(🌶️🌶️🌶️🌶️🌶️)
"Aku tidak mau menceraikan Alexa Ma!" pekik Stevan, suaranya menggelegar memenuhi ruang tamu.
"Mama tidak meminta kamu untuk menceraikan Alexa! Tapi kamu harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu lakukan, Stevan! Karena saat ini, Emily tengah mengandung anak kamu!"
Duar!
Perkataan Nyonya Eta Raven, ibu kandung Stevan sekaligus ibu mertua Alexa bagaikan petir yang menyambar Alexa di pagi hari. Alexa mematung di tempat menatap pertengkaran mereka tanpa mengeluarkan suara. Jantungnya terus berdetak kencang tanpa henti, membuat Alexa tiba-tiba merasakan sesak nafas. Pandangannya pun perlahan kabur dan...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon medusa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab~21.
...🔥🔥🔥🔥...
...Setelah pernikahan singkat itu selesai, keduanya segera menuju hotel untuk menghabiskan malam pengantin bersama....
...(🔞🔞🔞🔞)...
"Malam ini... sekali lagi aku menjadi seorang istri, tapi beda makna."
...Alexa tersenyum miris menatap pantulan dirinya di depan cermin. Dari belakang, Tristan muncul dengan rambut dan tubuh yang basa hanya dililit handuk, mulai memeluk dan mencium tengkuk Alexa....
"Sayang, apakah kamu tau betapa bahagianya saat ini melihat kamu akhirnya memakai gaun pengantin ini?" bisik Tristan.
...Alexa terdiam memejamkan mencoba menikmati sentuhan lembut yang diberikan oleh Tristan. Tristan melancarkan aksinya dengan membuka resleting gaun, membiarkan gaun itu terlepas begitu saja....
"Sayang," desah Tristan perlahan turun dan berjongkok di hadapan Alexa, kemudian ia mendongak menatap dan mulai menjilati milik Alexa yang masih terbungkus rapat hingga basah, membuat Alexa mendesah tak karuan sambil meremas rambutnya.
...Jari-jari Tristan yang nakal perlahan merangkak masuk ke dalam dan mulai menjelajahi goa milik Alexa, mencari inti sensitive Alexa hingga mendapatkannya....
"Ugh... aaahhh... Tristan," desah Alexa saat kedua jari Tristan dengan lembut mengusap inti sensitifnya dengan gerakan lembut."Lebih cepat," tita Alexa menuntun tangan Tristan untuk bergerak lebih cepat.
"Kamu." Tristan menggertakkan giginya kemudian bangkit dan mulai mencium Alexa dengan rakus sambil menggerakkan kedua jarinya sesuai keinginan Alexa.
...Beberapa menit kemudian Alexa pun mencapai pelepasan pertama dan menyemburkan air mancur membasahi perut sixpack Tristan....
"Ma-maaf," ucap Alexa segera menunduk malu setengah mati setelah sadar apa yang baru saja ia lakukan.
"Sayang." Tristan tersenyum meraih dagu Alexa, kemudian mengangkatnya pelang ke arahnya hingga tatapan mereka bertemu."Malam pengantin kita masih panjang, mungkin saja nanti kamu akan mengeluarkan lebih banyak dari ini," kata Tristan tersenyum sekilas sambil melepaskan handuk yang melilit di pinggangnya, membebaskan aset jumbo panjang, miliknya yang sejak tadi meronta.
...Alexa begitu terkejut tak berkedip melihat terong milik Tristan yang ukurangnya bak ular piton Amazon. Ini bukan pertama kali baginya melihat milik pria, tetapi benda yang dimiliki oleh Tristan membuat nyali Alexa seketika ciut, apalagi bentuknya yang melengkung keatas....
"I-ini sangat besar... milikku pasti akan robek jika dia memaksa masuk," batin Alexa menelan ludah dengan susah payah.
...Melihat reaksi Alexa, Tristan tersenyum senang mengangkat salah salah satu kali Alexa, kemudian mengarahkan miliknya ke arah milik Alexa....
"Aku akan melakukannya dengan pelang," bisik Tristan perlahan mendorong miliknya masuk.
...Sensasi rasa sakit dan nikmat bercampur menjadi satu membuat Alexa kebingungan antara meminta Tristan berhenti atau melanjutkannya. Tetapi saat mengingat perkataan sebelumnya, akhirnya Alexa tidak memiliki pilihan lain....
"Cepat masukan, Tristan. Aku sudah tidak tahan lagi," pinta Alexa menarik pinggang Tristan ke arahnya, walaupun dalam hati ia sangat takut milik Tristan akan merobek miliknya.
"Sesuai keinginan mu sayang."
Jleb.
"Aaarrggg!"
"Aahhh... sial, ini sangat nikmat sayang, aaahhh."
...Pergulatan panas pun terjadi begitu saja di depan cermin, membuat keduanya tenggelam dalam lautan hasrat yang menghanyutkan....
*
*
...(Di sisi lain)...
...Emily yang sudah lama tak disentuh oleh Stevan, malam ini berencana akan berdandan cantik, lalu memakai lingerie untuk menyambut Stevan yang belum pulang dari pekerjaan....
"Malam ini akan aku pastikan berhasil," gumam Emily tersenyum bangga menatap pantulan dirinya di cermin.
Ceklek.
...Pintu kamar terbuka. Stevan berjalan masuk dengan wajah lesu segera melempar tubuhnya keatas kasur, melihat itu, Emily pun menghampirinya....
"Sayang, mau aku temani mandi?" tawar Emily tersenyum penuh harap perlahan duduk di samping Stevan.
...Tetapi senyuman itu seketika memudar saat ia mencium bau alkohol yang begitu menyengat dari tubuh Stevan....
"Kau dari mana Stevan?! Kenapa~" Emily mendekat ke arah Stevan dan mulai mengendus-endus kemeja.
...Seketika kedua mata Emily langsung membulat marah, saat ia tak sengaja mencium ada bau parfum wanita pada kemeja Stevan....
"Kau bertemu siapa bajingan!" teriak Emily meraih kerah kemeja Stevan dan mengguncangnya dengan kasar."Kenapa ada bau parfum wanita di tubuhmu?!"
"Cih! Lepaskan!" bentak Stevan.
Swos.
Bruk.
...Satu dorongan kasar dari Stevan, Emily pun tersungkur dan terduduk tak berdaya diatas lantai....
"Aakkkhhhh. Kau menyakitiku aku dan bayimu Stevan," ringis Emily terduduk diatas lantai menatap Stevan dengan kedua mata berkaca-kaca.
"Kau pikir, kamu itu siapa? Berani-beraninya kamu mempertanyakan urusanku," ucap Stevan melangkah sempoyongan menghampiri Emily.
"Apa?" Emily terkejut dengan pertanyaan Stevan langsung bangkit dari atas lantai dan berdiri di hadapan Stevan."Apa maksudmu? Dulu kau tidak seperti ini kepadaku Stevan? Apa kamu lupa? Kalau aku ini adalah calon istri barumu, dan saat ini aku sedang mengandung anak mu," jelas Emily kesal.
"Itu dulu, sekarang aku menyesal Emily. Kalau saja aku tau Alexa akan rela melakukan apapun demi meninggalkanku, aku tidak akan mau menuruti permintaan Mama," ungkap Stevan penuh penyesalan.
"Bajingan, aku benci kamu!" teriak Emily memukul-mukul dada bidang Stevan.
...Ia tak menyangka, pria yang dulunya selalu baik dan hangat kepadanya akan berubah sedingin ini setelah ditinggal oleh istri pertamanya....
...(Bersambung)...