NovelToon NovelToon
Amanda Si Penjual Ikan

Amanda Si Penjual Ikan

Status: tamat
Genre:Teen / Komedi / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Novita Tory

Amanda anak sekolah yang ingin menggapai cita-cita, kisah anak kampung yang ingin sukses di tengah konflik keluarga.
Cerita ini di bumbui dengan kisah komedi. Yang penting dibaca dulu aja, super thanks🥰🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novita Tory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Puluh Satu

Amanda pagi-pagi ngurus ijin usaha, katanya biar jelas buat bayar pajak.

Lapak sama Frozen Food di pantau sama Emak.

Setelah selesai urusan ijin usaha, Amanda langsung ketemu sama pemilik dapur MBG.

katanya mau kerjasama ngambil ikan potong di tempat Amanda.

Selesai tanda tangan perjanjian sama foto-foto, Amanda langsung balik ke lapak lagi.

Di lampu merah motor Amanda mogok, mobil dari belakang ngebut ngejar lampu hijau.

Amanda di tabrak lari.

Untung cuma ke serempet dikit.

Amanda di bawa ke Rumah Sakit buat ngobatin kakinya lecet-lecet, sepatu yang dipakai juga rusak sebelah.

Amanda mau balik lagi ke Rumah, sengaja Amanda nggak ngasih tau emak supaya nggak panik.

Motor Amanda juga rusak, jatuhnya ke trotoar.

Dibawa ke bengkel.

Amanda masih bisa ngurus diri sendiri, walaupun lutut luka celana robek, sikut sama tangan luka di perban masih bisa jalan pelan ngambil obat ke apotik sekalian bayar perawatan.

“Rizal, ngapain lo disini?” tanya Amanda kaget,

Rizal pakai jaket abu-abu celana panjang hitam.

Nggak pakai seragam kan masih liburan.

“Loh, lo kenapa Nda?” kata Rizal heran sudah duluan antri ngambil obat.

“Habis di tabrak lari” kata Amanda sambil senyum.

“Bentar, lo nunggu disini. Ntar gua balik” kata Rizal, dia buru-buru ke IGD lagi.

Amanda masih nunggu antrian, kakinya kerasa nyeri, baru kerasa sakitnya.

Rizal balik, “Sini, lo duduk di sana dulu biar gua yang antri” kata Rizal.

Amanda nurut aja, duduk di bangku panjang.

Sebenarnya celana Amanda banyak bekas darah cuma nggak kelihatan aja, pakai celana hitam.

Pak Lurah, bapaknya Rizal datang.

“Amanda kenapa disini?” kata Pak Lurah.

“Jatuh Pak, di tabrak lari sama orang” kata Amanda.

“Emaknya tau?” tanya Pak Lurah.

“Jangan di bilang pak, ntar emak panik, Amanda nggak apa-apa kok” kata Amanda.

Rizal selesai di antrian, mau pembayaran Amanda berdiri, kakinya sakit di tahan.

Amanda bayar kasir biaya obatnya.

“Kuat, nggak?” tanya Rizal.

“Kuat kok…” kata Amanda.

“Amanda pulang sama kita ya Pak?” tanya Rizal.

“Iya…” kata Pak Lurah.

Ternyata Pak Lurah sama Rizal nganterin pegawai kelurahan tekanan darah tingginya naik harus opname, stroke ringan, untung keluarganya cepat nyusul datang ke IGD.

Amanda pulang ikut mobilnya Pak Lurah.

“Motor lo gimana nda?” kata Rizal.

“Masuk bengkel, rusak nggak bisa di pake. Tadinya manda mogok di lampu merah” mobil yang di belakang ngebut di tabrak deh, serempet gitu…

Cuman ya karena posisinya miring Manda jatuh” kata Amanda ngejelasin.

Rizal noleh ngeliat Amanda di belakang bangku sopir.

“Amanda diantar ke mana” kata Sopir alias Pak Lurah.

“Ke Rumah aja Pak, maaf ya jadi ngerepotin” kata Amanda.

“Gimana kalau kerumah kita aja dulu Pak, kan ada Gadis sama Nyak di rumah” kata Rizal.

“Nggak apa-apa kok, ke rumah aja…” kata Amanda.

“Kan Emak lo kagak tau lo jatuh, ntar lo sendirian di dirumah gimana?” kata Rizal.

“Iya, Amanda kerumah aja kita dulu, ntar kalau baikan bisa diantar ke rumah lagi sama Rizal, biar Rizal yang jemput Emak ke pasar, biar nggak kaget” kata Pak Lurah.

Amanda ngangguk aja, udah keburu belok ke arah rumahnya Rizal juga.

**

Setibanya di Rumah Rizal,

Nyak Rizal panik bantu memapah Amanda ke kamar, gadis juga kaget, disuruh istirahat sama gadis.

Kamarnya gadis full AC, ada meja rias kamarnya cewek banget.

“Nih, baju ganti pake dulu baby doll gadis…ini nggak kepake kok…” kata Gadis nyerahin baju tidur celana pendek, mungkin ngelihat kaki celana Amanda sobek.

Amanda ganti di WC kamar gadis, pengen nangis. Kaki kiri Amanda bengkak.

Emang yang kena lutut sampai kulitnya koyak, untung tadi di rontgen nggak sampai patah kaki.

Dekat jari-jari kaki juga luka makanya di perban.

“Manda, bisa nggak ini Gadis bantuin” kata Gadis dari pintu luar WC.

“Nggak, masih bisa kok kak…” kata Amanda gemeteran.

Udah ganti baju tidur, atasan kaos bawahnya celana pendek renda-renda.

Amanda keluar bajunya di lipat masukin ke tas, untung tas Amanda besar bisa muat banyak barang sama map.

Nyak Rizal masuk bawa makanan, “Makan dulu biar cepat minum obatnya, emak lo Rizal jemput ke pasar” kata Nyak Rizal.

“Makasih Nyak..” kata Amanda.

Habis makan, Amanda minum obat, ketiduran di kamarnya Gadis.

**

Amanda bangun, udah ada Emak, Nyaknya Rizal sama Gadis lagi ngobrol ngeteh di samping.

“Udah bangun neng?” Emak ngelus-elus kepala Amanda.

Amanda bangun langsung duduk, mata masih kunang-kunang.

“jangan bangun mendadak gitu, ntar pusing” kata Gadis.

“i-iya agak pusing” kata Amanda.

“Tuh kan…” kata Gadis.

“udah nggak apa-apa kok..” kata Amanda.

“Mak, kita pulang…” kata Amanda.

“lo, udah kuat” kata Emak.

“Iya, kuat kok…” kata Amanda.

“Nggak apa istirahat dulu aja…baru bangun juga” kata Nyak Rizal.

“Nggak kok..Nyak beneran dah baikan, dah lama tidur juga” kata Amanda.

“Tas lo mana?” Kata Emak

“Ini tas Manda..” kata Amanda

“Kami balik dulu, banyak makasih ya…” kata Emak salaman satu-satu sama Nyak Rizal, Kak Gadis, diluar sama Bapaknya Rizal, Rizal juga.

“Zal..lo antarin si manda ya..” kata Nyaknya Rizal.

“Iya…” kata Rizal.

Amanda kira naik motor ternyata Rizal yang nyetir ngantarin ke rumah.

Rizal bantu mengangin Amanda masuk ke Kamar sampai duduk di tempat tidur.

“Makasih ya zal…” kata Amanda.

“Iya, cepetan sehat ya…” kata Rizal.

“Iya..” kata Amanda.

“Rizal balik dulu” kata Rizal.

Emak diluar nganterin Rizal sampai depan, Amanda dengar kalo Emak berapa kali bilang makasih.

**

“Obatnya diminum Manda…” kata Emak ngingatin habis Amanda makan.

Amanda langsung minum obat.

“untung lo ketemu Rizal, kalau nggak gimana ceritanya lo di Rumah Sakit sendiri, bisa-bisanya lo pake di serempet segala” kata Emak.

“Ya, namanya musibah mak…mana kita tau” kata Amanda.

“Oya, Amanda sudah tanda tangan kontrak, emak bisa bantuin Amanda dulu nggak siapin kebutuhan ikan yang diperlukan buat dapur MBG, catatannya di tas manda map merah, jadi jam 3 subuh udah siap semua” kata Amanda.

“duh, mulai kapan?” kata emak.

“Amanda bisanya tadi bilang lusa, paling-paling kurang tenaga Manda yang lain masih bisa bantu kan?” tanya Amanda.

“Bisa…bule jawa paling juga mau sama yang lain apalagi kalau order banyak kaya gini” kata Emak.

“Ijin usaha lo udah kelar?” tanya emak.

“Udah..udah beres semua, cuman motor kan di bengkel yang ada di catatan tuh kartu nama nya di dompet manda” kata Amanda.

“Gampang itu, sepeda masih ada besok emak naik sepeda, kalo lakinya nora kan bisa bantu ngambil motornya ke bengkel, biar di baikin lagi di bengkel pak martin” kata Emak

“Iya mak…soalnya jauh juga tempatnya, boleh minta tolong suaminya Nora..” kata Amanda.

“Nora tadi juga pulang dari puskesmas, kayaknya hamil, tapi dia masih kerja emak bilang nggak apa istirahat soalnya yang bedua kerja filet ikan udah selesai” kata Emak.

“Iya deh mak, makasih” kata Amanda.

“Emak tidur di sebelah ya, kalo ada apa-apa panggil emak, ntar bolak-balik juga kok…” kata emak,

“Iya-iya mak….” Kata Amanda.

Amanda di selimutin sama emak.

Kaki sama tangan Amanda nyeri lagi, tiba-tiba Amanda ngebayangin Rizal dulu jatuh nyungsep lukanya juga banyak kakinya juga bengkak, Amanda malah nggak nengok sampai Rizal turun sekolah sendiri.

Ini malah Rizal yang bantuin Amanda, di pinjamin baju sama Kakaknya, Itu sekeluarga emang baik banget.

***

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!