Kehidupan yang di jalani Hana sangat bahagia, apalagi saat kekasihnya menikahinya. Namun kehidupan bahagia itu hanya sebentar saja berpihak padanya. Kehidupannya yang dulu bahagia kini perlahan hilang saat sang suami berselingkuh dengan seorang wanita yang sangat dia percaya. Bahkan mereka pun mencoba untuk membunuhnya. Lalu apa yang akan di lakukan oleh Hana setelah menyadari semua itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliyah Ramahdani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu mbok Dijah
Fira mendapat telepon dari mbok Dijah. kebetulan sekali karena hari itu dia juga ingin menemui mbok Dijah
" Halo mbok" ucap fira di seberang telpon
" Halo non. Maaf, apa non fira sudah melihat rekaman video dalam kamera yang mbok berikan itu?" tanya mbok Dijah
" Kenapa mbok?" Ucap fira
" Tidak apa-apa non. hanya saja mungkin kamera itu merekam kejadian yang terjadi di kamar nona Hana saat itu" ucapnya
" Soal rekaman video itu, nanti akan aku jelaskan. Lalu, dimana mbok sekarang? apa aku boleh bertemu dengan mbok?" Tanya fira
" Boleh non, kebetulan mbok juga akan keluar belanja. gimana kalo kita bertemu di luar sana, non?" Saran bok Dijah
" Baiklah mbok, aku akan menunggu mbok di jalan. aku akan memarkirkan mobilku tak jauh dari rumah itu" ucap fira
" Baik non" ucap mbok Dijah mengakhiri panggilannya
Dengan segera mbok Dijah keluar dengan alasan belanja, dia pun mempercepat langkahnya. Tak dari jauh sana, dia melihat fira sedang berdiri di depan mobilnya sembari melambaikan tangan padanya. dia pun berlari menghampiri Fira
" Non Fira.." ucapnya begitu tiba di depan Fira
" Mbok ayo masuk. aku ingin membawa mbok ke suatu tempat" pinta Fira masuk ke dalam mobil terlebih dahulu
Tanpa bertanya, mbok Dijah pun segera masuk ke dalam mobil. dia ikut saja kemana pun Fira melajukan mobilnya
" Non, kita mau kemana? kenapa dari tadi mobil ini tidak berhenti?" tanyanya mulai cemas
" Kenapa? mbok takut?"
" Gak non. hanya saja kalo nona Mayang tau mbok pergi lama, mbok takut dia akan marah dan memotong gaji mbok, non" jawabnya
" Tenang saja mbok. mulai saat ini mbok gak usah kembali ke sana. mbok gak usah kerja lagi di sana" ucap Fira
" Lalu, mbok harus kemana non? mbok gak punya siapa-siapa di sini" ucapnya
" Mbok ikut sama aku saja" jawabnya
" Tapi non-"
" Sudahlah, mbok tenang saja. Aku jamin jika mbok ikut denganku, mbok akan bahagia" ucap Fira tersenyum
Tak berapa lama, mereka pun tiba di rumah mewah itu. mbok sangat takjub dan terbelalak dengan mulut sedikit terbuka
" Mbok, ayo masuk" ajak Fira pada mbok yang masih kagum dengan keindahan rumah itu
" Ini rumah siapa non?" Tanya nya
" Ini rumah saya, mbok" jawabnya sementara mbok Dijah hanya manggut-manggut
Fira pun melangkah masuk dan diikuti oleh Mbok Dijah dari belakang. mereka tiba di lantai dua, di tempat mereka biasa berkumpul untuk membahas rencana
Di sana ada seorang gadis kecil dan juga seorang wanita yang sangat cantik. Angel sempat terdiam melihat sosok Mbok Dijah yang kini berdiri tak jauh darinya
" Mbok, mbok apa kabar?" ucap Angel menghampiri Mbok Dijah dan memeluknya. tentu saja Mbok Dijah sangat terkejut mendapat perlakuan seperti itu oleh wanita yang dia tak kenal
" Maaf, Nona siapa?" tanyanya heran
" Ini aku Hana, mbok" jawabnya
" Nona hana? mana mungkin?" Ucap mbok Dijah tak percaya
" Aku serius Mbok. ini aku, Hana. apa Mbok gak mengenalku?" Tanya Hana menatap mbok dijah
" Maaf non, bukannya mbok gak percaya, tapi nona Hana gak mungkin berani berpenampilan seperti ini. Nona Hana, selalu sopan dalam berpakaian" ucap mbok Dijah memperhatikan penampilan wanita cantik itu
" Mbok, aku memang sengaja mengubah penampilanku, agar mas rangga dan mayang tak mengenaliku" jawabnya
" Apa ada bukti jika Nona adalah Nona Hana?"
" Kamera yang mbok berikan pada fira, itu aku yang meminta Mbok untuk memasangnya saat ulang tahun mas Rangga, kan?"
" Iya, emang betul nona hana yang memintaku untuk memasangnya. jadi nona ini benar-benar Nona Hana yang saya kenal?"
" Iya Mbok, ini saya Hana"
" Nona hana..!! nona betul nona Hana. ya Allah terima kasih, aku pikir Nona hana benar-benar sudah tiada" ucapnya dengan wajah menahan tangis
" Iya Mbok, itu karena mereka sudah membunuhku. tapi untung saja saat itu Fira menyelamatkanku, mbok"
" Mereka berdua benar-benar jahat pada Nona Hana dan juga tuan Rinto" ucap mbok dijah
" Tapi bagaimana caranya mbok bisa mendapatkan ponselku?"
" Saat itu setelah mbok memasang kamera yang nona hana minta, nona Mayang kemudian meminta mbok untuk ke mall. dan saat mbok sudah pulang tak ada satupun orang di rumah"
" Mbok mencoba memanggil Nona Hana di kamar tapi gak ada sahutan, makanya mbok beranikan diri untuk membuka pintu dan melihat kamar itu cukup berantakan dan juga ada darah"
" Kemudian mbok gak sengaja melihat ponsel Nona Hana di bawah kolong meja, makanya mbok langsung mengambilnya dan tak sengaja mendengar rekaman yang Nona rekam. setelah mendengarnya, mbok langsung mengambil dan menyembunyikan kamera serta ponsel milik nona Hana"
" Maafkan mbok ya non.. sebenarnya sudah dari dulu mbok curiga jika tuan Rangga berselingkuh, tapi yang ada di pikiran mbok saat itu adalah nona fira" ucapnya menatap fira
" Atas dasar apa mbok mencurigaiku ?" ucap Fira heran
" Maafkan mbok ya, Non. soalnya malam saat nona Hana sedang di rumah sakit menemani tuan Rinto, mbok tak sengaja mendengar suara desahan dari kamar nona hana. saat itu mbok pikir tuan Rangga sedang bersama Nona Hana. tapi ketika pagi hari, mbok tak menemukan Nona Hana di rumah. dan setahu mbok semalam nona fira juga datang ke rumah. jadi mbok berpikir apa mungkin tuan Rangga bersama nona fira di kamar semalam?"
" Astaga... ternyata kalian sama saja. Emangnya aku ini terlihat seperti pelakor, apa?" ucap fira cemberut
" Maafkan mbok Nona, mbok kan tidak tahu" jawab mbok Dijah
" Lalu kenapa mbok tidak memberitahuku soal itu?" ucap hana
" Maaf Nona, mbok takut jika nona akan marah. karena mbok juga belum ada bukti. apalagi nona fira adalah sahabat nona Hana, Jadi mungkin menurut Nona Hana tidak mungkin jika mana fira melakukan itu pada nona"
" Setelah mbok mendengar rekaman itu, barulah mbok sadar. ternyata selama ini nona mayang yang jahat, dia tega menusuk Nona Hana dari belakang. dan saat itu juga mbok merasa bersalah pada Nona fira dan berniat ingin memberikan ponsel rekaman itu padahal nona fira. Tapi selama tiga tahun ini nona fira tidak pernah muncul di rumah, makanya mbok sangat khawatir" ucapnya lagi
" Jadi mbok memberikan itu kepadaku karena sudah percaya bahwa aku ini adalah orang baik?" Ucap Fira cemberut
" Hehehe.. iya Nona. Sekali lagi maafkan mbok ya" ucapnya
" Baiklah aku akan memaafkan mbok jika mbok bersedia tinggal di rumah ini untuk mengurus Nona kecil yang cantik ini" pintanya
" Siapa gadis kecil itu, nona?"
" Namanya Clarissa, mbok. dia adalah anakku bersama Mas Rangga" jawab hana
" Jadi nona tidak keguguran seperti yang dikatakan tuan Rangga dan nyonya Mayang?"
" Tidak, itu hanya akal-akalan mereka saja"
" Padahal mbok sudah percaya kalau Nona keguguran, karena saat itu mbok melihat darah di kamar nona"
" Itu darah yang keluar dari kepala Hana, mbok" ucap fira
" Tapi nona Hana baik-baik saja, kan?"
" Tidak mbok, aku tidak baik-baik saja. aku masih menyimpan luka disini" ucapnya menunjuk dadanya
" Jadi bagaimana? apa mbok mau tinggal dan mengurus anakku?" tanyanya
" Iya Non, mbok mau" jawabnya
" Sayang, sini mama kenalkan. ini adalah mbok Dijah. dia sekarang akan menjagamu untuk sementara waktu. jangan nakal ya sayang" ucap hana
" Iya mah, mbok ayo kita main" ajak Clarissa
" Dan satu lagi mbok, mulai sekarang jangan memanggilku dengan Hana tetapi Angel" pinta hana
" Baik Nona, mbok akan ingat pesan Nona" ucapnya kemudian melangkah bersama Clarissa