NovelToon NovelToon
Reverb

Reverb

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Konflik etika / Idol / Tamat
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Lucky Caleb adalah definisi kesempurnaan di Berlin—seorang penyanyi dan aktor papan atas dengan kekayaan melimpah dan popularitas yang menggila.
Namun, di balik kemewahan hidupnya, Lucky adalah pria yang terjebak di masa lalu. Kesuksesan lagu-lagu hitsnya sebenarnya merupakan rahasia yang ia simpan bersama Renata Brox, kekasih masa SMA yang juga merupakan penulis lirik di balik jeniusnya musik Lucky.
Tiga tahun lalu, saat mereka berusia 19 tahun, Renata memilih mundur. Muak dengan tekanan industri dan merasa tidak lagi menjadi prioritas di tengah kesibukan Lucky yang egois, Renata menghilang dan memulai hidup baru sebagai mahasiswi hukum yang cerdas di London.
Di tengah kesepian dan kegagalannya untuk move on, Lucky hanya memiliki Freya, asisten pribadinya yang setia. Freya adalah satu-satunya orang yang mampu menghadapi sisi dingin dan manja Lucky, sosok yang mengatur seluruh hidup sang bintang dan menjadi jangkar di tengah badai ketenaran.

Selamat Bacaaaa 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#31

Sebelas tahun telah berlalu sejak kepindahan keluarga kecil itu ke Los Angeles. Matahari California masih tetap sama, menyengat dan berkilau—namun Dada kini tak lagi memegang tangan putra kecilnya di depan gerbang sekolah.

Alistair Montgomery-Caleb kini telah menjelma menjadi remaja berusia 16 tahun dengan aura yang sulit diabaikan. Ia mewarisi rahang tegas dan tatapan tajam Lucky, namun memiliki ketenangan dan kecerdasan taktis milik Freya.

Alistair tidak lagi membutuhkan SUV hitam Lucky untuk mengantarnya. Ia kini membelah jalanan Pacific Coast Highway dengan motor custom bergaya cafe racer miliknya. Baginya, deru mesin di bawah joknya adalah satu-satunya suara yang bisa menyaingi denting senar gitar yang sering ia mainkan di kamarnya saat malam tiba.

Alistair adalah bagian dari The High-Liners, sebuah klub motor elit di Los Angeles. Berbeda dengan geng motor yang terlibat balapan liar atau kriminalitas, klub ini lebih menyerupai persaudaraan bagi remaja-remaja kelas atas yang sedang mencari jati diri di luar bayang-bayang nama besar orang tua mereka.

Markas mereka terletak di sebuah gudang tua yang direnovasi secara industrial di kawasan dekat Long Beach. Di sana, Alistair menghabiskan waktu bersama Daniels, seorang mahasiswa teknik mesin yang menjadi ketua klub. Daniels bukan hanya pemimpin, tapi juga mentor yang mengajarkan Alistair cara membongkar mesin sekaligus cara menghadapi hidup yang keras.

"Kau terlalu banyak berpikir, Al," ucap Daniels suatu sore, sambil menyeka tangan yang penuh oli. Mereka sedang berada di markas, dikelilingi bau bensin dan musik rock yang berputar pelan.

"Kau punya segalanya. Nama, wajah, dan bakat. Tapi kau selalu terlihat seperti sedang memikul beban seluruh dunia."

Alistair, yang sedang duduk di atas motornya sambil memetik gitar akustik, hanya tersenyum tipis. "Mungkin itu bawaan lahir, Dan. Kau tahu sendiri siapa orang tuaku."

Bagi Alistair, klub motor ini adalah tempat di mana ia bukan "Anak Lucky Caleb" atau "Pewaris Montgomery".

Di sini, ia hanya Alistair, mekanik amatir yang bisa memetik gitar dengan sangat cepat. Namun, pertempuran dan perselisihan antar klub remaja bukanlah hal asing. Di jalanan Los Angeles, meski mereka klub elit, gesekan fisik kadang tak terelakkan untuk mempertahankan wilayah atau sekadar harga diri. Alistair telah belajar bagaimana cara mengepalkan tangan, meski Lucky selalu mengajarinya untuk menggunakan akal lebih dulu.

.

.

Di sekolah menengahnya, Beverly Hills High, Alistair adalah magnet. Namun, ada satu nama yang selalu dikaitkan dengan dirinya: Berry Klatten.

Berry adalah putri dari seorang pengacara top, gadis yang memiliki kecantikan klasik dengan rambut pirang madu dan otak yang sangat encer. Ia adalah perpaduan sempurna antara popularitas dan intelektualitas. Dan bagi semua orang di sekolah, rahasia umum terbesar adalah Berry Klatten sangat mengejar-ngejar Alistair.

"Al! Tunggu!" teriak Berry di koridor sekolah, langkahnya yang cepat mencoba mengimbangi langkah Alistair yang panjang.

Alistair berhenti dan berbalik, memberikan senyum sopan namun berjarak. "Ya, Ber?"

"Sabtu malam ada pesta di rumah rumah pengurus OSIS. Kau datang? Aku bisa ikut bersamamu... naik motormu mungkin?" tanya Berry dengan mata berbinar, penuh harap.

Alistair menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Aku ada jadwal di markas dengan Daniels, Ber. Maaf ya."

Ini bukan pertama kalinya Alistair menolak. Ia sudah melakukannya puluhan kali. Bukan karena ia tidak menganggap Berry cantik, siapa pun yang memiliki mata normal akan setuju Berry adalah gadis tercantik di angkatan mereka—tapi Alistair benar-benar berada di titik buta soal asmara.

Baginya, cinta adalah sesuatu yang besar dan rumit, seperti yang ia lihat pada orang tuanya. Ia melihat bagaimana Lucky menatap Freya dengan pemujaan yang dalam, dan Alistair merasa di usianya yang ke-16, ia belum memiliki kapasitas untuk merasakan hal sekuat itu. Ia berteman baik dengan Berry, ia menghargai kecerdasan gadis itu, tapi ia belum paham bagaimana cara mengubah rasa pertemanan itu menjadi debaran jantung yang orang-orang sebut sebagai "jatuh cinta".

"Kau selalu menolakku, Al. Apa aku seburuk itu di matamu?" canda Berry suatu kali saat mereka duduk di perpustakaan, meski nada suaranya mengandung sedikit kepedihan yang nyata.

Alistair meletakkan bukunya, menatap Berry dengan jujur. "Kau hebat, Berry. Kau pintar, kau cantik, dan kau orang terbaik yang kukenal di sekolah ini. Tapi aku... aku tidak tahu cara berpacaran. Aku lebih paham cara memperbaiki karburator daripada cara memegang tangan seorang gadis di sebuah pesta."

Berry tertawa kecil, meski hatinya terasa dicubit. "Kau payah, Alistair Caleb. Tapi kurasa itulah yang membuatku tetap mengejarmu."

Malam itu, di kediaman Montgomery-Caleb, Lucky dan Freya memperhatikan putra mereka yang tampak melamun di depan piring makanannya. Lucky, yang kini lebih banyak menghabiskan waktu mengelola bisnis otomotifnya, menukar pandangan dengan Freya.

"Alistair," panggil Lucky lembut.

"Ayah dengar dari Paman Fank, putri pengacara Klatten sering menelepon ke rumah?"

Alistair mendongak, wajahnya sedikit memerah. "Berry hanya menanyakan tugas sejarah, Dad."

Freya tersenyum simpul, menyeruput tehnya. "Gadis Klatten itu sangat pintar. Dia selalu masuk sepuluh besar sejajar denganmu. Kenapa kau tidak mengajaknya ke rumah sekali-kali? Mommy ingin bertemu."

"Kami hanya berteman, Mom," jawab Alistair cepat. "Aku sedang sibuk di markas dengan Daniels. Kami sedang mencoba merakit mesin baru."

Lucky tertawa, suara tawa yang kini terdengar lebih matang dan damai. "Jangan terlalu kaku seperti kakekmu, Al. Menikmati masa muda itu perlu. Tapi ingat satu hal, jangan pernah menyakiti hati seorang gadis jika kau memang belum siap. Karena luka itu, butuh waktu lama untuk sembuh."

Alistair terdiam, meresapi kata-kata ayahnya. Ia teringat bagaimana perjuangan ayahnya mendapatkan ibunya kembali. Ia mengerti bahwa cinta di keluarga ini adalah sesuatu yang sakral.

Setelah makan malam, Alistair pergi ke balkon, memandang lampu-lampu Los Angeles yang berkilauan. Ia merogoh ponselnya, melihat sebuah pesan masuk dari Berry:

"Hati-hati di jalan kalau kau motoran malam ini, Al. Jangan lupa pakai jaketmu."

Alistair tidak membalas dengan kata-kata romantis. Ia hanya mengetik:

"Terima kasih, Ber. Kau juga istirahatlah."

Di usianya yang ke-16, Alistair Caleb mungkin termasuk penguasa jalanan dengan motornya, dan dengan gitarnya. Namun di hadapan perasaan seorang Berry Klatten, ia hanyalah seorang bocah laki-laki yang masih mencari kunci untuk membuka pintu bernama asmara.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
Ridwani
👍👍
winpar
hujn2 bca cerita sedih ini 😥😥😥😥
smngt Thor ceritanya bgus bgt
ros 🍂: Aaaa ma'aciww udah semangatin 🤭
total 1 replies
Ridwani
👍👍👍
winpar
pinter bgt kk thornya1 hari bnyk bnget up nya 🥰😍
ros 🍂: Makasih jejak nya kak, kan jadi tambah semangat nulisnya 🥰
total 1 replies
winpar
up lgi kk seru bgt ceritanya🥰😍
ros 🍂: Ma'aciww jejak nya kak🥰🙏
total 1 replies
winpar
sedih banget 😥😥😥😥
ros 🍂: Kita harus bahagia Kak 😭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!