NovelToon NovelToon
Trauma Ranjang

Trauma Ranjang

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Serena Muna

Evita Desniati adalah seorang wanita yang sudah menikah selama 6 tahun lamanya dengan Xander Wiryawan. Kehidupan rumah tangga mereka mendadak hancur saat Evita memergoki Xander tengah bermesraan dengan seorang wanita bernama Viola Sanustika di atas ranjang yang biasa ia dan Xander gunakan! Evita menjadi trauma dengan ranjang hingga seorang pria asing dari Tiongkok bernama Ma Yong Hua muncul dan mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serena Muna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa Kagum

​Mendengar suara itu, sekujur tubuh Evita mendadak menegang kaku. Jantungnya berdegup kencang secara tidak beraturan. Suara itu... suara yang sangat ia kenal, suara yang kemarin malam terdengar tersengal-sengal dan sekarat di ambang pintu apartemennya.

​Dengan gerakan lambat penuh rasa tidak percaya, Evita mengangkat wajahnya. Kedua matanya yang sembab membelalak lebar menatap sosok yang kini duduk dengan tegap di kursi tepat di depannya.

​"T-Tuan... Yong Hua...?" bisik Evita terbata-bata, suaranya nyaris tidak keluar dari tenggorokannya.

​Evita mengerjap-ngerjapkan matanya berkali-kali, memastikan bahwa dirinya tidak sedang berhalusinasi atau bermimpi di siang bolong.

Pria yang duduk di hadapannya saat ini tampak sangat berbeda dari kondisi terakhir yang ia saksikan di unit apartemennya. Tidak ada lagi wajah pucat pasi, tidak ada lagi keringat dingin yang bercucuran, dan tidak ada lagi napas tersengal-sengal yang menyiksa. Ma Yong Hua duduk mengenakan setelan jas tailored-fit berwarna charcoal yang melekat sempurna di tubuh atletisnya. Kulit putih bersih tanpa cela, rahang yang tegas, serta rambut hitam pendek yang tertata rapi memancarkan pesona ketampanan oriental yang luar biasa matang dan memukau.

Paling mengejutkan dari semuanya adalah sorot mata sipit pria itu—bukan lagi sorot mata seorang pria sekarat, melainkan tatapan tajam, bertenaga, dan memancarkan dominasi mutlak seorang raja penguasa naga bisnis ibu kota.

​"B-bagaimana bisa...?" Evita merentangkan jari-jarinya di atas meja, bibirnya bergetar hebat. "Bagaimana Anda bisa... duduk di sini? Kemarin malam... dokter bilang kondisi Anda sangat kritis di ICU... Anda bahkan nyaris kehilangan nyawa karena..."

Ma Yong Hua menyunggingkan senyuman tipis—sebuah senyuman lembut yang belum pernah ia tunjukkan kepada siapa pun kecuali wanita di hadapannya ini. Ia mengangkat tangan kanannya dengan sopan, lalu merapikan sedikit kerah jasnya.

​"Kehidupan terkadang memang memberikan kejutan yang tidak terduga, Evita," ucap Ma Yong Hua dengan suara baritonnya yang sangat mempesona. "Tuhan dan tim medis bekerja sama memberikan kesempatan kedua yang luar biasa bagiku. Operasi transplantasi jantungku berjalan dengan sukses besar. Organ baru itu kini berdetak sempurna di dalam dadaku, memberiku kekuatan penuh untuk kembali berdiri."

****

Evita menutup mulutnya dengan sebelah tangan, air matanya seketika tumpah deras—bukan lagi air mata kepedihan, melainkan air mata kelegaan yang teramat besar.

​"Syukurlah, Tuan Yong Hua..." gumam Evita bergetar, dadanya terasa ringan mendengar pria itu selamat dari maut. "Aku... aku sangat khawatir. Aku pikir Anda tidak akan selamat karena ulah wanita iblis itu..."

​Mendengar penyebutan nama tersebut, raut wajah Ma Yong Hua berubah menjadi sangat dingin. Suhu di sekitar meja kantin itu mendadak terasa merosot drastis. Sepasang mata sipitnya menyipit tajam, memancarkan kilatan cahaya berbahaya yang membuat siapa pun yang melihatnya akan bergidik ngeri.

"Jangan sebut nama wanita kotor itu di hadapanku dengan nada ketakutan, Evita," ujar Ma Yong Hua dingin, namun penuh penekanan yang sangat kuat. "Apa yang dilakukan Viola Sanustika dan Xander Wiryawan padamu... pada keluargamu... sudah melewati batas toleransi yang bisa dimaafkan."

****

​Evita terperanjat, menatap lurus ke dalam mata sang taipan. "Tuan Yong Hua... apa maksud Anda?"

​Ma Yong Hua mencondongkan sedikit tubuhnya ke depan, mendekatkan jarak di antara mereka berdua. Suaranya terdengar begitu rendah, berwibawa, dan mengikat seluruh perhatian Evita tanpa sisa.

"Aku datang ke sini bukan untuk berbasa-basi, Evita," ucap Ma Yong Hua mantap. "Aku datang untuk memberitahumu satu hal: Semua air mata yang sudah kamu tumpahkan, setiap caci maki yang mereka lemparkan padamu, dan setiap kehancuran yang mereka buat... akan kubayar lunas hari ini juga. Aku akan membalas Viola dan Xander atas semua kejahatan yang sudah mereka lakukan pada keluargamu."

​Mendengar kalimat penuh kepastian dan ancaman mematikan itu, jantung Evita berdegup kencang semakin cepat—bukan karena rasa takut, melainkan karena gelombang emosi yang luar biasa kuat menghantam batinnya.

Ia menatap sepasang mata sipit Ma Yong Hua yang kini menghujam langsung ke dalam bola matanya. Sorot mata itu begitu dalam, hangat, namun menyimpan bara api ketegasan yang luar biasa. Tatapan tersebut seketika menghanyutkan Evita jauh ke dalam lorong waktu masa lalu—mengingatkannya pada debar cinta pertama yang menggebu-gebu di masa muda, rasa kagum yang murni, sebelum semua itu dikhianati dan dihancurkan berkeping-keping oleh pernikahan kelamnya bersama Xander Wiryawan.

Evita terhipnotis. Selama enam tahun menikah dengan Xander, ia tidak pernah sekalipun mendapatkan tatapan penuh perlindungan, ketulusan, dan kekuatan sebesar yang ia rasakan dari Ma Yong Hua saat ini. Pria di hadapannya ini bukan sekadar penyelamat; ia adalah badai yang siap merobohkan dunia demi membela harga diri seorang wanita yang dicintainya.

​"Tuan Yong Hua..." cicit Evita pelan, suaranya melemah, tenggelam dalam kehangatan tatapan sang taipan. "Tapi... mereka sangat kuat. Xander menguasai bursa saham, dan Viola memiliki kelicikan yang luar biasa. Perusahaan mereka sedang di atas angin..."

****

Ma Yong Hua merespons ucapan itu dengan sebuah tawa kecil yang sangat berwibawa. Ia menggelengkan kepalanya perlahan, senyuman tipis kembali terukir di bibirnya.

​"Di atas angin, katamu?" Ma Yong Hua mendengus halus. "Xander Wiryawan adalah pria bodoh yang dibutakan oleh keserakahan. Dia pikir dengan memborong saham Ma Group menggunakan pinjaman likuiditas dan menguras kas perusahaannya sendiri, dia sudah berhasil meruntuhkan kerajaan bisnisku. Padahal, dia sedang berjalan sendiri ke dalam mulut naga yang sudah kubuka lebar."

​Evita membelalakkan matanya, terkejut mendengar strategi bisnis tingkat tinggi yang diucapkan dengan begitu santai. "Jadi... pergerakan bursa saham itu...?"

"Semuanya berada di bawah kendaliku," potong Ma Yong Hua tegas. "Aku sengaja membiarkan mereka masuk ke dalam perangkap. Dan tepat hari ini, detik ini... pintu perangkap itu akan menutup rapat, menghancurkan Wiryawan Corporation hingga tak bersisa, dan menyeret Xander serta Viola ke jurang kebangkrutan yang paling hina."

​Ma Yong Hua mengulurkan tangan kanannya di atas meja, merentangkan telapak tangannya dengan lembut tepat di dekat tangan Evita yang masih gemetar. Gestur itu begitu sopan, namun memancarkan kehangatan yang luar biasa menenangkan.

Ma Yong Hua mengulurkan tangan kanannya di atas meja, merentangkan telapak tangannya dengan lembut tepat di dekat tangan Evita yang masih gemetar. Gestur itu begitu sopan, namun memancarkan kehangatan yang luar biasa menenangkan.

****

​"Evita," panggil Ma Yong Hua dengan nada suara yang begitu lembut, merasuk langsung ke dalam sanubari wanita itu. "Selama ini kamu sudah berjuang sendirian melawan dunia yang tidak adil. Sekarang, izinkan aku berdiri di sampingmu. Pegang tanganku, dan mari kita saksikan bersama-sama bagaimana orang-orang yang menyakitimu jatuh berlutut memohon ampun."

Evita terpaku. Napasnya tercekat di tenggorokan. Air mata kelegaan kembali menetes di pipinya, namun kali ini diiringi oleh seulas senyuman tulus yang pertama kali merekah di wajahnya setelah sekian lama dihantam badai penderitaan.

​Tanpa ragu lagi, Evita perlahan-lahan mengangkat tangannya yang gemetar, lalu menyambut uluran tangan kokoh Ma Yong Hua. Hangatnya genggaman tangan sang taipan seolah mengalirkan aliran listrik kehidupan baru ke seluruh tubuh Evita, menghapus segala ketakutan dan keraguan yang selama ini membelenggunya.

​

1
Anna Nurjati
Bagus Thor novelnya, makasih saya bener2 semangat bacanya,ampe abis.Berkarya terus dan semangat Thor!
Serena Muna: terima kasih kakak
total 1 replies
Jamayah Tambi
Kata tangan besi tapi kalah dgn viola.Lembik .Dgn perempuan pun kalah berkali-kali
Jamayah Tambi
Bodo semua.Evita kenapa lembik sangat.Kalau dah tau ada musuh,jenapa nak banyak ngomong lagi.Terus terajang jer.Kata cerdas tp lemvik
Jamayah Tambi
Kenapa yg polisi2 yg ramai tu tak boleh menangkap hanya seorang Viola.
Jamayah Tambi
Oerasan sekslibkau viola.Tunggu saja.Kenapa dia tak ditangkap.Nyata sangat undang2 boleh dibeli.Bakar rumah,fitnah siber.
Jamayah Tambi
Tak sabar ni
Jamayah Tambi
kenapa semua orangbpercaya pada AI.Kan beda sangat gambar AI dgn yg ori
Jamayah Tambi
Kenapa tak adavyg membalas.Kenapa undang2 di sama bisa memecat seseorang tanpa bicara di proses undang2 yg benar.
Jamayah Tambi
Jenapa tak bunuh dulu viola tu.
Jamayah Tambi
Iblis betina
Jamayah Tambi
Bujan kau yg dulu buat jalang dhn Viola.Play vitim pulak
Jamayah Tambi
Bagus Yong Ma
Jamayah Tambi
Kita tengok siapa yg kena
Jamayah Tambi
Hah,buat akuvstress baca ni Setan betul Si Viola ni
Jamayah Tambi
NantibJesicca yg akan jadi saksi
Jamayah Tambi
Aku pastikan kau tidak akan mendapat Xvier
Jamayah Tambi
panggil scurity ada gangguan di kelas
Jamayah Tambi
Bagus,jangan sok sedihbsaja.Bangkt Kau bukan wanita biasa.Kau ada kelas.Bukan murahan seperti viola.Rasanya wanita seperti itu mana2 jantan berduit bisa masuk ke lubangnya
Ma Em
Evita balas perbuatan Xander dan jalang nya buat mereka menyesal karena sdh berani bawa selingkuhan ke rumah tempat Evita tinggal .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!