Menceritakan tentang 2 gadis bersaudara dimana dia adalah seorang anak yang di hidupi oleh pengusaha yang sangat kaya raya dan setiap pesaing kalah bisnis dari orang tua nya selalu saja mereka ingin selalu menjatuh kan orang tua Cahya dan Megy....
" Cahya kamu janji ya, akan membalaskan kedua orang tua kita" kata Megy sembari mengelap air mata adik nya yang menetes di pipi.
"Oke, gue janji kak, lu juga janji ya, kak? Ucap Cahya sembari berhenti menangis.
Cahya sekarang usiamu muda, kamu bisa ikut ke medan perang! Di sana kamu bisa mempelajari ahli beladiri apa saja? Kata Megy dengan serius.
Baiklah kak, gue akan pergi dulu! Titip ayah ya? Ucap Cahya.
Apakah orang tua nya akan jatuh atas segala yang dilakukan penjahat..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ebit S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21. Megy Membantu
Cahya yang sudah berl\*m\*r\*n d\*r\*h Jayadi dan Junaedi menatap tajam kearah Edwin Kurniawan yang santai melihat Junaedi terkul\*i di hadapannya.
"Ya, kalau emang benar-benar ada yang lebih dari mereka berdua? Kenapa nggak lu panggil aja mereka! Abis mereka gue kasih pel*j*r*n baru, lu?" Kata Cahya dengan dingin.
Tanpa banyak bicara lalu Edwin segera menatap tajam kearah Cahya dan Megy.
Mata Edwin Kurniawan bagaikan elang. Sangat tajam dengan fitur wajahnya yang maskulin.
"Proook...proook... "
Edwin dengan santai bertepuk tangan lalu berkata."Menarik?"
"Proook-proook..proook-proook.."
Setelah tepukan tangan Edwin muncul 8 pria yang melompat tepat didepan Cahya kemudian dengan mata tajam mereka 8 orang ini langsung menatap Cahya dan Megy.
"Kalian semuanya harus beri merek* pel*jar*n? Tapi ingat jangan b*n*h dulu mereka!" Kata Edwin menyeringai dingin tanpa melihat Anak buahnya.
"Baik bos! Tenang aja kami akan bersenang-senang?" Kata josep tersenyum.
Lalu Megy yang berdiri disana dengan diam langsung mendekati Cahya. Lalu berbisik." Lu istirahat aja dulu! Mereka biar gue yang hadapi?"
"Tapi, lu harus hati-hati dengan pria yang berambut panjang itu! Dia punya s*nj*t* yang tersembunyi?" Kata Cahya mengingatkan.
Lalu Megy segera berdiri di tempat Cahya sementara Megy menatap Rombongan delapan pria dengan badan tegap itu.
"Lawan kalian adalah gue!" Kata Megy dengan dingin.
Tanpa banyak bicara kemudian mereka berdelapan langsung meng*lil*ngi Megy.
Kemudian saat dua orang yang ada dihadapan Megy ingin m*ny*r*ng ternyata yang ada dibelakang Megy langsung m*n*nd*ng Megy hingga terj*r*mb*b di depan Josep dan Anto.
Dengan sangat sigap Josep dan Anto langsung m*m*k*l Megy hingga terd*r*ng m*nd*r dan terh*mp*s dit*n*h dengan ker*s.
"Uhuk..uhuk..." Megy terbatuk akibat ser*ng d*dak*n mereka.
"Meggyyyy...." Teriak Cahya yang khawatir melihat Megy terh*mp*s dit*n*h.
Tidak lama kemudian Megy berdiri dengan perlahan lalu m*n*el*p d*r*h yang m*n*t*s di sudut bibirnya.
Lalu Megy m*ng*lap d*r*hnya yang di bib*r hingga ada yang men*m*el di t*ngan Megy m*nj*l*t d*r*hnya sendiri.
"Oke banget! Boleh juga atas tipuan kalian!" Kata Megy dengan senyum santai.
"Oh yaaaaaaaa..." Kata Albert dengan senyumnya yang lebar.
Dengan perl*han Anto m*ju lebih dulu m*ny*r*ng dengan Megy tetapi Megy belum mengambil t*nd*kan untuk men*h*n dan benar saja, yang melakukan ser*ng*n Josep m*ng*un*kan k*k*ny*.
Lalu Megy m*meg*ng k*ki Josep hingga langsung m*mb*nt*ng Josep ket*n*h dan menyebabkan debu disana ter*ngk*t akibat Josep yang t*rh*mp*s dan tidak sampai disana Megy segera m*l*mp*rk*n Josep kearah Anto hingga men*br*k tubuh Anto dan langsung men*br*k t*mb*k dengan Anto dibel*k*ng Josep.
"Gue tunjukkin ke kalian, tipuan yang benar itu, gimana?" Kata Megy dengan dingin.
Kemudian Megy segera melesat kearah Josep yang habis t*rl*mp*r tetapi tiba-tiba saja terdengar jerit*n Marcel terdengar karena dia tidak w*sp*da Megy m*n*h*nt*m Marcel ke t*l*ng R*s*knya.
"Aaaaaah..."
Jerit Marcel. Dan tidak sampai disana saja Megy segera m*nc*k*k leh*r Marcel hingga m*ny*b*bk*n Marcel hampir keh*bis*n n*f*s.
Lalu Marcel segera mengh*nt*mkan k*kinya kear*h dad* Megy hingga membuat Megy melepaskan cek*k*n itu dan Megy segera menj*ga jarak.
Josep dan Anto yang terlempar kemudian berdiri lalu mereka mer*ngg*ngkan ot*t-ot*tnya karena meras*kan dapat mus*h yang sepad*n.
"Boleh juga! Sangat jarang ketemu dengan musuh seperti ini? Biasanya kami selalu dominan dan tidak ada perlawanan sama sekali?" Kata Josep sembari men*puk d*bu dan mengel*p d*r*h disud*t m*l*tnya.
"Bagaimana kalau yang ini!" Kata Megy segera bert*nd*k.
Megy segera m*ny*r*ng Josep yang mengel*p bajunya yang terkena debu kemudian langsung terken* puk*l*n dileh*rny* oleh Megy tetapi josep memang kena puk*l*n dil*h*rnya.
Namun, itu hanya tert*h*n beberapa menit saja.
Kemudian Josep berdiri di depan Megy yang t*ng**ny* m*muk*l l*h*r Josep tanpa bergerak sedikit pun.
Dengan seringai mengejek Josep langsung berkata."Ini p*k*l*nmu kok, kayak p*k*lan anak usia 3 tahun."
Megy yang melihat Josep terk*na p*k*lan tetapi tidak berdampak apa-apa. Ia lalu segera memukul dan menendang tubuh Josep.
Namun, sia-sia saja Josep sama sekali tidak merasakan apa pun.
"Lu p*k*l saja sepuasnya! Setelah itu baru gue yang bermain dengan lu?" Ejek Josep.
"Bak..buk..bak..buk...duaaaaak... Plaaaaak.."
Megy yang berusaha mem*k*li Josep tanpa ada dampak apa-apa berusaha keras untuk m*ny*r*ng Josep.
Hingga Megy yang m*ny*r*ng pun kel*l*h*n akibat kebanyakan m*m*k*li Josep.
"Bagaimana, apa kamu sudah m*m*k*li?" Kata Josep dengan seringai.
Tanpa menunggu waktu lama Josep segera m*m*k*l Megy dengan p*k*l*n yang sangat bah*ya.
"Gue kasih tahu lu nih, gimana cara m*m*k*l yang benar?" Kata Josep sembari mendekati Megy dengan perlahan.
"Megy menghindar?" Kata Cahya berteriak.
Belum sempat Megy menghindar lalu p*k*lan Josep sudah mend*r*t diper*t Megy dengan tel*k.
"Uuuuweeeee.."
Megy yang terken* puk*l perut langsung m*nt*h akibat p*kul*n dari Josep. Lalu Josep segera meraih ker*h baju Megy hingga mengangkatnya ke udara.
Megy yang ter*ngk*t pun mencoba melepaskan c*ngk*m*n Josep diker*h baju itu.
Tetapi usaha Megy sia-sia karena cengkraman Josep itu sangat kuat tubuh Josep tingginya 200 meter k*p*l*n dan l*ng*nnya saja sebesar paha kaki manusia biasa.
"Oooh kenapa? Nggak bisa melepaskan ya?" Kata Josep menyeringai penuh dengan ejekan.
Sementara Anak buah Edwin Kurniawan yang lain tercengang. Dan Cahya serta Eko Wijaya yang melihat terlihat khawatir akibat melihat Megy yang masih berusaha melepaskan cengkraman Josep di bajunya.
Lalu dengan penuh keyakinan Megy segera menggunakan dua k*kinya untuk bertopang didada Josep kemudian Megy segera melepaskan c*gkr*m*n Megy dengan paksa hingga menyebabkan baju penyamaran itu Robek.
Lalu Megy menjaga jarak dari Josep yang hanya memegang baju Pramono yang digunakan Megy untuk penyamaran.
"Waaaaaawwwwww... Cukup besar juga ya, pepayamu.. kalau tahu pepayamu besar? Gue sentuh tadi!" Kata Josep dengan wajah mesum.
"Heeeemmm begini saja! Lu jadi wanitaku saja, bagaimana? Gue yakin, sawah mu itu pasti belum pernah merasakan cangkul ku yang sangat besar ini! Gue yakin, sawahmu itu belum pernah disentuh sama lelaki kan?" Kata Josep dengan wajah mesum sembari menjilat bibirnya.
"Cuiiiiiih... Brengsek lu! Gue hancurin lu, biar lu nggak bisa apa-apa dimasa depan?" Kata Megy mengumpat kesal.
Cahya yang mendengarkan ucapan Josep menjadi Emosi dan meng*p*lk*n t*ng*nnya.
"Dasar tidak tahu malu?" Gumam Cahya yang menatap tajam kearah Josep.
Megy lu beri dia pelajaran nggak bisa apa-apa dengan wanita! Kalau perlu lu m*mp*sin aja sampah kayak dia? Kata Cahya berteriak.
"Hahaha"
Tertawa terdengar pecah dari rombongan berandal yang mengeroyok Megy.
"Lu tenang aja, sawahmu itu! Gue cangkul pelan-pelan kok! Walau awalan sakit tetapi bisa buat kamu merem melek nanti, bagaimana?" Kata Josep dengan menyeringai semakin terlihat jelas atas kem*sum*n dirinya.
"Woi Josep, kita gantian nikmati sawahnya, gimana?" Kata Anto dengan seringai menatap pepaya Megy yang hampir keluar.
ini seperti isi teks yang langsung up tapi mungkin lupa di edit lagi tanpa di kroscek
padahal isi ceritanya cukup oke