NovelToon NovelToon
ISTRI GENDUT MILIK DUKE

ISTRI GENDUT MILIK DUKE

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / Balas Dendam / Romansa Fantasi
Popularitas:86.4k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Semua orang tahu Lady Liora Montclair adalah aib bangsawan.

Tubuhnya gendut, reputasinya buruk, dan ia dipaksa menikahi Duke Alaric Ravens, jenderal perang paling dingin di kekaisaran, setelah adiknya menolak perjodohan itu.

Di hari pernikahan, sang Duke pergi meninggalkan resepsi. Malam pertama tak pernah terjadi.

Sejak saat itu, istana penuh bisik-bisik.

"Duke itu jijik pada istrinya karena dia gendut dan jahat."

Namun tak seorang pun tahu, wanita gendut yang mereka hina menyimpan luka, rahasia, dan martabat yang perlahan akan membuat dunia menyesal telah meremehkannya.

Dan ketika Duke Alaric akhirnya tahu kebenarannya, mereka yang dulu tertawa, hanya bisa berlutut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25. KEPUTUSAN

Ruang audiensi istana diselimuti keheningan yang berat.

Langit-langit tinggi berornamen emas memantulkan cahaya matahari yang masuk dari jendela-jendela besar, namun kemegahan itu tak mampu menyamarkan suasana tegang yang tercipta di antara tiga pria yang duduk mengelilingi meja bundar dari kayu hitam.

Alaric Ravens duduk berseberangan dengan penguasa negeri. Wajahnya keras, sorot matanya dingin, tatapan seorang pria yang telah melihat kehancuran dengan matanya sendiri.

Di hadapannya, Kaisar tampak mengernyit dalam, jemarinya menggenggam sandaran kursi. Di sisi sang Kaisar duduk Caelum, Putra Mahkota sekaligus keponakan Alaric, dengan ekspresi serius yang jarang terlihat di wajahnya yang biasanya ceria.

"Jadi," suara Kaisar akhirnya terdengar, berat dan dalam, "kau mengatakan benteng perbatasan timur ... telah runtuh?"

"Bukan runtuh karena perang," jawab Alaric. "Melainkan karena dibiarkan membusuk dari dalam."

Alaric mengangkat kepala, menatap langsung ke arah Kaisar.

"Aku baru mendengar hal ini," ujar kaisar.

"Para penjaga melarikan diri. Tidak ada pasokan. Tidak ada bala bantuan. Monster menembus batas dan merusak pertahanan satu per satu," beritahu Alaric.

Kaisar terdiam cukup lama.

"Laporan yang masuk ke istana," gumamnya akhirnya, "selalu menyatakan wilayah timur stabil. Baik dari hasil panen sampai wilayah perbatasan."

"Direkayasa," potong Alaric tanpa ragu. "Semua laporan itu palsu. Karena aku melihat sendiri beberapa desa di wilayah timur begitu miskin."

Caelum mengepalkan tangannya. "Itu masuk akal."

Kaisar menoleh ke arah putranya. "Apa maksudmu, Caelum?"

Putra Mahkota melangkah maju setengah langkah. "Sebagian besar penguasa wilayah timur berasal dari kelompok lama yang sejak awal kontra terhadap kerajaan pusat. Mereka patuh di atas kertas, tapi bergerak berlawanan di balik layar."

Alaric menatap Caelum sekilas. Ia tahu keponakannya itu tidak berbicara tanpa dasar jika sudah memasang wajah serius seperti ini.

"Ada satu hal lagi," lanjut Caelum dengan suara lebih rendah. "Aku mendengar rumor bahwa wilayah timur melakukan pertemuan dengan kelompok penyihir."

Kaisar terbelalak. "Penyihir?"

"Yang menggunakan sihir terlarang," tegas Caelum. "Namun ini masih sebatas kabar. Belum ada lokasi atau identitas yang bisa dipastikan."

"Penyihir telah lama menghilang sejak kaisar sebelumnya melakukan perburuan terhadap penyihir yang menggunakan sihir terlarang. Aku sudah menduga kalau tidak semua dari mereka benar-benar menghilang," kata sang Kaisar.

Keheningan kembali jatuh.

Alaric menarik napas perlahan. "Gideon juga melaporkan hal serupa. Informannya melihat sekelompok orang berjubah di dekat perbatasan timur saat mengawasi wilayah itu."

"Tujuannya?" tanya Kaisar.

Alaric menggeleng pelan. "Tujuan mereka belum jelas."

Kaisar menautkan jemari. "Kelompok berjubah ... penyihir ... monster yang bergerak tidak wajar."

Alaric menghela napas panjang. "Kemungkinan besar itu kelompok yang sama. Dan jika benar, mereka pasti bergerak atas perintah seseorang."

Tatapan Kaisar mengeras. Ia tahu kemana arah tujuan kekacauan ini.

Kudeta.

"Jika ini benar, maka wilayah timur bukan hanya lalai. Mereka telah melampaui batas. Dan ini akan berdampak buruk bagi rakyat dan juga kerajaan," kata Kaisar.

Alaric mengangguk. "Karena itu aku berniat turun langsung untuk memburu mereka."

Kaisar mengangkat kepala. "Kau?"

"Aku dan para kesatria Ravens," jawab Alaric tanpa ragu. "Aku akan melihat keadaan dengan mataku sendiri. Dan melakukan eksekusi langsung terhadap aktivitas ilegal yang terjadi. Karena tidak hanya jual beli budak tapi juga mereka melakukan jual beli monster," lanjutnya.

"Mereka tidak waras," celetuk Caelum dengan wajah kesal akan kegilaan orang-orang wilayah timur. "Kerajaan bersusah payah menjaga kedamaian negeri, mereka justru ingin merusak kedamaian itu," sambungnya.

Tidak ada keraguan dalam suaranya. Itu bukan permintaan, melainkan keputusan.

Kaisar menatapnya lama, lalu mengangguk. "Baiklah.Aku setuju."

Caelum menambahkan, "Namun perburuan seperti ini tidak akan singkat."

Alaric sudah tahu ke mana arah pembicaraan ini.

"Jika jaringan mereka luas," lanjut Caelum, "dan melibatkan penyihir serta monster, perburuan ini bisa memakan waktu berbulan-bulan."

Alaric mengangguk pelan. "Aku memperkirakan hal yang sama."

Lalu Caelum menatapnya dengan ekspresi berbeda, lebih lembut, lebih personal.

"Kalau begitu, Paman akan meninggalkan Liora sendirian," ujar Caelum.

Kalimat itu menghantam Alaric lebih keras daripada laporan kehancuran benteng mana pun.

Alaric mengernyit.

Bayangan wajah Liora terlintas di benaknya, senyum lembutnya, cara istrinya itu menegur Alaric dengan galak ketika ia terluka, tatapan hangat yang selalu membuatnya merasa ... pulang.

Untuk sesaat, keragu-raguan menyusup ke hatinya.

Kaisar menangkap perubahan air muka itu.

"Liora tidak akan sendirian," ucap Kaisar akhirnya. "Aku dan Permaisuri akan menjaganya selama kau pergi."

Alaric menatap Kaisar, lalu menunduk hormat. "Terima kasih, Yang Mulia."

"Kalau perlu aku juga akan menemani Liora," kata Caelum dengan senyum lebar.

Alaric langsung menatap tajam Caelum.

Caelum spontan mengangkat kedua tangan san berkata, "Aku bercanda. Aku bercanda, Paman."

Kaisar hanya tersenyum melihat keduanya.

Alaric menghela napas dan tertunduk. Namun meski kepalanya menunduk, hatinya tetap terasa berat.

Liora, batinnya.

Sore menjelang ketika Alaric kembali ke kediamannya.

Langkah Alaric melambat begitu ia melewati gerbang kastil dan mendengar tawa kecil yang familiar.

Di halaman samping, Liora duduk di bangku batu, sementara Rowan berdiri di depannya dengan wajah penuh semangat.

Alaric mendekat.

"Paman!" seru Rowan begitu melihatnya.

Alaric tersenyum tipis. "Apa yang sedang kau lakukan kali ini?"

Rowan mengangkat pedang kayu kecilnya dengan bangga. "Papa belikan Lowan pedang! Lowan akan jadi kesatlia! Lowan akan menikah dengan Lilola!"

Alaric mendecak pelan. "Kau tidak bisa menikahi Liora. Dia sudah menikah denganku."

Rowan terbelalak. "Bohong! Paman tidak mungkin menikah dengan Lilola!"

"Kau tanya saja padanya," tantang Alaric dengan senyum mengejek.

Rowan menoleh ke Liora dengan mata berbinar. "Lilola, benal sudah menikah dengan Paman?"

Liora mengangguk sambil menahan tawa. "Benar."

Alaric menyahut, "Dengar, kan?"

Mata Rowan berkaca-kaca menatap Liora dan dengan memelas ia berkata, "Lilola mau menikah dengan Lowan, 'kan?"

"Tidak bisa," jawab Alaric santai. "Dia istriku."

Rowan mendengus. "Tidak! Lilola punya Lowan! Paman pelgi dali cini!"

Alaric bersedekap. "Kalau aku pergi, aku akan bawa Liora juga."

"Tidak!" Rowan berseru keras. "Paman nakal! Lilola milik Lowan! Paman jelek!"

Liora tertawa kecil, lalu Rowan berlari dan memeluknya sambil menangis.

"Lilola ... Paman nakal .... huwaaa!" isak Rowan mengadu.

"Sudah, sudah," Liora menenangkan sambil mengelus punggung Rowan.

Alaric hanya tertawa kecil.

Namun tawa itu perlahan memudar.

Alaric menatap Liora dan kembali teringat pada perbincangan di istana.

"Liora," panggil Alaric yang entah kenapa terdengar lirih.

"Ya?" Liora menatap Alaric.

Nada suara Alaric berubah. Lebih pelan. Lebih berat.

"Kurasa ... kita akan berpisah sementara untuk waktu yang ... tidak sebentar," kata Alaric.

Liora membeku.

Sinar matahari sore menyentuh wajah wanita itu, memerjelas keterkejutan yang tak sempat ia sembunyikan.

Angin berembus pelan, daun-daun berguguran di sekitar mereka.

Dan untuk pertama kalinya sejak menikah, Liora merasakan sesuatu yang dingin menjalar di dadanya ...

Ketakutan akan perpisahan.

1
Mita Paramita
kok tamat sih🤨🤨🤨 lagi seru serunya.
Archiemorarty: ada Sequel nanti kemungkinan kak 🥰
total 1 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐥𝐨𝐡 𝐭𝐚𝐦𝐚𝐭 😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝐨𝐡 𝐨𝐤 𝐭𝐡𝐨𝐫😘😘
total 2 replies
Lala Kusumah
yaaaaaa tamat, tapi gapapa happy ending, bahagianya 😍😍😍
tapi nanti ada cerita lanjutan anak-anak ya 🙏🙏🙏🫰🫰👍👍
Archiemorarty: kemungkinan ada, walau nggak cadel lagi nanti mereka 🤭
total 1 replies
Ir
sampai ketemu di next cerita calon bandit kerjaan 🤭🤭
Archiemorarty: calon bandit kerajaan gx tuh 🤣
total 1 replies
Lala Kusumah
tegaaaanng pisan 🫣🫣😵‍💫😵‍💫
Jelita S
terimakasih thor atas ceritamu,,lnjut y cerita Elala🤣🤣
Archiemorarty: Siap siap, ditunggu ya. tapi gx akan jadi bocil cadel lagi nanti 🤭
total 1 replies
Miss Typo
keren 👍👍👍
Miss Typo: masama thor 🤗
total 2 replies
Miss Typo
kok tau² tamat thor????
happy ending 👏👍

terimakasih thor 🙏, selalu sukses dgn karya-karyanya di novel dan tunggu cerita para bocil cadel juga Rowan 😍
Miss Typo: masama thor 🤗

iya, pasti dah pada gede mereka 😁
total 2 replies
Eli Rahma
ehhh,..beneran tamat nih thor..tp tar ada kelanjutanyya kan ..ttg para bocil..
Archiemorarty: kemungkinan ada, masih dipikirkan. soalnya kalau jadi satu cerita, panjang banget
total 1 replies
Miss Typo
tunggu saat waktunya tiba Elara bisa mengendalikan sihir itu
Miss Typo
belum saatnya Elara menggunakan kekuatannya
Ir
hmm gampang ini mah kalo misal nya mau bikin Elara meratakan dunia pancing aja emosi nya pasti segel nya Arram bakalan hancur, jangan sampe aja di manfaatkan sama orang² jahat, sekarang tinggal Evan kak keajaiban apa yang Evan punya ga adil kalo Elara doang yang di spill 🤣🤣
Archiemorarty: Hahaha....Evan sama kayak bapak emaknya dia 🤭
total 1 replies
Jelita S
Lanjut thor
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐚𝐩𝐚𝐤𝐚𝐡 𝐢𝐭𝐮 𝐢𝐧𝐝𝐞𝐫𝐚 𝐤𝐞 𝟔 𝐭𝐡𝐨𝐫? 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐤𝐚𝐡 𝐤𝐥𝐨 𝐝𝐢 𝐫𝐞𝐢𝐤𝐢 𝐚𝐝𝐚 𝐢𝐬𝐭𝐢𝐥𝐚𝐡 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐮𝐤𝐚 𝐝𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐮𝐭𝐮𝐩 𝐚𝐮𝐫𝐚 ...

𝐚𝐮𝐫𝐚 𝐝𝐢 𝐫𝐞𝐢𝐤𝐢 𝐢𝐧𝐢 𝐛𝐢𝐚𝐬𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐚𝐮𝐫𝐚 𝐭𝐞𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐦𝐞𝐥𝐢𝐡𝐚𝐭 𝐦𝐚𝐤𝐡𝐥𝐮𝐤 𝐠𝐚𝐢𝐛 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐚𝐠𝐚𝐫 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐫𝐬𝐛𝐭 𝐛𝐬 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐨𝐛𝐚𝐭𝐢 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 😁😁
Jelita S
wah msih lnjut rupanya sang penyihir hitam y
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐡𝐫𝐬𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐢𝐚𝐬𝐚𝐡 𝐠𝐤 𝐬𝐢𝐡 𝐤𝐞𝐦𝐚𝐦𝐩𝐮𝐚𝐧 𝐄𝐥𝐚𝐫𝐚 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐝𝐢𝐡𝐢𝐥𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚𝐧?? 😕😕😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝐚𝐧𝐤𝐪𝐮 𝐲𝐠 𝐬𝐮𝐥𝐮𝐧𝐠 𝐩𝐚𝐬 𝐝𝐢 𝐛𝐚𝐥𝐢𝐭𝐚 𝐛𝐬 𝐧𝐠𝐨𝐛𝐫𝐨𝐥 𝐝𝐠𝐧 𝐦𝐚𝐤𝐡𝐥𝐮𝐤 𝐡𝐚𝐥𝐮𝐬 𝐭𝐡𝐨𝐫😭😭 𝐭𝐩 𝐩𝐚𝐬 𝐮𝐝𝐡 𝐦𝐚𝐬𝐮𝐤 𝐓𝐊 𝐮𝐝𝐡 𝐠𝐤 𝐬𝐚𝐦𝐩𝐞 𝐬𝐤𝐫𝐧𝐠 𝐮𝐝𝐡 𝐠𝐞𝐝𝐞 𝐝𝐢𝐚 𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐠𝐤 𝐛𝐬 𝐥𝐡𝐭 𝐦𝐚𝐤𝐡𝐥𝐮𝐤 𝐡𝐥𝐬 𝐥𝐠 😕😕
total 2 replies
Ir
akhhh aku bari mau mikir monster selanjutnya Evan yang bikin kejutan, ternyata emak nya, ini dua bocil Alaric harus di ajarin mengendalikan diri ini, kalo engga hancur dunia
Archiemorarty: Baru tiga tahun udah duarrrr 🙄
total 1 replies
Ir
elara dapet ini pasti dari leluhur nya yang dulu² pasti kan, soalnya Alaric ga bisa sihir, Lior juga ga punya, kak pokoknya harus di jelasin sih dari mana Elara sama Evan dapet kekuatan itu
Archiemorarty: Ohoho...siap siap 🤭
total 1 replies
Miss Typo
di bab brpa tuh ya saat Alaric dan pasukannya menyerah monster hampir menyerah dan Liora datang bersama pasukannya membantu, trs ada anak yg bilang itu lho, bingung ngomongnya. matahari dan bulan kalau gak salah anak kembar Liora. berarti Elara matahari nya panas membara dengan sihir nya, apa Evan yg akan merendam nya saat Elara kehilangan kendali dari kekuatan sihirnya. aaahh gak tau lah 🤣
Archiemorarty: boleh boleh 🤭
total 3 replies
Miss Typo
berarti yg matahari Elara ya thor, wah kekuatan Elara keluar karna melihat kakaknya berdarah gak sadarkan diri karna monster itu, dan pas monster mendekat mau menyerang dia gak rela semua terluka seperti Rowan
Miss Typo: mantep nih 😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!