Helena kira setelah ia memilih menikah dengan seorang duda beranak 3 dan juga menjadi seorang mualaf kehidupannya akan membaik, namun ia salah, karena setelah menikah pun keluarga dan saudaranya tidak pernah berhenti mengusik kehidupannya belum lagi kedua anak tirinya tidak pernah menyukai keberadaannya bahkan Helena tidak pernah mendengar kata 'mama' keluar dari bibir mereka.
Dan suatu ketika, ia mengetahui niat Farhan menikahi dirinya, bahkan alasan mengapa tidak ada satupun keluarga besar Farhan menyukak dirinya. Hatinya benar-benar terluka, cinta yang tulus ia berikan kepada Farhan ternyata hanya dianggap sampah yang menjijikan olehnya.
Helena bertekad, ia akan membalas semua orang yang melukai hatinya agar mendapatkan hal yang setimpal dengan dirinya, karena mulai saat itu, ia akan berpura-pura menjadi lemah dan memaklumi banyak hal demi bisa membalas semua rasa sakit hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aure Vale, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Caela menuntut janji kepada Farhan
"Kamu sudah berjanji kepadaku mas, kamu bilang kamu butuh waktu satu minggu untuk mengenalkan aku kepada Freya dan Kenzo, tapi kenapa sampai sekarang kamu malah semakin dekat dengan Helena?" tanya Caela marah.
Farhan baru saja sampai di rumah mamanya karena ia merindukan istrinya yang sedang mengandung anaknya ini, tapi batu saja ia masuk ke dalam kamar, ia langsung dihadapkan dengan Caela yang marah.
Farhan menghela napas lelah, ia baru saja pulang lembur dan Caela sudah kembali bertingkah.
"Sayang, dengarkan mas ya, Freya dan Kenzo benar-benar sangat sulit untuk di dekati, aku sudah berkali-kali membahas masalah ibu sambung kepada mereka, tapi mereka selalu sama, tidak mau memilikinya lagi, bahkan mereka juga sudah menuntutmu agar cepat menceraikan Helena," ucap Farhan memberikan penjelasan yang mungkin tidak akan di dengar oleh Caela.
"Tapi kamu semakin dekat dengan Helena mas, aku bisa lihat tatapan memuja kamu kepada Helena waktu dia berkunjung ke kantor, aku yang sedang mengandung anak kamu pun, malah aku yang kamu suruh bersembunyi ketika Jelena datang, kenapa dari hari ke hari, aku semakin merasa jika disini aku yang seperti selingkuhan kamu?" Caela benar-benar mengamuk, ia bahkan sampai meninggikan suaranya kepada Farhan.
"Aku butuh waktu, aku butuh waktu untuk semuanya Caela," terpancing juga amarah yang Farhan tahan-tahan sejak tadi.
"Ya tapi sampai kapan mas, sampai perut aku membesar, baru kamu akan memperkenalkan aku ke anak-anakmu? Apa mereka tidak semakin tidak suka karena kamu membawaku dalam keadaan perut aku yang sudah membesar"
"Aku cemburu mas melihat kamu semakin dekat dengan Helena, aku juga sakit hati ketika kita akan makan siang di restoran dekat kantormu, tapi kamu malah meninggalkan aku sendiri di sana dan lebih mementingkan Helena,"
"Aku diam saja karena aku tidak mau kita bertengkar, aku sengaja menyimpannya sendiri, untuk diriku sendiri, agar kita tetap seperti biasanya,"
Farhan diam, ingatannya kembali melayang kepada kejadian beberapa hari yang lalu, ketika ia dan Caela membuat janji untuk makan siang di restoran dekat kantornya, tapi waktu itu ia tidak sengaja melihat Helena dan putrinya yang sedang berada di restoran yang sama, dan yang lebih mmebuat Farhan melupakan keberadaan Caela adalah ketika dirinya melihat Farrel yang sedang berusaha membawa Helena pergi.
"Kamu jahat mas,"
Caela menangis sesenggukan, dengan kedua tangan yang menutup wajahnya, melihat itu, Farhan semakin merasa bersalah.
Perlahan ia mendekati Caela dan memeluknya erat, walaupun Caela sempat berontak, meminta di lepaskan, tapi Farhan berhasil membuat Caela diam dan membalas pelukannya.
Masalahnya, Farhan juga tidak mengerti dengan perasaannya, karena dari hari ke hari, ia merasa semakin menyukai Helena, bahkan setiap malam pun, Farhan sengaja tidur belakangan agar dapat memandangi wajah Helena yang terlelap sangat Damai. Karena begitu ia melihat Helena yang terlelap, hati Farhan menjadi berdesir dan jantungnya berdetak cepat.
"Aku tidak mau tahu, kamu harus segera membawa aku tinggal di rumah kamu, mengenalkan aku kepada anak-anak juga menceraikan Helena," paksa Caela yang diangguki oleh Farhan.
"Aku akan segera melakukan semua keinginanku, tapi kamu tidak apa-apa kan menunggu sedikit lebih lama lagi?"
Farhan melepaskan pelukannya dan menangkup wajah Caela dengan kedua tangannya.
Caela mengangguk, "tapi jangan lama-lama, aku tidak mau kamu mengenalkan aku ketika perutku sudah membesar dan semakin terlihat,"
Farhan terkekeh, "baik tuan putri,"
***
"Aku kan sudah bilang, aku tidak mau punya mama baru lagi," teriak Freya.
"Papa tidak lelah setiap hari bertanya kepada kami? Jelas-jelas aku dan Freya tidak ingin memiliki mama baru lagi, papa punya niat untuk menikah lagi? Papa saja belum cerai dengan istri papa yang sekarang ini, yang benar saja pa, mungkin papa bahagia, tapi bagaimana dengan kami?" Kenzo yang biasanya lebih banyak diam akhirnya bersuara.
Farhan menghela napasnya, ini akan semakin sulit, karena kedua anaknya benar-benar tidak mau lagi memiliki seorang ibu sambung. Lalu bagaimana dengan istrinya, Caela, apalagi keadaannya sekarang sedang berbadan dia, tidak mungkin Farhan selamanya bermain kucing-kucingan, karena cepat atau lambat, mereka akan tetap ketahuan.
"Kami bahkan belum bisa menerima istri papa yang sekarang, bagaimana mungkin papa akan kembali menikah lagi, jangan gila pa, di sini kami terluka atas perceraian papa dengan mama juga pernikahan papa dengan wanita itu, papa pikir kita baik-baik saja dengan semua itu? Tidak pa, kami terluka, papa dan mama bahkan tidak pernah memberitahu aku dan Freya alasan kenapa kalian sampai memutuskan berpisah. Mungkin Nael bisa menerimanya, karena dia belum mengerti apa-apa, tapi kami? Kami sudah besar pa, kami bisa merasakan sakit itu," ucap Kenzo menatap papanya sedikit kecewa, Kenzo melirik ke arah adiknya sebentar sebelum menatap papanya lagi.
"Kalau papa memang ingin menikah lagi, silakan! Kenzo tidak akan melarangnya, asalkan serahkan Kenzo dan Freya kepada mama, karena aku dan Freya tidak akan pernah sudi satu rumah dengan istri papa yang akan papa nikahi itu."
Ucapan Kenzo kali ini sukses membuat Farhan terkejut, tidak menyangka jika Kenzo berani mengutarakan keinginannya untuk tinggal dengan mama kandungnya karena pembahasan ibu sambung itu.
"Mamamu itu pun sama saja Kenzo, dia tinggal bersama suaminya, itu artinya kamu pun akan tetap satu atap dengan ayah sambungmu disana," balas Farhan.
"Kalau begitu, biarkan Kenzo dan Freya tinggal di rumah oma dan opa,"
"Kalau kamu mau baik, silakan rapikan pakaian kalian hari ini juga, akan papa antarkan kalian ke rumah oma dan opa,"
Freya menatap tidak percaya papanya, semudah itu papanya melepaskan tanggung jawab anak-anaknya, dan itu semua demi Farhan bisa menikah lagi.
"Papa serius, kenapa tidak dari awal saja pa?" tanya Freya dengan mata yang sudah memerah.
"Kalian sendiri yang keras kepala, kalian sendiri yang hanya ingin dimengerti tanpa mau mengerti posisi orang lain, kalian ingin tahu kan alasan kenapa papa dan mama kalian memutuskan berpisah?"
Farhan menatap satu-satu anaknya, melihat ekspresi mereka yang terkesan pasrah juga marah.
"Katakan pa! katakan saja, alasan apapun yang papa katakan, tetap tidak akan mengubah prinsip kami, kalau kami tidak ingin ada ibu sambung, siapapun itu, kami tidak menginginkan ada seseorang yang menggantikan posisi mama di rumah ini, mama nomor satu untuk kami," tantang Freya mendongakkan kepalanya menatap tajam papanya.
"Kalian tidak akan mengerti bagaimana terlukanya papa karena mama kalian, ka-,"
"Papa juga tidak akan mengerti bagaimana terlukanya kami karena perpisahan kalian," potong Freya.
"Papa juga tidak akan me-,"
"Mama kalian selingkuh tepat di depan papa."