NovelToon NovelToon
Resep Cinta Om Dokter

Resep Cinta Om Dokter

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Cinta Seiring Waktu / Konflik etika
Popularitas:46.2k
Nilai: 5
Nama Author: dtyas

Bertemu sebagai dokter dan pasien, dengan first impression yang baik dan meninggalkan kesan berbeda. Edward (31), dokter dengan status duda terlibat dengan urusan pribadi pasiennya, Cahaya Sekar Janitra (24).

Entah karena sumpah atau memang takdir Tuhan. Ketertarikan itu berubah menjadi perasaan mendalam saat Edward menolong Cahaya dari jebakan calon suaminya.

====

"Bilang apa kamu? Om? Aku dokter pribadi kamu."

"Dokter dan pasien, berlaku kalau lagi di ruang praktek. Di luar itu, ya bukan dokter aku. Sesuai dengan penampilan, cocok aku panggil Om. Om dokter, gimana om?"

------
Hai, ketemu lagi di karya aku yang kesekian. Baiknya baca dulu Diam-diam Cinta dan Emergency Love

Ikuti sampai tamat ya dan jangan melompat bab. sampai bertemu di setiap babnya 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Wira Murka

Bab 24

 

 

“Nah ini dia, orangnya. Ditungguin dari tadi,” seru Rendi.

Anji menarik kursi di sampingnya, mempersilahkan Edward duduk. Asoka datang sebelum Edward menempati kursi di samping Rendi.

“Baru beres di poli,” sahut Edward mengabaikan Rendi yang menanyakan ada masalah apa, penasaran karena Anji bahas di grup tidak runtut. Memanggil pelayan dan menyebutkan pesanannya begitu pun dengan Oka.

“Udah hampir satu jam loh, minum gue aja udah habis ini,” keluh Rendi. “Cepet Ward.”

“Gue apa elo yang cerita,” ujar Anji.

“Cerita apaan, saya nggak janjikan cerita apapun. Ke sini karena mau makan.”

“Kampreeet, terus sia-sia dong waktu gue nungguin hal yang gak  jelas.” Oka tergelak melihat kekesalan Rendi.

“Yang janji mau cerita dan ngumpulin kita, si Anji. Dia mau cerita masalah Bela, mungkin. Sekalian semua tagihan ini dia yang bayar, udah ngerusuh bikin ribet,” keluh Edward.

“Beuh, udah ngumpul aja.”

“Hm, cocok dah,” cetus Edward saat Rama tiba. Masih di pintu sudah berteriak.

“Pesen dulu, biar ngobrolnya enak,” usul Anji dan Rama hanya memesan kopi karena sedang bertugas. Beda dengan keempat dokter gabut itu, sudah selesai dengan shift dan praktek mereka.

“Ayo, mukadimah dulu,” ujar Rendi.

“Jadi ini kumpul ngerayain gue bagian dari pria terkutuk? Busyet dah,” tutur Rama sambil menggeleng.

“Sekalian cerita masalah Cahaya, ada apaan sih?” cecar Rendi.

“Cahaya kenapa?” tanya Edward mengernyitkan dahi.

“Lah itu, elo gagal buka puasa. Ah, nggak jelas nih,” keluh Rendi lagi.

Oka kembali tergelak bersama Rama. Rendi melebihi Yuli kalau urusan ghibah. Anji menjelaskan kejadian di hotel, ulah Sopo dan Jarwo. Sedangkan Edward sibuk menikmati makan siangnya yang terlambat.

“Cahaya mau masalah ini ke ranah hukum?” tanya Oka. Dijawab Edward dengan anggukan, lalu meraih tisu menyeka bibirnya dari sisa makanan.

“Bang Darma sama timnya tadi udah hubungi Aya, sore ini atau besok sudah pasti laporannya masuk.”

“Gue heran ya, kenapa masih ada aja orang beg0 mengatas namakan cinta sama n4fsu pake cara kayak gitu. Dulu si Encep, hampir aja Lisa jadi korban. Si Arlan, tapi korbannya malah gue. Nah sekarang masih ada lagi, Adit sama Jarwo. Nggak pada mikir, berurusan dengan siapa,” tutur Rama lalu meneguk kopi pesanannya.

“Yang penting semua sudah aman dan wanita yang kita cintai selamat,” seru Oka.

“Terus apa lagi, lo mau bahas apa?” tanya Rama sambil bersedekap menatap Anji.

“Emang ada apa?” tanya Edward heran.

Anji menggaruk kepalanya. “Gue mau ngelamar si Bela.”

“Bagus dong, daripada di depein duluan,” ujar Edward dan diiyakan oleh Rama.

“Ngeri gue, nyosor mulu yang ini. Agresif, kayak  kucing tetangga gue yang lagi bir4hi.” Rama sampai bergidik sendiri.

“Masalahnya … Bela belum mau dilamar,” jelas Anji setengah frustasi. Keempat rekannya terdiam dan saling tatap lalu terkekeh bersama.

“Emang si4lan lo semua. Nggak pada dukung gue.”

***

“Mas, saya nggak yakin ini akan berhasil. Bisa jadi malah bikin masalah tambah runyam,” seru Jarwo.

“Udah Wo, kalau nggak punya ide yang lebih cemerlang. Cukup ikut dukung saja semua rencana aku. Pasti akan berhasil, Wira masih mendukung dan percaya denganku.”

Setelah kejadian di hotel, Adit pulang ke kampungnya. Sempat mengawasi keadaan sebelum ia kabur. Awalnya takut ditangkap, tapi mendapat kabar di kediaman keluarga Janitra tidak ada kabar mengenai Cahaya, seolah ia mendapatkan angin segar dan ide cemerlang. Sudah menyusun rencana baru, sudah pasti Wira akan mendukungnya. Senyum smirk terulas di wajah tanpa dosa itu.

Seperti biasa, kehadirannya disambut oleh pekerja keluarga Janitra. Di minta menunggu di ruang tamu khusus tamu kehormatan Wira Janitra. Aroma melati merambat di antara pilar-pilar jati pendopo yang kokoh. Masih ada lukisan dan guci antik serta hiasan dan ornamen yang mungkin sudah berumur.

Cukup lama menunggu, meski sudah hidangkan kopi dan cemilan khas. Sempat menarik nafas dan berdiri saat Pakde Wira memasuki ruangan. Pria itu terlihat berwibawa dengan aura yang kuat seolah menekan dan mengintimidasi lawan bicaranya. Meraih cangkir lalu menyesap pelan.

“Kopimu, belum disentuh,” ucap Wira.

Adit gegas meraih cangkir miliknya lalu menyesap pelan.

“Ada apa? Bukannya kamu ke Jakarta untuk jemput Cahaya, tidak berhasil?” Wira mencecar Adit dengan nada yang tenang, tapi cukup menusuk.

Dalam hati Adit mengump4t karena sendirian menghadapi pria ini, macannya keluarga Janitra. Jarwo malah ia minta menunggu di luar.

“Sudah Pakde, saya sudah ke Jakarta. KAlau saja dengan cara baik-baik, saya pasti lebih unggul. Cahaya akan ikut saya pulang, tapi lawan saya … dia licik. Saya tidak tahu apa Cahaya sudah berhasil dia perdaya atau tidak, terakhir kali mereka keluar dari hotel.”

Wajah Wira yang terlihat serius tapi dingin menatap Adit, menaikan alis mendengar putrinya keluar dari hotel bersama seorang pria. Duduk sambil menyilang kaki lalu mengusap dagunya.

“Aditya Waskita, kamu tahu aku tidak suka membuang waktu. Setiap informasi harus disertai bukti dan fakta.”

“Sebentar, pakde.” Adit mengeluarkan ponselnya. “Saya sudah berusaha, tapi Cahaya seperti dalam pengaruh obat. Seakan lupa daratan, ini dia keluar bersama pria itu.”

Wira menerima ponsel di mana layarnya foto Aya berada dalam rangkulan Edward, berada di lobby. Foto berikutnya mereka keluar melalui pintu mengarah ke basement. Adit pun memberikan foto lain, saat Aya keluar dari café disambut oleh Edward.

“Saya sayang Cahaya, tapi tidak bisa gegabah di tempat umum begitu. Salah-salah malah saya yang dituduh penjahat, pakde,” tutur Adit. dalam hati ia bersorak kegirangan, karena Wira tampak terhasut olehnya. “Saya tidak ingin ini menjadi aib keluarga Janitra.”

Wira menyerahkan ponsel Adit lalu bersedekap dan tampak berpikir. Kembali mengusap dagunya.

“Kamu masih yakin dengan perjodohan kalian?”

“Masih pakde, aku sayang Cahaya. Dia sedang tersesat, sepertinya laki-laki ini hanya berniat jahat.”

“Jangan kemana-mana, kalian akan menikah segera!”

“Pakde, serius?”

“Hm.” Wira beranjak lalu berteriak. “Argo!”

Pria bernama Argo datang dengan langkah gegas. “Nggih, Tuan Wira.”

“Pilih orangmu lalu berangkat ke Jakarta, jemput Cahaya. Seret kalau perlu,” titah Wira.

“Mas,” tegur Diah memasuki ruangan. Ia mendengar perbincangan suaminya dengan Adit, karena pendopo itu tidak ada pintu yang mengarah ke area bagian dalam. Apa yang diobrolkan terdengar jelas saat Dian berdiri di belokan mengarah ke ruangan itu.

“Cahaya putri kita, jangan kasar.”

“Putri yang sudah mencoreng nama keluarga, murahan mirip l0nte. Itu maksud kamu?”

“Mas,” pekik Diah.

“Masuk, ini bukan urusan perempuan!” usir Wira.

 

 

 

1
mery harwati
Yang janjin kan Wira, ya kau nikah aja sama Wira, Adit.. gitu aja kok repot
😛😛
Turwaty suketi
Janji masuk bui ya war🤣
💟노르 아스마💟
Hyuuuunggggg....nanggunggggg bahhhhh
shabiru Al
aduh d gantung othor 🤭
Iccha Risa
om Edward perlu bantuan buibuu, perlu panci ga buat getok palanya si Adit biar sadar tuh laki
Iccha Risa
makan tuh pria sejati, lah kau gimana laku mu bisa ditunjukkan pria sejati
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Nikah sama kambing mau? kebetulan aku punya kambing yg masih gadis/Proud/
Nandi Ni
apa ? janji ? janji opooooo ! ngomong sa enake wudelmu dewe,ngaca maasss,sok suci,gemagus,dasar gundulmu mlocot🤣🤣🤣
mmh nengmuti
mungkin s wiro sableng gak .pulang hbs selidiki s adit, mudah2an si wiro dah tau kebusukan s adit
Felycia R. Fernandez
laaah kamu aja bukan pria sejati...
ini mana nih rombongan kk Darma...
kapan surat penangkapan nya datang
Nur Wakidah
janji2 dengkul mu 🙄🙄🙄
janji setelah ini kau masuk penjara yg bener itu 🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁MI💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ: biar nikah sama tembok penjara si Adit🤣🤣🤣belum puas klo belumm dapet karma juga punya penyakit kelamin akibat celap celup wc umum
total 1 replies
Kas Mi
akhir.y jargon rama d kokop kluar jg🤭😄
Iccha Risa
emang ga beres semua, bikin tambah ngenes aja tuh dok Edward
shabiru Al
bener2 nekad ya wira janitra nikahin anaknya sama si adit,,, gak kabayang pas nau ijab dtangkap polisi,,, seru...
mery harwati
Harapanku pas mau ijab kabul semua tamu & saudara kumpul, datang polisi jemput Adit & Jarwo karena kasus pelecehan pada Cahaya, wuuiihh mantap jiwa itu buat Wira Janitra suasana penjemputan calon mempelai pria idaman calon mertua laki² 😛
Niken Dwi Handayani
kurang gercep ACH dok vampir' ini. Langsung wuuuss gitu, ga peduli malam atau dini hari😩 ayo lah dok vampir, katanya kangen berat sama Aya
hiro_yoshi74
hiii..... ngeri amat 🤭🤣🤣🤣🤣
hiro_yoshi74
🤣🤣🤣 strategi nji .....
strategi ......kagak kongser cinta tak ada logikanya agles mo nji.......🤭
mery harwati
Yang mau kawin siapa, yang heboh siapa 😄
Nur Wakidah
🤣🤣🤣 ,,, mesti yg bikin rusuh dan heboh pasti duo racun Si Rama sama Anji😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!