Tiga hari setelah menandatangani surat perceraian itu aku menikah lagi tanpa pernikahan tanpa pesta tanpa gaun dan tak ada ucapan selamat sama seperti pernikahan pertamaku. Pernikahan yang begitu kejam aku dibuang setelah tidak dibutuhkan lagi dan lalu aku menikah dengan bos mafia besar dinew york,, Bagaimana kisah selanjutnya antara mia dengan bos mafia itu akankah mia akan ditinggalkan lagi untuk kedua kalinya?? Yuk mari kita tonton novelnya saja
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Aisyah29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35
Silvia berjalan dengan kaki pincang sebelah kirinya lalu dengan sangat hati - hati dia melangkah ke ruangan UKS itu. Dan setelah selesai di obati Silvia lanjut untuk pergi ke ruangan kelas pada saat di ruangan kelas bukannya mengasihani Silvia, malah mereka semua mengejek dan menghina Silvia. ;
" Dasar gadis yang ga tau di untung si, gak berterima kasih dan bersyukur jadinya begitu kan kena karma kamu ".
Sapa teman lainnya yang berambut pendek itu.
" Huhhh makanya nurutin perintah Chyntia bukan malah mengadu domba kena sendiri kan kamu akibatnya tamatlah sudah riwayat mu gadis kampungan, mending kamu segera keluar saja dari tempat ini ".
Saut dari mulut seorang cowo yang tajam itu.
Silvia hanya terdiam dan menundukkan kepalanya dia merasa di kelas itu di kucilkan tidak ada yang mau berteman, tidak ada yang mau mendekatinya sama sekali, hati dan pikiran Silvia jadi berantakan dan hancur sehancur - hancurnya.
Jam sekolah pun telah selesai saatnya para siswa diharapkan untuk pulang dan kembali ke rumah masing - masing.
Pada saat menuju ke parkiran mobil di belakang halaman sekolah dari situ sudah ada yang menunggu untuk aksi berikutnya lagi dengan penuh kepercayaan diri Silvia melangkah perlahan menuju parkiran mobilnya, saat hendak menancapkan pedal gas mobilnya dan hendak melaju kedepan dari belakang mobil Silvia di buntuti oleh orang suruhan Chyntia itu dan mereka berniat jahat untuk mencelakai Silvia itu.
Selang beberapa menit saat Silvia hendak melaju ke arah depan jalan raya Silvia masih berpikir biasa saja tidak terjadi apa - apa.
Lalu pada saat di jalan raya yang sangat amat sepi menuju lorong jembatan di situ lah aksi preman bayaran Chyntia saatnya beraksi dia segera menyalip mobil Silvia dengan begitu sangat cepat begitu Silvia terengah ternyata mobil di belakang itu membuntutinya dia segera menancapkan pedal gas nya dengan sangat amat kencang dia menyetir dengan kecepatan maksimalnya dan saat itu juga preman itu mengebutnya lalu membuka pintu kaca mobilnya dan berkata ;
" Berhenti gadis kampungan,,, ayolah mending bermain bersama kakak, kakak ini kamu pasti akan sangat menikmati nya gadis nakal ". Sapa preman kurang ajar kepada Silvia.
Lalu Silvia membuka kaca mobilnya dan berkata ;
" Jangan berharap aku mau denganmu preman b*jingan,,,, !!!!, minggir kau ".
Sesudah berkata seperti itu Silvia tidak menyadari lagi ternyata di depannya ada sebuah kendaraan Truck besar bermuatan tinggi dan Dia membantingkan stir mobilnya ke arah kiri dan di situ ada tiang listrik lalu dia membantingkan dengan sangat amat keras.
Brakk!!!!
Suara mobil Silvia lalu keluar lah asap padat dari arah depan mobil itu.
Silvia jatuh pingsan di kepalanya berdarah dan tangannya terluka. Lalu sang preman itu mendekatinya dan mereka berdua melihat Silvia berdarah - darah dan tidak ada pergerakan dari wajah mereka berdua sangatlah ketakutan ;
" Aduh tamatlah sudah riwayat kita, gadis ini belum saja kita santap, yah sudah metong duluan, ayo cepat kabur sebelum ada yang melihat kita disini! ". Ujar sang preman sialan itu.
Lalu akhirnya Silvia di bantu oleh warga sekitar dan mobilnya segera di lapor ke polisi lalu di dibawa ke rumah sakit terdekat, Silvia tidak punya telepon dan tidak punya uang sudah beberapa hari dia di rawat di rumah sakit itu.
Pihak Suster yang merawat Silvia ini terus menerus meminta bayaran kepada Silvia karena selama empat hari Silvia di rumah sakit tidak ada keluarga yang menjenguk atau membayar perawatan Silvia selama di rumah sakit ini.
" Nona Silvia, Tolong tuliskan nomor telepon orang tuamu , dan anda harus segera membayar biaya perawatan rumah sakit ini segera kalau tidak kamu tidak akan menindak lanjutinya tentang keselamatan anda ". Saut dari seorang suster itu.
" Baiklah ini nomor ibu saya yang saya ingat 081***** " . Jawab jelas dari Silvia.
" Oke saya akan menelepon nya dengan segera ". Jawab seorang suster.
Saat berada di Kota Perancis di situ Mia sedang berada di kantornya untuk mengurus semua perusahaan dan mengalihkan perusahaan tersebut kepada sekretaris nya itu untuk sementara lalu pada saat Mia hendak menandatangani dokumen penting lalu terdapat suara getaran dari saku kantong celananya.
Drtzzzzz,,,,, drtzzzz,,, drtzzzz !
Suara getaran telepon Mia.
' Ada apa ini pihak rumah sakit Bhina Jaya menelepon ku, apakah ada sesuatu yang penting '. Gumam dalam hati Mia.
Lalu beberapa menit dia langsung saja mengangkat telepon itu .
" Hallo, ini dari rumah sakit Bhina Jaya, Nyonya apakah benar anda ibu dari Silvia Smith? ". Pihak rumah sakit.
" Iya betul ada yang perlu saya bantu? ". Jawab Mia.
" Nyonya mohon segera bayar tagihan perawatan rumah sakit anak anda selama empat hari di sini, jika kau tidak membayarkan nya sekarang juga, saya akan mengeluarkan anak anda dengan paksa ". Saut suster dengan nada ketusnya.
" Apakah benar yang anda bicarakan itu Bu, boleh kirimkan foto anak saya dulu untuk mengetahui kebenaran nya. ". Saut Mia dengan nada paniknya.
" Oke baiklah, setelah kamu mengetahui itu benar - benar anak anda segera lah datang dan bayar tagihannya ".
Lalu suster itu menutup teleponnya dan memfoto Silvia lalu mengirimkan nya ke Mia ibunya itu.
' Apa ini benar - benar Silvia!!, mengapa dia tidak bisa membayar rumah sakit dengan sendiri, kan bukankah aku sudah memberinya kartu hitam milikku, ada yang tidak beres ini dengan putriku, Aku harus segera menyusulnya sekarang ke New York '.
Gumam dalam hati Mia ini.
Lalu dia mengerjakan mejanya sangat amat keras!.
Brak!
" Sialan!!!! ada yang sedang bermain - main dengan anakku ini, Nadia tolong ubah jadwalku untuk sekarang juga, Lalu kita segera pergi ke New York sekarang juga! ". Saut Mia dengan penuh amarah yang membara.
" Tapiiiii,,,, Bu ini pertemuan dengan Klien - klien terpenting loh Bu, akankah dibatalkan semuanya?? ". Dengan khawatir sekretaris nya itu berkata.
" Biarlah nanti juga mereka akan menerimanya dengan alasanku ini ". Jawab jelas Mia.
Saat berada di dalam pesawat muncullah notifikasi dari telepon genggam milik Mia lagi.
Tring!!!!
_ Pesanan kalung diamond unggu seharga seratus lima puluh juta.
_ Pesanan gaun mewah seharga seratus juta.
_ Pesanan tas mewah merek ternama seharga dua ratus lima puluh juta.
" Bu apakah aku blokir saja kartu hitam itu!!, ini pasti sungguh bukan nyonya Silvia Bu!! ". Saut Nadia sekretaris nya itu.
" Biarkanlah! , saya ingin tahu siapa yang berani - beraninya memainkan permainan ini dengan anakku ". Jawab jelas dari Mia.
Perjalanan pesawat sangatlah cepat dan tibalah saatnya Mia dan sekretaris nya di New York itu, lalu dia langsung saja bergegas menuju ke rumah sakit Bhina Jaya itu.
Langkah demi langkah dia terus mencari dimana keberadaannya putrinya.
Bagaimana kisah selanjutnya..
Jangan lupa baca episode selanjutnya ya..
Jangan lupa like, komen dan follow