NovelToon NovelToon
SUAMI SEWAANKU SANG MAFIA PENGUASA

SUAMI SEWAANKU SANG MAFIA PENGUASA

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Perjodohan
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Orang_Cuman_Cerita

Demi menghindari perjodohan gila dengan rentenir tua pilihan ibu tirinya, Alana nekat menyewa seorang pria asing di pinggir jalan untuk menjadi suami pura-puranya dengan bayaran 5 juta sebulan. Pria itu tampak seperti pengangguran tampan yang sedang butuh tempat sembunyi.

​Alana bekerja keras siang malam untuk menghidupi "suami miskinnya" itu. Ia bahkan rela membelikan pria itu kemeja obralan agar terlihat rapi saat menemaninya.

​Namun, Alana tidak pernah tahu bahwa pria yang setiap malam tidur di sofa sempit apartemennya adalah Xander, pemimpin kartel mafia paling ditakuti sekaligus CEO triliuner yang kekayaannya tak berseri. Saat keluarga tiri Alana mencoba menginjak-injak hidup gadis itu, mereka tidak sadar bahwa mereka telah membangunkan iblis kejam yang sedang menyamar.

​"Siapa pun yang berani menyentuh milikku, bersiaplah kehilangan nyawa." — Xander.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orang_Cuman_Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Gempuran di Langit Jakarta

​Gagang telepon hitam itu masih berayun perlahan di tepi meja, memantulkan kilat merah dari lampu sirene yang berputar agresif di langit-langit penthouse. Raungan alarm memekakkan telinga, menggantikan alunan musik klasik yang sebelumnya mengalun menenangkan di studio tersebut.

​Alana berdiri mematung, tubuhnya gemetar hebat hingga ke tulang. Suara berat beraksen Rusia dari Ivan Volkov seolah masih menggema di telinganya, menanamkan teror murni yang membuat aliran darahnya terasa membeku.

​"Protokol Lockdown Kritis diaktifkan. Seluruh akses ditutup." Suara sistem kecerdasan buatan Leonidas Tower menggema datar dari pengeras suara tersembunyi. Tirai baja setebal sepuluh sentimeter mulai turun perlahan menutupi dinding kaca, bermaksud menyegel ruangan.

​"Alana! Apa yang terjadi?!" jerit Sarah histeris, menutup kedua telinganya untuk menghalau suara sirene yang menyakitkan.

​Kepanikan Sarah memecah lamunan Alana. Namun sebelum ia sempat menjawab, Elena telah melesat maju dengan kecepatan yang mustahil dilakukan oleh seorang asisten biasa. Wanita berkacamata itu merobek setelan jas elegannya, memperlihatkan rompi taktis kevlar yang membungkus kemejanya. Dari balik punggungnya, Elena mencabut dua pucuk pistol SIG Sauer kaliber 9mm yang telah dimodifikasi.

​"Nyonya, Nona Sarah, merunduk sekarang!" perintah Elena dengan suara lantang dan otoriter, sepenuhnya membuang kesopanan ala pelayannya.

​Elena menarik lengan Alana dan Sarah secara paksa, memaksa kedua wanita itu berjongkok di balik meja kayu eboni yang tebal. Mata tajam Elena menyapu seluruh penjuru ruangan, mengawasi pergerakan tirai baja yang baru tertutup separuh jalan.

​"Elena... siapa pria di telepon itu? Dia mengancam Xander!" isak Alana panik, mencengkeram lengan mantan agen intelijen itu.

​"Musuh masa lalu Tuan Besar, Nyonya. Tolong tetap di belakang saya. Kita harus bergerak ke brankas titanium sebelum—"

​Kalimat Elena terputus oleh suara gemuruh yang luar biasa memekakkan telinga dari arah luar gedung. Suaranya bukan berasal dari guntur badai, melainkan deru baling-baling raksasa yang membelah angin dengan kejam.

​Melalui celah dinding kaca yang belum sepenuhnya tertutup tirai baja, Alana dapat melihat sebuah helikopter militer berwarna hitam pekat tanpa nomor registrasi melayang stabil di tengah badai, tepat di luar lantai penthouse. Pintu samping helikopter itu terbuka, memperlihatkan tiga tentara bayaran bertopeng tengkorak yang tengah mengarahkan sebuah tabung peluncur roket laras ganda ke arah jendela.

​Mata Elena membelalak ngeri. "Sialan! Senjata anti-tank! Mereka ingin meledakkan lantai ini!"

​Tanpa membuang waktu sedetik pun, Elena menendang tuas rahasia di bawah meja kerja. Panel lantai marmer bergeser dengan cepat, membuka lorong darurat menuju brankas penyimpanan berlian yang dirancang anti-nuklir.

​"Masuk! Sekarang!" jerit Elena, mendorong tubuh Alana dan Sarah menuruni tangga brankas, sementara ia sendiri membalikkan badan dan melepaskan tembakan beruntun ke arah dinding kaca untuk memecah fokus para penembak di helikopter.

​Sementara itu, di Level -5 jauh di bawah tanah, ruang komando Leonidas berubah menjadi neraka kepanikan.

​Xander baru saja melangkah masuk dan melemparkan jasnya ke kursi saat layar pemantau utama di ruangan itu mendadak berkedip merah. Ratusan analis keamanan berlarian mengoperasikan komputer mereka.

​Dante nyaris berlari menghampiri bosnya dengan wajah seputih kertas. "Tuan Besar! Pelabuhan utara... itu hanya umpan! Kartel Volkov memfokuskan serangan ke Leonidas Tower. Mereka berhasil meretas saluran VVIP dan menghubungi Nyonya Besar secara langsung dari luar!"

​Waktu seolah berhenti berdetak di ruang bawah tanah itu.

​Aura Xander seketika meledak, melepaskan tekanan membunuh yang begitu gelap dan pekat hingga beberapa analis di dekatnya kesulitan bernapas. Mata obsidian pria itu menggelap sempurna, mencerminkan sang iblis yang telah lama ia kurung.

​"Volkov berani menyentuh istriku," desis Xander dengan suara yang sangat rendah, namun menggetarkan seluruh ruangan. "Jika satu helai rambut Alana rontok, aku akan menguliti seluruh ras Volkov hidup-hidup."

​Xander tidak menunggu laporan lebih lanjut. Ia berbalik dan berlari menuju lift khusus berkecepatan tinggi yang dirancang menembus seluruh lantai langsung menuju penthouse. Dante menyusul di belakangnya, mengokang senapan serbu taktisnya dengan raut wajah mematikan.

​Di dalam lift yang melesat naik dengan kecepatan ekstrem, Xander memejamkan matanya. Jantungnya berdetak brutal. Ketakutan yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya kini mencengkeram tenggorokannya. Untuk pertama kalinya, sang triliuner arogan itu memohon pada takdir agar ia tidak terlambat.

​BZZZTT! DHUAAAR!!

​Ledakan dahsyat mengguncang langit Jakarta. Roket yang ditembakkan dari helikopter Volkov menghantam tirai baja yang belum sepenuhnya tertutup. Kaca antipeluru setebal lima lapis itu meledak hancur berkeping-keping layaknya debu berlian.

​Angin badai yang mengamuk, bercampur dengan guyuran hujan lebat, langsung menyapu masuk ke dalam penthouse. Barang-barang mewah, kertas sketsa, dan perabotan terlempar ke segala arah. Berlian merah muda senilai triliunan rupiah yang sebelumnya dikagumi Alana terlempar entah ke mana, tak lagi ada harganya di tengah pertaruhan nyawa ini.

​Alana dan Sarah menjerit histeris dari dalam pintu brankas yang setengah terbuka. Elena terkena serpihan kaca di bahunya, namun wanita tangguh itu tidak mundur. Ia merunduk di balik pilar beton yang hancur, terus menembakkan senjatanya ke arah bayangan hitam yang mulai melompat masuk ke dalam ruangan melalui tali rappling dari helikopter.

​"Amankan wanita itu! Bos menginginkan istri Leonidas hidup-hidup!" teriak salah satu tentara bayaran Rusia dalam bahasa ibunya, mengarahkan senapan laser merahnya ke arah pintu brankas.

​Dua tentara bayaran bertubuh raksasa melangkah maju, memuntahkan peluru dari senapan mesin mereka, memaksa Elena terus bersembunyi. Mereka semakin dekat ke arah brankas tempat Alana bergetar ketakutan sambil memeluk Sarah.

​Salah satu tentara itu menyeringai di balik topeng tengkoraknya. Ia vmeraih gagang pintu brankas dan bersiap menariknya paksa. Alana memejamkan mata, air matanya menetes deras, mengira ini adalah akhir dari segalanya. 'Xander... tolong aku,' batinnya menjerit pedih.

​Tepat pada detik itu, suara ding dari pintu lift pribadi di ujung ruangan terdengar nyaring melintasi deru badai.

​Pintu baja lift terbuka, memperlihatkan sosok Xander yang diselimuti kemarahan iblis. Jasnya telah ditinggalkan, kemeja hitamnya digulung hingga siku, dan di kedua tangannya tergenggam senjata mesin ringan Heckler & Koch MP7.

​Xander tidak meneriakkan peringatan. Ia tidak bernegosiasi.

​Dengan tatapan sedingin dewa kematian, Xander mengangkat senjatanya. Moncong senapan itu memuntahkan api neraka yang tak kenal ampun.

​(Bersambung...)

1
Bu Dewi
lanjut kak😍😍😍
Orang_Cuman_Cerita: Lagi Proses Kak 👍
total 1 replies
Anonim
Lanjutkan 👍
Orang_Cuman_Cerita
Sukakan?💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!