NovelToon NovelToon
Ustadz, I’M In Love

Ustadz, I’M In Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa / Tamat
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

di bawah umur di larang membaca.

Rina adalah definisi dari "anak muda zaman now"—ekspresif, jahil, dan sedikit re-og. Baginya, dunia sosial adalah tempat bermain untuk menggoda siapa saja, termasuk seorang pria misterius di aplikasi HelloTalk yang ia panggil dengan sebutan "Mas Arab". Rina mengira ia sedang memegang kendali, sampai akhirnya takdir membawanya bertemu langsung dengan sosok tersebut.
​Ternyata, "Mas Arab" adalah Rohman, seorang Ustadz muda yang kaku, alim, namun memiliki tingkat kesabaran setebal kamus bahasa Arab. Pertemuan pertama mereka langsung meledak dengan kekonyolan Rina yang mencoba mengetes iman sang Ustadz.
​Namun, Rina salah besar. Di balik sikap tenangnya, Rohman adalah tipe pria "sat-set" yang tidak suka membuang waktu. Saat Rina terus-menerus menguji batasan kesabarannya, Rohman justru membalas dengan sebuah langkah skakmat: Mempercepat akad nikah sore itu juga!
​Kini, Rina terjebak dalam status sebagai istri sah. Niat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 31

​Rina yang sedang dalam mode panik dan malu tingkat dewa, otaknya langsung blank. Alih-alih menjawab dengan bisikan lagi, jawaban Rina justru keluar dengan volume yang cukup terdengar oleh semua orang di ruangan itu.

​"Bunda! Ih, Bunda kok gitu sih?!" seru Rina sambil mengusap air matanya kasar. "Rina sudah mandi kok! Tadi Rina sudah dimandiin sama Mas Rohman sebelum Abah sama Umi datang!"

​Hening.

​Seketika ruang tamu itu sunyi senyap seolah waktu berhenti berputar. Cak Imron yang sedang memegang gelas air minum langsung tersedak hebat sampai terbatuk-batuk. Ayah yang sedang menyalami Kyai Rohim mendadak mematung dengan tangan menggantung di udara.

​Wajah Rohman? Jangan ditanya. Dari yang tadinya putih bersih, kini berubah menjadi merah padam sampai ke telinga. Ia berdehem berkali-kali, mencoba mencari oksigen di tengah atmosfer yang mendadak canggung luar biasa.

​Nyai Fatimah dan Kyai Rohim saling berpandangan dengan senyum simpul yang sangat penuh arti. Umi hanya menutup mulutnya dengan ujung kerudung, menahan tawa yang hampir meledak.

​Rina yang baru sadar apa yang baru saja ia ucapkan, langsung membelalakkan mata. Ia menoleh ke arah Rohman yang sedang memijat keningnya dengan pasrah.

​"Eh... m-maksudnya... m-maksud Rina..." Rina gelagapan, lidahnya mendadak kelu. Ia menarik ujung baju koko Rohman dengan wajah pucat. "Mas Rohman... Mas... aku salah ngomong ya? Aduh, Mas... maksud aku tadi tuh Mas nemenin di depan kamar mandi! Eh, bukan! Maksudnya Mas yang nyiapin handuk! Aduh, Mas, tolongin!"

​Rina langsung menyembunyikan wajahnya lagi di lengan Rohman, ingin rasanya ia menghilang ditelan bumi saat itu juga.

​"Aduh, anak ini kalau ngomong suka nggak disaring," gumam Bunda sambil menepuk jidatnya sendiri, merasa gagal mengedukasi anaknya soal privasi rumah tangga.

​Rohman akhirnya angkat bicara, mencoba menyelamatkan situasi meskipun suaranya sedikit gemetar karena menahan malu. "Ngapunten (Mohon maaf), Abah, Umi, Ayah, Bunda... Rina ini kalau bangun tidur memang suka mengigau meskipun matanya sudah melek. Tadi... maksudnya kami tadi sholat Subuh berjamaah, mungkin itu yang dia maksud 'bersama-sama'."

​"Iya, iya, Umi paham kok, Nak Rohman," sahut Nyai Fatimah sambil terkekeh pelan dan mengelus bahu Rina. "Namanya juga pengantin baru, masih hangat-hangatnya. Tidak apa-apa, Nduk Rina. Umi dulu juga sering salah ngomong pas awal nikah sama Abah."

​Kyai Rohim hanya tertawa kecil sambil mengelus jenggotnya. "Sudah, sudah. Namanya juga anak muda. Ayo, dilanjutkan saja ngobrolnya. Rina, kalau masih sakit kakinya, istirahat saja di kamar, biar suamimu yang urus."

​Rina makin merasa ingin mengubur diri. Bukannya suasana mencair, ia malah merasa baru saja memberikan pengakuan dosa secara sukarela di depan seluruh keluarga besar.

​"Mas... kita pindah ke rumah belakang sekarang aja yuk? Aku malu banget," bisik Rina nyaris tanpa suara di ketiak Rohman.

​"Sabar, Sayang," balas Rohman pelan sambil menahan tawa. "Ini namanya konsekuensi karena bohong belum mandi tapi bilangnya sudah dimandikan suami. Nikmati saja dulu 'panggung'mu ini."

​Bunda pun geleng-geleng kepala. "Ya sudah, kalau sudah 'dimandiin' Mas Rohman, sekarang duduk yang anteng. Bunda mau buatkan teh buat mertuamu. Awas ya kalau kamu keceplosan yang aneh-aneh lagi!"

Suasana di ruang tamu yang tadinya sudah mulai mereda, mendadak kembali memanas gara-gara mulut Rina yang memang tidak punya rem darurat.

1
Putri Lauren
lanjuttt thor KLO bisa double
Putri Lauren
lanjut thor
Moza Tri Utami: lanjut dong thorr
total 2 replies
Putri Lauren
mantap
Putri Lauren
aku suka Thor lanjuttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!