NovelToon NovelToon
After Married

After Married

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: zahra

apa yang akan terjadi jika kamu bangun dari tidur mu , tiba tiba sudah memiliki suami yang begitu menolak mu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kepanikan cavin

Di apartemen Ronald yang biasanya memang menjadi tempat berkumpulnya para ahli waris dari perusahaan orang tua nya , dipenuhi aroma maskulin dan asap tipis, sebuah tanya meluncur setajam sembilu.

Dan hari ini setelah pulang dari kantor Cavin tidak langsung pulang ia memilih langsung ke apartemen Ronald ia juga mengabari orang rumah nya.

 "Cavin, sebenarnya kau sedang mempertahankan hubungan Lo dengan Thalia atau sekadar menunda perpisahan?" Suara Ronald memecah keheningan, matanya menyelidik mencari kejujuran di wajah sahabatnya itu.

Cavin terdiam, memutar gelas di tangannya. Ia terperangkap dalam sangkar emas orang tuanya, dipaksa bersatu dalam pernikahan yang tak pernah ia inginkan.

Baginya, Thalia hanyalah persinggahan yang dipaksakan, sementara hati nya masih tertinggal pada masa lalu, pada Aluna yang kini telah mengkhianati nya.

"Jangan mencampuri urusan orang lain"jawab Cavin dingin, suaranya datar .

"Thalia itu banyak yang suka dikampus nya vin. banyak lelaki yang diam diam mengidolakan nya, namun ia sering kali cuek dan tidak meladeni dia sadar kalau dia bukan single makanya dia menjaga jarak " tukas Ronald pedas.

" untuk apa kau menguntitnya" tuduh Cavin kesal

" hei adik ku satu fakultas dengan istrimu, istri mu itu yang paling muda di angkatan nya karena dia pernah mengikuti kelas akselerasi saat sekolah dasar hanya lima tahun dan sekolah menengah dua tahun dua tahun" terang Ronald ia tahu dari adiknya karena ia pernah mendapati adik nya menyimpan foto istri sahabatnya saat di interogasi baru ia mengetahui kebenarannya ia juga memberi tahu adik nya untuk menghapus perasaan suka nya karena wanita yang di taksir nya itu sudah menikah meski di catatan status Thalia belum menikah karena mereka hanya menikah secara adat saja .

Namun, Cavin hanya mendengus, menyembunyikan badai cemburu yang tiba-tiba bergejolak di dadanya sebelum ia melangkah pergi menembus malam yang kian pekat.

" eh bro mau kemana ini belum terlalu malam " tanya sardhi sang pemilik acara.

" gue cabut duluan , orang tua gue bisa marah kalau gue pulang larut" kilah Cavin

" ya udah hati hati, Lo mabuk enggak biar Erick yang antar Lo "

" aman ,gue duluan" tolak cavin

▪️▪️▪️▪️

Pintu kamar terbuka, menampakkan sosok Thalia yang menyambutnya dengan senyum tulus yang selalu ia abaikan. "Kakak sudah pulang?" tanyanya lembut, sebuah melodi yang tak pernah sampai ke hati Cavin.

Tanpa sepatah kata, Cavin melempar jasnya sembarangan, membiarkan ego menguasai bicaranya. "Ambilkan air dingin. Dan jangan merasa cantik hanya karena teman-temanku memujimu," ucapnya sarkastik.

Thalia tersentak, namun jemarinya tetap lincah memunguti pakaian kotor suaminya meski langkahnya sedikit pincang.

" jangan coba mencari simpati dari ku dengan pura pura lemah " ucap Cavin mengelak meski hati nya terbesit rasa khawatir tentang keadaan Thalia

"baik kak " jawab Thalia meskipun ia bingung apa yang terjadi dengan suaminya yang kadang baik kadang abai .

" kenapa masih jalan seperti itu"

"Tadi aku terpleset, Kak," bisiknya saat Cavin menghardik cara jalannya.

"Gunakan matamu dengan benar," balas Cavin ketus, lalu membiarkan tubuhnya tenggelam dalam kantuk di atas sofa, menunggu air mandi disiapkan.

Setengah jam berlalu dalam senyap. Cavin terjaga, amarahnya menyulut saat mendengar gemericik air yang tak kunjung henti dari kamar mandi.

Ia melangkah lebar, menggedor pintu dengan emosi yang meluap. "Thalia! Apa yang kau lakukan di dalam?"

Pintu terbuka pelan, menyingkap tirai uap yang dingin. Di sana, Thalia terduduk di bawah kucuran shower, tubuhnya gemetar hebat dengan bibir mulai membiru. "Kak... tolong..." suaranya nyaris hilang ditelan bunyi air.

Cavin merangsek masuk, namun lantai yang licin oleh busa mengkhianati langkahnya. Ia tergelincir, tubuh kekarnya menghantam Thalia hingga gadis itu terbentur dinding dengan keras.

Sunyi seketika mencekam saat shower dimatikan.

Mata Cavin membelalak. Di bawah temaram lampu, ia melihat cairan merah pekat mulai mengalir di antara sela jari-jari Thalia yang terkulai lemas. Dunia seakan berhenti berputar. Ketakutan yang tak pernah ia akui mendadak merayap di dadanya.

"Thalia? Hei, bangun! Jangan bercanda!" serunya panik. Namun, mata indah itu tetap terpejam rapat.

Dengan tangan yang gemetar, Cavin mengangkat tubuh basah sang istri mendekapnya erat seolah takut kehilangan sesuatu yang selama ini ia sia-siakan membawa nya keluar dari kamar mandi.

Di atas ranjang yang dingin, ia menyadari bahwa kebenciannya hanyalah topeng dari rasa takut akan kehilangan yang lebih besar.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!