NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Istri Pengganti

Mengejar Cinta Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat / Romansa / Konflik etika
Popularitas:28.7k
Nilai: 5
Nama Author: Veline ll

"Kau hanyalah pemeran pengganti dalam hidupku, Shena. Jangan bermimpi lebih!"

Shena berhenti bermimpi dan memilih pergi. Tapi justru saat itulah, Devan baru menyadari bahwa rumahnya terasa mati tanpa suara Shena. Sang CEO arogan itu kini rela membuang harga dirinya hanya untuk memohon satu kesempatan kedua.

Bagaimana jadinya jika sang pembenci justru berubah menjadi pemuja yang paling gila? Masih adakah tempat untuk Devan di hati Shena yang sudah beku di Hati nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veline ll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 Bangunnya Sang Raja

Tiga hari berlalu seperti deru nafas yang tersengal. Shena praktis memindahkan kantornya ke ruang tunggu VIP rumah sakit.

Dengan laptop di pangkuan dan ponsel yang tak henti berdering, ia mengoordinasi stabilitas saham Adiguna Group sambil sesekali mencuri waktu untuk mengintip Devan melalui kaca ruang ICU.

Pagi itu, saat cahaya matahari mulai menembus tirai jendela rumah sakit, monitor di samping tempat tidur Devan mulai menunjukkan irama yang berbeda. Kelopak mata pria itu bergetar hebat.

Shena, yang sedang meninjau laporan keuangan bersama Rian di sudut ruangan, segera bangkit dan mendekat. "Mas? Mas Devan?"

Perlahan, mata elang itu terbuka. Pandangan Devan awalnya kabur, namun perlahan fokus pada wajah lelah namun cantik milik istrinya.

Hal pertama yang ia rasakan bukanlah rasa sakit di perutnya, melainkan hangatnya genggaman tangan Shena.

"Shena..." suaranya serak, nyaris tak terdengar.

"Jangan banyak bicara dulu, Mas. Dokter! Suster!" panggil Shena dengan nada lega yang meluap-luap.

Setelah pemeriksaan singkat, dokter menyatakan bahwa kondisi Devan membaik secara signifikan. Alat bantu nafasnya mulai dilepas. Devan menatap sekeliling dan melihat tumpukan dokumen perusahaan di atas meja sofa.

"Kenapa... ada berkas kantor di sini?" tanya Devan lemah, mencoba untuk tersenyum tipis.

Rian melangkah maju dengan rasa bangga yang tak disembunyikan. "Pak Devan, Anda harus tahu. Saat Anda tidak sadarkan diri, Nyonya Shena secara pribadi memimpin rapat dewan komisaris. Beliau mengusir Sarah, menstabilkan pasar, dan bahkan membuat para pemegang saham yang membangkang berlutut."

Devan tertegun. Ia menatap Shena dengan tatapan tak percaya. Istrinya yang dulu gemetar saat ia bentak, kini berdiri di sampingnya dengan aura seorang pemimpin yang tenang.

"Kau... melakukan itu semua?" bisik Devan.

Shena tersipu, namun matanya menunjukkan kekuatan. "Aku hanya menjaga apa yang menjadi milik kita, Mas. Aku tidak ingin kau bangun dan merasa usahamu sia-sia."

Devan menarik tangan Shena, menciumnya lama. "Aku mencintai wanita yang salah selama bertahun-tahun, tapi aku bersyukur takdir membawaku pada wanita yang tepat lewat cara yang menyakitkan. Kau jauh lebih hebat dariku, Shena."

Namun, ketenangan itu terusik ketika Rian menerima pesan mendesak dari tim keamanan penjara tempat Adrian dan Sarah (yang kini berstatus tahanan kota) ditahan.

"Ada apa, Rian?" tanya Shena, merasakan perubahan atmosfer di ruangan itu.

"Nyonya, Adrian sepertinya tidak menyerah. Melalui pengacaranya, ia menyebarkan desas-desus baru bahwa dokumen pengalihan saham yang Pak Devan tanda tangani sebelum tertusuk itu dilakukan di bawah tekanan atau palsu. Ia mencoba menuntut pembatalan saham Nyonya lewat jalur perdata."

Wajah Devan mengeras. Ia mencoba untuk bangun, namun Shena menahan bahunya dengan lembut.

"Jangan, Mas. Biar aku yang selesaikan ini. Kau fokus pada pemulihanmu," ucap Shena tegas.

"Shena, Adrian itu licik—"

"Dan istrimu sekarang bukan lagi Shena yang bisa dia tipu," potong Shena.

"Rian, siapkan kunjungan ke penjara. Aku ingin bicara langsung dengan Adrian."

Di ruang kunjungan penjara yang dingin, Shena duduk berhadapan dengan Adrian yang mengenakan seragam tahanan. Pria itu masih sempat tersenyum sinis.

"Lihatlah dirimu, Shena. Mengenakan pakaian mahal, memerintah orang. Kau benar-benar menikmati peranmu sebagai ratu bajakan, ya?" cibir Adrian.

Shena menatapnya tanpa emosi. "Aku ke sini bukan untuk berdebat soal statusku, Adrian. Aku ke sini untuk memberimu pilihan."

Shena meletakkan sebuah foto di kaca pembatas. Itu adalah foto sebuah rekening bank luar negeri yang selama ini digunakan Adrian untuk mencuci uang perusahaan lamanya sebelum ia bangkrut.

"Berhenti mengganggu suamiku dan berhenti menuntut sahamku. Jika kau melakukannya, aku akan membiarkan tim hukumku 'lupa' menyerahkan bukti tambahan ini ke jaksa. Kau mungkin hanya akan dipenjara 5 tahun karena penganiayaan. Tapi jika kau lanjut..." Shena mendekatkan wajahnya ke kaca. "...aku akan memastikan kau membusuk di sana selama 20 tahun atas kasus pencucian uang dan korupsi."

Adrian terdiam. Senyumnya luntur. Ia tidak menyangka Shena bisa mendapatkan data sedalam itu.

"Darimana kau mendapatkan itu?" tanya Adrian dengan suara bergetar.

"Jangan remehkan seorang wanita yang ingin melindungi keluarganya," sahut Shena dingin. Ia berdiri dan merapikan tasnya. "Satu hal lagi. Sarah sudah mengkhianatimu. Dia memberikan semua bukti keterlibatanmu dalam penculikan Ibu Ratna hanya agar dia bisa bebas dari tahanan kota. Kau sendirian sekarang."

Shena melangkah keluar dari penjara dengan kepala tegak. Ia segera kembali ke rumah sakit, karena baginya, kemenangan terbesar bukan saat musuhnya hancur, melainkan saat ia bisa kembali duduk di samping suaminya tanpa ada lagi bayang-bayang masa lalu.

Malam itu, di kamar rumah sakit, Devan sudah bisa duduk bersandar. Ia melihat Shena masuk dan langsung tahu dari wajah istrinya bahwa masalah Adrian sudah selesai.

"Sudah selesai, Mas," ujar Shena sambil duduk di tepi tempat tidur.

Devan menarik Shena ke dalam pelukannya. "Terima kasih, Sayang. Sekarang, setelah semua kekacauan ini berakhir... aku punya satu permintaan."

"Apa itu?"

"Saat aku sembuh nanti, aku ingin kita menikah ulang. Bukan sebagai pengganti Sarah, bukan karena hutang, tapi karena aku, Devan Adiguna, ingin melamar Shena sebagai satu-satunya wanita dalam hidupku. Di depan semua orang, dengan caraku sendiri."

Shena tersenyum, kali ini dengan binar kebahagiaan yang murni. "Aku akan menunggu hari itu, Mas."

...****************...

1
Mamah Dini11
akhirnya selamat ya kev Alana semoga kalian bahagia selalu
Mamah Dini11
segerakan kevin jgn lama
Mamah Dini11
cepet resmikan kevin Alana nya jgn lama2, biar nyusul punya bayinya
Mamah Dini11
Alana sering ninggalin kmu kevin, gimana nanti kalau udh resmi nikah, apa bisa kmu terus2an di tinggal, kalau bisa Alana suruh kerjanya di jakarta aja biar kalian banyak waktu berdua, bkn seperti sekarang, stressss jadi kmu.
Mamah Dini11
tpiii hati2 kevin, takutnya Alana mata2 issabel, harus tau dulu latar belakang nya kan kluarga adiguna slalu waspada, iya kan devan, moga aja bkn ya, Alana emang perempuan beruntung kalau bener jadian sm kevin, dan di segerakan, dannn di percepat ya Thor lahiran nya shena biar seru.
Mamah Dini11
bisa gak Shen jgn ganggu dulu suamimu, lain kali aja doong kmu ikut mh
Mamah Dini11
jgn terburu buru kevin hati hati itu harus siapa tau itu penyusup
Mamah Dini11
apa mau kmu isabel msh aja cari masalah, blm puaskah kmu, kalau gitu tunggu karmamu tiba, selalu usil dgn ke hidupan orang lain
Mamah Dini11
bagus devan 👍👍👍👍👍 gercep sekali keren gitu doong, itu suami siaga penuh 🤣🤣🤣
Mamah Dini11
kenapa di rahasiakan shena, sekecil apapun itu jgn ada rahasia di antara kmu dn devan dn kluarganya, biar rumah tanggamu terlindungi, ayo jujur itu lbh baik, aku gk suka istri2 yg menyimpan rahasia.
Mamah Dini11
itu namanya main kotor Hai perempuan licik, laki2 msh banyak Isabel, kok harus devan, harga dirimu di simpen di mana nona licik, udh tau devan punya istri msh ganggu aja, jgn meremehkan kluarga adiguna Isabel, ingat itu
Mamah Dini11
ngidam orkay suka berlebihan ya kalau di dunia nyata mh jarang sekali yg ngidam berlebihan msh terkendali, kalau ada orang yg jahil di pastikan devan dn yg lain nya di viralkan, gimana reaksi media he he he
Siti Muntamah
dasar rubah betina si sarah
Siti Muntamah
ujian mu berat sekali Shena
Mamah Dini11
biasanya paling waktu pagi pagi, jgn kelamaan ngidam nya ya thor si devan kasian juga, jdi di jahilin sm orang rumahnya, bkn nya simPATI, harusnya doong
Siti Muntamah
makanya jadi pria jangan sombong masih kau kaya nggak ada gunanya kasian sekali kau Shena kalau ketemu semoga Shena sama pria lain biar kapok kau Devan
Siti Muntamah
awas nanti kalau nanti kau cari Shena kalau sudah pergi jangan mau Shena sama aja kau dibuang sama Devan
Siti Muntamah
rasain nanti kau akan tergila 2 sama Shena
Siti Muntamah
sabar Shena biar kan dia semaunya peduli amat nanti juga sadar sendiri
Mamah Dini11
aduuuhhh pak devan shena itu ha....... mil bu....... kannnnn sakit, ingat itu pak devan yg terhormat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!