"Kamu Kriminal" Ucap gadis itu ketus dengan tangan diikat.
" Saya bukan kriminal." Ucap Pria itu tegas.
Mereka saling bertatapan dalam situasi hening dan penuh ketegangan. Alih - alih merasa takut, Gadis itu terus menatapnya tajam.
"Kau monster." Celetuknya.
Senyum menyeringai. " Aku bukan monster,... Aku Vampir." Ucap pria itu pelan berbisik ditelinga gadis yang ia sekap.
Bukannya jeritan rasa takut yang didengar, Pria itu merasa heran gadis dihadapannya malah tertawa puas.
Kesal tak kunjung percaya, Pria itu menunjukan taring dan mata merahnya.
Sontak gadis itu terdiam mematung.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laliza_xiexie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebuah Penyesalan
“ Maaf Rui.” Ucap Edward langsung duduk.
Rui tampak kesal Edward hanya memanfaatkan dirinya, bukan karena Rui ingin dicium Edward tapi Rui merasa harga dirinya dipermainkan oleh Edward.
“ Aku kecewa sama Kamu, Aku sahabat Kamu tega banget Kamu mempermainkan harga diri sahabat Kamu sendiri dihadapan orang lain.” Ucap Rui tegas dengan penuh kekecewaan dan pergi meninggalkan Edward.
Edward tampak frustrasi, ini pertama kalinya Ia jatuh cinta dan patah hati. Pikirannya berantakan dan matanya seolah buta.
Edward menenggelamkan wajahnya ditelapak tangannya lalu menggaruk – garuk kepala frustrasi.
Sedangkan Kiara berlari pergi dari kantor sembari terus menghapus air matanya. Eyden yang melihatnya langsung berlari menyusulnya.
Di luar tangan Kiara ditarik Eyden, Kiara berbalik ke arah Eyden lalu memeluknya dan menangis.
“ Tenanglah.” Ucap Eyden mengelus kepala Kiara.
Tanpa mereka sadari Edward berdiri tepat disamping mereka. Dengan penuh kecewa Edward masuk ke dalam kantor dan naik ke atap gedung lalu berteriak.
“ Aku kira Edward Dia tidak seburuk apa yang Aku pikirkan ternyata Dia jauh lebih buruk dari apa yang Aku pikir sebelumnya.” Ucap Kiara menangis.
Eyden yang mendengar semuanya tidak bisa mengatakan apa pun, hatinya ikut hancur melihat Kiara menangis.
Edward yang berada diatap gedung melihat Kiara masuk mobil Eyden lalu pergi. Emosinya tambah memuncak Ia berteriak sembari menendang – nendang sesuatu yang ada dihadapannya.
Edward duduk bersandar di tembok sembari menatap langit, Ia terus terbayang momen – momen bersama Kiara dan teringat sikapnya pada Kiara akhir – akhir ini. Edward sadar Ia melakukan kesalahan, Kiara tidak tau mengapa Edward berubah Dia tidak bersalah. Andai Dia tau kalo Edward mencintainya mungkin Kiara akan menjaga jarak dengan Eyden.
Edward tersadar dan langsung loncat dari atap gedung lalu naik mobil pulang.
Di ruangan penginapan Kiara sangat berterima kasih pada Eyden yang sudah repot – repot mengantarnya, namun Kiara kali ini sedang ingin sendiri dan dengan berat hati meminta Eyden pulang.
Eyden peka pada perasaan Kiara saat ini dan memutuskan langsung pergi.
Di dalam ruangan Kiara duduk termenung, Ia tidak tau apa yang harus Ia lakukan. Jika harus bertemu dan melihat wajah Edward lagi rasanya Kiara tak sanggup. Akhirnya Ia memutuskan membereskan semua barang dan pergi.
Setengah jam setelah Kiara pergi, Edward datang dan masuk ke ruangan penginapan. Edward berlari kesana kemari mencari Kiara namun tidak ketemu, Edward sangat menyesal dan duduk di sofa. Tidak sengaja Ia melihat Sehelai surat di atas meja dihadapannya, sesegera mungkin Ia mengambilnya dan membacanya.
Untuk Edward
Edward Aku tidak pernah menyangka bisa tinggal bersamamu selama ini, Kamu Yang Aku kira tidak dewasa dan menyebalkan ternyata Kamu jauh lebih baik dari apa yang Aku pikirkan. Terima kasih sudah mau repot – repot mengurusku dan melindungiku, maaf Aku tidak bisa membalas semua itu.
Sikapmu selama ini telah meluluhkanku dan menciptakan rasa semangat dihatiku untuk terus maju. Tapi melihat sikapmu hari ini Aku sangat kecewa, Aku tidak tau Kamu kenapa. Aku pergi, Aku ingin menenangkan diriku dan Aku mengundurkan diri dari kantor.
Terima kasih untuk semuanya dan maaf Aku belum bisa menjadi partner kerja yang baik untukmu.
Dari Kiara.
Edward yang membaca surat tampak sangat menyesal dan ini kali pertamanya Ia menangis.
Perasaan Edward sangat hancur Ia tidak tau apa yang harus Ia lakukan, Edward merasa kesalahannya tidak mungkin Kiara maafkan dengan mudah.