NovelToon NovelToon
Tahta Darah Sembilan Cakrawala 2

Tahta Darah Sembilan Cakrawala 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Baldy

(SEASON 2)

Dengan Inti Emas Iblis di Dantian-nya, Shen Yuan kini meninggalkan benua kelahirannya. Ia melangkah menembus Gerbang Lintas Benua menuju jantung peradaban Sembilan Cakrawala, siap membawa badai darah mematikan bagi para dewa palsu yang pernah merenggut segalanya darinya. Perburuan yang sesungguhnya baru saja dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membelah Kehampaan

Lembah Gema Abadi kini tidak lebih dari sebuah kawah kehancuran raksasa. Angin malam yang membawa serpihan kristal putih berputar pelan, seakan takut mengganggu satu-satunya keberadaan mutlak yang masih berdiri tegak di pusat kawah tersebut.

Shen Yuan menutup matanya. Napasnya panjang dan teratur, namun setiap kali udara keluar dari sela bibirnya, ruang di sekitarnya bergetar hebat.

Di dalam Dantian-nya, Inti Emas Iblis yang berwarna hitam pekat dengan urat darah merah tidak lagi sekadar berputar. Ia berdenyut layaknya jantung raksasa semesta. Jiwa dari Tuan Surgawi Tian Chen, beserta seluruh kaidah ruang dan energi dari Alam Spiritual yang ada di dalamnya, telah digiling habis oleh Sutra Penelan Surga.

Energi itu terlalu melimpah untuk alam fana. Langit di atas Benua Pusat mulai retak; kilatan petir tanpa suara menyambar-nyambar di balik awan kelabu. Alam fana secara naluriah menolak keberadaan Shen Yuan, mencoba mengusirnya atau menghancurkannya karena ia kini membawa keganjilan kekuatan yang melampaui batas yang diizinkan oleh dunia ini.

"Hahaha! Rasakan itu, Bocah!" Leluhur Darah tertawa penuh kemenangan di dalam lautan kesadaran Shen Yuan. "Tubuh fanamu telah menyerap hukum ruang dari alam atas! Kau tidak perlu menunggu ratusan tahun untuk menembus Ranah Peleburan Jiwa secara perlahan. Energi murni utusan itu telah memaksakan jembatannya untukmu!"

Shen Yuan membuka matanya. Pandangannya kini menembus batas kebendaan. Ia bisa melihat benang-benang tipis berwarna perak yang merajut tatanan ruang di sekitarnya—itulah hukum ruang alam fana.

"Alam ini sudah tidak bisa lagi menampungku," gumam Shen Yuan datar. "Kepadatan hawa murni di sini tidak lagi cukup untuk memberiku makan."

Ia menatap Tombak Penghakiman Bintang dan sisa harta yang ia ambil dari Tian Chen. Dengan satu isyarat pikiran, ia memisahkan sebagian kecil kesadarannya dan memasukkannya ke dalam Benih Kutukan Darah yang terhubung dengan jenderalnya di wilayah selatan.

Ribuan li dari sana, di Puncak Tahta Darah, Yan Lie yang sedang bermeditasi tiba-tiba membuka matanya. Suara Shen Yuan bergema langsung di dalam jiwanya, membawa wibawa seorang tiran mutlak.

"Yan Lie."

"Tuan Muda!" Yan Lie langsung bersujud ke arah utara, tubuhnya gemetar karena merasakan tekanan sang penguasa meski terpisah benua.

"Urusanku di alam bawah telah selesai. Kubu-kubu besar telah kuruntuhkan, dan utusan dari langit telah kutelan," suara Shen Yuan mengalun tenang. "Aku akan membelah kehampaan malam ini. Puncak Tahta Darah kuserahkan ke tanganmu. Gunakan seluruh kekayaan sekte dan warisan yang kutinggalkan untuk menguasai alam fana ini secara mutlak."

Mata Yan Lie memerah. "T-Tuan Muda hendak naik ke Alam Spiritual?! Hamba... hamba terlalu lemah untuk mengikuti langkah Anda!"

"Karena itu kau harus menjadi kuat. Tempa pasukanmu. Tunggu hingga hari di mana pintu gerbang antara dua alam ini kubuka lebar-lebar dari atas sana. Pada hari itu, aku akan memanggil kalian untuk mencuci Alam Spiritual dengan darah."

Hubungan batin itu terputus. Di Puncak Tahta Darah, Yan Lie bersujud mencium lantai batu, bersumpah di dalam hatinya untuk mengubah alam fana ini menjadi pedang yang layak bagi tuannya.

Kembali di Lembah Gema Abadi, Shen Yuan memutuskan semua ikatan duniawinya dengan alam bawah. Ia mendongak menatap langit yang dipenuhi kilatan petir penolakan.

"Kalian di atas sana begitu takut akan warisan Tahta Darah hingga mengirimkan anjing pelacak selama ribuan tahun," bisik Shen Yuan, mencabut Pecahan Gigi Naga dari punggungnya. Bilah pedang yang karatannya telah sepenuhnya terkelupas itu memancarkan dengungan yang haus akan darah dewa.

"Sekarang, berhentilah mengirim anjing. Karena majikannya akan datang mengetuk pintu kalian."

Shen Yuan menekuk lututnya, lalu menghentakkan kakinya.

Bummmmm!

Lembah kristal itu amblas. Shen Yuan melesat ke langit bagaikan komet hitam, menembus awan badai dalam sepersekian kedipan mata. Saat ia mencapai ketinggian di mana batas tertinggi langit alam fana bertemu dengan tabir pembatas alam, tubuhnya tertahan oleh dinding energi tak kasat mata yang luar biasa tebal—Penghalang Sembilan Cakrawala.

Shen Yuan menyalurkan seluruh hawa murni Inti Emas Iblisnya ke dalam Pecahan Gigi Naga. Sutra Penelan Surga berputar dengan tingkat pembantaian tertinggi.

"Gulungan Pedang Penelan Langit: Belah Kehampaan!"

Shen Yuan mengayunkan pedangnya dengan kekuatan yang sanggup meruntuhkan sebuah benua. Pusaran hitam raksasa yang dihiasi kilatan petir perak meledak dari ujung pedang, menghantam Penghalang Sembilan Cakrawala dengan telak.

Kreeeaaaaaakkkkk!

Suara kain yang dirobek paksa bergema ke seluruh alam fana. Di bawah tatapan ngeri para tokoh tua yang masih tersisa di benua-benua, langit malam tiba-tiba terbelah! Sebuah celah ruang raksasa berbentuk mata iblis terbuka lebar, memuntahkan cahaya spiritual yang sangat menyilaukan dan badai energi kekacauan.

Shen Yuan tidak ragu. Ia mengepakkan Sayap Iblis Malam-nya yang kembali menyala, dan melesat masuk ke dalam celah badai tersebut. Tepat setelah sosoknya tertelan kegelapan ruang pembatas, langit kembali tertutup rapat, menyisakan guntur yang menggelegar sebagai lagu perpisahan bagi sang raja alam fana.

Perjalanan menembus dinding antar alam seratus kali lipat lebih mengerikan daripada Susunan Pemindah Lintas Benua. Badai energi di dalam terowongan kenaikan itu berupa bilah-bilah ruang yang terus-menerus mengiris kulit.

Namun, dengan Tubuh Emas Gelap Penyempurnaan Tanpa Celah, ditambah dengan hukum ruang yang ia curi dari jiwa Tian Chen, Shen Yuan melewati guncangan ruang itu bagaikan ikan yang berenang melawan arus.

Setelah waktu yang tidak bisa diukur, sebuah cahaya menyilaukan menariknya keluar.

Blaaarrr!

Shen Yuan terlempar dari celah tabir alam, jatuh meluncur dengan kecepatan tinggi. Ia langsung memutar tubuhnya di udara, memadatkan Sayap Iblis Malam untuk meredam laju jatuhnya, dan mendarat dengan keras di atas permukaan tanah.

Bruk!

Tanah di bawah sepatunya retak. Shen Yuan mengerang pelan, lututnya sedikit menekuk.

"Daya tekan macam apa ini..." Shen Yuan menarik napas dalam-dalam.

Udara yang meresap ke paru-parunya begitu berat, padat, dan luar biasa murni! Jika hawa murni di Benua Pusat alam fana diibaratkan seperti embun air, maka hawa murni di tempat ini ibarat madu kental yang langsung menyumbat jalur nadi orang lemah. Tekanan berat bumi di tempat ini puluhan kali lipat lebih berat daripada di alam fana!

"Selamat datang di Alam Spiritual, Bocah," Leluhur Darah terkekeh pelan. "Tempat di mana babi fana yang tidak memiliki kultivasi akan langsung remuk menjadi bubur daging hanya karena menghirup udaranya."

Shen Yuan berdiri tegak, menyesuaikan Nadi Iblis Penelan Surga-nya dengan irama kepadatan alam yang baru. Hanya butuh tiga tarikan napas baginya untuk berdiri nyaman kembali. Inti Emas Iblis di dalam Dantian-nya bergemuruh gembira, merasa seperti ikan hiu yang akhirnya dilepaskan dari kolam dangkal ke samudra luas.

Ia mengedarkan pandangannya.

Ia tidak mendarat di pelataran istana suci, juga tidak di atas panggung penyambutan dewa. Ia berdiri di tengah sebuah hutan purba yang sangat aneh. Pepohonan di sini menjulang setinggi ratusan tombak, batangnya berwarna perak kebiruan dan daun-daunnya memancarkan cahaya gaib ungu. Langit di atasnya tidak memiliki satu matahari, melainkan dua buah bulan sabit raksasa yang bersilangan.

"Hutan macam apa ini?" gumam Shen Yuan, kesadaran spiritualnya yang biasanya bisa menjangkau puluhan li kini tertekan hebat oleh hukum alam, hanya mampu menjangkau sejauh lima ratus tombak.

Belum sempat Leluhur Darah menjawab, telinga Shen Yuan yang tajam menangkap suara kepanikan dari arah utara.

Suara derap langkah kaki berat yang menghancurkan pepohonan, disusul oleh jeritan manusia.

"Cepat! Lari ke arah batas wilayah! Makhluk buas itu sudah gila!"

Dari balik rimbunnya pohon perak, tiga sosok berpakaian seragam kulit merah melesat keluar dengan napas tersengal-sengal. Mereka semua berlumuran darah.

Shen Yuan menyipitkan matanya. Tiga orang yang sedang melarikan diri ini... memancarkan riak hawa murni dari Ranah Pengumpulan Lautan Qi Lapisan Puncak! Di alam fana, mereka akan menjadi leluhur sebuah sekte! Tapi di sini, mereka sedang berlari ketakutan layaknya ayam yang dikejar serigala.

Di belakang mereka, pepohonan hancur berantakan. Sesosok siluman raksasa menerobos keluar. Makhluk itu berbentuk seperti singa berlengan empat, seluruh tubuhnya diselimuti api biru yang membakar udara, dan di dahinya terdapat cula kristal yang memancarkan aura Pembentukan Inti Emas Tahap Menengah!

"Singa Api Biru Berlengan Empat!" jerit salah satu buronan yang tertinggal di belakang.

Siluman itu mengaum, mengayunkan dua lengan kanannya. Sebuah gelombang api biru melesat, langsung menelan pendekar Lautan Qi tersebut. Pendekar itu bahkan tidak sempat menangkis; perisai hawa murninya menguap dan tubuhnya hangus menjadi abu dalam sekejap mata.

Dua rekannya yang tersisa terus berlari secara membabi buta, hingga mereka melihat sosok Shen Yuan yang berdiri tenang di jalur mereka.

Merasakan bahwa pemuda berjubah hitam itu memancarkan aura Inti Emas (meski iblis, tekanannya tetap Inti Emas), mata kedua pelarian itu berbinar penuh harapan. Di Alam Spiritual, saling tolong antar pendekar saat bertemu siluman adalah hal lumrah untuk bertahan hidup.

"Senior! Tolong kami! Kami adalah penambang dari Paviliun Tembaga Merah! Jika Senior menolong kami, kami bersedia membayar dengan Batu Roh Spiritual!" teriak pria terdepan sambil berlari mendekat.

Shen Yuan tidak bergerak. Wajahnya yang dingin dan tegas menatap kedua pria itu, lalu menatap Singa Api Biru yang mengejar di belakang mereka.

"Siluman Inti Emas Tahap Menengah," bisik Leluhur Darah. "Di alam atas, siluman berkembang lebih buas. Kekuatannya mungkin setara dengan Inti Emas Tahap Akhir di alam bawah."

"Sempurna," senyum Shen Yuan mengembang, memamerkan deretan gigi yang menyerupai taring. "Hidangan selamat datang yang cukup pantas."

Saat kedua penambang itu berlari melewati sisi Shen Yuan, mereka menghela napas lega, mengira ahli muda ini akan melindungi mereka.

Namun, siluman singa raksasa itu sangat cerdik. Menyadari aura yang lebih mengancam dari Shen Yuan, siluman itu tidak langsung menyerang. Ia membuka rahangnya dan menyemburkan pusaran api biru raksasa yang menyapu jangkauan luas, berniat membakar Shen Yuan dan kedua penambang itu sekaligus.

"Awas, Senior! Api birunya bisa melelehkan pusaka!" teriak salah satu penambang yang panik melihat lautan api turun dari atas.

Shen Yuan tidak mencabut pedang. Ia tidak memanggil Sayap Iblis Malam. Ia hanya mengangkat tangan kanannya, telapak tangannya terbuka menantang pusaran api yang melesat ke arahnya.

"Di alam mana pun aku berpijak," suara Shen Yuan sedingin es mutlak, membelah panasnya api biru. "Kaidah penelananku tetaplah rajanya."

Sutra Penelan Surga, Putaran Mutlak!

Pusaran hitam legam yang pekat meledak dari telapak tangannya. Rahang naga iblis yang melahap segalanya terbuka lebar. Saat lautan api biru itu menghantamnya, tidak ada ledakan. Api siluman yang diklaim bisa melelehkan pusaka itu disedot habis ke dalam telapak tangan Shen Yuan bagaikan aliran air yang dihisap.

Cshhhh...

Dalam dua tarikan napas, api biru itu lenyap tak bersisa. Shen Yuan berdiri tegak, tidak ada sehelai pun benang di jubahnya yang terbakar.

Kedua penambang Lautan Qi itu ternganga, rahang mereka nyaris lepas. Menahan api siluman dengan pusaka itu satu hal, tapi menyedotnya ke dalam tubuh dengan tangan telanjang?! Siapa sosok muda yang mengerikan ini?!

Singa Api Biru itu pun ikut terkejut. Naluri buasnya mendeteksi bahaya maut. Ia membalikkan badan, berniat untuk melarikan diri ke dalam hutan perak.

"Kau membangkitkan seleraku, lalu kau ingin lari?"

Shen Yuan melangkah maju. Bumi di bawah kakinya retak. Kecepatannya melesat bagai hantu. Ia muncul tepat di atas punggung siluman raksasa itu!

"Tunduk padaku."

Shen Yuan menghantamkan tinjunya, yang diselimuti oleh Tapak Penghancur Nadi, lurus ke arah tengkuk siluman tersebut.

Bummmmm!

Ledakan hawa murni iblis menghancurkan cangkang api biru di punggung singa tersebut. Tulang belakang siluman Inti Emas itu patah menjadi dua dengan suara retakan yang mengerikan. Singa raksasa itu terhempas ke tanah, menciptakan kawah besar di tengah hutan, dan memuntahkan darah biru yang mendidih.

Shen Yuan mendarat di atas kepala siluman yang sedang kejang-kejang itu. Tangannya mencengkeram cula kristal di dahi makhluk tersebut.

"Penarikan mutlak."

Pusaran penelanan kembali bekerja. Esensi darah, hawa murni liar, dan Inti Siluman di dalam tubuh makhluk itu disedot paksa masuk ke dalam Dantian Shen Yuan. Kekuatan dari alam atas ini jauh lebih murni dan menantang untuk dicerna, namun Inti Emas Iblis Shen Yuan berputar dengan gembira, menggiling energi tersebut untuk memperkokoh pijakannya di ranah barunya.

Dalam beberapa detik, siluman ganas itu mengering menjadi kerangka.

Shen Yuan menghembuskan napas panjang yang menghasilkan uap kebiruan. Ia menoleh perlahan ke arah dua penambang yang kini terduduk lemas di tanah, menatapnya dengan ketakutan yang seratus kali lipat lebih besar daripada saat mereka dikejar siluman.

"Sekarang," Shen Yuan berjalan menghampiri mereka, matanya menyipit dengan aura seorang tiran yang baru tiba di kerajaannya yang baru. "Kalian bilang kalian akan membayar perlindunganku dengan Batu Roh Spiritual?"

1
black swan
...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!