti yang memang sama sekali tidak peduli dengan status orang-orang.
" Terima kasih Nyai... saya tidak tau bagaimana, membalas kebaikan Nyai sekeluarga " sahut Najma.
Kemudian Kai kembali menghampiri Najma dan juga Nyai Siti, saat Kai masuk Najma spontan untuk menundukan pandangannya dan Umi Siti yang bisa tersenyum melihat mantu baru dadakananya tersebut.
"Apa bisa Umi tinggalkan kamu berdua?".
jgn bilang bakal ada poli poligamian ya Thor aku paling GK bisa kalo tntg poligami bawaannya emosi apalagi aiza udh Namba juteknya 🙄
si Gus kyknya otw bucin deh 🤭