NovelToon NovelToon
OBSESI DAN CINTA

OBSESI DAN CINTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:5.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: renita april

Follow IG : renitaria7796
Sequel dari Novel TERPAKSA MENIKAHI MANTANKU.

Maxim Sylvestone harus merendahkan dirinya jika ingin mendapati seorang gadis kecil bernama Liora Putri Alexander. Seorang wanita kaya yang membuatnya jatuh cinta, bahkan ketika gadis itu baru bisa berjalan.

Sayangnya, Liora sudah dijodohkan kepada anak sahabat orang tuanya. Apakah Liora menerima perjodohan itu? Lalu, bagaimana Maxim merebut kembali cintanya? Apa ia harus mengungkapkan siapa ia sebenarnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon renita april, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BERTEMU BRIAN

Brian memperlambat laju mobilnya. Dia tidak ingin cepat sampai, di rumah Vino terlebih dahulu. Vino menatap heran pada Brian. Tadi Berli juga ingin bicara padanya. Lalu sekarang Brian yang ingin bicara.

"Brian ... memang ada apa dengan Max?" tanya Vino.

"Apa kamu juga tidak menganggap Maxim sebagai sahabatmu?" tanya Brian.

Vino mengerutkan dahi. "Kalian kenapa sih?"

Vino tidak mengerti akan maksud dari pertanyaan Brian. Jika di bilang sahabat sepertinya tidak, karna Vino hanya bertemu beberapa kali saja dengan Maxim. Kalau di bilang kenalan, yah memang Vino mengenal Max.

"Katakan saja, Vino," ucap Brian.

"Menurutku ... Maxim hanya kenalan kita," jawab Vino.

"Mungkin bagimu dan Alex, dia hanya kenalan. Tapi bagiku, Maxim adalah sahabatku," tutur Brian.

Vino semakin tidak mengerti akan perkataan dari Brian. "Sebenarnya ada kejadian apa, Brian?"

"Vin sebenarnya Max-"

Kata-kata Brian terhenti saat Vino mengangkat tangannya. Dering ponsel Vino berbunyi. Vino mengangkat telepon dari istrinya.

Setelah beberapa saat, Vino selesai bicara di telepon. "Brian ... aku harus cepat sampai di rumah. Elena sudah marah-marah."

Brian mendengus mendengarnya. Dia tidak jadi bicara karna telepon dari istri sahabatnya itu. Brian melajukan mobilnya menuju kediaman Vino.

Mobil Brian sampai di depan rumah mewah Vino. Sahabatnya itu melepas sabuk pengaman di tubuhnya. "Gak mampir dulu?" tanya Vino.

"Tidak usah ... aku juga harus pulang," jawab Brian.

"Ya sudah ... hati-hati di jalan," ucap Vino.

"Hemm," balas Brian.

Vino keluar dari mobil Brian. Dia melambaikan tangan saat mobil sahabatnya itu sudah mulai berjalan kembali.

Brian melajukan mobilnya menuju kediamannya. Di perjalanan, mobil Brian melewati jalan taman. Matanya mengernyit melihat seorang pria terduduk di pinggir jalan depan mobil.

Brian memperlambat laju kendaraannya. Dia membuka kaca jendela mobil. Brian menjulurkan kepalanya untuk memastikan pria yang duduk itu adalah seseorang yang dia kenal.

"Maxim," gumamnya.

Brian menghentikan mesin mobilnya. Dia melepas seat belt di tubuhnya. Brian keluar dari dalam mobil. Dia menghampiri pria yang tengah menundukan wajah.

"Maxim .... "

Max mendongkakkan kepalanya. "Brian ... kamu di sini?"

Maxim bangkit berdiri. Dia langsung saja memeluk Brian. Begitu juga dengan Brian. Dia membalas merangkul sahabatnya itu.

"Hei ... kamu kemana saja menghilang?" tanya Brian.

"Aku tidak menghilang. Aku bekerja di luar negeri," jawab Maxim.

Brian memperhatikan wajah Maxim. Salah satu sahabatnya itu tidak pernah berubah. Tetap sama seperti dua puluh tahun yang lalu.

"Wajahmu tetap tampan. Pantas saja Liora jatuh cinta padamu," ucap Brian.

Maxim mendelik mendengar penuturan Brian. "Kamu tahu?"

Brian menepuk-nepuk pundak Maxim. "Berli yang mengatakannya. Aku kira waktu itu kamu bercanda saja ingin menunggu Liora. Ternyata kamu benar-benar ingin menikahinya."

"Apa aku tidak pantas untuk Liora? Apa karna umurku?" tanya Maxim.

Bukan umurmu, Max. Keluarga Wiliam hanya menginginkan menantu yang sederajat dengannya, batin Brian.

Brian tersenyum. "Kamu pantas dengan Liora. Wajahmu tampan dan kamu juga kaya."

Maxim tersenyum getir. "Tapi Alex tidak menyetujui hubungan kami berdua." Maxim beralih menatap Brian. "Apa kamu juga tidak menganggapku teman, Brian?"

"Hei ... kamu bukan temanku. Tapi kamu adalah sahabatku," ucap Brian.

"Terima kasih, Brian," ucap Maxim.

"Aku akan membantumu. Tenang saja, kita akan bicara pada Vino," ucap Brian.

"Kalau dia tidak setuju, bagaimana?" tanya Max.

"Kita saja, belum mencobanya."

Brian memperhatikan wajah Maxim. Dia baru sadar mata Max sedikit bengkak. Mungkin karna malam hari, Brian tidak sadar kalau sahabatnya itu baru saja habis menangis.

"Kamu habis menangis, Max?" tanya Brian.

"Liora memutuskan hubungannya denganku. Dia bahkan bermesraan dengan Varo. Aku memang harus berkaca akan diriku. Aku memang tidak pantas untuknya," ungkap Maxim.

"Max ... entah kenapa, aku ingin sekali tertawa melihatmu. Apakah kamu masih Maxim yang dulu? Seorang Maxim yang banyak di gilai oleh wanita." Brian geleng-geleng kepala.

"Entahlah ... saat melihat Liora, aku sudah tergila-gila padanya. Aku bahkan mengorbankan karier modelku hanya untuk menjadi layak. Semuanya sia-sia sekarang. Tidak ada lagi harapan untukku." Maxim berkata dengan lirih.

Brian paham akan perkataan dari Maxim. Sahabatnya ini memang pensiun dari karier modelnya. Waktu itu Brian juga kaget saat Max mengatakan dia ingin pergi ke negeri orang.

"Jangan berprasangka buruk, Max. Kamu tidak tahu siapa Alex sebenarnya. Aku yakin, dia pasti mengatakan sesuatu pada Liora," ucap Brian.

Maxim menghela. "Semoga saja, begitu."

"Besok kita temui Vino. Katakan padanya yang sejujurnya. Aku akan membantumu untuk bertemu dengannya," ujar Brian.

"Terima kasih, Brian. Kamu memang sahabatku," ucap Max.

Mereka kembali berpelukan. Brian menepuk pundak Max agar sahabat itu bisa sedikit tenang.

"Lebih baik kamu pulang. Jangan bersedih lagi," ucap Brian.

Maxim mengangguk. "Iya ... aku akan pulang. Terima kasih sekali lagi."

Maxim dan Brian bertukar nomor ponsel. Mereka lalu masuk ke dalam mobil masing-masing. Maxim membunyikan klakson mobilnya dan berlalu dari taman. Begitu juga dengan Brian yang melajukan mobil untuk pulang.

Maxim tidak ingin kembali pulang ke rumahnya. Dia menuju mansion Alex. Maxim memarkirkan mobilnya tidak jauh dari mansion.

Terlihat jelas kamar Liora dari bawah. Kamar Liora berada di atas dan itu tampak dari jalanan. Max keluar dari dalam mobilnya. Dia meraih ponsel untuk menelepon Liora.

Namun nomor Liora tidak bisa di hubungi. Liora sudah memblokir nomornya. Maxim menatap nanar kamar pujaan hatinya. Dia hanya berharap jika Liora berada di balkon kamar.

"Aku ingin melihatmu, sayang," lirih Max.

Lampu kamar tidur Liora masih menyala. Itu artinya Liora masih belum tertidur. Max masih setia berdiri di dekat mobilnya. Dia sangat berharap Liora keluar dari dalam kamar.

Liora beranjak dari ranjang kasur. Dia berjalan membuka pintu balkon kamarnya. Liora keluar dan menatap bintang-bintang yang bersinar di langit malam.

Rambut panjangnya terurai. Liora memejamkan mata menikmati angin malam. Dia membuka matanya dan melihat jalanan. Liora kaget karna seseorang berdiri dekat lampu jalanan.

Pria itu memperhatikan Liora dari bawah sana. Satu tetes air mata jatuh dari pelupuk mata. Segera Liora menghapusnya. Dia tidak sanggup untuk menatap pria yang dia cintai itu.

Maxim tersenyum saat melihat Liora berada di atas sana. Dia bersyukur bisa melihat Liora dari kejauhan.

"Liora ... kamu sangat cantik dengan rambut terurai," ujar Maxim.

Liora mengalihkan pandangannya. Dia segera masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu balkon. Liora juga mematikan lampu kamarnya.

Maxim menatap kecewa, Liora yang masuk ke dalam kamar setelah melihat dirinya. Maxim masuk ke dalam mobilnya. Dia menyalakan mesin dan berlalu dari sana.

Liora mengintip dari balik hordeng kamarnya. Dia meneteskan air mata saat melihat Maxim telah pergi.

"Maafkan aku, Max," lirihnya.

TBC

Dukung Author dengan vote, like dan juga koment.

1
rarr
part yang paling suka bgt di momen ps max bawa selena si, dsitu liora lgsung prgi ke danau kenangan di ama max..suka bgtt si,,,ada ga ya max di duniaa nyata🙏😭
rarr
ooh oke, dia perempuan samaran liora
rarr
durhaka km alex😭🤣
Novano Asih
Walah ternyata Brian dan Jo mknya aku heran kok Black punya istri 😃😃
Novano Asih
apa mungkin bukan Liora yg bersama Ricardo??masa Max membolehkan istrinya disentuh orang lain
Novano Asih
😂😂😂
Novano Asih
😃😃😃
Novano Asih
Wah keren kepintaran Jo turun ke anknya Jason
Qaisaa Nazarudin
Bijak Maxim,Cepatan Nikahin Lioranya,Bias gak ada yg bisa ngerebut dia dari kamu Termasuk Alex dan Varo sendiri..
Qaisaa Nazarudin
Mampos kau,anak kau udah kabur Noh.. Varo juga udah ditolak berkali-kali masih aja.ngenyel,Dan sekarang tanggung aja patah.hati dan malu sendiri..
Qaisaa Nazarudin
Alex memaksa banget,Dah jatoh ya sekarang malah memalukan diri sendiri,Walau gimanapun kamu mencoba utk memisahkan.mereka,Kalo emang udah JODOH pasti akan bersatu jua...
Yuni Harti
Luar biasa
Yuni Harti
betiul max. ..aku mendukungmu
Yuni Harti
enak ya JD orang kaya
🔵Ney Maniez
aran black
Novie Cherly Tololiu
Kecewa
Novie Cherly Tololiu
Buruk
Neonk🌻͜͡ᴀs
🤗🤗🤗🤗
Neonk🌻͜͡ᴀs
😂😂😂😂
🔵Ney Maniez
sukurrrrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!