NovelToon NovelToon
Mencairnya Es Cinta

Mencairnya Es Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Athariz271

Pernikahan yang diawali dengan perjodohan, tanpa adanya rasa cinta membuat Zayn dan Raras merasa kaku, bahkan terkesan formal layaknya rekan kerja. Tapi seiring berjalannya waktu, Raras mampu mencairkan gunung es dengan kesabarannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Athariz271, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Luapan emosi Zayn

“Tunggu.” Ucap Zayn mencengkram bahu Raras.

“A-apa? Ka-kamu mau ngapain?” tanya Raras gugup tanpa menatap wajah Zayn.

“Apa kamu sudah selesai bicara?” Tanya Zayn lekat. “Kalau sudah, biar saya yang bicara.”

Raras pelan-pelan menggerakan tubuhnya berusaha lepas, tatapan Zayn sungguh membuatnya gugup.

Saat tak berhasil, Raras kembali pasrah berusaha menormalkan detak jantungnya. Perasaan takut dan gugup ber pur jadi satu, bahkan Raras takut kalau Zayn tiba-tiba memukulnya karena marah.

Kini Raras jadi menyesal telah marah-marah pada suaminya. “A-apa?”

Zayn menghela nafas, sedikit mengendurkan cekalannya. “Saya memang marah. Tapi saya marah bukan karena kamu mengganggu waktu saya.” Ucap Zayn.

Kening Raras berkerut dalam, “Maksudnya?”

“Saya marah karena kamu telah membahayakan diri kamu sendiri. Apa kamu tidak ingat keadaan Gita dan wanita itu? Bagaimana kalau hal itu terjadi sama kamu?”

“Saya akan sangat menyesal kalau kamu sampai terluka seperti itu, saya merasa gagal sebagai seorang pria sekaligus jadi suami kamu.”

“Kenapa hal itu bisa sampai terjadi? Tak bisakah kamu keluar dengan aman, beberapa waktu lalu kamu sempat kehilangan ponsel, lalu kamu didatangi mantan pacar kamu, dan tadi?”

“Apa kamu gak memikirkan keselamatan kamu sendiri? Bagaimana kalau ada orang jahat yang apa-apain kamu? Gimana kalau ada yang berbuat macam-macam sama kalian?”

“Selain itu, mau berapa kali lagi kamu mengucapkan kata maaf dan terima kasih?”

“M-mas..” Raras benar-benar terpaku mendengar luapan emosi Zayn, baru kali ini Raras melihat suaminya yang dingin itu berbicara panjang lebar.

“Dari semenjak di kantor polisi, hingga detik ini kamu terus saja meminta maaf dan berterima kasih, untuk apa?”

Zayn melepaskan tangannya, mengusap wajahnya kasar lalu mengalihkan pandangan keluar jendela.

“Sebenarnya aku ini, kamu anggap apa sih? Apa kamu hanya menganggapku sebagai partner ranjang saja?”

“M-mas, bukan seperti itu…” Sela Raras,

Zayn masih memandang keluar jendela, merasa ada yang salah dengan jantungnya yang terus berdebar-debar.

“Mungkin, kamu keberatan atau mungkin kamu bosan dengan sikap saya yang seperti ini. Tapi satu yang kamu harus tau Ras.” Zayn kembali menatap istrinya dengan lekat.

“Saya suami sah kamu Ras, saya kepala keluarga yang bertanggung jawab apapun tentang kamu. Jadi, stop ucapkan maaf, terima kasih dan permisi pada saya!”

Mata Raras berkaca-kaca, bibirnya tergigit kuat menahan tangisan yang ingin keluar. Setelah sekian lama menikah, ini pertama kalinya dia benar-benar merasakan perhatian dan kecemasan Zayn yang tulus terhadap dirinya.

“Ternyata itu yang membuatnya marah, aku kira mas Zayn marah karena aku telah mengganggunya.”

“Kenapa aku baru tau sikap mas Zayn yang seperti ini, dan kenapa maa Zayn harus berubah sikap saat hari-hari biasa.”

“Ras?” panggil Zayn.

“I-iya mas?”

“Ingat jangan pernah ucapkan tiga kata itu lagi. Saya suamimu, suami sahmu!” Peringatnya tegas.

Raras mengangguk kaku. “I-iya mas.”

"Maaf kalau saya terlalu keras tadi," ucap Zayn dengan nada yang lebih lunak. "Cuma saya benar-benar khawatir, Ras. Kamu tahu kan bagaimana keadaan Gita tadi? Saya tidak bisa membayangkan kalau hal yang sama terjadi padamu."

Raras mengangguk mengerti. "Aku tahu mas... aku tidak berpikir jauh ke depannya.”

Zayn mengangguk. “Bagus, sana gih ganti baju kita keluar.”

“Kemana mas?” Tanya Raras heran.

“ Cari cara untuk menghukummu.” Celetuk Zayn kembali duduk di kursinya.

“Hah?” Raras menganga tak percaya, lalu berjalan gontai keluar ruangan.

“Jadi mas Zayn mau menghukumku?” batin Zayn merasa ketar ketir.

Sementara Zayn tersenyum miring melihat kepergian istrinya. “Tunggu saja pembalasanku. Kau telah membuatku cemas malam ini, istriku!”

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Selesai bersiap mereka memasuki mobil, Zayn mulai mengemudi keluar dari komplek rumah mereka. Raras terus mengintip wajah suaminya, namun tak berani bertanya apa-apa.

Setelah beberapa menit berkendara, mobil berhenti di basement. Raras melihat ke luar dengan heran,

"Mall... kenapa kita kesini, mas?" tanya Raras.

Zayn lebih dulu memakai masker lalu turun memutari mobil, membukakan pintu untuk Raras.

“Ayo.”

Raras berjalan mengekori suaminya, Zayn mengarahkan langkahnya menuju sebuah toko perlengkapan keamanan pribadi. Raras mengikuti dengan mata penuh kebingungan, tidak mengerti apa yang akan dilakukan suaminya.

Di dalam toko, Zayn langsung menghampiri salah satu penjaga toko dan mulai bertanya tentang produk-produknya.

Raras mendekat dan menarik lengan Zayn perlahan. "Mas, kita beli apa sih di sini? Bukannya kamu bilang mau menghukum aku?"

Zayn menoleh dan menepuk tangan Raras dengan lembut. "Ikut saja, nanti kamu akan tau.” jawab Zayn santai.

Zayn memilih beberapa produk yang dia butuhkan. Alarm pribadi kecil yang bisa digantung di tas, dengan tombol darurat yang mudah ditekan.

Pulpen keamanan yang memiliki ujung tajam dan bisa mengeluarkan semburat untuk melarikan diri. Gelang pintar yang bisa terhubung dengan ponsel dan memiliki fitur panggilan darurat serta pelacak lokasi.

Botol air minum dengan desain khusus yang memiliki ruang rahasia untuk menyimpan uang atau kartu identitas penting.

Setelah membayar, Zayn memberikan nya pada Raras.

“Apa ini mas?” Tanya Raras bener-bener tak mengerti.

"Semua ini harus kamu bawa setiap kali keluar rumah, atau setidaknya bawa dua untuk menjaga diri.”

Raras melongo. “Semuanya? Aku kira kamu bakal larang aku keluar rumah lagi.”

Zayn mengangkat alisnya, “ Memangnya kamu mau aku larang-larang?”

Raras menggeleng cepat. “Nggak.”

Zayn terus berjalan menuju supermarket, membeli beberapa jenis cemilan dan minuman. “Ambil yang kamu mau.” Ucapnya pada Raras yang sedari tadi terus mengekor.

Raras mengangguk, mengambil beberapa cemilan pedas kesukaannya.

“Kenapa ambil yang pedas semua?” Tanya Zayn heran.

“Buat temen nonton drakor mas, hehe.”

Zayn menggeleng pelan, “Kamu gak suka yang manis-manis?”

Raras mengangguk kecil, “Aku juga manis, kan?” Celetuknya sambil menaruh cemilan pedas ke dalam keranjang.

Zayn terbelalak mendengar celetukan istrinya, tapi begitu memalingkan wajah senyuman tipis terukir di bibirnya. Lalu mengambil beberapa cokelat dan kue kering, meletakkannya di keranjang.

Setelah memilih cemilan dan minuman, mereka berjalan ke bagian makanan siap saji. Zayn memesan beberapa bungkus roti dan juga dimsum untuk istrinya.

Sementara Raras sibuk melihat ragam buah-buahan segar di dekatnya. “Mas, beli semangka juga ya.” Pintanya.

“Hmm.” Zayn mengangguk memberi isyarat Raras untuk memilih apa saja yang dia mau.

Saat sedang menunggu antrian di kasir, ada beberapa pasang mata yang terus memperhatikan keduanya. Raras sedikit ketar ketir, takut ada yang mengenali Zayn sebagai CEO ZARS group dan membuatnya ramai diperbincangan.

Bersambung…

1
jisung
lanjutt kak cerita bagus dan singkat aku suka.😍
Athariz271: di tunggu ya😍
total 1 replies
Bunda Sri
lanjut Thor
falea sezi
lanjut donk
falea sezi
jalang gk tau diri
falea sezi
abis di pake dia cuek kayak lacur aja qm ras hmmm kasian
Bunda Sri
lanjut Thor , jng berhenti ceritanya bagus
Bak Mis
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!