NovelToon NovelToon
Mafia Bucin

Mafia Bucin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / Nikah Kontrak
Popularitas:17.7k
Nilai: 5
Nama Author: Elis Kurniasih

Dijadikan ladang emas oleh sang paman. Fio yang semula setuju dijodohkan oleh anak politisi sekaligus pengusaha besar oleh pamannya memilih berontak.

Fio bersekutu dengan Gio, mafia yang ternyata sudah lama memendam perasaan padanya. Hingga, perlahan semua tabir keluarganya terungkap.

"Aku bukan laki - laki yang bisa menyentuh perempuan sembarang. Tapi, aku juga bukan laki - laki yang bisa menahan untuk tidak menyentuh kamu." -Giorgio Abraham-

Sequel Gairah Cinta Sang Pembalap

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elis Kurniasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sah

“Tidak mungkin.”

Fio masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan Gio.

“Apa menurutmu aku berbohong?”

Fio kembali menggeleng. Dia ingin tidak percaya, tapi hatinya mengatakan percaya.

Gio pun tersenyum. “Aku bukan orang licik yang menghalalkan segalanya cara untuk mendapatkan apa yang aku inginkan.”

“Tapi …” Fio tercekat. Dia ingin meminta penjelasan lebih, tapi Gio langsung memotong ucapannya. “Aku akan menjelaskan nanti. Tapi saat ini, ada lebih penting dari itu. Penghulu menungguku.”

Fio merengut. Bibir cemberut membuat Gio tersenyum dan langsung menyentuh dagunya. “Aku selesaikan tugasku dulu. Nanti, aku kembali ke kamar ini. Kamu lihat!”

Sang mafia itu mengajak Fio mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan terutama ranjang. “Dekorasinya bagus kan?”

Kemudian, Gio mendekat dan berbisik di telinga Fio. “Itu, aku yang mendekor sendiri. Khusus untukmu. Khusus untuk malam pertama kita, nanti.”

Sontak, Fio melotot.

Gio tersenyum lebar dan menjauh dari tubuh itu. Dia segera kembali merapihkan jas nya dan keluar. Namun, sebelum benar – benar hilang dari pandangan, Gio kembali menatap ke arah Fio dan mengedipkan mata kanannya.

“Cih, dasar mafia mesvm!”

Tidak ingin berdiam saja di sini seorang diri. Fio hendak ikut keluar. Tetapi, baru saja pintu itu dia buka, pengawal sudah menghadang.

“Nona, anda tunggu di dalam.”

“Tapi, saya …”

“Ini perintah Tuan tadi. Setelah ijab qobul, Nona baru keluar.”

“Tapi …”

“Maaf, Nona.”

Hingga tak lama kemudian, suara yang Fiona kenal terdengar.

“Fio.”

Fio langsung mendongak mencari sumber suara itu.

“Jihan?”

“Hai.”

Kedua wanita itu berpelukan cukup lama. Mereka saling mengutarakan rasa rindunya.

“Lama banget ga ketemu.”

“Ya. Tiga tahun. Terakhir, kita ketemu pas aku lahiran. Kamu datang untuk menjenguk.”

“Ya.” Fio mengangguk.

“Tunggu!” Jihan melonggarkan pelukan dan menatap penampilan Fiona. “Ternyata, bagus banget. Pas banget.”

Dahi Fio mengernyit. “Jadi, gaun ini rekomendasi mu?”

JIhan mengangguk. “Iya. Tapi, tiga tahun lalu.”

“Apa?”

Fio tidak menyangka, saat dia menolak Gio waktu itu, ternyata dia sudah menyiapkan pernikahan ini.

***

Di sana, ruang keluarga vila sudah disulap menjadi dekorasi ijab intimate. Hanya ada keluarga dan rekan setia yang menghadirinya. Pernikahan ini dilakukan secara tertutup. Sangat tertutup.

Bahkan, berada di ruangan yang juga tertutup. Gio melakukan ini demi privasi sang calon istri. Dia ingin melindungi dengan cara mengingat, api tetap memberi kebebasan.

“Ayo, dimulai!” pintanya pada penghulu.

Namun, pak penghulu itu masih sibuk menandatangani beberapa berkas.

“Apa yang sedang anda kerjakan? Apa tidak bisa dimulai sekarang?” tanya Gio tegang.

Pasalnya, dia sudah sangat siap untuk mengucap janji suci dan memiliki Fiona, tapi rasanya begitu lama.

Wiliam mendekati putranya dan menepuk dadanya. “Sabar, Gio. Bapak penghulunya sedang mencatat beberapa berkas.”

Pak penghulu itu gemetar. Tanda tangannya terlihat tidak sebagus sebelumnya. Apalagi, saat mendengar Gio sedikit membentak. Ditambah, pengawal yang berada di antara sisi tempat duduknya bertubuh tinggi kekar.

“Benar, saya merapikan sedikit catatan,” ucapnya.

“Cepat!”

“Sebentar.”

Lagi – lagi, Wiliam menenangkan putranya. “Sabar.”

Hingga tak lama kemudian, penghulu itu menegakkan tubuhnya dan bersiap berjabat tangan dengan Gio.

“Aaaa …” tiba – tiba, Pak penghulu itu meringis. “Tolong, jabat tangannya jangan kencang – kencang.”

Sontak, Gio melonggarkan kepalan tangannya pada si penghulu. Sebelumnya, dia mengepal kuat hingga ingin meremukkan tangan itu.

Wiliam tersenyum. Begitu juga dengan Keanu yang kini duduk berdampingan sebagai saksi.

“Sah?’

“Sah?’

“Sah?”

Keanu mengangguk. Wiliam juga, diiringi semua orang yang mengerti bagaimana Gio.

Pok

Pok

Pok

“Akhirnya, Bro …” ledek Keanu pada kakak iparnya. “Udah ga jomblo.”

“Si4l!” balas Gio yang langsung diberi peringatan oleh Wiliam untuk tetap mengangkat tangan karena acara belum selesai.

Sesi berdoa sedang dilakukan.

Di dalam kamar, Fio mendengar suara lantang dari seorang Gio.

“Ji … sekarang aku …”

Dengan senyum yang lebar, Jihan mengangguk.

“Aku ga lagi mimpi kan?”

“Ngga, Fi.”

Sedetik kemudian, Fio menjerit. “Aaaa …”

Jihan tertawa dan meledeknya. “Ngga mimpi kan?”

Perempuan itu baru saja mencubit lengan Fio.

“Sakit, Ji.”

“Itu artinya, kamu ga lagi mimpi. Selamat menjadi nyonya Giorgio. Maaf ya, kalau kakak aku nanti bikin kamu kesal, bikin darah tinggi, atau manjanya kelewatan.”

Fio cemberut. Hingga, suara pintu yang terbuka membuatnya terkejut.

Brak

Jihan langsung berlari menghampiri sang kakak dan memeluknya. “Selamat ya.”

“Terima kasih sudah jauh – jauh datang untukku.”

“Sama – sama. Oh ya, Fiona itu pemalu, sama seperti aku. Jadi, pelan – pelan saja.”

Mata Fio membulat. Dia melihat Gio tersenyum.

“Terus satu lagi,” ucap Jihan memberi wejangan. “Kalau kakak menyakiti Fio, itu artinya kakak menyakitiku.”

Gio mengacak – acak rambut adiknya. “Ya.”

Setelah itu, Jihan menoleh ke arah Fio dan pamit pergi. Dia tidak ingin berlama – lama di sini dan menganggu sang kakak. Dia dan keluarganya cukup tahu diri.

“Fio, aku pamit.”

“Tidak. Jihan. Tunggu!”

“Bye ….!” Jihan tetap pergi. Padahal, pertemuan mereka baru sebentar.

Fio hendak mengikuti Jihan untuk keluar tapi pintu itu langsung ditutup.

“Kamu tidak bisa pergi.”

Fio menggeleng. “Aku masih sebentar berbicara dengan Jihan. Aku ingin keluar sebentar.”

“Tidak bisa.”

“Paling tidak, aku ingin menyapa para tamu. Ada Papa mu kan? Ada Tante Lastri kan?”

Gio mengangkat bahunya.

“Gio, aku ingin keluar sebentar.”

“Tidak.” Gio tetap menahan pintu itu. Bahkan, kini dia menguncinya dan membuang asal kunci itu.

“Gio ….” Teriak Fio kesal.

“Tidak ada yang boleh tahu kalau pengantin wanita ku adalah kamu. Ini untuk kebaikanmu sendiri.”

Gio melangkah mendekati Fio dan Fio melangkah mundur demi menghindari pria ini.

Hingga, tubuhnya terbentur dinding.

“Gi …”

Napasnya tersengal karena kini posisinya tidak menguntungkan. Fio terhimpit oleh dinding dan tubuh Gio.

Tidak ada jarak. Wajah mereka berhadapan tidak lebih dari satu senti.

“Apa rencanamu?” tanya Fio dengan nafas memburu karena takut atau sesuatu yang tidak bisa dia ungkapkan.

“Seperti keinginanmu. Aku menjagamu dari jauh. Apa pun yang ingin kamu ketahui, aku akan bantu.”

Fio menatap Gio yang intens menatapnya.

“Kenapa? Kenapa kamu ingin membantuku?”

Fio teringat akan ucapan Jihan tentang gaun yang sedang ia pakai ini.

“Sejak kapan kamu menyukaiku?”

“Sejak pertama bertemu.”

“Kenapa?” tanya Fio lagi.

“Entah lah. Mungkin, karena kamu cantik dan hm … menarik.”

“Tapi aku …”

Cup

Gio tak kuasa menahannya lagi. Sedari tadi dia ingin mencium bibir ini. Bibir mereka bertemu. Namun, tidak lama. Fio mampu melepaskan pagutan itu dengan cepat. Dia berhasil menahan dada Gio.

“Setelah ini, aku boleh keluar dan beraktivitas seperti biasa?”

“Tentu. Kenapa tidak? tapi dengan satu catatan, ada pengawal yang mengawasimu setiap waktu,” jawab Gio tenang.

Sembari menjawab, mata Gio terus tertuju pada bibir itu. Bibir yang membuatnya fokus dan dengan cepat ia memiringkan kepalanya dan …

Hap

Meraup bibir itu lagi. lagi – lagi, Fio mampu menahan kebringasan Gio dengan menarik kerah kemejanya ke belakang.

“Gi ..”

“Mmmmppphh!”

Ternyata, Fio kalah. Tenaganya tidak sebanding.

Keduanya saling dorong mendorong. Mereka terus berpindah. Dari sofa ke ranjang, dari ranjang ke sofa, lalu kembali berdiri dan keduanya membentur pintu yang tertutup.

Brak

Brik

Bruk

Seperti sebuah perang, mereka bertarung. Padahal, ini baru pertarungan bibir saja. Tapi, mereka mampu memborbardir isi ruangan. Hingga akhrinya, Fio menyerah dan pasrah menerima pagutan yang dilakukan Gio berulang kali.

1
Bu Yudi Wahono
kak elis kok belum nambah bab
*kim_dan*
nah lu kan???lu kira fio orang bodoh apa LG Dy udh diksh tw mafia bucin🤭
*kim_dan*
kali kali selipin lah c Jihan ma laki'nya yg lupa namanya 🤭yg suka bgt adu mulut ma gio🤣
okey
d tunggu kelanjutannya kak ellis
Arsyad Algifari.
sabar dong gio .ingat istri mu seorang pemula .belum berpengalaman .jangan terburu-buru 🤣🤣🤣
Arsyad Algifari.
mungkin Arif menaruh GPS di tubuh fio entah di baju atau tas . karena hp nya fio kan mati
Dahlia Kartono
lanjut kak author
@alfaton🤴
dah ga usah pindah kamar gio......udah ada ijin dan sertifikat halal dari Fio.......tapi ingat tidur dan bener bener tidur ya😅😅😅😅
ryuka
ciieee fioooo🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭
~Hartwyn_Dee~
yakin hanya tidur aja... liat besok pagi saat bangun pasti udah kek Teletubbies 🤣🤣🤣🤣
May .Nst
sabar ya gio. biarkan fio yang meminta untuk di sentuh ya😁 aku prngennya upnya yang banyak kak elis... kurang klw cuman satu bab😁🙏
Nurul Hidayati
hanya tidur saja preeet 🫣 laki2 yang sudah memendam hasrat 3 thn di suruh hanya tidur saja 🤪
NUR..8537
makasih Kaka cantik unt up..nya🙏 tetap semangat dan sehat slalu kak 💪😘🫶
NUR..8537
sabar ya gio..kasih kesempatan buat fio..unt belajar mencintai..mu 🥹jd biar kalian nti sm" bucin🤭
Neni Suryani
lanjutkan 💪🫶
Dien Elvina
aku gak yakin apa Gio bisa menepati janjinya hanya tidur saja tanpa aktifitas yg lain 🤪🤣
Riska Nianingsih
nyimak dulu, banyak yg lupa, othor lama gk nulis.... 💪
Riska Nianingsih
udah banyak bab, notif baru masuk 👍 🙏
Siti Kamsiah
apakah Gio bisa menepati janji cuma tidur saja 🤭🤭terimakasih kak Elis sdh up tetap semangat ku tunggu up selanjut nya 💪💪😘😘😘
Lia Novi
selalu ditunggu tunggu❤️❤️❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!