Alvero Reynaldi Pewaris Kerajaan bisnis sang daddy sekaligus mewarisi kepemimpinan mafia Black Wolf
Nadila Nurtan Zillia di jual oleh paman nya untuk menanam modal untuk perusahaan Nurtan Group
bagaimana jika mereka tidak sengaja menghabiskan malam bersama yang menumbuhkan benih di rahim nadila
dan bagaimana kisah mereka setelah malam itu!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arn20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AGSM 15
"sayang bagaimana?", tanya aurora
"aku sudah menghubungi reyhan untuk menyiapkan jet", jawab arsen
jam 5 pagi pesawat pribadi arsen sudah lepas landas dari bandara internasional negara A
dalam pesawat
"tuan nyonya memang ada apa di negara I?", tanya reyhan penasaran
"aku akan menemui cucuku", ucap aurora yang membuat reyhan terbatuk
"cucu yang mana nyonya?", tanya reyhan kembali
"cucuku anak nya vero!", jawab aurora
reyhan melongo mendengar jawaban aurora karena yang reyhan ketahui bahwa vero menikah saja belum bagaimana bisa punya anak
aurora menghela nafas pelan lalu mulai menceritakan dari awal kenapa dulu vero pernah masuk rumah sakit karena mual dan muntah muntah dan melakukan video call dengan arka yang bersama dengan vino
arsen dan reyhan pun mengerti
"kurang ajar anak itu! karena dia cucu ku terlantar", seru arsen dengan marah
"aku akan memberi nya hukuman setelah kita menemui cucu kita!", ucap aurora
sedangkan reyhan hanya menyimak saja,
sore hari di mansion Morigan, nenek alicia dan dila sudah datang ke mansion Morigan
mereka datang bersama dengan pulang nya tasya dari kantor
"mommy dari mana?", tanya tasya
"mommy sudah dari rumah dila sayang", ucap alicia bersamaan dengan turun nya dila dari mobil
"selamat sore nona", ucap dila sopan
"seperti kita seumuran panggil nama nya saja!", ucap tasya
"itu tidak mungkin nona! nona adalah atasan saya di kantor", ucap dila
"tapi sekarang kita tidak di dalam kantor! ayolah jangan terlalu formal dengan ku", ucap tasya sedikit memaksa
"baik lah tas!", jawab dila
"ayo dila kita masuk", ucap bibi alicia
"baik bibi", jawab dila
mereka memasuki pintu mansion bersama dan terdengar suara teriakan dari dalam
"mommy" seru vino
"sayang jangan teriak teriak nanti kakek marah!", tegur dila
"sudah tidak apa apa dila", seru kakek arka yang menyusul vino
"heheh maafkan vino kek", ucap vino
"tidak apa apa boy", jawab kaker arka
tasya pun mendekati vino
"boy sekarang panggil aku aunty", ucap tasya
vino melihat ke arah mommy nya dan dila menganggukkan kepala nya
"baik aunty", jawab vino dengan wajah imut
"duh gemas sekali kamu sayang", ucap tasya sebari mencubit pipi vino
"pah ada yang ingin mamah bicarakan! Kalian mengobrol lah dulu!" ucap alicia
"ayo dila kita ke kamar ku", ajak tasya
"ayo sayang kita lihat kamar aunty tasya", ucap dila
dan sekarang tinggal arka dan alicia
"ada apa mah?", tanya arka
"pah seperti nya vino memang putra kandung vero! mamah sudah mendengar cerita dari dila", ucap alicia
"seperti nya begitu mah, papah juga tadi menghubungi arsen dan aurora", ucap arsen
"apa kata mereka?", tanya alicia
"setelah melihat vino, mereka akan langsung terbang kemari", jawab arsen
tanpa terasa waktu sudah malam dila dan vino makan malam bersama di mansion Morigan
"paman bibi ini sudah malam dila dan vino pamit pulang dulu" seru dila
"dila malam ini lebih baik kamu menginap" ucap bibi alicia
"tapi bibi besok dila harus bekerja", jawab dila
"besok kamu kembali cuti saja dil", ucap tasya
"tapi aku tidak enak dengan karyawan lain", jawab dila
"tidak apa dila! biar paman nanti yang bicara", seru paman arka
"tas ajak vino bermain di kamar mu", ucap alicia
"baik mah, ayo boy kita ke kamar aunty lagi", ajak tasya pada vino..