NovelToon NovelToon
Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi

Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi

Status: sedang berlangsung
Genre:Harem / Bertani / Slice of Life / Komedi
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: DipsJr

Di mata dunia, Banyu hanyalah seorang pemuda desa putus sekolah yang tidak memiliki masa depan. Kehilangan kakeknya dan divonis memiliki penyakit bawaan membuat hidupnya seolah menemui jalan buntu. Namun, roda nasib berputar 180 derajat ketika Banyu secara tak sengaja mewariskan sebuah artefak kuno Kendi Penyuling Jiwa milik sang kakek.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DipsJr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jualan Produk Lokal (Bogem Mentah)

Banyu mengira pertemuannya dengan gadis "bemo" (bodi molek) bernama Sonia itu sudah berakhir di peron kereta.

Tapi, takdir punya rencana lain.

Baru saja Banyu melangkah keluar dari area kedatangan Stasiun Bandung menuju pangkalan taksi, dia melihat kerumunan orang. Dan di tengah kerumunan itu, suara cempreng yang familiar terdengar sedang memaki-maki.

"Balikin dompet temen gue, Bangsat!"

Itu suara Sonia.

Gadis "kecil-kecil cabe rawit" itu sedang mencengkeram kerah baju seorang pria paruh baya bertubuh kurus kering. Matanya melotot galak, dadanya yang montok naik-turun karena emosi.

Si pria kurus itu matanya jelalatan, panik. Jelas sekali dia copet yang tertangkap basah. Tapi begitu dia melihat kode dari beberapa pria bertampang sangar yang mulai mendekat dari berbagai arah, nyalinya langsung pulih.

Dia menepis tangan Sonia kasar. "Eh Neng! Mulut dijaga ya! Siapa yang nyopet?! Jangan nuduh sembarangan kalau nggak mau bonyok!"

"Gue liat sendiri tangan lo masuk ke tas temen gue!" bentak Sonia, tidak gentar sedikitpun. "Balikin atau gue teriak maling?!"

"Teriak aja! Siapa yang percaya sama lo?" tantang si copet.

Orang-orang yang lewat memilih menyingkir, pura-pura tidak lihat. Mereka tahu, ini bukan copet solo, tapi sindikat. Dan benar saja, empat orang pria berjaket kulit lusuh mulai mengepung rombongan mahasiswa itu dengan tatapan mengintimidasi.

Teman-teman Sonia mulai gemetar. Rina (si pemilik dompet) sudah menangis pelan. Kepin, si cowok yang tadi paling sok iye di kereta, wajahnya pucat pasi.

Kepin menarik lengan Sonia, berbisik ketakutan. "Son... Son... udah lah. Kita cabut aja. Ikhlasin aja dompetnya, isinya nggak seberapa kok..."

Sonia menoleh, menatap Kepin tak percaya. "Lo ngomong apa barusan? Ikhlasin? Jelas-jelas malingnya di depan mata! Lo cowok bukan sih?!"

"Bukan gitu, Son... liat tuh temen-temennya banyak..." Kepin mencoba membela diri, tapi suaranya bergetar. Wajah putihnya memerah karena malu dan takut.

"Dasar mental tempe! Kalau takut, sana lo pergi duluan pake rok!" semprot Sonia pedas.

Kepin mati kutu. Harga dirinya hancur lebur di depan gebetan.

Si copet kurus melihat celah. Dia menyeringai licik, menatap tubuh Sonia dengan pandangan melecehkan yang menjijikkan.

"Heh, Neng Manis. Jangan galak-galak napa. Lo nuduh gue nyopet? Gue malah curiga lo yang nyembunyiin barang curian di... situ."

Si copet menunjuk ke arah dada Sonia yang menonjol.

"Sini Abang geledah dulu... kali aja dompetnya nyelip di belahan..."

Si copet, yang merasa di atas angin karena didukung komplotannya, benar-benar mengulurkan tangan kotornya hendak menyentuh area pribadi Sonia.

Sonia terperangah. Dia mau menampar, tapi kalah cepat. Tangan si copet sudah tinggal beberapa senti dari dadanya.

GREP!

Tiba-tiba, sebuah tangan yang kokoh mencengkeram pergelangan tangan si copet di udara.

Cengkeraman itu bukan main-main. Keras, kaku, dan mematikan seperti catut besi.

Si copet menoleh kaget. Dia melihat Banyu berdiri di sampingnya dengan wajah datar.

"Tangan lo bau comberan. Jangan pegang-pegang barang bagus," kata Banyu dingin.

"A-anjing! Lepasin!" Si copet menjerit kesakitan. Tulang pergelangan tangannya rasanya mau remuk.

Melihat temannya diserang, komplotan preman di sekeliling langsung bereaksi.

"Woy! Cari mati lo!"

Seorang preman menyerang Banyu dari belakang, tangannya menggenggam batu paving blok.

Sonia menjerit. "Awas belakang!"

Tapi Banyu tidak perlu menoleh. Instingnya yang sudah tajam berkat Cairan Ajaib bekerja otomatis. Tanpa melepas cengkeramannya pada si copet, Banyu melayangkan tendangan belakang (back kick) yang akurat.

BUGH!

Tumit sepatu Banyu mendarat telak di ulu hati si penyerang. Orang itu terpental mundur tiga meter, jatuh berguling-guling sambil memegang perutnya, muntah-muntah.

Satu lagi preman maju, kali ini mencabut pisau lipat kecil dan menusuk ke arah perut Banyu.

Banyu hanya menggeser badannya sedikit, menghindari tusukan itu dengan gerakan minimalis, lalu tangan kirinya melayang cepat.

KRAK!

Sebuah hook kiri mendarat telak di hidung si pembawa pisau. Suara tulang rawan patah terdengar ngeri. Darah muncrat. Preman itu langsung ambruk, pingsan seketika.

Hanya dalam hitungan lima detik, dua orang tumbang.

Banyu masih memegang tangan si copet kurus, yang kini wajahnya pucat pasi seperti mayat. Dia menatap teman-temannya yang KO dengan horor.

Sonia menatap Banyu dengan mata berbinar-binar penuh kekaguman. Mulutnya terbuka sedikit. Gila... keren banget...

Sementara Kepin berdiri mematung. Matanya kosong. Dia tidak percaya pemuda "petani kampung" yang tadi dia hina itu ternyata punya skill beladiri selevel film The Raid.

Banyu menekan cengkeramannya sedikit lagi.

"AAARGH! AMPUN BOS! TANGAN GUE PATAH!" jerit si copet.

"Dompet. Balikin. Sekarang," perintah Banyu singkat.

"G-gue nggak bawa..."

KRETEK.

Banyu meremas sedikit lagi. Bunyi tulang bergesekan terdengar ngilu.

"Lo mikir dulu sebelum jawab," bisik Banyu sadis. "Kalau tangan ini remuk, seumur hidup lo nggak bakal bisa nyopet lagi. Lo mau pensiun dini jadi gembel buntung?"

Ancaman itu efektif. Mental si copet hancur.

"IYA! IYA! GUE BALIKIN! AMPUN!"

Si copet merogoh saku celananya dengan tangan kiri, mengeluarkan dompet kulit berwarna pink, dan menyerahkannya dengan gemetar.

"Cek dulu," kata Banyu pada Rina.

Rina mengecek isinya dengan cepat. "Lengkap! Nggak ada yang ilang!"

Banyu mengangguk, lalu menghempaskan tangan si copet.

"Cabut lo. Ajak temen-temen lo yang tidur itu. Itung sampe tiga lo masih di sini, gue patahin kaki lo semua."

"Satu."

Tanpa ba-bi-bu, si copet langsung memapah temannya yang pingsan dan yang sakit perut, lalu lari terbirit-birit menghilang di keramaian parkiran.

Suasana hening sejenak.

Sonia menatap Banyu dengan napas memburu. "Banyu... lo... kenapa nggak kita laporin polisi aja tadi? Di situ ada pos polisi kok."

Banyu tersenyum santai sambil membetulkan tali tasnya. "Percuma, Son. Paling ditahan 24 jam terus dilepas lagi. Urusannya ribet, kalian harus bikin BAP, buang waktu liburan. Mending pake cara jalanan: Damai itu Indah."

DEG.

Kalimat "Damai itu Indah" (versi lain dari "Cinta Damai" di kereta tadi) menampar telinga Kepin dengan keras. Wajahnya yang tadi pucat kini merah padam menahan malu.

Tadi di kereta, Kepin mengejek Banyu pengecut karena bilang "Cinta Damai". Ternyata, Banyu cuma malas pamer kekuatan. Justru Kepin lah yang pengecut sejati.

1
Nugroho Sodiq
harusnya dibalik thor..waktu di dlm kendi yg cepet, tapi dunia asli lmbat..biar cepet panen..😄
Yandi Hidayat
sangat bagus
Wega Luna
papi Raka paling keren,,,,🤭🤭🤭🤭GK ada Raka Raka yg lain kalo GK Raka nya Vania Bella🤭🤭🤭
Gege
bener bener apik dan epic bangeed...asal ga kesurupan setan NT yang ngajarin kalimat mbuledd ajaa buat kejar setoran pasti rame terus ini novel...
Jujun Adnin
sampe tamat
Aji L
setengah hektar tu 5.000 m²
DipsJr: wah iya ya... 😅
makasih infonya tandi di revisi. 🙏
total 1 replies
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣untung besar ,buat jajan di luar negeri
Gege
apik dan epic
Gege
sangat apik dan epic setiap episodenya... mungkin bisa dibuatkan cerita nelayan tajir... dengan pola yang sama tapi banyak mainan air..😄🤣
isnaini naini
gas lah pak mo..ayo brngkt...
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣 siapa yg nolak nyu ,gratis lagi
Jujun Adnin
lanjut
Apriyantho Apri
Perbanyak upgrade nya dong,please...
DipsJr: cuman bisa 3 kak. biar awet. 😔
total 1 replies
D'ken Nicko
kurang banyak babnya thor
Jujun Adnin
lagi
isnaini naini
siska mungkin pnya trauma masa lalu kali ya...kok klo liat orang bawaan nya skeptis melulu awas...nanti jth cinta loh...
isnaini naini
gpp nyu 100jt buat hdiah cuma2 tp scra tdk lngsng km sdh pnya koneksi aman lah...walau agak pait jg sih...100jt gt loh...😇
isnaini naini
smngt ya nyu buat author jg...
isnaini naini
benih lope2nih kyknya....
isnaini naini
gimana pak tomat busuk...kapok lu...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!