NovelToon NovelToon
Jalan Kaisar Semesta

Jalan Kaisar Semesta

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Anonim

Shen Yuan berdiri paling DEPAN di antara puluhan ribu kultivator dengan senjatanya dia siap membelah langit jika jalanya hanya ada satu😗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anonim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Musim Semi yang Membeku dan Harimau Kertas

​Salju tidak pernah benar-benar mati di Puncak Pedang Patah; ia hanya tertidur di bawah lapisan embun beku.

​Dua bulan telah berlalu sejak malam berdarah di Air Terjun Utara. Angin musim dingin perlahan melepaskan cengkeramannya, mengizinkan tunas-tunas pinus hijau malu-malu mengintip dari balik ranting yang membeku. Namun, bagi para murid pelayan, pergantian musim tidak merombak nasib mereka. Sapu tetaplah sapu, dan debu tetaplah debu.

​Di pelataran luar, suara srak... srak... dari sapu lidi Shen Yuan masih terdengar dengan ritme yang sama membosankannya.

​Postur tubuhnya ketika menyapu masih sedikit membungkuk, wajahnya masih datar tanpa emosi, dan auranya masih tertahan rapi di Lapisan Ketiga Kondensasi Qi. Tidak ada yang berubah di mata dunia. Mandor Zhao masih menganggapnya pelayan penurut, dan Li Mu masih sering membagikan sisa ubi panggangnya.

​Namun, jika seseorang dengan kultivasi tinggi membedah tubuh pemuda itu sekarang, mereka akan menemukan sebuah monster yang meringkuk di bawah kulit manusia.

​Selama enam puluh malam terakhir, Hutan Pinus Hitam telah menjadi taman bermain pribadinya. Ratusan Binatang Buas tingkat rendah hingga menengah telah diubah menjadi abu oleh Kitab Penelan Surga.

​Energi murni dari binatang-binatang itu tidak hanya memperkuat Lapisan Kelimanya hingga ke tahap puncak, tetapi juga menyembuhkan setiap otot yang robek setiap kali ia melatih Tinju Runtuh Gunung. Kini, lengannya tidak lagi memuntahkan darah saat ia memadatkan energi. Tulangnya telah berubah warna menjadi sedikit kelabu—tanda bahwa sumsumnya telah mencapai tingkat kekerasan yang menyamai besi tempa.

​Teng... Teng... Teng...

​Suara lonceng perunggu raksasa dari arah Puncak Utama bergema, memecah rutinitas pagi itu. Tiga kali dentangan panjang. Itu bukanlah tanda bahaya, melainkan pengumuman sekte bahwa seorang murid jenius telah menyelesaikan pengasingan spiritualnya dengan hasil gemilang.

​"Minggir! Bersihkan jalan utama! Singkirkan gerobak kayu itu!"

​Suara lengkingan Diakon Ma terdengar dari ujung pelataran. Pria gemuk itu berlari terengah-engah, perutnya berguncang ke atas dan ke bawah. Di belakangnya, puluhan murid luar sibuk merapikan barisan, menyapu sisa-sisa daun kering dengan tergesa-gesa seolah menyambut kedatangan kaisar.

​Li Mu, yang sedang membawa dua ember air, bergegas menepi dan merapat ke dinding di sebelah Shen Yuan. Napas pemuda berwajah kuda itu memburu.

​"Gila, Yuan," bisik Li Mu, matanya menatap takjub ke arah gerbang batu pelataran. "Tiga dentangan lonceng. Lin Feng baru saja keluar dari Gua Es Spiritual. Kudengar dari anak-anak dapur, Tuan Muda Lin tidak hanya menstabilkan Lapisan Kelimanya, tapi dia langsung menembus Lapisan Keenam!"

​Shen Yuan menghentikan ayunan sapunya. Ia bersandar pada gagang kayunya dengan santai, menundukkan pandangannya. "Lapisan Keenam dalam dua bulan? Pil spiritual keluarga Lin pasti selezat kacang goreng."

​Li Mu menyikut rusuk Shen Yuan dengan panik. "Jaga mulutmu, Kayu Mati! Kalau ada telinga yang mendengar, kepalamu bisa berpisah dari lehermu. Lihat, mereka datang."

​Dari balik kabut tipis di gerbang batu, sekelompok pemuda melangkah masuk. Aura mereka begitu menekan hingga beberapa murid pelayan yang berada di dekat gerbang secara refleks berlutut di atas tanah berbatu.

​Di barisan paling depan, berdirilah seorang pemuda berusia sembilan belas tahun. Ia mengenakan jubah sutra berwarna biru es yang bersulamkan pola awan perak. Wajahnya setampan pahatan giok, dengan sepasang mata sipit yang memancarkan arogansi alami. Ia tidak melangkah di atas tanah; ujung sepatunya selalu mengambang setengah inci di atas debu, didorong oleh Qi murni dari Lapisan Keenam yang meluap-luap dari tubuhnya.

​Itulah Lin Feng. Bintang terang dari keluarga cabang Lin, kebanggaan Pelataran Luar.

​Tepat satu langkah di belakang kanannya, berjalanlah Lin Hai. Sepupu yang arogan itu kini terlihat lebih seperti anjing peliharaan yang patuh. Luka di selangkangannya tampaknya sudah sembuh, namun ada sesuatu yang patah di dalam matanya.

​Saat rombongan itu berjalan melintasi pelataran pelayan yang kotor, Lin Feng bahkan tidak sudi melirik ke kiri dan ke kanan. Baginya, manusia-manusia berbaju rami abu-abu ini hanyalah gulma di taman kekuasaannya.

​Hingga tiba-tiba, langkah Lin Hai sedikit tersendat.

​Lin Hai tidak sengaja menoleh ke arah dinding, dan matanya berserobok dengan sesosok pemuda bertopi bambu yang sedang memegang sapu. Shen Yuan menundukkan kepalanya seperti pelayan lainnya, namun posturnya tetap berdiri tegak, tidak sudi menekuk lututnya ke tanah.

​Tanpa bisa dikendalikan, tubuh Lin Hai bergetar sesaat. Wajahnya memucat, dan ia tanpa sadar mundur setengah langkah hingga menabrak bahu murid lain di belakangnya. Ingatan tentang tiga pembunuh bayaran yang menguap tanpa jejak dua bulan lalu kembali mencekik lehernya. Monster itu... monster penyapu jalan itu masih hidup dan menatapnya.

​Pergerakan canggung Lin Hai membuat Lin Feng menghentikan langkahnya. Sang jenius itu menoleh ke belakang, alisnya yang sempurna sedikit bertaut.

​"Ada apa denganmu, Hai?" suara Lin Feng terdengar merdu namun mengandung otoritas yang dingin. "Sejak aku keluar dari gua, wajahmu seperti orang yang dikejar hantu. Jangan permalukan nama keluarga kita dengan postur pengecut seperti itu."

​"M-Maaf, Sepupu... Bukan apa-apa. Hanya... anginnya sedikit dingin," gagap Lin Hai, mengalihkan pandangannya dengan cepat dari arah Shen Yuan.

​Lin Feng bukanlah orang bodoh. Matanya yang tajam mengikuti arah pandangan sepupunya sebelum ditarik kembali. Tatapannya jatuh tepat ke arah Shen Yuan.

​Keheningan seketika menyelimuti pelataran. Ratusan mata kini tertuju pada Shen Yuan. Diakon Ma yang berdiri tak jauh dari sana mulai memucat, takut pelayan itu melakukan kesalahan yang membuat Tuan Muda Lin marah.

​Lin Feng perlahan membalikkan badannya, menghadapi Shen Yuan dari jarak sepuluh tombak.

​"Pelayan," panggil Lin Feng. Suaranya tidak keras, namun dilapisi oleh penekanan Qi yang diarahkan lurus seperti tombak ke dada Shen Yuan.

​Udara di sekitar Shen Yuan tiba-tiba terasa seberat batu gilingan. Bagi kultivator Lapisan Ketiga, tekanan dari Lapisan Keenam ini cukup untuk membuat lutut mereka remuk dan memuntahkan darah. Li Mu yang berdiri di sebelah Shen Yuan bahkan sudah jatuh tersungkur, gemetar tak karuan menahan tekanan yang bocor di sekitarnya.

​Namun, di dalam Dantian Shen Yuan, Benih Hitamnya hanya berputar pelan, seolah sedang menguap kebosanan melihat energi yang begitu lemah mencoba menekannya.

​Tentu saja, Shen Yuan tidak akan menunjukkan kekebalannya. Ia membiarkan napasnya menjadi sedikit terengah-engah, tubuhnya bergoyang ke belakang, dan punggungnya semakin membungkuk, seolah sedang memikul beban berton-ton. Ia mengatur detak jantungnya agar terdengar panik.

​"Menjawab... Menjawab Tuan Muda Lin," ucap Shen Yuan dengan suara serak yang dibuat-buat, namun kepalanya tetap tegak menatap ke bawah bahu Lin Feng—batas maksimal kesopanan seorang pelayan yang tidak diizinkan menatap mata tuannya.

​Lin Feng mendengus pelan, sedikit terkejut pelayan ini tidak langsung pingsan oleh auranya. "Tulang yang lumayan keras untuk seekor anjing pelataran. Lin Hai, inikah pelayan rendahan yang secara tidak sengaja mengayunkan sapunya ke arahmu dua bulan lalu?"

​Tubuh Lin Hai menegang. Rahasianya dibongkar di depan umum. Ia mengangguk kaku. "B-Benar, Sepupu. Tapi itu hanya masa lalu. Tidak perlu—"

​"Tutup mulutmu," potong Lin Feng dingin, masih menatap Shen Yuan. "Seorang Lin tidak pernah melupakan penghinaan, sekecil apa pun itu. Namun, seorang Lin juga tidak merendahkan tangannya untuk membunuh lalat yang terbang di atas kotoran."

​Lin Feng mengangkat tangan kanannya yang bersih, lalu menjentikkan jarinya ke udara.

​Wush!

​Sebuah hembusan angin yang sangat tajam, terbentuk murni dari kondensasi Qi, melesat bagaikan pedang tak kasat mata ke arah kaki Shen Yuan.

​Shen Yuan menyadarinya jauh sebelum angin itu terbentuk. Di mata Lapisan Kelimanya, serangan itu penuh celah dan terlalu lambat. Ia bisa dengan mudah menghindarinya menggunakan Langkah Penghancur Bayangan, atau menghancurkannya dengan satu kepalan Tinju Runtuh Gunung.

​Namun, ia memilih diam. Ia membiarkan energi itu menghantam lutut kirinya.

​Brak!

​Gagang sapu di tangan Shen Yuan patah menjadi dua. Tubuhnya terpelanting ke belakang, menghantam dinding batu di belakangnya dengan suara debuman keras. Ia merosot jatuh ke atas tanah berbatu, terbatuk hebat. Ia sengaja menggigit sedikit lidahnya agar ada darah segar yang mengalir dari sudut bibirnya.

​Pelataran itu hening. Tidak ada yang berani bernapas.

​Lin Feng menurunkan tangannya, merapikan lengan jubahnya dengan elegan. Tidak ada rasa bersalah, hanya kepuasan seorang bangsawan yang baru saja menendang kerikil dari jalannya.

​"Pelayan, hutangmu pada keluargaku sudah lunas dengan satu jentikan itu," ucap Lin Feng dengan nada merendahkan. "Ingatlah tempatmu. Jangan pernah mengangkat kepalamu saat naga sedang lewat."

​Lin Feng berbalik, melanjutkan langkahnya menuju Paviliun Anggrek tanpa menoleh lagi. Lin Hai dan puluhan pengikutnya bergegas mengekor di belakang, meninggalkan pelataran pelayan yang kembali diselimuti ketakutan.

​Li Mu segera merangkak mendekati Shen Yuan, matanya berkaca-kaca panik. "Yuan! Kau tidak apa-apa?! Sialan, dia mematahkan tulangmu?!"

​Shen Yuan perlahan bangkit. Ia mengusap darah di sudut bibirnya dengan punggung tangannya yang penuh kapalan. Wajahnya masih datar.

​"Aku tidak apa-apa, Mu. Hanya memar," jawab Shen Yuan tenang.

​Ia mengambil dua patahan sapu lidinya dari tanah. Di balik wajahnya yang seolah menerima nasib, lautan pikirannya sedang melakukan kalkulasi dingin.

​Tekanannya tadi... terlalu ringan, batin Shen Yuan mengevaluasi. Lapisan Keenam miliknya memang memiliki jumlah Qi yang besar, tapi kualitasnya setipis kertas. Benar dugaanku. Dia adalah produk rumah kaca, dibesarkan oleh pil spiritual tingkat tinggi tanpa pernah memurnikan sumsumnya dalam pertarungan hidup dan mati.

​Shen Yuan menatap punggung Lin Feng yang semakin mengecil di kejauhan. Sebuah kesimpulan akhir telah terbentuk di kepalanya. Lin Feng adalah harimau kertas. Terlihat menakutkan, namun akan terbakar habis jika terkena percikan api yang sesungguhnya.

​"Ujian Evaluasi Sekte Luar tinggal tiga bulan lagi," gumam Shen Yuan, suaranya sangat pelan hingga tidak terdengar oleh embusan angin.

​Satu jentikan angin tadi telah memberinya gambaran sempurna tentang kekuatan musuh utamanya. Kini, ia hanya perlu terus mengasah pisau berkaratnya di dalam gelap, menunggu hari di mana harimau kertas itu berdiri di atas ring turnamen. Pada hari itu, dunia akan tahu, siapa sebenarnya semut, dan siapa naga yang sesungguhnya.

1
@arv_65
Salam Untuk pembaca, mohon maaf karena beberapa hal author iseng, mengunakan istilah modrn di bab 1-100 dan nantinya kedepanya istilah itu author kurangi karena di bab keatasnya adalah mendalami sebuah Dao, jadi mohon maaf jika pembaca agak tidak enak membacanya dan mohon maaf juga jika nantinya bab untuk MC di sekte ada 80+ bab namun author sudah melakukan uplod lebih dari dua bab setiap harinya agar pembaca tidak bosan mohon maaf dari author🙏
Hazard
seru bangettt
A 170 RI
tolong jangan hiatus lg ya thor net💪💪
@arv_65: iya maaf sebelumnya karena bencana jadi hiatus, ini untung akunya masih bisa di pulihkan🙏🏽
total 1 replies
Kaisar Abadi
bang mampir bang
@arv_65: okeeh
total 1 replies
Aisyah Suyuti
seru
@arv_65: Terima kasih🤭
total 1 replies
Blue
Hasil Ai
Blue
Hasil Ai
@arv_65: tapi tenang cuma sebatas perbaikan kata👍
total 2 replies
@arv_65
😴
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!