Sebuah kisah cinta yang berakhir sia-sia, dimana ketulusan cinta Reina yang awalnya begitu penuh kebahagiaan bersama dengan Kevin yang diawali dari kisah LDR hingga pada tahun ketiga, tiba-tiba Kevin lost contact yang membuat Reina begitu kecewa dan sakit hati sehingga tak lagi bisa membuka hati untuk siapapun. Cinta Reina serasa habis dikisah cinta yang dia anggap akan berakhir bahagia. Apakah Reina bisa melupakan Kevin? Apakah Reina bisa membuka hati lagi? atau cintanya benar-benar habis dikisah 3 tahun yang sia-sia itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keluarga Yang Lengkap
Bara, Seila dan Robi duduk di meja makan, mereka menunggu Reina turun dari kamar. Bara yang sudah kelaparan melihat menu makan malam yang dibuat mamanya itu kini sudah tidak sabar ingin mencicipinya. Bara memutuskan untuk memanggil adiknya itu karena sudah kelaparan dari tadi.
"Aaaa Reina lama banget sih,,,nggak tau apa kalau kita ini Sudah kelaparan menunggu dia turun" Desis Bara dengan muka kesel.
"Sabar Bang, adik kamu memang gitu. Sana panggil dia" ucap Seila, suaminya hanya tersenyum melihat kelakuan putranya itu.
Bara menaiki tangga menuju kamar adiknya.
DORRR DORRR,,,,
CEKLEKKK
Bara membuka pintu kamar adiknya.
"Hey bocah ayo cepat turun, udah laper nih. Udah kayak tuan putri aja" Desus Bara.
"Iiii Abang, Marah-marah Mulu dari tadi, ntar cepat tua loh. Tuh mukanya dah mulai keriput" Ejek Reina sambil mengarahkan cermin ke muka Abangnya itu.
Bara merebut cermin dari genggaman adiknya itu dan menyimpannya di atas meja rias adiknya. Bara menarik tangan Reina dan menyeretnya menuruni anak tangga menuju meja makan.
"Aaaaaa Mamaaaa,,,Abang kasar bangettt" Teriak Reina dengan nada yang mengadu.
Seila dan Robi hanya tertawa kecil melihat kelakuan kedua anaknya itu. Bara dan Reina memang nggak pernah akur sejak dari kecil. Akan tetapi Bara bisa sangat marah besar jika melihat adiknya itu di sakit.
Sekarang keluarga mereka sudah lengkap. Robi terlihat sangat menikmati semua makanan buatan mamanya itu.
"Mmmmm,,,,sejak 2 tahun baru kali ini aku menikmati makanan buatan mama lagi. Rasanya tidak berubah sama sekali" Puji Bara dengan ekspresi muka yang begitu sangat menikmati.
"Elleee,,Makanya jangan diluar kota terus" Gumam Reina yang duduk disamping Abangnya itu.
Sontak Bara langsung menyentil kening adiknya itu lalu tertawa.
"Aaaaa PAAAA,,,,Lihat tuh Abang kasar banget" Reina mengadu kepada papanya.
Robi tersenyum.
"Udah-udah ayo habiskan makanannya" seru Seila.
-
-
-
Hari ini adalah hari weekend. Robi dan Seila mengajak anak-anaknya untuk keluar jalan-jalan. Mereka berencana mengajak putra dan putrinya itu berbelanja di Sebuah mall, sekalian untuk persiapan KKN Reina Minggu depan.
"Bara, Reina,,, kalian siap-siap ya kita ke mall hari ini bareng Papa" Ucap Seila.
Reina yang sedari tadi sibuk dengan Ponselnya, sontak langsung berdiri kegirangan.
"ASIKKKK,,,Reina juga mau beli persiapan buat KKN" seru Reina
"Bang ayo cepat,," Reina mendorong abangnya itu untuk segera siap-siap.
Mobil berwarna Hitam Glossy itu keluar dari dalam parkiran rumahnya. Kali ini Bara yang menyetir dan Robi duduk di sampingnya. Sementara itu Seila dan putrinya duduk di bagian belakang.
Mobilnya pun melaju menelusuri kota. Jalanan begitu sangat macet.
"Ada apa di depan?, knapa tiba-tiba macet gini. Biasanya juga nggak" Robi bertanya-tanya.
"Sepertinya di depan ada kecelakaan Pa" Jawab Bara.
Seila dan Reina pun melihat ke arah jalanan yang macet itu. Terlihat sebuah mobil Avanza hitam menabrak trotoar. Untung saja tidak ada korban jiwa.
Beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai di sebuah mall. Reina bergegas turun hampir saja ia terjatuh karena menginjak tali sepatunya yang terbuka.
"ADUUHHH,,," teriak Reina
Bara yang menoleh melihat adiknya yang hampir tersungkur itu pun tertawa.
"Makanya kalau ngikat tali sepatu itu yang benar" Bara mengingatkan adiknya.
Reina mendumel sambil mengejek Abangnya itu dengan mulutnya.
Reina merangkul tangan Papa dan Mamanya sambil berlalu dan meninggalkan Bara yang berjalan sendirian dibelakang mengikuti mereka.
"Ayo Ma, Pa.. Biarin aja Abang jalan sendiri" Reina dengan muka imutnya itu. Seila dan Robi hanya tersenyum melihat tingkah putrinya itu.
"Dasar bocah tengil" ejek Bara sambil tersenyum.
Dipusat perbelanjaan mereka sedang sibuk memilih semua keperluan-keperluan yang mereka butuhkan. Bara hanya Memilih Sepasang Jacket, dan celana pendek, ia juga membeli sepasang sepatu dan tak lupa kaca mata hitam favoritnya itu.
Berbeda halnya dengan adiknya Reina, ia memilih banyak pakaian dan set alat make up.
"Reina,,,Kamu ini sebenarnya mau beli perlengkapan buat KKN atau Mau pindah rumah, banyak banget. tuh sekalian beli dengan kopernya 5" Ucap Bara yang melihat belanjaan adiknya itu yang sudah sangat banyak.
"Iiii Abang iri ya,,"
"Udah nggak apa-apa" ucap Robi senyum-senyum melihat kedua anaknya itu yang tidak pernah bisa akur.
Akhirnya mereka selesai berbelanja. Bara dan papanya menenteng begitu banyak barang dan memasukkan ke dalam mobil.
Bara menghela nafas berat sambil mengepal-ngepalkan tangannya yang sudah dari tadi terasa pegal karena menenteng belanjaan adiknya yang sangat banyak itu.
"Huuufff,,Reina lihat nih belanjaan kamu semobil, kamu duduk aja di atap mobil. Mobilnya nggak muat buat nampung kamu" Ucap Bara dengan tatapan kesel karena sudah capek.
Reina menjambak rambut Abangnya itu.
"Enak saja, tuan putri secantik ini disuruh duduk di atap mobil? Oh No. ntar gue bisa gosong lagi" Reina memperhatikan lengannya yang putih itu.
"Ellleeee, Bocil sejelek ini dibilang tuan putri? Mimpi kali" Bara mendumel sambil melangkah masuk ke dalam mobil.
Sementara Seila dan Robi hanya tertawa melihat mereka.
"Eemmm,,,Aku dengar loh" Ucap Reina mendengar dumelan Abangnya.
Mobil mereka pun melaju.
-
-
-
Reina mengeluarkan semua belanjaan yang ia beli tadi, dan mencoba mengenakannya. Sesekali ia menunjukkan kepada abangnya itu.
"Bang, coba lihat bagus kan?" tanya Reina sambil berputar di depan Bara memperlihatkan pakaian yang ia beli tadi.
"Emmm,," jawab Bara singkat tanpa memperhatikan sedikit pun ia hanya sibuk dengan layar laptopnya.
"Iiihh nggak asik" Reina melangkah meninggalkan abangnya itu dan membawa semua barang-barangnya ke kamar.
Sesampainya di kamar Reina merebahkan tubuhnya di atas kasur empuknya itu.
Ia mengambil ponselnya dan memilih untuk menelepon Kevin, Kekasihnya.
"Mmm sayang, lagi ngapain?" tanya Reina
"Kevin lagi periksa laporan-laporan keuangan sayang" Jawab Kevin.
"Reina rindu" dengan suara yang cukup manja.
"Yaudah besok Kevin jemput ya, besok masih libur kan?" tanya Kevin.
"Iya sayang besok Reina masih libur"
"Jam 09.00 aku jemput ya kita habisin waktu berdua, tapi Reina dibolehin pulang malam nggak?" tanya Kevin.
"Nanti Reina coba Izin ke Papa Sama Mama sayang"
"Baik sayang, yaudah kamu istirahat ya, sampai ketemu besok wanitaku" Kevin mengakhiri telepon mereka.
Reina larut dalam mimpi indahnya. Akhir-akhir ini Reina dan Kevin selalu menghabiskan waktu berdua. Tinggal beberapa hari lagi Reina Berangkat Keluar Kota untuk KKN. Bara yang sengaja memilih untuk pulang hanya untuk menjemput adiknya itu. Selama di tempat KKN, Reina tinggal di rumah Abangnya.
-
-
-
Sinar pagi telah menyapa. Reina bergegas dari tempat tidurnya. Ia menuju kamar mandi.
Dengan penuh semangat Reina berdandan begitu cantik hari ini, ia mengenakan dress selutut berwarna merah maroon yang membuat kulit putihnya semakin terekspos. Rambutnya yang hanya di kuncir itu tetap memberikan kesan sederhana namun terlihat elegan.
KRINGGG,,,,
Suara bel berbunyi, Bara membuka pintu dan melihat Mobil mewah berwarna Maroon. Kevin yang sedang berdiri tepat di depan Bara pun langsung meminta izin untuk menjemput Reina.
"Permisi Bang, Saya izin ajak Reina Jalan-jalan" ucap Kevin dengan nada yang sopan.
"Jaga adik aku ya, jangan kamu macam-macam sama dia" Ucap Bara memperingatkan.
"Siap Bang, Reina aman sama saya" seru Kevin bersemangat.
"Yaudah masuk, Reina masih di kamarnya mungkin" ajak Bara
Kevin mengikuti Bara. Ia duduk diruang tamu sambil menunggu kekasihnya turun. Menit kemudian Reina melangkah turun dari tangga. Kevin dan Bara pun menoleh bersamaan mendengar langkah kaki Reina.
Kevin tidak berkedip melihat kekasihnya yang begitu sangat cantik. Kevin menelan ludahnya melihat Reina yang begitu cantik.
-
-
-
Happy Reading 🤗🤗