NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Pengganti Anak Sahabat

Menjadi Ibu Pengganti Anak Sahabat

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: peony_ha

Sandra, Satya dan Raisya telah menjalin persahabatan sejak mereka memasuki dunia perkuliahan. Perhatian Satya pada Sandra terlalu berlebihan membuat Sandra menjadi terbawa perasaan.
Namun pada akhirnya Sandra harus mengubur perasaanya pada Satya kala Raisya memberitahunya bahwa dia akan segera menikah dengan Satya.
sakit dan perih yang Sandra rasakan.
Namun takdir berkata lain, Sandra terpaksa harus menjadi ibu sambung dari anak hasil pernikahan sahabatnya itu, Raisya dan Satya.
akan kah Sandra sanggup melalui hari harinya bersama Satya yang telah berubah dan masih di hantui oleh bayang-bayang istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon peony_ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Honeymoon

Sejenak aku dan Kak Satya saling pandang.

Tidak ada yang berbicara.

Hanya suara detak jam di dinding dan aroma ayam bakar yang mulai memenuhi dapur.

Aku menelan ludah pelan.

“Honeymoon?” suaraku nyaris seperti bisikan, membaca ulang tulisan di kertas itu, seakan takut salah memahami.

Kak Satya menghela napas pelan. Tangannya terulur, mengambil kembali kertas itu dariku, lalu membacanya sekilas sebelum akhirnya melipatnya kembali.

“Ibu emang…” gumamnya pelan, menggantung.

Aku menggenggam dua tiket di tanganku. Jantungku berdegup sedikit lebih cepat. Ini bukan sekadar liburan biasa… ini honeymoon. Sesuatu yang bahkan belum pernah benar-benar kami bicarakan sejak menikah.

“Kapan berangkatnya kak” tanyaku hati-hati, sambil memindahkan potongan ayam panggang ke atas piring.

Kak Satya melirik tiket itu lagi.

“Besok pagi.” jawabnya santai, ia menuangkan segelas air putih kemudian meneguknya.

“Besok?!” aku refleks menoleh cepat ke arahnya. “Tiba-tiba banget ibu...".

“Iya.” jawabnya singkat, pria itu kini duduk di meja makan, aku berinisiatif mengambilkan piring dan mengisinya dengan nasi, sepertinya kak Satya sudah lapar.

Dalam keadaan tegang begini kak Satya dengan santainya melahap nasi plus ayam bakar mentega buatanku, selera makanku sudah hilang entah kemana. Tiba tiba saja perutku yang tadinya terasa lapar kini tiba-tiba berubah menjadi kenyang. Aku ikut duduk di depan kak Satya, mulai menyantap ayam bakar yang ada dipiringku.

Hening lagi.

Aku menatap tiket itu cukup lama. Perasaanku campur aduk. Gugup, canggung tapi entah kenapa ada sedikit rasa hangat yang tidak bisa kujelaskan.

Liburan berdua.

Tanpa keluarga, tanpa ayah dan ibu.

Tanpa distraksi.

Hanya aku dan kak Satya, yang belum pernah aku bayangkan sebelumnya.

“Ndra, mau berangkat?” tanyanya tiba-tiba.

Aku sedikit terkejut. Ini pertama kalinya dia menanyakan sesuatu seperti ini—meminta pendapatku.

Aku mengangkat pandangan, menatap wajahnya.

“Mmm, aku gimana kak Satya si. Tapi ini hadiah dari ibu ya sebaiknya kita terima kak" ucap ku pelan, aku berbicara sambil menunduk membereskan piringku Dan piring kak Satya.

Tatapannya tertahan beberapa detik di wajahku, seolah menilai jawabanku. Lalu ia mengangguk kecil.

“Yaudah. Kita berangkat". Ia berdiri kemudian mencuci tangannya di wastafel.

Aku melanjutkan dengan mencuci piring, dengan perlahan aku memutar piring dihadapanku, pikiranku berputar. Bagaimana nanti disana, liburan berdua dengan penuh kecanggungan.

'prankk'

piring yang ku pegang meluncur begitu saja, pecahannya mengenai kakiku. Perih sekali rasanya.

"Kenapa?". kak satya berjalan cepat ke arahku.

Aku tidak menjawab, dengan susah payah aku masih menahan perih di kaki kiriku.

"Kenapa bisa jatuh sih Ndra piringnya". ucapnya sambil jongkok di hadapanku.

Ya ampun dia lebih sayang dengan piringnya kah dari pada aku. Kak kaki ku luka, boleh sedikit iba padaku.

Kaki ku mulai mengeluarkan darah yang cukup banyak di lantai.

Tanpa kata kak Satya membersihkan pecahan piring itu.

"Lukanya cukup parah ndra, mau ke dokter?" tangannya menyentuh kaki ku.

Aku menggeleng takut kalau nanti kakiku di jahit.

"yaudah tunggu dulu" Kak Satya menyuruh ku duduk di kursi makan.

Beberapa menit ia telah kembali dengan kotak p3k di tangannya. Tangannya dengan perlahan membersihkan luka di kaki ku.

"Perih kak". Sebenarnya aku ingin menjerit, namun ku tahan sekuat tenaga.

"Tahan ndra, lukanya dalem".

Kenapa hatiku menghangat ya setiap kali kak Satya memberi perhatian kecil seperti ini. Apa aku harus kesakitan terus ya biar diperhatikan kak Satya.

Astaghfirullah.

***

Malam itu terasa lebih sibuk dari biasanya.

Setelah membersihkan luka ku kak Satya membantu membereskan dapur, sementar aku hanya duduk memperhatikan bahunya lebarnya yang bergerak sibuk. Kaki ku masih terasa perih.

Pikiranku sudah kemana-mana—baju apa yang harus dibawa, perlengkapan apa yang tidak boleh ketinggalan, sampai hal-hal kecil yang biasanya tidak terlalu kupikirkan.

Aku melirik kak Satya yang berlalu berjalan menuju sofa.

Dia meninggalkanku begitu saja?.

Kak Satya duduk di sofa, laptop terbuka di pangkuannya. Tapi kali ini, ia tidak benar-benar fokus. Beberapa kali kulihat ia hanya menatap layar tanpa mengetik apa-apa.

Seperti… sedang berpikir.

“Kak..." aku memanggil pelan dari arah dapur. Berjalan tertatih karena Kaka ini terasa sakit.

“Hm?” sahutnya tanpa menoleh.

“Kita kemana sih?". Aku berjalan mendekat dan duduk disampingnya.

Baru kali ini ia menoleh.

“Bandung.”

Deg.

Bandung.

Entah kenapa nama kota itu saja sudah cukup membuatku sedikit gugup. Kota dingin, suasana tenang… dan banyak tempat romantis. Ibu emang bener-bener, sepertinya ibu sudah merencakanan ini jauh jauh hari.

“Oh…” hanya itu yang bisa ku ucapkan.

“Kamu siapin aja yang perlu dibawa. Berangkat jam tujuh,” lanjutnya.

“Iya…”

Koper berwarna baby pink milikku sudah terbuka lebar di atas kasur.

Aku duduk di depannya, melipat satu per satu pakaian dengan rapi. Sesekali aku berhenti, menatap kosong isi koper itu.

Ini terasa… aneh.

Aku dan Kak Satya.

Pergi berdua.

Tanpa siapapun.

Aku menghembuskan napas pelan, lalu kembali melanjutkan melipat baju.

Pintu kamar terbuka.

Aku menoleh.

Kak Satya masuk dengan koper hitam miliknya. Ia tidak banyak bicara, langsung menuju lemari dan mulai mengambil beberapa pakaian.

Kami berada di ruangan yang sama.

Melakukan hal yang sama.

Tapi tetap dalam diam.

Hanya suara gesekan kain dan ritsleting koper yang terdengar.

Sampai akhirnya—

“Jangan lupa bawa jaket Ndra” ucapnya tiba-tiba.

Aku menoleh.

Aku mengangguk pelan. “Iya.”

Beberapa detik hening.

Lalu, tanpa sadar, aku tersenyum kecil. Lagi lagi perhatian kecil itu membuat hatiku hangat.

***

Pagi hari.

Udara masih terasa sejuk ketika aku sudah siap di ruang tamu. Koperku berdiri di samping kaki, sementara tanganku menggenggam tas kecil berisi barang penting.

Aku mengenakan dress sederhana berwarna blue sky dengan panjang selutut dipadukan dengan cardigan tipis berwarna broken white.

Pintu kamar terbuka.

Kak Satya keluar dengan penampilan rapi—kaos polos berwarna nevy, jaket, dan celana panjang selutut. Sederhana, tapi tetap terlihat menarik.

Aku buru-buru mengalihkan pandangan.

“Udah ?” tanyanya.

“Iya, semuanya sudah beres kak"

Ia mengangguk, lalu tanpa banyak bicara langsung meraih koperku.

“Eh, kak, aku bisa”

“Udah, kakinya masih sakit kan?” potongnya singkat.

Aku terdiam.

Lagi-lagi… sederhana.

Tapi cukup membuat hatiku hangat.

Perjalanan dimulai.

Mobil melaju meninggalkan apartemen, membawa kami menuju sesuatu yang bahkan belum bisa ku jelaskan dengan pasti.

Aku melirik ke arah Kak Satya yang fokus menyetir. Kacamata hitamnya bertengger di hidungnya yang mancung. side propile wajahnya selalu sempurna. Pria itu memang menawan.

Aku menatap keluar jendela. Seolah mengalihkan rasa gugup Dan canggung dalam diriku.

Jantungku berdebar, apa yang nanti aku dan kak Satya akan lakukan. Akan kah honeymoon itu terwujud.

1
roses
sipp di tunggu ya kak
Aimee Aiko
lanjut seru
Buku Matcha
Bagus
roses
kok jadi ikut deg degan ya ndra
roses
sabar ya sandra
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!