Rayya, seorang perawat yang terperangkap dalam permainan cinta dan kekuasaan Marsel, seorang ketua Mafia yang sangat di takuti.
Marsel tidak mau melepaskan nya, Rayya sudah memiliki pacar dan akan segera menikah, akan tetapi Marsel menyatakan kepemilikan terhadap Rayya.
Marsel membuat Rayya tidak bisa menikah selain dengan nya. Ciuman di pertemuan pertama mereka membuat Marsel tidak bisa tenang memikirkan Rayya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jumling, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Harga Yang Harus Ku Bayar
"Apa lagi yang kalian lakukan di sini? Cepat pergi! Kami tidak memiliki urusan lagi dengan kalian."
Indah dengan berani memelototi Marsel, kantung matanya yang telah berkeriput tetap terlihat kejam saat ia marah.
Rayya menatap sang nenek, rupanya wanita tua itu tetaplah nenek baginya, reaksi marah nya saat ini sangat jauh berbeda dengan yang pernah Ia dapatkan hampir setiap hari.
"Rayya ku, ayo kita pergi."
Marsel segera menggenggam tangan Rayya tanpa peduli dengan keberadaan Rio yang ia abaikan begitu saja.
"Lepas, apa yang kau lakukan!"
Rayya ingin melepaskan diri tapi tentu tidak semudah itu.
"Nenek sudah menyuruh pergi," kata Marsel.
"Lepaskan Rayya. Kau tidak bisa membawanya pergi."
Rio ikut menarik tangan Rayya yang sebelahnya.
"Ikut atau Rayyaku lebih suka mereka mati di sini?"
Pertanyaan bernada ancaman Marsel berikan pada Rayya. Ia melihat bawahan Marsel mengarahkan senjata pada semua keluarga nya.
Mata Rayya merah karena marah dan menahan air mata agar tidak jatuh di depan pria brengsek seperti Marsel.
"Kau mengancam?" tanya Rayya penuh penekanan. Marsel hanya melengkungkan sebelah bibirnya. Tentu saja itu suatu tanda membenarkan perkataan Rayya.
"Hanya ada dua pilihan," kata Marsel.
Rayya melihat keluarganya dan tidak punya pilihan lain selain ikut dengan Marsel.
"Rayya...," lirih Sella melihat anaknya yang tinggal seorang malah harus mendapatkan hal ini.
"Mah, Rayya akan baik-baik saja. Kalian jaga diri dengan baik," kata Rayya tersenyum berusaha menenangkan sang Ibu. Rio hanya bisa mengepalkan kedua tangannya dengan sangat kuat, jika saja kukunya tajam, mungkin kepalan itu telah meneteskan darah, Ia tidak bersuara karena tidak punya kuasa.
Indah juga terlihat sedih melihat apa yang terjadi pada cucu perempuannya dan menghela nafas berat.
"Rayyaku, bersiaplah, kita akan segera menikah."
Setelah sampai dalam mobil, Marsel berkata dengan wajah cerah. Ia terlihat sudah tidak sabar menunggu waktu seminggu lagi untuk menjadikan Rayya miliknya.
Rayya tidak bergeming dengan perkataan Marsel, Ia hanya duduk termenung. Tidak ada peluang untuk nya bebas dari Marsel, bahkan harganya yang harus di ganti akan terus bertambah setiap harinya.
Ia hanya bisa pasrah dengan keadaan yang sangat merugikan dirinya.
Rayya sampai di kastil Marsel yang tiada dua megahnya, namun Ia tidak tertarik sedikitpun untuk melirik inci setiap sudut suasana di rumah besar itu.
.........................
Seminggu kemudian dan sampailah pada hari pernikahan mereka tiba, Rayya hanya tinggal di dalam kamar tanpa pernah keluar, Ia tidak berminat untuk jalan-jalan menghirup udara segar di kastil itu.
Mungkin kehidupan megah yang ada di depan mata adalah dambaan kebanyakan wanita, namun Rayya tidak senang dengan situasi yang menjadi takdirnya. Ia ingin menyalahkan Tuhan tidak adil padanya, tapi dirinya tidak bisa berbuat apa-apa untuk mengubah takdir yang sudah di gariskan.
Tok
Tok
Tok
"Nona."
Terdengar suara Alex di luar, Rayya hanya melihat sekilas dan tidak menjawab sama sekali. Dirinya malas dan tidak bersemangat untuk membalas.
Alex masuk dan mendekati Rayya namun dengan jarak lima meter jauhnya. Tentu saja Alex tidak berani dekat-dekat, takut Bos nya meledakkan isi kepala nya.
"Di luar ada keluarga anda, Nona. Apakah tidak ingin menemui mereka?"
Rayya kaget mendengar itu dan langsung berdiri dan keluar dari pintu depan lari tergesa.
"Mama, Papa!"
Ia segera memeluk orang tua nya dan menangis sedih.
"Nek."
Ia juga beralih memeluk Indah yang telah berkeriput.
"Aku rindu kalian," katanya.
Ia bukan hanya Rindu tapi sedih dengan duka yang ia alami. Ya, menikah dengan Marsel adalah duka baginya.
"Maaf, ini salah Papa karena tidak bisa berbuat apa-apa," kata Rio merasa bersalah. Ia hanya bisa menatap dengan wajah sedih.
"Ini jelas salah Carla. Nenek kan sudah bilang jangan berhubungan sama anaknya wanita itu!" balas Indah. Tidak semestinya Rio atau anggota keluarga yang lain menanggung rasa bersalah, sudah jelas siapa yang menjebak mereka.
"Maaf Nek, ini salah Rayya. Pa, Ma, Rayya akan menikah dengan Marsel, ini adalah harga yang harus ku bayar karena aku mencintai Riko."
Ya, Rayya mencintai pria itu dengan sepenuh hati, tapi ternyata inilah yang Ia dapatkan karena ulah Carla, Ibu Riko.
"Tapi Nak. Kita jangan menyerah, pihak berwajib akan membantu kita," ucap Rio.
"Iya sayang, Mama tidak rela kalau kamu tidak bahagia dan malah menikah dengan orang berbahaya seperti Marsel."
Rayya Menggeleng, dirinya tidak mau membuat orang lain susah. Marsel menargetkan dirinya, pria gila itu pasti tidak akan menyerah sampai berhasil mendapatkan apa yang Ia inginkan. Percuma mau bagaimana pun Ia berjuang membebaskan diri.
Walau belum mengenal baik Marsel, tapi pengamatan Rayya tentang Marsel mengatakan seperti itu.
"Percuma, Ma. Marsel tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Ini sudah takdir Rayya."
"Tidak bisa. Kami tidak rela kamu harus begini."
"Tidak apa-apa, Rayya akan baik-baik saja," kata Rayya menenangkan sang Ibu yang mencemaskan nya.
"Tapi Rayya. Orang seperti Marsel sangat berbahaya."
Indah ikut menimpali.
"Aku akan berusaha untuk aman di sini. Kalian percayalah Rayya akan baik-baik saja."
Rayya yakin Marsel tidak akan membunuhnya, ya hanya itu yang ia yakini, selebihnya Ia tidak bisa percaya diri. Mengingat bagaimana Rayya mencoba mengancam untuk mengakhiri hidup, Marsel seperti tidak ingin dirinya mati.
Setelah menjadi Istri Marsel, Rayya akan mencari cara untuk bertahan hidup dan setelah itu berusaha untuk terbebas.
"Nona Rayya. Pernikahan akan segera berlangsung."
Tiba-tiba Alex menghampiri mereka, mengatakan bahwa Rayya akan segera menikah dengan Marsel. Rayya tidak bisa menghindar lagi, pernikahan ini sudah pasti akan nyata terjadi, keluarganya juga tidak bisa berbuat banyak untuk kebebasan Rayya.
"Mari Nona, anda harus bersiap."
Wanita yang ikut dengan Alex mengarahkan Rayya untuk mengikutinya mempersiapkan diri.
"Keluarga nya bisa ikut mendampingi," lanjutnya sehingga Indah, Rio, dan Sella ikut menyusul mereka.
Alex juga ikut, karena Marsel hanya mempercayai dirinya untuk menjaga Rayya sampai wanita itu resmi menjadi Istri nya.
_______________
Tidak percaya Rayya sekarang sudah menandatangani surat dan akta nikah dengan pria yang sangat Ia benci. Akad yang baru saja terjadi berlangsung dengan sangat cepat. Tidak ada tamu undangan atau pun semacamnya, hanya penghulu dan semua yang tinggal di kastil itu serta keluarga Rayya.
Kini ia sudah resmi menjadi Istri pria brengsek Marsel. Dirinya tidak percaya, Rayya selalu mengira akan menikah dan menjadi Istri Riko serta hidup bahagia dengan kekasih tercintanya itu. Tapi ternyata takdir berkata lain, justru pria yang sangat dirinya benci lah yang kini menjadi suaminya.
Entah akan seperti apa kehidupan Rayya setelah hari ini.