Glegg
Arsa menelan ludahnya saat melihat tubuh Aurel yang hanya memakai lingerie tipis berwarna hitam, bahkan Arsa bisa melihat apa yang ada di dalamnya.
"Sayang boleh ya." Ucap Arsa memohon.
Aurel hanya mengangguk malu malu sambil menyilangkan tangannya, melihat anggukan Aurel, tanpa ragu lagi Arsa mulai mengeksplor setiap inchi tubuh istrinya.
"Emhhh, Arsa " Aurel mulai terbuai atas perlakuan Arsa, Arsa memperlakukannya sangat lembut, meski terkesan tidak sabaran namun Arsa berhasil menahan diri agar tidak menyakiti Aurel karena ini adalah pengalaman pertama mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ceraikan Mama
"Cukup Dion, selama ini aku sudah terlalu banyak mengalah, jangan kau kira kalau aku tak tau semua kelakuan bejatmu." Untuk pertama kali nya dalam pernikahan nya dengan Dion, Soraya hanya menyebut suami nya dengan nama nya saja, meski Soraya adalah wanita yang keras, namun ia menghormati pernikahan nya dengan Dion.
" Apa maksud mu, kelakuan bejat apa yang kamu maksud?" Dion tak kalah meninggikan suara nya.
" Kamu mau memaparkan nya disini di depan anak mu, hah!?" Soraya menantang.
Monti hanya diam menutup mata nya, padahal ia hanya ingin menyampaikan keinginan nya untuk menghentikan perjodohan ini, tapi bukan nya mendapatkan solusi ia justru mendapatkan orang tua nya bertengkar kembali.
Namun kali ini Monti tak menyangka kalau Mamah nya menerima keputusan Monti dan berakhir bertengkar dengan Dion
" Sudah lah, kamu hanya sedang emosi." Dion mencoba mengalihkan pembicaraan, dan ia berencana akan pergi.
" Tidak, kita selesaikan semua hari ini." Soraya berdiri dan menatap nyalang ke arah Dion.
" Oke, baik lah, apa yang akan kamu ungkap kan?" Dion akhir nya mengalah.
Soraya menghela nafas nya, meski tau diri nya akan sakit, tapi ini harus di ungkapkan.
" Mah, Monti sudah tau." Monti menghentikan Soraya untuk berbicara.
" Apa yang kamu tau, tentang papah mu yang mempunyai anak di luar nikah, apa tentang papah mu yang menelantarkan anak nya, apa tentang papah mu yang menjebak dan memperkosa wanita sampai dia punya anak dan ia meninggalkan nya begitu saja." Soraya mengatakan itu tanpa mengeluarkan air mata sama sekali.
Dion pun terkesiap, bagaimana Soraya bisa mengetahui itu semua, padahal selama ini dia hanya diam saja.
" Kamu pasti heran kan, kenapa aku bisa tahu semua itu." Soraya mengingat kembali kejadian malam 18 tahun yang lalu.
Saat itu Dion memerintahkan seorang pelayan untuk menambahkan obat perangsang pada minuman yang akan ia berikan pada Aulia, istri dari Derry , ia pun menyuruh pelayan tersebut agar membawa Aulia ke kamar hotel yang sudah di persiapkan, namun pelayan itu salah mengambil target, bukan nya Aulia yang dia dapat kan, namun Riana yang ia bawa, karena saat itu Riana dan Aulia memakai warna gaun yang sama.
Malam itu pelayan yang di suruh Dion sudah membawa Riana ke dalam kamar hotel yang sudah ia siap kan.
Saat Dion memasuki kamar malam itu, keadaan kamar dalam keadaan gelap.
Dion mengetahui wanita malam itu bukan Aulia, saat menyadari kalau wanita yang di gauli nya masih perawan, bukan nya berhenti, Dion justru melanjutkan aksi nya karena ia pun sudah di pengaruhi alkohol.
Dan Soraya mengetahui semua nya di malam itu, namun ia tak bisa berbuat apa apa, pernikahan nya pun sudah di depan mata dan tak bisa ia batal kan begitu saja.
" Sekarang kamu sudah tau, terus apa mau kamu?" Dion tak lagi bisa mengelak.
" Sekarang aku tanya pada mu, pernah kah dalam 18 tahun pernikahan kita, kamu mencintai ku?" Tanya Soraya.
Dion terdiam, apa kah ia pernah mencintai istri nya selama ini? Dia tak tau, karena selama ini pun dia hanya memikir kan satu wanita yang sudah tiada.
" Cerai kan mamah." Dion dan Soraya terkejut saat Monti tiba tiba berkata seperti itu.
" Cerai kan mamah, selama ini papah hanya membuat mamah menderita, kan."
" Monti !" Soraya membentak Monti, meski dia kecewa pada suami nya, tapi dia tak menginginkan perceraian.
" Kenapa mah, mamah masih terus ingin menyakiti diri sendiri dengan hidup bersama dengan orang yang tidak mencintai mamah sama sekali?" Tanya Monti cukup emosional.
" Cukup Monti, biar kan mamah dan papah mu bicara, sekarang kamu bisa masuk ke kamar mu." Ucap Soraya.
" Tapi mah," rengek Monti
" Monti denger mamah, masuk!" Monti tak lagi menjawab, ia pun segera masuk ke kamar nya.
Setelah kepergian Monti , soraya kembali berbicara, " keputusan semua ada di tangan mu, saya pribadi tak ingin ada perpisahan, jika kamu ingin berpisah saya akan terima, tapi jika kamu ingin mempertahankan pernikahan ini, selesaikan dulu masalah mu dengan mereka, kamu tau apa yang harus kamu lakukan."
Setelah berbicara seperti itu, Soraya pergi meninggalkan Dion yang mematung di tempat nya.
***
" Sayang bangun, kamu bukan nya ada kuliah pagi?" Aurelia mengguncang guncang tubuh Arsa yang masih tergulung selimut.
" Kamu kan kuliah siang, aku berangkat bareng kamu aja ya." Arsa menggeliat namun tak segera bangun.
" Mana bisa begitu, kamu kuliah buat apa si?" Aurelia menggoyang goyang kan kembali tubuh Arsa.
" Iya sayang, aku bangun."
Akhir nya Arsa bangun dan segera melenggang ke kamar mandi.
15 menit Arsa sudah selesai dengan urusan nya di kamar mandi, Setelah rapih, hanya dengan kaos putih dan celana jins biru, Arsa menghampiri Aurel yang sedang sibuk mengoles selai pada Roti yang sudah di panggang nya.
" Lagi apa sayang?" Tanya Arsa sambil memeluk Aurel dari belakang.
" Aku buat roti panggang buat kamu." Aurel selesai meletak kan roti untuk Arsa kemudian ia menuangkan segelas susu dan meletakkan nya di sebelah piring roti Arsa.
" Ayo sarapan dulu." Aurel melepas tangan Arsa yang melingkar di pinggang nya, lalu menuntun nya untuk duduk di kursi, dan Arsa hanya menurut saja.
" Kamu ada kelas jam berapa?" Tanya Arsa.
" Jam sepuluh." Jawab Aurel singkat.
" Aku jemput ya." Pinta Arsa.
" Enggak perlu, aku bawa motor sendiri nanti, udah lama juga enggak pakai motor." Jawab Aurel, ia memang sudah lama membiarkan motor nya teronggok di garasi rumah nya.
" Motor kamu kan ada di mansion Cassano sayang, aku jemput kamu sebentar ya."
Arsa tetap kekeh ingin menjemput Aurelia, ia juga tak ingin membiarkan istri nya berangkat sendirian lagi.
" Aku bisa minta Felix atau Steve anterin motor aku ke sini sayang, lagian jam segitu kamu masih ada kelas, jangan bilang kamu bolos kelas dulu buat jemput aku." Aurel memperingati Arsa.
" Oke lah, tapi kamu hati hati ya." Akhir nya Arsa mengalah.
" Iya sayang." Aurel mengangguk.
Arsa melihat arloji nya sudah menunjukan pukul 07.30, " Aku berangkat ya sayang."
Arsa mengambil tas nya dan mencium kening Aurel.
" Hmm, hati hati, kabari aku kalau udah sampai." Aurel mencium pipi kanan dan kiri Arsa.
Setelah kepergian Arsa, Aurel membereskan bekas sarapan mereka, setelah itu ia berniat menghubungi Steve atau Felix untuk mengirim kan sepeda motor nya ke Apartemen Arsa.
Hallo guys gimna nih, kalo ada salah kata atau typo mohon koreksinya ya guys kasih tau author🫶 terimaksih guys Happy reading
Semangat 💪💪