NovelToon NovelToon
Transmigrasi Menjadi Bocah

Transmigrasi Menjadi Bocah

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Transmigrasi / Romansa Fantasi
Popularitas:35.4k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Alena Alexandria, sang hacker jenius yang ditakuti dunia bawah tanah, tewas mengenaskan dalam pengejaran maut.

Bukannya menuju keabadian, jiwanya justru terlempar ke dalam tubuh mungil seorang bocah terlantar berusia lima tahun.

​Sialnya, yang menemukan Alena adalah Luca, remaja 17 tahun berhati es, putra dari seorang mafia dari klan Frederick.

​"Jangan bergerak atau aku akan menembakmu," desis Luca dingin sambil menodongkan senjata ke arah bocah itu.

"Ampun, Om. Maafkan Queen," ucapnya, mendongak dengan mata berkaca-kaca.

"Om?"

Dapatkah Alena bertahan hidup sebagai bocah kesayangan di sarang mafia, ataukah Luca akan menyadari bahwa bocah di pelukannya adalah ancaman terbesar yang pernah masuk ke kediaman Frederick?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 8

Queen mengunyah roti panggang nya dengan gerakan lucu, matanya terus mengikuti punggung Luca yang menghilang di balik pintu kamar mandi.

Panggilan untuk Luca selama ini memang terasa sangat salah di lidahnya. Bukan hanya karena Luca masih remaja, tapi karena panggilan itu membuatnya merasa benar-benar seperti anak kecil yang butuh dilindungi.

"Panggilan Luca jauh lebih baik. Lebih setara, meskipun tubuhku sekarang hanya setinggi pinggangnya," batin Alena sinis.

"Queen, kenapa rotinya tidak dihabiskan? Apa tidak enak?" tegur Bobby sambil meletakkan segelas susu cokelat hangat di meja nakas.

Queen menoleh dengan pipi yang masih menggembung. "Luca sangat menyebalkan, Bobby."

Bobby terkekeh. Ia bergegas duduk di pinggir tempat tidur.

"Kau ini berani sekali, ya? Di rumah ini, bahkan pengawal bertubuh kekar pun tidak berani memanggil namanya langsung tanpa embel-embel tuan muda. Kau bisa kena masalah besar kalau ayah Luca dengar."

"Memangnya ayah Luca lebih menyeramkan?" tanya Queen sambil menyeruput susunya, meninggalkan kumis cokelat di atas bibirnya.

"Jauh lebih menyeramkan. Jadi, sebaiknya kau jaga sikap saat tuan besar pulang nanti."

Queen hanya mengangguk pelan, meski otaknya sudah menyusun rencana lain.

"Tuan besar, ya? Makin banyak orang berkuasa di sini, makin sulit aku bergerak. Aku harus segera mendapatkan akses ke dunia luar," pikir Queen.

Tak lama kemudian, Luca keluar dari kamar mandi. Ia sudah berpakaian rapi dengan kemeja hitam yang kancing atasnya dibiarkan terbuka, memancarkan aura intimidasi yang kuat.

Luca melirik ke arah Queen yang kini sedang duduk manis di atas kasurnya sambil memegang gelas susu.

Ingin sekali Luca marah karena bocah itu malah makan diatas ranjangnya. Tapi Luca tidak mau tenaganya pagi ini terkuras sia-sia hanya untuk hal itu.

"Bobby, siapkan mobil. Aku ada pertemuan dengan klan penguasa pelabuhan jam sembilan nanti!" perintah Luca sambil memakai jam tangan mewahnya.

"Siap, Luc. Lalu, bagaimana dengan Queen? Apa dia ikut?"

Luca melirik Queen sejenak. Queen membalas tatapan itu dengan wajah paling polos yang bisa ia buat.

"Tidak. Biarkan dia di sini. Awasi dia lewat CCTV. Jangan biarkan dia keluar dari area mansion, dan pastikan semua pintu ruangan penting terkunci," ucap Luca tegas. Ia kemudian mendekati tempat tidur dan menatap Queen tajam.

"Dengar, Bocah. Jangan mencoba merusak apa pun atau masuk ke ruangan yang tidak diizinkan. Jika kau berulah, aku akan benar-benar mengirim mu ke panti asuhan paling kumuh di kota ini." Luca memperingatkan.

Queen mendongak, matanya yang bulat berkaca-kaca secara otomatis. Setidaknya itu senjata andalannya sekarang.

"Luca mau pergi? Queen ditinggal sendiri?"

Luca tampak sedikit goyah melihat tatapan itu. Tatapan sama yang dimiliki Lily saat masih kecil. Tapi Luca segera menetralkan ekspresinya.

"Ada puluhan pengawal di luar. Kau tidak sendiri. Makan saja rotimu sampai habis."

Setelah Luca dan Bobby keluar dari kamar, Queen langsung meletakkan gelas susunya. Wajah polosnya menghilang, digantikan oleh seringai tipis yang dingin.

"Akhirnya aku ditinggal sendirian. Itu artinya waktu bermain dimulai," gumam Queen.

Dengan susah payah, Queen turun dari tempat tidur yang tinggi itu. Ia segera berlari menuju meja kerja Luca.

"Wah? Mewah sekali." Matanya berbinar saat melihat sebuah laptop tipis bermerek mahal tergeletak di sana. Ia mencoba membukanya, tapi layar itu terkunci dengan sistem enkripsi tingkat tinggi dan pemindai sidik jari.

"Cih, standar keamanan mansion Luca ternyata lumayan juga," bisik Queen. Ia mencoba beberapa kombinasi sandi dasar melalui keyboard virtual yang ia akses lewat celah bug pada sistem booting.

Namun, tubuh kecilnya kembali menjadi penghambat. Tangannya yang mungil tidak bisa mengetik secepat biasanya. Jari-jarinya terasa gemuk dan lamban. Alena mengerang frustrasi.

"Ayo, Alena! Kau pernah meretas satelit dalam waktu dua menit, jangan kalah oleh laptop remaja labil ini!"

Ia terus mencoba, jari-jarinya menari di atas keyboard meski terasa kaku. Baru saja ia hampir berhasil menembus firewall pertama, suara langkah kaki terdengar dari balik pintu.

Klik!

Pintu terbuka. Queen segera menutup akses keamanan dan dengan kecepatan kilat melompat dari kursi kerja, lalu menjatuhkan diri ke lantai.

Queen mengumpat kesal. Ia pikir Luca sudah pergi. Ternyata dia masih berkeliaran seperti hantu. Tak ingin dicurigai, Queen pura-pura mengejar sebuah bola kecil yang entah sejak kapan ada di sana.

"Apa yang kau lakukan di dekat mejaku?" tanya Luca yang sudah berdiri di ambang pintu. Ia menatap Queen penuh curiga.

Queen mendongak dengan wajah bingung yang dibuat-buat supaya Luca iba padanya. "Bolanya menggelinding ke sana, Luca! Queen cuma mau ambil bola!"

Luca berjalan mendekat, menatap laptopnya yang masih dalam kondisi siaga, lalu menatap Queen.

"Jangan coba-coba menyentuh barangku, Queen!"

"Queen tidak menyentuh apapun."

"Kau tidak bohong?"

Queen mengangguk. Lalu mengangkat tangannya dengan kedua jari membentuk huruf v.

"Queen tidak bohong, Luca," gerutu Queen sambil memeluk bolanya dan berjalan menuju sofa dengan bibir mengerucut.

Luca menatapnya cukup lama, sebelum akhirnya mengambil barangnya yang tertinggal.

"Aku kerja dulu," ucap Luca dingin sembari membelai lembut kepala Queen.

"Hampir saja. Aku harus lebih hati-hati. Luca ternyata jauh lebih waspada dari yang kubayangkan." gumam Queen menghela napas lega melihat kepergian Luca.

Kembali ke sofanya, Queen menatap jendela besar yang memperlihatkan halaman mansion yang dijaga ketat. Ia tahu, hidup sebagai Queen mungkin akan lebih sulit daripada yang ia bayangkan. Tapi satu hal yang pasti, Alena Alexandria tidak pernah menyerah.

"Tunggu saja, Luca. Saat kau kembali nanti, aku sudah tahu semua rahasiamu," bisik Queen pada dirinya sendiri, sementara jiwanya yang dewasa terus berteriak kesal dalam tubuh yang ingin sekali tidur siang lagi.

1
tinie
ditunggu kabar baiknya
lelaki remaja dgn anak balita 😁😁😁
partini
luca dah bangun dari semedi udah dapat Ilham 🤣🤣🤣
Tiara Bella
wow Luca KY anak remaja lg LG jatuh cinta ya.....makasih Thor up nya triple.....
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Maria Hedwig Roning
thnks thor ceritanya sangat menarik...
ᴊᴜʏ -ᴋɪᴍ: Lanjut thor, seru and semangat ya💪
total 2 replies
Murni Dewita
double up donk thor
Senja: Heheh, udah triple up hari ini kak🤭 besok ya up seperti biasa 3bab
total 1 replies
partini
good
partini
luca lagi semedi kah Thor
Senja: Hooohh
total 1 replies
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Senja: Siappp
total 1 replies
Ita Xiaomi
Aku jg mau kue gosongnya 😁
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣.
Evi Marena
wkwkwkwwkk
ternyata Sean juga manusia biasa😌
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Kinara Widya
atau jangan2 Edgar dulu yg mencelakai orang tua queen....bakal ribet ni klo benar Edgar...
Ita Xiaomi: Berharap bukan Edgar. Kasihan nanti Sean, Queen ama Luca.
total 1 replies
Tiara Bella
wow Sean sangat mengharukan ...
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
tinie
mulut naga katanya🥺😁😄
Ita Xiaomi
Sama aja kalian berdua tuh kan sama-sama baru belajar tentang kehangatan 😁.
Ita Xiaomi
Sabar Luca. Ini Sean lg belajar menjd hangat😁. Ndak boleh panas.
Ita Xiaomi
Msh mencerna😁
Senja: Wkwkw😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!