NovelToon NovelToon
Asmara Setelah Menikah

Asmara Setelah Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Nikah Kontrak / Obsesi / Keluarga / Penyesalan Suami / Cinta setelah menikah
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: yesstory

Tara dan Devan sudah menikah selama tiga tahun. Hanya Tara yang jatuh cinta di sini. Selama tiga tahun, Tara berusaha membuat Devan jatuh cinta. Apakah Tara berhasil saat ia tahu persis pernikahannya dengan Devan berbeda dengan pernikahan normal lainnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yesstory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Tara berjalan cepat menyusuri lorong rumah sakit menuju ruangan yang diberi tahu Devan. Wajahnya panik bercampur khawatir.

Beberapa saat yang lalu Devan meneleponnya dan mengabari bahwa Gunawan harus menjalani operasi hernia.

Tara yang hendak memeriksakan dirinya pun jadi urung dan bergegas ke rumah sakit tempat Gunawan dirawat.

Sesampainya di depan pintu ruang rawat inap, Tara berhenti untuk menstabilkan napasnya yang terengah. Tara mencocokkan lagi nomor pintu di depannya dengan informasi dari Devan di ponselnya.

Setelah cukup tenang, Tara mengetuk pintu dan membuka pintunya perlahan. Di dalam sana, Mia dan Devan menoleh. Sementara Gunawan masih terpejam.

Tara melangkah pelan mendekati Mia dan Devan.

“Ma.”

Mia berdiri dan memeluk Tara. “Kamu masih peduli sama kami, Nak?”

“Tentu, Ma.” Tara mengelus pelan punggung Mia.

Mia melepaskan pelukannya dan menatap Tara lekat. “Terima kasih. Mama kira kamu nggak akan kesini setelah apa yang udah dilakukan Devan ke kamu.”

Tara tersenyum,” Apa yang dilakukan Devan itu kesalahannya, Ma. Mama sama Papa nggak tahu apa-apa. Kalian nggak bersalah. Nggak mungkin aku ikut marah sama kalian.”

“Kamu memang menantu terbaik Mama. Andai saja … kalian bisa kembali.”

Tara menggeleng. “Maaf kalau aku buat Mama kecewa.”

Mia tersenyum lirih. “Sudahlah. Mama paham. Nggak mudah buat kamu untuk nggak benci sama Devan. Kamu masih peduli sama keluarganya aja, Mama udah sangat bersyukur. Terima kasih sudah datang, Tara.”

“Iya, Ma. Papa belum sadar?”

“Belum, Nak. Operasinya baru selesai setengah jam yang lalu.”

Tara mengangguk, melihat Gunawan yang terbaring di atas ranjang. Wajahnya terlihat lelah.

“Ra, mau nemenin aku makan?” Devan berbisik di dekat Tara.

Tara menoleh. “Tapi …”

“Please.” Devan memohon.

“Baiklah.”

Devan tersenyum.

“Ma, aku mau makan dulu ya. Tara ku ajak. Mama mau nitip dibawakan sesuatu?”

Mia menoleh bergantian pada Devan dan Tara lalu menggeleng.

“Nanti kalau Papa udah bangun, Mama telepon aja ya.”

Mia mengangguk.

Devan dan Tara keluar dari ruangan. Mereka berjalan bersisian menuju kantin rumah sakit.

“Aku nggak mau makan di kantin.”

Tara menghentikan langkahnya dan menatap Devan. “Terus dimana?”

“Di luar rumah sakit.”

“Tapi nanti kalau Papa siuman gimana?”

“Mama pasti nelpon. Nggak jauh kok dari rumah sakit.”

Tara mengembuskan napas dan mengiyakan ajakan Devan. Devan memilih salah satu tempat makan yang berada tak jauh dari pintu keluar masuk rumah sakit.

“Kamu mau makan apa, Ra?” Devan melihat menu-menu yang berada di depannya.

“Kamu aja yang makan, Dev.”

Devan menoleh. “Aku nggak mau makan kalau kamu nggak makan. Ya udah kalau gitu, kita balik lagi ke ruangan Papa.”

Tara mendesah pelan. “Kayak anak kecil banget sih. Ngambekan.”

“Biarin. Sama istri sendiri ini.”

Tara tak menjawab. Ia menunjuk salah satu menu dan beranjak menuju meja.

“Terima kasih ya sudah mau datang.” Devan berkata setelah mereka duduk berseberangan.

“Tadi Mama udah bilang itu.”

“Ya tadi kan Mama yang bilang. Dari aku belum.”

“Tapi Papa baik-baik aja kan? Papa nggak pernah sakit. Kenapa tiba-tiba sakit terus operasi? Apa mungkin perceraian kita salah satu penyebab Papa sakit?”

Devan mengedikkan bahu. “Bisa jadi. Makanya, kita balikan aja lagi yuk. Aku janji bakal penuhin semua nafkah yang kamu mau. Aku bakal periksa kesehatan. Aku bakal datang kepsikolog. Apapun itu, aku akan berusaha untuk jadi lelaki normal lagi.”

“Aku udah nggak tertarik sama semua penawaranmu itu.”

“Ayolah. Mumpung kamu belum ngurus semua surat-surat itu. Proses cerai itu susah lho, Ra. Ngabisin waktu, pikiran, juga tenaga. Kamu harus bolak balik mondar mandir ngurusin ini itu. Kamu nanti kecapekan.”

“Ada pengacara. Ngapain repot kalau ada orang lain yang bisa ngurus?”

“Tetap aja. Butuh waktu berbulan-bulan.”

“Mau seberapa lamapun, nggak masalah. Toh aku juga nggak langsung nikah lagi.”

Devan mengernyit, menatap lekat wajah cantik calon mantan istri di hadapan.

“Emang kamu mau nikah lagi?”

“Ya iyalah. Aku masih muda. Masih perawan. Pasti masih banyak yang mau nikahin aku.”

“Kok dadaku sakit ya dengernya?”

“Mumpung di rumah sakit, periksa aja sekalian. Takutnya punya asma, asam lambung, atau malah penyakit jantung.”

Devan mendengus. “Aku serius, Tara. Nggak bercanda.”

“Siapa yang bercanda? Katanya dada kamu sakit. Dikasih saran malah dikira bercanda.”

“Maksud aku tuh dadaku sakit karena bayangin kamu nikah sama orang lain setelah cerai dari aku.”

“Mending sakit sekarang. Jadi pas nanti aku nikah lagi, aku undang kamu, kamunya udah terbiasa sakit hati.”

“Jahat banget sumpah.”

“Kamu lebih jahat.”

“Iya aku jahat. Udah sia-siain kamu yang cantik begini. Body aduhai. Cerewet. Tapi ngangenin.”

Tara memutar bola mata. “Efek lapar memang menyebabkan gombalan maut berikut halusinasinya. Udah ngaco ngomongnya.”

“Bener kok. Kamu cantik.”

“Udah tahu.”

Devan menarik napas pelan. Pelayan datang membawa makanan pesanan mereka.

“Kalau mau minta suapin, boleh nggak?”

Tara menggeleng. “Nggak. Nanti nasiku dingin kalau nyuapin kamu dulu. Aku nggak suka makan nasi dingin.”

“Kalau gitu, aku yang suapin kamu.”

“Nggak usah. Kamu yang kelaperan bukan aku. Nyuapin aku malah bikin buat kamu masuk rumah sakit karena asam lambung naik. Jangan nambahin bebannya Mama kalau kamu ikutan masuk rumah sakit.”

“Bisa aja jawabnya. Jadi makin berat kehilangan.”

Tara melotot. “Makan cepat.”

Devan menurut. Keduanya makan dengan tenang. Selesai makan, keduanya kembali ke dalam rumah sakit. Berjalan bersisian di lorong rumah sakit menuju ruang perawatan Gunawan.

“Aku masih punya copy-an kontrak nikah kita, Ra.”

Tara menoleh. “Terus?”

“Kita menikah dengan perjanjian kontrak kalau aku akan melepaskanmu kalau kamu sudah menemukan lelaki yang bisa bahagiain kamu. Imbalannya kamu bisa meminta hartaku. Apa aja. Tapi, kamu belum temuin lelaki itu. Jadi, secara peraturan yang sudah kita sepakati, aku nggak bisa melepasmu.”

Tara tersenyum sinis. “Itu peraturanmu. Tapi peraturanku adalah, aku terima kamu nggak kasih nafkah batin ke aku asal kamu nggak kembali ke duniamu itu. Tapi kenyataannya, kamu malah berhubungan sama lelaki itu di kamar kita. Jadi, secara peraturan, kamu udah melanggar peraturanku.”

Devan menghela napas. “Tiga tahun kita menikah. Lima tahun kita berteman. Total delapan tahun kita bersama, Ra. Nggak semudah itu aku bisa melupakan semuanya dan menjauh. Kita udah dekat selama itu. Nggak mungkin aku bisa terbiasa tanpa kamu, Ra.”

“Kalau begitu, mulailah terbiasa dari sekarang.”

“Apa kamu udah nggak cinta sama aku?”

Tara menghentikan langkah dan menatap Devan. “Ini bukan masalah cinta, Dev. Ini masalah kepercayaan yang kita bangun selama delapan tahun itu. Lima tahun kita berteman, aku percaya kamu sepenuhnya. Tiga tahun selanjutnya, aku bertahan dalam pernikahan palsu yang nggak buat aku bahagia tapi aku masih percaya kamu akan berubah. Tapi nyatanya, kamu membuktikan kalau kepercayaanku itu salah. Sekali kamu masuk ke lubang dosa itu, maka kamu akan sulit untuk keluar. Dan kamu membuktikannya sendiri, Dev. Di depanku. Di mataku. Cinta terlalu suci kalau kamu mau menyalahkannya.”

Devan menunduk. “Aku tahu.”

“Ingat, Dev. Kalau sampai kamu mempersulit semua proses perceraian kita nanti, aku nggak akan mau berteman sama kamu lagi. Aku akan membencimu,” ancam Tara.

Bersambung …

1
Atik R@hma
ok ka yes,salam kenal🤣🤣
yesstory: Terima kasih banyak kak Atik yang setia baca karyaku. Semoga suka ya.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!