Kania Maharani, harus menerima kenyataan pahit saat sang suami lebih memilih untuk kembali pada sang mantan kekasih setelah satu tahun usia pernikahan mereka.
Dulu mereka di jodoh kan saat Erlan Hadi Wijaya di tinggal kan oleh kekasih nya, demi pria lain.
Setelah sang kekasih berpisah dari laki - laki pilihan nya, dia ingin kembali pada Erlan. Erlan yang masih mencintai Wina, menerima wanita itu kembali tanpa perduli perasaan Kania.
Apakah Kania tetap bertahan dan menerima diri nya di madu, atau memilih mundur karena dia bukan lah istri pilihan suami nya?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35
Wina terus menghubungi Erlan, tapi Erlan tetap tidak menjawab panggilan nya. Wina geram sendiri, dia tidak tahu harus bicara sama siapa lagi sekarang.
"Erlan, sekarang kau benar - benar berubah. Dan orang yang telah menjadi penyebab kau berubah adalah Kania. Kania kau adalah satu - satu nya sumber masalah di dalam hidup ku, aku akan membalas semua ini, lihat saja!" Wina meremas ponsel di tangan nya dengan geram.
Pintu ruangan pemeriksaan terbuka, dan seorang dokter keluar dari dalam. Bergegas Wina menghampiri nya dan langsung menanyakan keadaan nyonya Lila.
"Dok, bagai mana keadaan Mama saya?" Tanya Wina.
"Bu Lila mengalami stroke, seperti nya dia mengalami tekanan yang sangat berat dan saya minta untuk saat ini jangan buat dia memikir kak sesuatu yang yang terlalu berat!" Dokter itu memberi saran.
Wina terkejut mendengar nya, apa yang menimpa keluarga nya saat ini membuat nya benar - benar terguncang. Nyonya Lila sudah di pindahkan ke ruangan perawatan, dan keadaan nya benar - benar memprihatinkan.
Tubuh nya tidak bisa lagi di gerak kan, bahkan bibir nya miring ke kiri. Nyonya Lila tidak bisa lagi bicara, yang keluar dari mulut nya hanya erangan saja. Wina mengelus puncak kepala Mama Lila dengan berlinang air mata.
"Ma, kenapa semua ini bisa terjadi pada kita? Papa saat ini berada di penjara, sedangkan Mam terbaring tak berdaya!" Ucap Wina sambil menangis.
Sementara itu, di kantor polisi.
Saat ini Tuan Andre di tetap kak sebagai tersangka, Baron sudah mengakui dan menunuk kan semua bukti nya bahwa semua yang menimpa Pak Rama dan keluarga nya adalah ulah Tuan Andre.
Di mulai dari penculikan baby Kania, 25 tahun yang lalu hingga percobaan pembunuhan untuk keluarga pak Rama pada malam pesta itu. Tuan Andre tidak menyangkal semua itu, tapi bukti terlalu kuat sehingga Tuan Andre di jerat dengan pasal berlapis. Tuan Andre dan Baron terancam hukuman seumur hidup.
Pak Rama, dengan ditemani oleh kuasa hukum nya langsung menemui Tuan Andre di ruangan khusus. Tuan Andre sedikit pun tidak menunjuk kam rasa bersalah sama sekali, dia terlihat mengejek pak Rama.
"Pak Rama, kali ini aku akui kau menang. Tapi jangan senang dulu, aku tidak akan membiarkan kau hidup dengan bahagia bersama dengan keluarga mu!" Ejek Tuan Andre dengan senyum smirk di sudut bibir nya.
"Silahkan lalukan apa yang ingin kau lalukan, pak Andre. Tapi kini aku pastikan kau akan mendekam selama nya di tempat ini!" Balas Pak Rama dengan nada suara datar.
"Sekalipun raga ku ada di sini, tapi aku pastikan orang - orang ku tidak akan tinggal diam!" Tuan Andre mengancam pak Rama.
"Apakah kau yakin dengan ucapan mu, Tuan Andre? Perusahaan mu akan hancur kurang dari 24 jam, dan tidak ada yang tersisa saat ini. Dan apakah kau tahu apa yang menimpa keluarga mu? Kenapa mereka tidak datang kemari untuk menjemput mu?" Tanya pak Rama dengan nada yang penuh dengan ejekan.
"Pak Rama, jangan macam - macam dengan keluarga ku!" Bentak Tuan Andre sambil menggebrak meja dengan kasar.
"Aku tidak melakukan apapun pada keluarga mu, aku bukan lah laki - laki pengecut yang akan menyerang perempuan. Tapi perbuatan mu lah yang sudah menghancurkan keluarga mu, dan kau bisa tahu nanti apa yang menimpa keluarga mu!" Pak Rama berkata sambil tersenyum.
"Aku pastikan kau tidak akan nisa menyentuh keluarga ku, bangsa!!!!!" Teriak Tuan Andre.
"Tuan Andre, aku pastikan dalam 24 jam perusahaan mu hanya akan tinggal nama. Dan kau tidak bisa melakukan apapun untuk menyelamatkan nya, istri dan anak mu juga harus menanggung akibat dari perbuatan mu!" Ucap Pak Rama lagi.
"Kurang ajar kau, Rama!" Tuan Andre sangat marah tapi dia tidak bisa melakukan apapun saat ini.
"Tidak hanya kau yang melakukan kejahatan pada keluarga ku, tapi juga putri mu. Kali ini aku pastikan siapa pun yang sudah melakukan kejahatan pada putri ku, aku tidak akan mengampuni nya!" Kembali pak Rama berkata sebelum dia pergi.
Waktu untuk bicara dengan Tuan Andre sudah habis, dan Tuan Andre di bawa kembali oleh petugas ke ruang tahanan nya. Saat ini laki - laki itu sudah tidak berdaya lagi, terkurung di balik jeruji besi. Keangkuhan dan kesombongan nya selama ini sudah tidak berguna lagi, tidak ada lagi anak buah nya yabg selalu patuh pada perintah nya.
"Dimana Wina dan Lila? Kenapa mereka tidak datang untuk melihat keadaan ku?" Tuan Andre bertanya pada diri nya sendiri.
Tuan Andre tidak tahu jika saat ini istri nya sudah berada di rumah sakit, dan Wina tengah menjaga nya. Wanita sombong itu tidak kuat menerima kenyataan yang terjadi di dalam keluarga nya, bayangan hidup miskin sudah menari - nari di pelupuk mata nya.
Pak Rama langsung pulang ke rumah nya untuk menemui anak dan istri nya, dia lega pelaku kejahatan terhadap keluarga nya sudah tertangkap. Kini mereka bisa hidup dengan aman dan damai, khusus nya Kania.
"Pa, bagai mana kelanjutan nya?" Tanya bu Sarah tidak sabar saat suami nya batu saja tiba di rumah.
"Dugaan Papa benar, Ma. Tuan Andre adalah dalang di balik semua kejadian ini, dari penculikan Kania dulu hingga kasus racun di pesta itu!" Jawab Pak Rama.
"Astagfirullah hal adzim, kenapa dia bisa setega itu? Apa salah kita pada nya, Pa?" Tanya bu Sarah.
"Tuan Andre adalah lawan bisnis Papa, Ma. Rasa iri dan dengki atas pencapaian kita, telah membuat nya gelap mata. Dia melakukan apa saja untuk menghancurkan keluarga kita!" Jelas pak Rama.
"Lalu bagai mana dengan putri nya, Pa? Seperti nya dia punya ambisi yang sama dengan orang tua nya, dia juga telah menghancurkan rumah tangga Kania!" Bu Sarah kembali bertanya.
"Saat ini mereka sedang berada di rumah sakit, yang Papa dengar tadi istri nya jatuh pingsan saat di kantor polisi!" Ucap pak Rama.
"Mama harap, mereka semua segera menyadari akan kesalahan mereka sebelum semua nya terlambat!" Bu Sarah berkata dengan bijak.
"Semoga saja, Ma. Oh ya, Kania di mana?" Tanya Pak Rama.
"Dia sedang di ruang belajar, Pa. Saat ini dia sedang belajar bersama pak Arka!" Jawab Bu Sarah.
"Oh, biarkan dia belajar lebih banyak tentang dunia bisnis. Papa akan melepas kan perusahaan pada nya, saat waktu nya tiba!" Ucap Pak Rama sambil tersenyum.
Pak Rama dan bu Sarah benar - benar mempersiapkan Kania sebagai pemimpin di perusahaan mereka, pak Rama mendatangkan seorang dosen khusus untuk mengajari Kania tentang dunia bisnis. Kania adalah anak yang pintar, jadi apapun yang di ajarkan pada nya begitu mudah si serap nya.