NovelToon NovelToon
Harga Sebuah Pengorbanan (Sita'S Love Story)

Harga Sebuah Pengorbanan (Sita'S Love Story)

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:138.5k
Nilai: 5
Nama Author: r_eka

"Dia adalah anakku, bukan anak haram"
~Rosita Salsabila Akbar~


"Mereka tak pernah benar-benar ada karena cinta. Mereka disampingku hanya untuk harta dan kedudukan, bahkan mereka akan mundur perlahan karena malaikat kecil yang selalu ada di sisiku. Tapi kau, bagaimana dengan kau?"
~Rosita Salsabila Akbar~


"Aku tak pernah benar-benar mencintai wanita sebesar ini"
~Bimantara Eka Julian~


"Melihatlah ke arahku! Dan jangan katakan itu lagi, karena itu sangat menyakitkan buatku"
~Bimantara Eka Julian~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon r_eka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Istri dan Anak

Sita menyandarkan punggungnya pada kepala ranjang. Matanya masih sibuk menjelajah ruangan tempat ia berada sekarang sambil meregangkan tubuhnya yang masih sedikit kaku.

Karena tak mendapati sang putra bersamanya, Sita bergegas mengambil ponsel dalam tasnya, bermaksud menanyakan Gala pada pria yang telah membawanya ke penginapan itu semalam.

"Apakah Gala bersamamu?" Tanya Sita, tatkala panggilan telepon yang ia lakukan pada Dimas mendapat respon.

Mengetahui kondisi putranya aman bersama orang yang telah ia percaya, Sita memutuskan turun dari tempat tidur. Kemudian membuka tirai jendela, sehingga sinar matahari pagi bisa masuk ke dalam kamarnya.

Mendapati ada balkon di depannya, Sita melangkah ke tempat itu. Netranya dibuat terbuka lebar tatkala melihat pemandangan indah di depannya. Suasana khas pegunungan dengan hamparan kebun teh dan sayuran bisa ia nikmati dari atas tempat ia berdiri.

"Selamat pagi, apakah tidurmu semalam nyenyak?" Suara Dimas dari balkon sebelah membuat Sita menoleh ke arah pria itu.

"He'em, nyenyak sekali", Jawab Sita sambil menyunggingkan senyum. "Gala masih belum bangun?" Tanyanya.

"Belum. Sepertinya dia kecapekan", jawab Dimas sembari berjalan mendekati balkon Sita.

"Bangunkan saja tidak apa-apa. Kalau tidak, bisa sampai siang tidurnya", kata Sita.

"Kamu suka pemandangannya?" Tanya Dimas tatkala melihat Sita yang nampak begitu terpesona dengan pemandangan di bawah sana.

"Tentu saja" Jawab Sita tanpa mengalihkan perhatiannya pada pemandangan di hadapannya.

"Jika tidak keberatan, nanti setelah sarapan, kita kesana", kata Dimas.

"Sungguh!" Ucap Sita.

"Tentu saja. Sekarang cepatlah mandi, aroma badanmu yang belum mandi sampai kesini", goda Dimas sembari melangkah pergi dan tertawa nyaring, membuat Sita hanya bisa memanyunkan bibirnya karena kesal.

Sita, Dimas, dan Galau sudah turun ke lantai bawah untuk menikmati sarapan. Tak banyak yang mereka obrolan yang terjadi saat itu. Hingga seorang pengunjung di penginapan menyapa Dimas.

"Dimas, woi apa kabar?" Sapa laki-laki itu, membuat Dimas menoleh kepadanya lalu membalas sapaan pria itu.

"Lama sekali tak berjumpa, sejak loe ke luar negeri. Ehh ketemu, loe dah punya anak bini", kata laki-laki itu. Dimas tak menerima atau menolak ucapan pria itu. Ia hanya tersenyum menanggapi.

Namun lain halnya dengan Sita, ia malah tersedak mendengar ucapan pria asing di depannya, karena kaget. Itu membuat ia ter batuk-batuk dan wajahnya memerah.

"Kamu nggak apa-apa? Berhati-hatilah", kata Dimas yang tetiba ikut panik dan segera menyodorkan segelas air kepada Sita.

"Bagaimana bisa, anda yang secantik ini mau sama playboy cap badak bercula satu, kayak begini", kata pria itu pada Sita yang sudah tenang, sembari menepuk punggung Dimas dan tertawa.

Dengan cepat Dimas menginjak kaki pria yang pernah bersahabat dengannya waktu SMA itu, hingga membuat pria itu mengaduh pura-pura kesakitan. "Mulut kaleng rengginang loe, sana-sana pergi. Ganggu sarapan gue aja loe", ujar Dimas, yang akhirnya berhasil membuat pria itu pergi meninggalkan meja tempat ia makan kini, diiringi tawa yang seru.

"Maaf, mulutnya memang berantakan", kata Dimas salah tingkah.

Sita tersenyum tipis. "Tidak masalah", ucapnya.

Seperti yang Dimas janjikan. Setelah selesai sarapan, Dimas mengajak Sita mengunjungi perkebunan teh. Terlihat jelas rona bahagia dari wajah Sita, tatkala menyusuri jalan-jalan setapak di antara pohon-pohon teh yang menghijau. Pujian-pujian keluar dari mulut wanita itu, akan keindahan yang ada di hadapannya.

Tentu saja, melihat Sita yang begitu bahagia, membuat Dimas ikut senang. Netra pria yang kini sedang menggendong Galau itu, tak lepas dari sosok Sita, wanita yang menurutnya sangat istimewa.

"Bisakah kita mampir ke minimarket, aku ingin membeli sesuatu", ucap Sita tatkala matanya melihat rambu yang mengisyaratkan sebentar lagi ada minimarket yang akan mereka lewati.

"Tentu saja", kata Dimas sembari menoleh sekilas ke arah Sita.

Benar saja, tak lama kemudian mereka mendapati ada mini market di sebelah kanan jalan. Dengan lincah, Dimas mengarahkan mobilnya ke parkiran minimarket yang nampak sedang ramai pengunjungnya.

"Biar Gala disini bersamaku saja", pinta Dimas pada Sita saat melihat Gala yang ada dibangku belakang sedang tidur pulas.

Setelah mengambil beberapa botol minuman, Sita menuju rak makanan ringan. Ia ingin membelikan makanan kesukaan Gala, untuk di makan diperjalanan yang masih cukup jauh.

Saat hendak mengambil satu bungkus makanan tertentu yang hanya tersisa satu di rak, ternyata ada orang lain juga ingin mengambilnya, sehingga tak sengaja tangan mereka saling bersentuhan. Refleks mereka berdua segera menarik tangan mereka, dan saat itu Sita kurang beruntung karena orang lainlah yang mendapat makanan itu.

"Maaf", ujar Sita, membuat laki-laki yang berebut makanan dengannya menoleh ke arahnya.

"Tara", batin Sita kaget tatkala netranya menangkap bahwa sosok yang ada di depannya adalah sosok yang ia kenal.

"Nona Sita!" Seru Tara tak kalah kaget, namun pria itu dengan cepat bersikap biasa kembali. "Anda butuh ini?" Tara menyodorkan makanan yang tadi berhasil ia ambil kepada Sita.

"Buat anda saja, mungkin anda lebih membutuhkan", kata Sita yang kemudian mengalihkan perhatiannya pada makanan lain yang tersusun rapi di rak di hadapannya.

Tara memasukkan makanan itu ke keranjang Sita, sambil berucap, "Untuk anda saja".

Sita belum sempat mengucapkan terimakasih, saat seorang wanita yang menggandeng anak perempuan berusia sekitar 5 tahun, datang menghampiri Tara, "Sayang, kenapa lama sekali. Kinar bangun dan mencarimu", kata wanita yang tak lain adalah Rachel itu.

"Papa", kata gadis kecil itu sambil berlari dan memeluk Tara yang langsung menyambut pelukan itu.

"Papa?" Sita membatin sambil mengernyitkan dahinya. "Bukankah mereka baru tunagan, tapi__", Sita menutup mulutnya, seolah tak percaya dengan pikirannya.

"Nona Sita, wahh kebetulan sekali kita ketemu di sini!" Seru Rachel, membuyarkan lamunan Sita.

Sita hanya tersenyum, menanggapi sapaan dari Rachel.

"Anda sedang liburan?" Tanya Rachel lagi.

"Iya, benar", Jawab Sita diiringi senyum tipis.

"Kalau begitu kita permisi dulu", kata Rachel pada Sita.

"Silahkan", kata Sita ramah.

"Sayang ayo buruan, biar kita nggak terlalu siang sampai sana", kata Rachel manja kepada Tara, sambil menyelipkan tangannya ke lengan tunangannya itu, kemudian melangkah pergi meninggalkan Sita yang masih sibuk dengan pikirannya.

Setelah membayar barang belanjaan di kasir, Sita segera melangkah keluar menuju mobil Dimas yang terparkir di halaman minimarket. Tanpa ia sadari, Tara yang juga ada di parkiran menunggu Rachel yang mengantar Kinar ke toilet, melihat pergerakannya.

"Dimas", lirih Tara tatkala melihat Sita masuk ke dalam mobil yang sangat ia kenal. Ia tersenyum sinis, saat melihat mobil sepupunya itu bergerak ke arah jalan pulang.

##########

Happy Reading, jangan lupa tinggalkan jejakmu di karyaku ya 😘😘😘

1
Soraya
dri pas Sita kecelakaan bertemu Dimas q dh curiga klo dimas yg menghamili Mila
Soraya
bahasanya kurang pas gak konsisten kadang aku kadang mbak
Soraya
mampir thor
Novi Diansyah
lama y thor update ny lg
smga sehat" trs dan bs lnjut lg thor
elisabeth sembiring
terus terang, ya aq suka baca. tapi nggak mau yang pertama baca, biar belakangan nggak apa2 karena paling males baca, lanjutannya ntah kapan.
nah semangat thor, semoga sukses.
memang ada sih yang bilang biar penasaran.
elisabeth sembiring
akhirnya aq lebih milih sita dan dimas, walaupun dimas pernah jahat. mudah2an berubah.
mending mantan penjahat ya kan
elisabeth sembiring
ikuti, tapi kalau ada lagu e e peran permintaan boleh diterima ya thor.
elisabeth sembiring
ngotot banget ya si mila, tunangan kakaknya diambil masih ada muka mendatangi kakaknya. sita terlalu baik, sih.
buat perjanjian pranikah antara mila dan rafi misalnya " apabila rafi ketahuan selingkuh maka gugur kepemilikkan saham"
elisabeth sembiring
aq kasih favorite, thor
elisabeth sembiring
"mila" ternyata sangat sangat liar, wah wah. anaknya diurus kakaknya, tunangan kakaknya direbut. ini namanya mengurus anak macan, setelah besar menerkam
Sendy
Thor nulis nya masih sering ke serimpet yah.. mila jadi sita mulu nama nya. mungkin dirimu lelah ya thor hehe
Sendy
jijik liat c mila. adik ga tau diri... kelakuan nya begitu tapi masih ga intropeksi diri
Uung Uliyah
keren
amalia gati subagio
berapa lama nangisnya 🙃 hingga tidur....pasti lama....😼🙏😜💪
amalia gati subagio
tara - dimas, senyum sinis 😼
amalia gati subagio
hampir semua tokoh sakut jiwa, narsistis. 😈
Mia Mobateng
makin seru aja
Mia Mobateng
aseeekk. ..tuh ortu Rachel matre
Mia Mobateng
makin seru thoor ❤️
Mia Mobateng
oo anak Dimas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!