NovelToon NovelToon
Sistem Pemburu Iblis

Sistem Pemburu Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Iblis
Popularitas:642
Nilai: 5
Nama Author: Kacarealitas

Bayangkan di sebuah kehidupan indah Bumi, terdapat teror yang di rahasiakan pemerintah semua umat manusia. Teror Iblis, siluman, dan Kaiju.

Umat manusia yang memiliki kekuatan khusus disebut Exorcist mampu melawan 3 musuh besar umat manusia. Tapi umat manusia tidak bisa selamanya menang atau di bilang selalu kalah.

Kekuatan Iblis jauh lebih kuat dari pada Exorcist disebabkan kasta Level, sehingga umat manusia hanya bisa menutupi kekalahan dari teror mengerikan.

Akan tetapi itu tidak selamanya, karena Reyhan seorang siswa SMA biasa di Jakarta mendapatkan sebuah Sistem Pembunuh Iblis. Tugas Sistem itu memberi Reyhan sebuah misi dan kekuatan untuk mengalahkan Iblis-iblis lawan manusia.

Akan tetapi saat Reyhan melangkah lebih jauh sebagai Exorcist, Reyhan semakin tahu bahwa kekuatannya bukan apa-apa untuk Iblis atau Exorcist lainnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacarealitas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5. Nama baru, Organisasi Exorcist

"Gah!"

"Geeh"

Ratusan iblis menyerang secara serentak dan brutal.

Reyhan memanfaatkan kesempatan itu untuk membawa Zahra menjauh.

Zahra menatap punggung Reyhan dan jatuh ke tanah. "Aku tidak kuat lagi, kakiku lemas"

Reyhan menoleh ke belakang lalu mendecakkan lidah kemudian menggendong Zahra di punggung nya.

"Tenang saja, aku akan membantumu untuk turun dari Gunung Putri ini" Reyhan tergesa-gesa turun sampai lupa jika dia pergi ke arah yang salah.

Zahra menatap sekitar yang lebih rimbun, dingin, dan ada hawa tidak enak.

"Reyhan apa kamu tidak salah tempat?"

Reyhan terkejut dan seketika berhenti berlari. "Apa? Apa aku salah jalan?" Reyhan menatap sekelilingnya dengan bingung.

Kring, suara rantai di seret terdengar di telinga mereka. Zahra dan Reyhan terbelalak karena itu bukan pertanda bagus.

"Kabur!" Teriak Zahra.

Kring!, saat Zahra mengatakan itu, rantai melesat ke arah mereka.

"Woaah!" Reyhan beruntung bisa menghindar kalau tidak dia akan bernasib seperti pohon yang roboh itu.

Reyhan menatap ke belakang jika Iblis Rantai budak itu terus mengejar tanpa terluka.

"Bagaimana bisa dia baik-baik saja setelah melawan iblis yang banyak itu?" Ucapnya tak percaya.

Zahra menahan nafas karena dia sudah tidak bisa lagi bersembunyi. "Reyhan, Iblis memiliki level dan iblis Rantai budak itu level 5 tidak setara dengan ratusan iblis di level bawahnya"

Reyhan mengangguk ragu. "Aku senang kamu mengatakan itu, tapi bagaimana cara kita bisa keluar dari sini?" Reyhan hanya terus berlari menghindari serangan Iblis itu.

Mata Zahra menyipit lalu melihat kantung untuk kartu di pahanya. "Aku akan menyerangnya, kamu terus larilah" Zahra memegang satu kartu yang berbeda bentuk dari sebelumnya.

"Kartu serangan, elemen api! Bola api!" Zahra melempar kartu itu ke depan.

[Serangan Bola Api] suara program dari kartu itu keluar dan membentuk lingkaran sihir dan keluarlah 5 buah meteor kecil.

Iblis Rantai budak terperangah sedikit lalu menebas semua bola api itu dengan rantainya.

Zahra mendesis karena itu tak berhasil, Reyhan menggeleng kepala dengan cepat. "Aku harus melawannya"

"Sistem sarankan host jangan terburu-buru, Zahra adalah bagian dari organisasi Exorcist, kalian bisa berlindung sementara Zahra bisa memanggil bantuan"

Reyhan menatap Zahra dengan tak percaya, organsiasi Exorcist? Apa sebab itu Zahra bisa memakai kekuatan elemen?.

Zahra menarik nafas. "Reyhan dengar, aku akan memanggil bantuan. Tapi kamu harus berlari menemukan tempat kita sembunyi dan aku akan membuatnya buta karena serangan ku"

Reyhan mengangguk cepat lalu berlari lebih cepat meskipun dia agak lelah.

Zahra memegang dua kartu lagi dan melepaskan bola api yang sama.

Karena Zahra memiliki banyak persediaan kartu, dia melemparkan semua yang dia punya sampai keberadaan mereka lumayan jauh darinya.

Hingga akhirnya mereka berhenti di dekat air terjun wisata Gunung Putri.

Zahra membasuh wajahnya dengan air terjun itu lalu menatap Reyhan. "Kau tidak bertanya siapa aku?"

Reyhan menggeleng. "Untuk apa aku bertanya? Sudahlah, jalan keluar sudah terlihat. Kita bisa keluar dari sini"

Reyhan menawarkan tangannya untuk membantu berdiri, namun Zahra menepis tangan Reyhan dengan agak kasar.

"Kenapa tubuhmu mengeluarkan aroma harum yang pekat sejak tadi?" Alisnya mengerut.

Reyhan menggaruk belakang lehernya dengan canggung. "Sebenarnya... Aku tidak tahu"

Zahra menyipitkan matanya berpura-pura menyelidik. "Lalu kenapa kamu bilang tadi bahwa kamu harus menyerang?"

Reyhan tersentak. "Itu- maksudku-

"Dan kenapa kau bisa melihat Iblis-iblis itu?" Zahra memotong perkataan Reyhan dan tubuhnya dekat dengan Reyhan.

Reyhan meneguk ludah nya. "Baiklah sebenarnya aku bisa ilmu yang kalian pakai, tapi aku tidak mengandalkan kartu"

Zahra mendengus dingin. "Kartu hanya serangan pengalihan saja, kekuatan kami yang asli tentu saja dari energi kami"

Reyhan seketika merasa ada kesempatan belajar dari Zahra. "Zahra apa kamu bisa mengajariku memakai energi dengan lebih baik?" Tanyanya dengan serius.

Zahra melirik sinis. "Enak saja, kita bahkan belum keluar dari sini. Dan di luar sana ada iblis level 5 yang kuat mencari kita"

Reyhan menggaruk pipinya karena masih tak paham. "Tapi aku masih tak mengerti kenapa ratusan level 1, dan 2 itu kalah melawan level 4 dan 5?"

Zahra menggeleng kepala tak berdaya. "Dengar, level 1, 2, dan 3 itu tidak apa-apa nya di banding level 4 mungkin sedikit"

Zahra menjentikan jarinya dan kobaran api muncul di sekitar Reyhan. "Aku akan ajari tipis-tipis"

Zahra memegang tombak nya dan menari membentuk simbol dan dia menaiki kuda setelah menabrak lautan api.

Reyhan terpesona karena kagum, siapa sangka Zahra yang selalu tidur di kelas ternyata berbakat.

"Iblis level 1, 2, dan 3 adalah Iblis yang hanya membahayakan individu" Zahra menusuk ke langit dan bola api jatuh membakar tanaman kecil dan tanah.

"Tapi jika ada Iblis level 4 dan 5, maka kesulitannya tinggi dan iblis itu dapat menghabiskan satu desa dengan mudah"

Reyhan mengangguk paham, sebab itulah kenapa iblis level 1, 2, dan 3 tidak begitu berpengaruh melawan Iblis level 4 dan 5.

Zahra mengibas tangan tak peduli. "Sudah sudah, aku akan mengirim bantuan" Zahra masuk ke dalam gate yang terlihat aneh bagi Reyhan.

Namun sebelum Reyhan ikut masuk, gate sudah tertutup karena cukup satu orang saja.

"Sial, aku di tinggal sendirian lagi" Reyhan merasa punggungnya dingin, dia merasakan tatapan haus para Iblis di sekitarnya.

"Gawat, karena Zahra tidak ada mereka jadi lebih berani" Reyhan kembali berlari untuk turun Gunung Putri.

Namun karena cuaca malam, gelap gulita dan hujan deras membuat jalan turun jadi lebih licin.

Akan tetapi saat Reyhan berada di jalan menurun, dia berpas-pasan dengan Iblis Rantai budak di jalan.

"Kau... Iblis level 5? Aku tidak mengerti cara menghadapimu, tapi aku tidak akan menyerah!" Reyhan berpose siap bergulat.

Iblis Rantai budak memiringkan kepalanya lalu melawan dengan satu Rantai.

Reyhan dengan sigap menghindar lalu memakai energi petir di tangan kanannya.

"Ledakan petir!" Teriak Reyhan lalu petir putih keras dari atas langit menyambar Iblis itu.

Reyhan sampai terpental karena tak sanggup menerima tekanan itu.

"Uhuk, bagaimana? Harus nya mempan bukan?" Reyhan tersenyum percaya diri.

Namun saat kabut hilang, terlihat Iblis Rantai budak itu hanya sedikit terluka.

"Apa?" Reyhan terbelalak.

"Sisa serangan host hanya tersisa 2x lagi! Host harus pertimbangkan pemakaian!"

Reyhan mendecakkan lidahnya. "Tunggu, aku ada ide. Sistem bagaimana kalau aku menghemat energi dengan memakai energi sedikit?"

"Itu ide yang cemerlang, itu dapat bertahan lama dari pada serangan 3x!"

Reyhan tersenyum seringai. "Yah, tentu saja!" Kedua tangan Reyhan terselimuti petir putih namun lebih kecil.

Iblis Rantai budak itu terkejut sedikit tapi dia tidak takut sama sekali.

"Greahh!" Teriaknya menakutkan dengan menyerang dua rantai sekaligus.

Namun Reyhan lebih dulu melompat ke atas sehingga tidak terkena sarangan nya.

"Aku akan membalas mu untuk yang tadi!" Reyhan menjadikan rantai pohon sebagai loncatan dan memukul perut iblis itu dengan tangan ber petir nya.

"Geehh!" Iblis itu meraung marah lalu menggerakan rantainya kembali ke belakang.

Reyhan tersentak dan melakukan putar balik ke belakang.

Iblis Rantai budak terlambat memutar serangan nya sehingga dia terkena rantainya sendiri.

Reyhan berdiri tegak menatap kondisi Iblis itu setelah terkena serangan.

Namun dari luar iblis itu terlihat diam, namun saat matanya terbuka siulet cahaya merah muncul.

Reyhan merasakan firasat buruk dan haus darah tertuju ke arahnya.

"Geaaahh!!" Iblis itu berlari seperti orang gila dan membanting rantainya ke berbagai tempat.

Reyhan terkejut dan melompat di ranting pohon ke pohon lainnya. "Sial, kalau ada pendaki lainnya maka akan ada yang terluka. Aku harus mengalihkan pandangannya"

Reyhan teringat jurus Zahra saat memakai tombak api keluar kuda api.

Reyhan menatap kedua tangan nya yang ber petir berharap bisa melakukan yang sama.

Reyhan menarik nafas, memejamkan mata dan fokus mendengarkan suara petir yang terjadi di atas.

Iblis Rantai budak melihat Reyhan diam langsung memecut rantainya ke arahnya.

Reyhan membuka matanya saat rantai itu tepat di depannya.

"Hancur!" Ucapnya dengan keras.

Rantai itu seketika berhenti bergerak dan pecah jadi abu.

Iblis Rantai budak terkejut, Reyhan menatap Iblis itu dari rantai lalu melayang di langit dengan tangan terentang.

Reyhan mengunci sasarannya pada Iblis itu lalu kedua tangannya muncul bola petir sebesar bola api.

"Rasakan ini! Bola petir!" Reyhan melempar bola petir itu dengan sekuat tenaga.

Wutt!, bola petir mengeluarkan suara bising mengerikan saat lepas dari tangan Reyhan.

Mata Iblis itu terbelakak, sebelum ia sempat menghindar bola petir itu mengenai tubuhnya.

"Jedar!" Ledakan keras seperti petir menyambar dengan waktu agak lama terdengar mengerikan.

Wajah dingin Reyhan bahkan disinari petir itu saat melihat iblis itu disiksa.

Untungnya pendaki yang menyadari cuacanya buruk langsung turun dan membatalkan dakian mereka.

Akan tetapi di kaki gunung, saat melihat kobaran api, teriakan tanpa sumber, bahkan petir yang menyambar dengan waktu agak lama membuat mereka tidak menahan diri untuk merekam.

....

Reyhan kembali ke tanah dan berjalan menuju Iblis itu. Reyhan mengira sudah selesai karena Iblis itu terbaring lemas dengan tubuh tengkurap dan bau terbakar.

"Selesai, pergilah dengan tenang" ucap Reyhan.

Reyhan memalingkan badan dan Iblis Rantai budak langsung menggerakan rantai terakhirnya untuk menusuk Reyhan.

"Hati-hati! Pisau angin!" Teriak seseorang dari arah depannya.

Wush!, mata Reyhan melebar. Ia tidak sempat melihat apa yang lewat di sebelahnya tapi itu sangat cepat.

Rantai Iblis itu hancur dan tubuhnya terpotong menjadi dua karena pisau angin. Perlahan tubuhnya lenyap bagai kunang-kunang.

"Reyhan!" Teriak seorang perempuan yang Reyhan kenali.

Reyhan memerhatikan ke depan dan itu adalah Zahra bersama pria dengan jubah yang sama dengannya.

"Zahra, kau kembali" Reyhan tersenyum tak percaya, dia kira Zahra akan terlambat atau kabur.

Zahra mengusap matanya karena senang Reyhan tak mati. "Maaf aku meninggalkanmu, karena aku harus memanggil Exorcist tingkat senior" menatap pria itu.

Pria itu seperti dari luar negeri, karena Reyhan tahu dari wajahnya yang pucat dan bahasa yang kaku.

"Terimakasih banyak atas bantuan nya yang sebelumnya" Reyhan mengangguk.

Pria itu menggeleng. "Tidak aku tidak melakukan apapun, justru kau yang membuatnya terluka. Padahal Iblis level 5 tidak mudah di hadapi"

Reyhan mengangguk setuju. "Ya, apalagi saat dia memasuki mode marah. Itu benar-benar merepotkan"

Zahra dan pria itu langsung terkejut, Zahra menatap kedua pipi Reyhan dengan serius.

"Reyhan, kamu bilang mode marah?"

"Y-ya, memang kenapa?" Reyhan heran kenapa Zahra terlihat cemas bahkan senior yang dia panggil.

Zahra memalingkan badan berjalan ke depan. "Itu bahaya, Senior kita harus melapor pada atasan, ada Gate yang terbuka di Jakarta!"

Senior mengangguk tegas lalu mereka berdua masuk ke Gate.

Reyhan yang di tinggal lagi menepuk dahinya. "Zahra sialan, awas saja di sekolah besok" Reyhan melihat bahwa malam sudah berakhir dan hari sudah Minggu pagi.

Cuaca buruk hilang dan bekas pertarungan ini Reyhan tidak peduli. Reyhan kembali ke jalur daki dan memutuskan untuk pulang.

"Selamat host telah menyelesaikan misi bahkan menciptakan jurus dan teknik untuk menghemat energi"

"Host mendapatkan hadiah acak, selamat host mendapatkan hadiah Katana Petir Putih!, selamat host mendapatkan motor sport Ninja 250R!"

Sontak Reyhan langsung berbinar dan merasa penderitaan yang dia alami terbalaskan.

....

Namun berbeda dengan reaksi dari organisasi Zahra saat menerima laporan Iblis level 5 dapat menggunakan mode berserk saat di ambang kematian.

Itu artinya Iblis dapat berevolusi, atau mendapatkan energi jahat kuat dari Gate yang muncul di suatu tempat.

Dan itu adalah hal yang berbahaya bahkan bisa mengancam kelangsungan hidup kota.

Itu artinya, organisasi harus bertindak mencari keberadaan Gate dan menuntaskan nya agar tidak ada korban lain.

....

1
Anime aikō-kā
.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!