NovelToon NovelToon
Aku Berharga Saat Ku Jatuh

Aku Berharga Saat Ku Jatuh

Status: tamat
Genre:Romansa pedesaan / Cinta Seiring Waktu / Menjadi Pengusaha / Tamat
Popularitas:61.8k
Nilai: 5
Nama Author: Arias Binerkah

Aurely Tania Baskoro, dulu percaya hidup akan selalu memihaknya. Cantik, mapan, dicintai, dikagumi. Ia tak pernah mengenal kata kekurangan.

Namun ketika kebangkrutan merenggut segalanya, Aurely harus meninggalkan kota, kampus, dan orang-orang yang katanya mencintainya.

Desa menjadi rumah barunya, tempat yang tak pernah ia inginkan.

Di sana, ia melihat ayahnya berkeringat tanpa mengeluh. Anak-anak kecil bekerja tanpa kehilangan tawa, orang-orang yang tetap rendah hati meski punya segalanya... Dan Rizky Perdana Sigit, pemuda desa yang tulus menolongnya..

Pelan pelan, Aurely belajar bahwa jatuh bukan akhir segalanya. Harga diri tidak selalu lahir dari kemewahan. Dan kadang pertemuan paling penting… terjadi saat kita berada di titik paling rendah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arias Binerkah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 8.

Sementara itu, di kios besar di ujung pasar yang berada di pinggir jalan raya, Aurely duduk dengan gelisah di bangku depan toko. Pandangan matanya terus tertuju ke arah jalan, menunggu mobil catering yang masih mengantar pesanan. Wajahnya terlihat sangat lelah; rambut dan pakaiannya pun sudah tampak kusut.

Toko roti dan rumah makan masih terlihat ramai. Namun, para karyawan telah berganti dengan karyawan sif malam. Sudah tidak ada lagi tawa dan canda Elin dan Elang. Mereka berdua sudah pulang ke rumah bersama mamanya sejak siang hari. Bu Lastri pun baru saja pulang, dijemput oleh anaknya.

“Ayah dan Bunda pasti menungguku,” gumam Aurely dalam hati.

Ia menoleh ke arah pangkalan ojek di depan pasar. Ada beberapa tukang ojek, baik konvensional maupun ojek online.

“Apa aku naik ojek saja? Mobil catering mungkin masih lama…” gumam Aurely, lalu bangkit berdiri.

Namun, saat Aurely baru melangkah satu langkah, jantungnya kembali berdebar-debar. Sebuah motor matik berhenti di area parkir depan toko.

“Mas Rizky…” gumam Aurely. Meski jantungnya berdebar, ada perasaan tenang yang tiba-tiba mengalir di hatinya.

Rizky yang telah menghentikan motornya membuka helm. Keningnya sedikit mengernyit.

“Mbak Aurely kok belum pulang?” sapanya sambil menatap Aurely, yang juga sedang menatapnya.

“Iya, Mas. Ini juga baru mau pulang. Nunggu mobil catering, tapi kok lama,” ucap Aurely sambil tersipu malu.

“Mau pesan ojek online, tapi nggak bawa ponsel. Kalau naik ojek biasa agak ragu. Apa Mas Rizky bisa pesankan ojek pakai ponsel Mas?” lanjutnya dengan hati-hati.

Rizky yang masih mengenakan ransel turun dari motor. Ia tidak mengambil ponselnya.

“Kalau mau, aku antar kamu. Aku juga mau pulang. Tapi mau ambil laporan kios dulu,” ucapnya sambil melangkah, menatap Aurely sekilas.

Aurely berpikir sejenak, lalu mengangguk.

“Okey, tunggu sebentar.” Ucap Rizky dan segera melangkah masuk ke dalam kios.

Beberapa menit kemudian, Rizky sudah kembali keluar dari dalam kios. Tanpa ucapan, Rizky dan Aurely segera melangkah ke motor..

Motor Rizky melaju perlahan meninggalkan area pasar. Lampu-lampu kios semakin menjauh, digantikan oleh gelapnya jalan desa yang hanya diterangi lampu motor dan beberapa lampu rumah warga yang jaraknya berjauhan.

Aurely duduk di belakang dengan posisi agak kaku. Tangannya memegang ujung jok motor, berusaha menjaga keseimbangan saat motor mulai memasuki jalan yang menanjak.

“Jalannya memang begini, Mbak. Naik turun dan banyak belokan, maka harus hati hati..” ujar Rizky memecah keheningan, “apalagi kalau baru pertama kali lewat jalan sini.”

“Iya, Mas… aku tahu,” jawab Aurely pelan. Jalan yang sudah ia lewati beberapa kali.. tetapi malam ini membuatnya terasa berbeda, lebih sunyi, lebih panjang.

Motor kembali melaju menurun, lalu berbelok tajam ke kiri. Aurely refleks sedikit memiringkan tubuhnya mengikuti arah motor. Angin malam menyusup dingin, membuatnya tanpa sadar tangannya memeluk dirinya sendiri.

“Kalau dingin, bilang ya,” kata Rizky tanpa menoleh, seolah bisa merasakan kegelisahan Aurely di belakangnya. “Aku kurangi kecepatannya.”

“Nggak apa-apa, Mas,” sahut Aurely. Suaranya hampir tenggelam oleh suara mesin dan angin.

Jalan semakin naik turun dan menyempit. Di kanan kiri hanya terlihat pepohonan yang menjulang. Sesekali terdengar suara jangkrik dan kodok dari kejauhan. Motor harus melambat saat melewati jalan berbatu dan tanjakan curam.

Di sebuah turunan tajam, motor sedikit berguncang. Tanpa berpikir panjang, Aurely spontan memegang jaket Rizky.

Rizky merasakan sentuhan itu. Ia sedikit menegakkan punggung, menahan senyum yang hampir terbit.

“Pegangan aja nggak apa-apa, Mbak. Jalannya agak licin.”

Wajah Aurely terasa hangat. Ia mengangguk kecil meski tahu Rizky tak bisa melihatnya, lalu membiarkan tangannya tetap di sana, sekadar agar tidak kehilangan keseimbangan—atau mungkin, sekadar mencari rasa aman.

Motor terus melaju, menaklukkan tanjakan demi tanjakan, belokan demi belokan. Dalam sunyi malam desa, hanya ada suara mesin, angin, dan dua hati yang sama-sama berusaha tenang.

Motor terus melaju sedikit menanjak.. Tak lama kemudian, di depan mereka ada sebuah jembatan kecil dari beton tua. Di bawahnya mengalir sungai sempit yang airnya hampir tak terdengar di tengah sunyi malam. Tertutup oleh suara gesekan pohon bambu yang tertiup angin..

Sesaat sebelum memasuki jembatan, Rizky tiba-tiba membunyikan klakson motornya.

“Tin… tin…”

Suara klakson menggema singkat, memantul di antara pepohonan di sekitar jembatan.

Aurely sedikit terkejut. Ia menoleh ke kanan dan kiri. Jalan tampak kosong, tak ada orang maupun kendaraan yang melintas.

“Mas… kenapa klakson?” tanyanya pelan, nada suaranya terdengar ragu. “Tidak ada orang lewat, tidak ada kendaraan lain.”

Rizky tetap menatap lurus ke depan sambil mengurangi kecepatan motor.

“Kebiasaan orang sini, Mbak.” jawabnya singkat.

“Kenapa memangnya?” Aurely kembali bertanya, rasa penasarannya mengalahkan rasa takut.

Rizky terdiam sejenak, lalu berkata dengan nada datar namun serius,

“Katanya jembatan ini angker. Jadi kalau lewat, permisi dulu.”

Aurely menelan ludah. Tangannya yang memegang jaket Rizky sedikit mengerat. Ia melirik ke bawah jembatan, tetapi gelap membuat apa pun tak terlihat jelas.

“Oh…” hanya itu yang bisa keluar dari mulutnya.

Setelah melewati jembatan, Rizky kembali menambah kecepatan motor. Jalan desa mulai sedikit lebih rata, meski masih berkelok dan naik turun. Lampu rumah warga tampak satu per satu, memberi sedikit cahaya di antara gelap malam.

Aurely masih terdiam. Tangannya tetap memegang jaket Rizky, kali ini bukan hanya karena takut jalan licin, melainkan karena ia merasa lebih tenang begitu.

“Takut ya?” tanya Rizky pelan, suaranya hampir tenggelam oleh angin.

Aurely sempat ragu, lalu menjawab jujur, “Sedikit… tapi sekarang sudah nggak terlalu.”

Rizky tersenyum kecil. “Kalau gitu pegangan aja. Nggak usah sungkan.”

Wajah Aurely terasa hangat. Ia mengangguk, meski lagi-lagi Rizky tak bisa melihatnya. Pegangannya sedikit menguat, namun tetap hati-hati, seolah takut melampaui batas yang tak terucap.

Motor kembali melewati tanjakan panjang. Rizky memiringkan badan mengikuti belokan, gerakannya tenang dan mantap. Aurely pun ikut menyesuaikan, tubuhnya sedikit lebih dekat dari sebelumnya. Untuk sesaat, jarak di antara mereka seakan menghilang.

“Mas Rizky sering pulang malam?” tanya Aurely, mencoba mengusir rasa gugup.

“Lumayan sering,” jawab Rizky. “Kalau kios lagi rame, ya harus siap sampai malam.”

“Capek ya…” ucap Aurely lirih.

“Capek,” Rizky mengiyakan, lalu menambahkan, “tapi ada senangnya juga.”

“Senangnya apa?”

Rizky terdiam sejenak, lalu menjawab pelan,

“Ketemu orang-orang baik... ” Ucap Rizky sedikit menoleh, “ dan orang orang galak..” Lanjut Rizky sambil tertawa kecil..

Aurely tersenyum kecil. Ia tahu, jawaban itu sederhana, dan menyindir dirinya.. tapi entah kenapa terasa hangat di hatinya.

Angin malam kembali berhembus. Kali ini Aurely tak merasa terlalu dingin. Ia justru merasa aman, seolah perjalanan itu bukan sekadar pulang, melainkan jeda kecil yang ingin ia perpanjang.

Tak lama kemudian, Rizky memperlambat laju motor. Rumah rumah warga sudah tampak di kanan kiri jalan..

1
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
slmt mbk yu sudah smpe tamat

pokok nya ttp smgt tab
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
wadihnselalu saja gagal
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
wow ini namanya beneran laki2 sejati bukan mengadalkan hartaborg tua
Siti Naimah
keren banget ceritanya Aurel sama Rizky...ditunggu karya selanjutnya kakak author 👍🙏😍
Arias Binerkah: Terimakasih Kak 🙏🙏🙏♥️♥️♥️
total 1 replies
Neng Saripah
ini ada season 2 nya ga thor kisah rizky sama istrinya ?
Arias Binerkah: Kak, ada novel baru Judul Benih Satu Milyar, yukkk baca yukkk 🙏🙏🙏🙏🙏♥️♥️♥️♥️🥰🥰🥰🥰
total 3 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
akhirnya happy ending 😘
balik horor ceu othor 👻👻👻🥳🥳
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ: hooh ya
total 9 replies
Nancy Nurwezia
uda ending ternyata... perasaan baru aja.. pasti kangen sama 3 bocah imut itu..
Arias Binerkah: Terimakasih Kak 🙏🙏🙏♥️♥️♥️
total 1 replies
Ariany Sudjana
bagus ceritanya, ga bertele-tele
Arias Binerkah: Terima kasih Kak 🙏🙏🙏♥️♥️♥️
total 1 replies
Lisa
Wah udh ending nih..g terasa y..terimakasih y Kak Author utk ceritanya yg bagus banget 😊👍 Tetap semangat y Kak utk karya² selanjutnya..
Lisa: oke Kak..aq baca ya
total 3 replies
Neng Saripah
waduh...jangan2 tim keamanan pada heboh 🤭
Siti Naimah
yaah...seharusnya hp dimatikan sementara...biar mendapat ketenangan🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
paling juga bocil tu lagi pada nyariin 🤣🤣
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ: tp wis merdeka buu
total 11 replies
Lisa
Wah Rizky udh menyiapkan rmh nih..bahagia selalu y utk kalian..
Siti Naimah
betul 2 surprise Rizky mempersiapkan rumah sendiri... tanpa memberi tau Aurel sebelumnya.bener2 co cwet deh Rizky 🤭😍
Arias Binerkah: Kak, ada novel baru Judul Benih Satu Milyar , yukkk baca yukkk 🙏🙏🙏🥰🥰🥰🥰♥️♥️♥️♥️
total 19 replies
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
ehhh riski dah beli rumah kan ya

ahahhaha siap2 ja lah uarel.. hayooo
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ: ayo knp dlu mbk yun🤔🤔🤔
total 3 replies
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
hahahah kenpa berhnti hayookk

ada pa gerangan buuu 🤣🤣🤣
Siti Naimah
Rizky ternyata sudah menyiapkan rumah sendiri... Kereen banget deh👍😍
Lisa
Setelah 3 bocil pulg..Rizky & Aurely lebih tenang 😊
Ai Emy Ningrum
keren mbul...hidup emang jgn bnyak drama,banyakin derma,dan semakin menyalaaaaa 🙋🏻‍♀️🔥🔥🔥🔥🔥
maem..maem...👶🏻👶🏻👶🏻
Arias Binerkah: Dek embul; He eh.. bis bis.. nyang.. bo bok 👶👶👶😴
total 8 replies
Siti Naimah
nasihat buat Nurul..makanya jangan hanya iri dengki dan kepengen mencelakai orang lain saja.. upgrade diri supaya berakhlak mulia .. meningkatkan ketrampilan..rajin ibadah biar memperoleh kehidupan yg lebih baik .. seperti Aurel gitu😄👍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!