Genius Modern Dinegeri Kuno

Genius Modern Dinegeri Kuno

Hanya Nama Yang Sama

"Anak tidak berguna..! kau dan ibumu itu sama saja, hanya bisa menyusahkanku."

"Bedebah, tidak tahu diuntung. Aku hidup bukan untuk membesarkan anak cacat penyakitan sepertimu."

"Pembawa sial, aku tidak sudi memiliki anak sepertimu. Pergi...!"

"Kau bukan putriku, kau tidak lebih dari seonggok daging busuk tak berguna."

"Arch...!"

Kepala berdenyut nyeri, suara itu sangat tajam dan nyaris memecahkan gendang telinga.

Bang Brak

Tubuh kurus kumal itu dilempar kehalaman, disusul tendangan dipunggung, mematahkan tiga tulang rusuk.

"Bawa pergi anak terkutukmu ini..!"

Wanita lemah berderai airmata, mengenakan baju tambal sulam merangkak ditanah. Tangannya gemetar, memeluk raga sang putri yang tak berdaya.

"Katakan pada anak sialanmu itu, jangan pernah memanggilku ayah diseumur hidupnya. Kalian bukan bagian dari keluarga Kang, hidup mati kalian tak ada lagi urusannya denganku."

Nafas gadis kecil kembang-kempis, sang ibu histeris tanpa suara.

"Jangan lagi gunakan nama keluargaku yang berharga, aku tidak memiliki keturunan cacat penyakitan seperti jalang sialan ini."

Kata tajam nenek tua, setelah akta perpisahan keluarga ditanda tangani.

"Baik, sekarang putriku akan menggunakan nama keluargaku. Qing Lizi, namanya mulai sekarang Qing Lizi."

Seorang wanita lain, berusia kisaran empat puluh lima datang sembari menangis.

Wanita itu membantu, mengangkat raga sekarat sang cucu. Tetangga yang menjadi saksi seorang suami menceriakan istri dan ayah membuang putrinya, ikut menolong.

Pemuda kekar berlari gesit, wajahnya diselimuti ketakutan. Ia mengambil alih tubuh gadis kecil yang napasnya tinggal satu dua.

Akta cerai dan pemutusan hubungan keluarga bercap jari disambar, disimpan dalam lipatan baju dengan gerakan kasar terburu-buru.

"Putriku bangun nak, jangan tinggalkan ibu...!"

Kebisingan ini nyata, begitu juga dengan sakitnya. Tapi, siapa mereka..?

Siapa Qing Jia...? wanita berusia dua puluh enam tahun yang dipanggil ibu itu.

Lalu siapa juga Qing Mei, wanita lembut yang dipanggil nenek.

"Arch...!"

Sakit itu datang lagi, seiringan kilasan ingatan yang entah milik siapa. Sejak bocah itu bisa mengingat dan tahu akan dunia, semua peristiwa datang diwariskan.

Qing Lizi, berusia sepuluh tahun. Putri dari pasangan Kang Cuyan dan Qing Jia. Terlahir prematur akibat Qing Jia yang kurang mendapat asupan gizi, bekerja dari pagi buta hingga tengah malam. Membuat kondisi tubuhnya lemah dan akhirnya mempengaruhi janin yang dikandung.

Qing Lizi jadi lemah sakit-sakitan.

Satu-satunya adik lelaki, meninggal dunia dua minggu setelah terlahir kedunia. Masalahnya sama, semua karena faktor kelelahan dan gizi buruk.

"Lizi, putriku, kau sudah sadar...?" tanya Qing Jia parau karena tangis yang ia ukir sejak pagi buta.

Mata Qing Lizi bergerak halus, terbuka pelan dari cuma segaris lalu melebar. Alisnya berkerut, bukan hanya karena sakit disekujur badan, tapi juga penampakan disekitar.

"Aku hidup, tapi mana mungkin bisa..?" ucap Qing Lizi aneh.

Namanya benar Qing Lizi, seorang genius dari abad 27 berusia tiga puluh tahun. Ia sedang bertugas diperbatasan dua negara berkonflik, menjadi dokter relawan yang bergabung dengan tentara perdamaian.

Terjadi bentrokan antara tentara zionis dan warga sipil. Qing Lizi bersama dokter lain datang kelokasi setelah adanya korban.

Qing Lizi sudah mengibarkan bendera putih, ia mengenakan atribut lengkap tenaga medis. Namun tetap saja moncong peluru zionis diarahkan padanya.

Bukan cuma satu, tapi tiga.

Dada, perut dan leher. Secara naluriah, seharusnya ia sudah mati. Tapi nyatanya Qing Lizi masih hidup.

Apa mereka yang menyelamatkannya..?

Orang-orang ini, bermarga Qing juga.

Namun pakaian yang dikenakan, kenapa kuno sekali..?

Fashion seperti itu memang milik negara asalnya, tapi dizaman dulu era dinasti kekisaran awal yang berdiri ribuan tahun lalu atau malah puluhan ribu tahun silam.

"Lizi, putriku..!"

Qing Mei menghela nafas lega, ia menyeka kasar airmatanya.

"Cucuku, tahan sedikit sakitmu ya..? nenek akan mencari tabib terbaik untuk mengobatimu."

Qing Jia menggenggam tangan kurus Qing Lizi "bertahan lah nak, ibu mohon..! jangan pergi, jangan tinggalkan ibu."

Qing Lizi meringis, hatinya berdesir pilu. Ia yatim piatu sejak usia lima belas tahun. Hidup bersama sang kakak lelaki yang tewas akibat kecelakaan pesawat terbang ketika usianya dua puluh tahun.

Setelahnya Qing Lizi sendirian, hidup berbekal warisan yang ditinggalkan. Menjadi dokter special diusia muda, bekerja diHospital Internasional Beijing selama satu tahun. Sebelum akhirnya memutuskan menjadi dokter militer.

Pergi kenegara berkonflik, ikut misi pembebasan sandera mafia, menjadi relawan dalam perang genosida. Sudah pernah Qing Lizi lakoni.

Ahli beladiri, penggunaan berbagai senjata, menguasai sembilan bahasa. Kerja sampingan seorang koki, ditekuni karena hobby.

Selain itu, ia juga seorang hacker, pakar genius dibidang teknologi. Memiliki IQ diatas rata-rata dan pernah merilis obat kanker kepasar dunia.

Mana mungkin masih ada ibu...?

Terlebih, usia yang mengaku ibu ini sepertinya sebaya dengannya, atau malah lebih muda..?

"Lizi, kenapa diam saja..?"

Qing Jia panik, ia mengusap wajah putrinya dengan perasaan kalut bersama dua garis airmata yang kembali menghiasi wajah lelahnya.

Ingatan milik Qing Lizi lain kembali hadir, gadis cilik itu sudah mati satu jam lalu. ia sakit sejak dua hari kemarin, sang ayah tak mau membawanya berobat dan malah bersenang-senang dengan selirnya.

Tadi ibunya kembali menghiba, karena kondisi Qing Lizi kritis. Bukannya disambut baik, malah ibunya ditampar. Tubuh lemah Qing Lizi dilempar keluar, lalu ditendang.

Si genius Qing Lizi mengangkat tangannya. Ya, kurus kering dan pucat kusam.

"Jadi aku bereinkarnasi..?" kata Qing Lizi dalam hati.

"Ah tidak, aku bertransmigrasi seperti dinovel karya penulis favoriteku."

Gigi Qing Lizi mengerat, kilat keji melintas dipupil matanya.

"Suami dan ayah macam apa itu..? bedebah, bajingan...!" geramnya mengingat semua prilaku Kang Cuyan.

"Nenek, kakek, kalian semua keluarga Kang, tunggu saja pembalasanku."

Qing Lizi menghela nafas, memejamkan mata sesaat.

"Beristirahatlah dengan tenang, sisanya serahkan padaku. Aku akan menjaga ibu dan nenek." salam perpisahan dan janji Qing Lizi pada jiwa pemilik tubuh yang kini ia tempati.

"Lizi...!"

Qing Lizi meringis, membuka matanya redup "ibu...!"

Qing Jia melepaskan nafas beban, begitu juga Qing Mei.

"Dimana yang sakit..? apa kau menginginkan sesuatu..?"

Qing Lizi menggeleng lemah, tubuhnya benar-benar terasa remuk, tidak bisa digerakan. Tulang rusuknya patah akibat ditendang bajingan Kang Cuyan.

"Lapar...!"

"Tunggu sebentar, nenek akan membuatkanmu bubur. Sabar ya..?"

Qing Mei bergegas bangkit, berlari tergesa kedapur rumahnya.

Huang Feng, pemuda yang tadi menggendongnya pulang kerumah Qing Mei. Ia orang yang dekat dan menyayangi Qing Lizi.

Ada lagi satu sahabat Qing Lizi, Jang Jiayi. Bocah itu pasti sedang bekerja diladang membantu orangtua, makanya belum datang menjenguk.

"Lizi'er...!"

Qing Lizi tersenyum sendu "kakak Feng...!"

"Tunggu ya..? aku akan memanggil tabib terbaik diIbukota."

Qing Lizi mengangguk lemah "terimakasih..!"

Huang Feng pamit, semua tetangga bubar guna kembali bekerja diladang.

Kini tinggal ibu dan anak, Qing Lizi dan Qing Jia.

"Maafkan ibu yang tidak bisa melindungimu, ibu tidak berguna. Ibu sudah membuatmu menderita." Qing Jia tergugu pilu.

"Ibu, aku tidak apa-apa. Jangan cemas, aku pasti sembuh."

Tak lama Qing Mei datang membawa bubur nasi dan kentang dicampur bayam liar.

Itu stok makanan terakhir yang ada dirumah Qing Mei. Hasil ladangnya tahun ini tak bagus, jadi ia cuma bisa menyisakan sedikit setelah sebagian dijual.

Terpopuler

Comments

Memyr 67

Memyr 67

𝗌𝗂𝖺𝗉𝖺 𝗍𝗎 𝖼𝖾𝗐𝖾𝗄 𝗒𝗀 𝗆𝖺𝗎 𝗆𝖺𝗎𝗇𝗒𝖺 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗌𝖾𝗅𝗂𝗋 𝗄𝖺𝗇𝗀 𝖼𝗎𝗒𝖺𝗇. 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗃𝖺 𝗆𝖾𝗇𝖽𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺 𝗄𝖾𝗅𝖺𝗉𝖺𝗋𝖺𝗇 𝗌𝖾𝗅𝖺𝗆𝖺 𝗁𝖺𝗆𝗂𝗅, 𝗍𝗎 𝖼𝖾𝗐𝖾𝗄 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗉𝖺𝗌 𝗁𝖺𝗆𝗂𝗅 𝖽𝗂𝖻𝗂𝖺𝗋𝗄𝖺𝗇 𝗄𝖾𝗅𝖺𝗉𝖺𝗋𝖺𝗇 𝗃𝗎𝗀𝖺.

2026-04-24

3

Lismawati

Lismawati

ayo Qing Lizi semangat utk sembuh bantu ibu dan nenekmu utk jadi kaya

2026-05-16

1

Erna Fkpg

Erna Fkpg

ikut hadir kak baru tau ada novel baru bab pertama saja sudah seru

2026-02-08

0

lihat semua
Episodes
1 Hanya Nama Yang Sama
2 Qing Lizi & Qiao An
3 Keluarga Qing & Kang
4 Hutan Pegunungan
5 Cuma 60%
6 Berlatih & Berpetualang
7 Mendapat banyak keuntungan
8 Menghasilkan Uang
9 Menolong Kepala Desa
10 Mulai diincar
11 Gula jagung
12 Menghasilkan uang banyak
13 Ngeborong lagi
14 Teman Baru
15 Kehebohan diDesa Zitan
16 Qing Jian Kembali
17 Masih mendalami
18 Operasi Perdana
19 Menteri Hukum Bai Yong
20 Skincare & Masker kolagen
21 Peluang Datang
22 Kebakaran Jenggot
23 Bisnis Bersama
24 Menghasilkan Uang
25 Menyusun Rencana
26 Mulai memproduksi
27 Munculnya empat varian gula
28 Bai Rong beraksi
29 Perencanaan toko kosmetik
30 Memperkaya diri
31 Beroperasinya toko kosmetik
32 Kaya-raya sungguhan
33 Memetik hasil
34 Gang Shoheng
35 Kerjasama Dengan Jiao Tong
36 Transaksi diPaviliun Nuwa
37 Kemakmuran mengundang Dengki
38 Sesuai Harapan
39 Membagi dua senjata pusaka
40 Kaya tanpa kerja keras
41 Dua kubu dua rasa
42 Membangun perubahan
43 Semua sesuai rencana
44 Desa Shinji
45 Bertemu Mantan
46 Progres desa Shinji
47 Klan Earl Zhang
48 Nona muda Zhang Ling
49 Desa Hutong
50 Operasi Zhang Ling
51 Shennong & Yen Tjien & Jingyiwei
52 Desa Fujian
53 Lain Desa Beda Cerita
54 Melebarkan sayap bisnis
55 Perkembangan Shinji dan Hutong
56 Hasil operasi
57 Tiga peluru satu terget
58 Adipati Wei & Marquis Yang
59 Sesuai Jalur
60 Grand Opening
61 Pertemuan Dua Temen
62 Transaksi & Terimakasih
63 Situasi diperbatasan selatan
64 Balasan tanpa campur tangan
65 Hakim Daerah Yuan
66 Pewaris utama Yuan Chou
67 Beban harapan berdatangan
68 Ma Shi & Ma Gui
69 Tiga belas nyawa
70 Kesibukan yang menguntungkan
71 Berburu bersama warga desa
72 Rencana Bisnis Baru
73 Undangan dari Istana
74 Uang dan Senyuman
75 Kunjungan keIstana
76 Kunjungan keIstana 2
77 Berkelana dari desa ke desa
78 Perayaan Desa Zitan
79 Desa Anhui & Anlong
80 Rencana Dibalik Kegelapan
81 Strategi Qing Lizi
82 Kebenaran dari Yoning
83 Semua punya cerita
84 Raungan dipenghujung senja
85 Kerja bagus kawan..!
86 Pesan dibalik rencana
87 Tugas Dan Rencana
88 Desa Longyi
89 Paket Tengah Malam
90 Bayang-Bayang Kematian
91 Xu-Qi Restoran
92 Mengembalikan senyum & harapan
93 Mulai Bereaksi
94 Desa Yongle & Mengjia
95 Dimulainya Mega Proyek
96 Rencana Penyerangan
97 Mencari Sarang Musuh
98 Hutan Xiong
99 Menghilang Selamanya
100 Wujud Tanpa Bayangan
101 Perampokan Massal
102 Desa Seribu Bunga
103 Finish & Sekarat
104 Musnahnya 9 Markas Cabang
105 Pembersihan Hingga Keakar
106 Berkumpul Dengan Sekutu
107 Hongcu Membara
108 Hubei Punya Cerita
109 Keakraban di Hubei
110 Kisah Heilan dan Hongli
111 Berkumpul
112 Perkembangan Mega Proyek Negara
113 Luka terpendam yang berakar
114 Memberi peringatan
115 Lawatan ke Negara Dongcu
116 Lawatan Kenegeei Dongcu 2
117 Lawatan kenegeri Dongcu 3
118 Dua Sisi Mata Uang
119 Menyerahkan Diri
120 Hotpot & Bakery
121 Penghargaan & Status
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Hanya Nama Yang Sama
2
Qing Lizi & Qiao An
3
Keluarga Qing & Kang
4
Hutan Pegunungan
5
Cuma 60%
6
Berlatih & Berpetualang
7
Mendapat banyak keuntungan
8
Menghasilkan Uang
9
Menolong Kepala Desa
10
Mulai diincar
11
Gula jagung
12
Menghasilkan uang banyak
13
Ngeborong lagi
14
Teman Baru
15
Kehebohan diDesa Zitan
16
Qing Jian Kembali
17
Masih mendalami
18
Operasi Perdana
19
Menteri Hukum Bai Yong
20
Skincare & Masker kolagen
21
Peluang Datang
22
Kebakaran Jenggot
23
Bisnis Bersama
24
Menghasilkan Uang
25
Menyusun Rencana
26
Mulai memproduksi
27
Munculnya empat varian gula
28
Bai Rong beraksi
29
Perencanaan toko kosmetik
30
Memperkaya diri
31
Beroperasinya toko kosmetik
32
Kaya-raya sungguhan
33
Memetik hasil
34
Gang Shoheng
35
Kerjasama Dengan Jiao Tong
36
Transaksi diPaviliun Nuwa
37
Kemakmuran mengundang Dengki
38
Sesuai Harapan
39
Membagi dua senjata pusaka
40
Kaya tanpa kerja keras
41
Dua kubu dua rasa
42
Membangun perubahan
43
Semua sesuai rencana
44
Desa Shinji
45
Bertemu Mantan
46
Progres desa Shinji
47
Klan Earl Zhang
48
Nona muda Zhang Ling
49
Desa Hutong
50
Operasi Zhang Ling
51
Shennong & Yen Tjien & Jingyiwei
52
Desa Fujian
53
Lain Desa Beda Cerita
54
Melebarkan sayap bisnis
55
Perkembangan Shinji dan Hutong
56
Hasil operasi
57
Tiga peluru satu terget
58
Adipati Wei & Marquis Yang
59
Sesuai Jalur
60
Grand Opening
61
Pertemuan Dua Temen
62
Transaksi & Terimakasih
63
Situasi diperbatasan selatan
64
Balasan tanpa campur tangan
65
Hakim Daerah Yuan
66
Pewaris utama Yuan Chou
67
Beban harapan berdatangan
68
Ma Shi & Ma Gui
69
Tiga belas nyawa
70
Kesibukan yang menguntungkan
71
Berburu bersama warga desa
72
Rencana Bisnis Baru
73
Undangan dari Istana
74
Uang dan Senyuman
75
Kunjungan keIstana
76
Kunjungan keIstana 2
77
Berkelana dari desa ke desa
78
Perayaan Desa Zitan
79
Desa Anhui & Anlong
80
Rencana Dibalik Kegelapan
81
Strategi Qing Lizi
82
Kebenaran dari Yoning
83
Semua punya cerita
84
Raungan dipenghujung senja
85
Kerja bagus kawan..!
86
Pesan dibalik rencana
87
Tugas Dan Rencana
88
Desa Longyi
89
Paket Tengah Malam
90
Bayang-Bayang Kematian
91
Xu-Qi Restoran
92
Mengembalikan senyum & harapan
93
Mulai Bereaksi
94
Desa Yongle & Mengjia
95
Dimulainya Mega Proyek
96
Rencana Penyerangan
97
Mencari Sarang Musuh
98
Hutan Xiong
99
Menghilang Selamanya
100
Wujud Tanpa Bayangan
101
Perampokan Massal
102
Desa Seribu Bunga
103
Finish & Sekarat
104
Musnahnya 9 Markas Cabang
105
Pembersihan Hingga Keakar
106
Berkumpul Dengan Sekutu
107
Hongcu Membara
108
Hubei Punya Cerita
109
Keakraban di Hubei
110
Kisah Heilan dan Hongli
111
Berkumpul
112
Perkembangan Mega Proyek Negara
113
Luka terpendam yang berakar
114
Memberi peringatan
115
Lawatan ke Negara Dongcu
116
Lawatan Kenegeei Dongcu 2
117
Lawatan kenegeri Dongcu 3
118
Dua Sisi Mata Uang
119
Menyerahkan Diri
120
Hotpot & Bakery
121
Penghargaan & Status

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!