NovelToon NovelToon
BEYOND THE DOOR OF DEATH

BEYOND THE DOOR OF DEATH

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Mengubah Takdir / Mata Batin
Popularitas:198
Nilai: 5
Nama Author: elrznta

Hyeana adalah seorang gadis biasa yang tiba-tiba terlempar ke dimensi lain lalu Hyeana mencoba untuk keluar dari sana, ia mencari jalan keluar namun yang dia lalui hanya dunia yang tidak ada ujungnya. lalu tanpa sengaja ia tersandung hingga terjatuh didepan sebuah pintu yang sangat besar dan sangat indah, namun pintu itu otomatis terbuka lebar dengan disertai suara yang aneh. Hyeana ingin mencoba masuk ke sana karena ia berfikir siapa tau jalan untuk ia pulang berada dibalik pintu tersebut. Ketika ia hendak memasuki pintu tersebut, tiba-tiba muncul seorang pria dibelakangnya, lalu pria tersebut mengulurkan tangan-nya dan pria itu berkata, “Belum waktunya kamu berada di sini”.....Tak lama kemudian, Hyeana terbangun kembali di kamarnya dengan seorang pria berdiri di samping tempat tidurnya. Siapakah pria ini dan bagaimana kelanjutan dari kisah mereka? to be continue...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elrznta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SOMEONE WHO STILL FEELS DEVASTATED

Malam demi malam berlalu di Veilstead. Sejak kehancuran Moonhaven…Istana itu tidak pernah benar-benar hidup lagi. Koridor hitam kerajaan roh tersebut selalu sunyi. Tidak ada musik, tidak ada pesta kerajaan, tidak ada suara tawa. Yang terdengar hanyalah langkah pelan para roh penjaga dan bisikan ketakutan para pelayan setiap kali nama Harvey disebut karena seluruh Veilstead tahu.....Pangeran mereka sudah berubah.

300 tahun terakhir…Harvey tidak lagi terlihat seperti biasanya, Ia menjadi sesuatu yang jauh lebih dingin.

*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊

BRAKKKK.

Tubuh monster raksasa itu menghantam tebing batu sampai hancur berkeping-keping. Darah hitam memenuhi tanah sementara aura gelap masih bergetar liar di udara. Harvey berdiri di tengah hujan darah monster tanpa ekspresi. Mantel hitam panjangnya berkibar pelan. Pedang hitam emas di tangannya masih meneteskan darah pekat sementara ratusan bangkai monster memenuhi lembah kegelapan di sekitarnya. Roh-roh Veilstead bahkan tidak berani mendekat.

Sudah terlalu sering seperti ini. Setiap kali emosinya memburuk… Harvey akan pergi sendiri ke wilayah monster. Lalu kembali beberapa hari kemudian dengan tubuh penuh luka dan aura yang semakin mengerikan seolah ia berharap sesuatu akhirnya berhasil membunuhnya namun tidak pernah ada yang cukup kuat untuk melakukannya.

CRACK.

Harvey mencengkeram leher monster terakhir di depannya tanpa ampun. Monster itu meronta ketakutan.

“Cepat beritahu aku dimana....” Suara Harvey rendah.

“Dimana cara untuk mengembalikan jiwa yang hilang.”

Monster itu menjerit panik namun beberapa detik kemudian....

DUAKKK.

Tubuhnya langsung hancur menjadi abu hitam di tangan Harvey. Suasana sunyi kembali memenuhi lembah. Mata merah Harvey perlahan terangkat ke langit Veilstead yang gelap, tatapan nya masih kosong, bahkan setelah 300 tahun tatapan nya tetap kosong.

*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊

“Yang Mulia, kami menerima laporan kalau Pangeran kembali menghancurkan gerbang wilayah monster utara…”

Seorang pelayan berbicara gemetar di aula kerajaan Veilstead.

Di atas singgasana hitam perak, seorang wanita berambut hitam panjang duduk dengan tenang. Tatapannya tajam namun lelah. Ratu Veilstead, Ibu Harvey.

“Dan?” tanyanya pelan.

Pelayan itu menunduk lebih dalam.

“Beliau juga…membunuh seluruh monster abyss kelas tinggi di sana.”

Beberapa bangsawan Veilstead saling bertukar pandang gugup, sudah 300 tahun berlalu namun keadaan Harvey justru semakin buruk.

BRAKK.

Pintu aula kerajaan tiba-tiba terbuka keras, aura hitam langsung memenuhi seluruh ruangan. Harvey berjalan masuk tanpa mempedulikan siapa pun. Mantelnya masih dipenuhi darah monster sementara mata merahnya terlihat dingin seperti biasanya. Semua orang di ruangan itu tahu, di balik tatapan kosong tersebut…ada kegilaan yang terus tumbuh selama ratusan tahun.

“Aku akan menghancurkan Rimegate sekarang.”

Suasana aula langsung membeku, Harvey terus berjalan mendekati singgasana.

“Aku akan membantai seluruh keluarga kerajaan itu bahkan seluruh keturunan-nya.” ucap Harvey dengan emosi yang menggebu-gebu bahkan aura hitam pun mulai keluar perlahan dari tubuhnya.

“Aku akan membuat mereka merasakan hal yang sama.” lanjutnya

“Sudah cukup Harvey.” Suara sang Ratu langsung menghentikan seluruh ruangan.

Tatapan Harvey perlahan naik menatap ibunya, Ratu Veilstead tetap tenang.

“Rimegate sudah jatuh sejak lama, Harvey.” ucapnya dengan lembut.

“Mereka kehilangan seluruh aliansi kerajaan setelah tragedi Moonhaven.”

Harvey tidak menjawab.

“Kerajaan itu sudah hancur dengan sendirinya.”

“Balas dendam tidak akan membawa gadis itu kembali Harvey.” ucap ibunya dengan nada pilu.

Untuk sepersekian detik…Tatapan Harvey berubah, tatapan nya terlihat sangat sakit. Namun hanya sesaat sebelum kembali kosong, Harvey membalikkan tubuhnya tanpa berkata apa pun lalu berjalan keluar aula kerajaan begitu saja. Semua orang tetap diam sampai pintu tertutup karena tidak ada yang berani menghentikannya.

*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊

Tahun terus berlalu, Puluhan.....Ratusan.....

Harvey mulai mempelajari sihir-sihir terlarang yang bahkan Veilstead sendiri takut menyentuhnya. Ruang bawah tanah istana perlahan berubah menjadi tempat penuh simbol aneh dan artefak kuno. Ia mencoba segalanya.

‘Ritual jiwa, pemanggilan roh, manipulasi dimensi, pencarian reinkarnasi.’

Namun semuanya gagal, Sampai suatu malam…

CLICK...

Sebuah bola kristal hitam di depan Harvey tiba-tiba menyala, tangan Harvey langsung berhenti, ruangan gelap itu mendadak sunyi total. Untuk pertama kalinya dalam hampir 300 tahun....Artefak pencari jiwa yang ia buat bereaksi, cahaya putih kecil mulai muncul di dalam kristal, tubuh Harvey langsung menegang. Tidak mungkin…Perlahan…bayangan mulai terlihat di permukaan kristal.

Seorang bayi perempuan baru lahir, diselimuti kain putih hangat sambil menangis kecil di pelukan seorang wanita manusia dan saat Harvey melihat cahaya jiwa bayi itu…mata merahnya langsung membesar karena ia mengenali jiwa tersebut tanpa salah sedikit pun.

“Ileana…” gumam suaranya hampir tidak terdengar.

Tangannya perlahan gemetar untuk pertama kalinya setelah ratusan tahun. Di dalam kristal… terdengar suara lembut seorang pria manusia.

“Hyeana…”

Wanita di sampingnya tersenyum kecil sambil menggendong bayi itu lebih erat.

“Hyeana Anastasia.”

Deg.

Dunia Harvey terasa berhenti lagi untuk kedua kalinya karena setelah 300 tahun mencari....Akhirnya....Ia menemukan gadis itu kembali.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!