NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Ke Tubuh Permaisuri Terbuang

Reinkarnasi Ke Tubuh Permaisuri Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Penyeberangan Dunia Lain
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: shafrilla

Winny adalah seorang gadis preman yang pekerjaannya selalu berhubungan dengan nyawa. Malam itu dia berada di sirkuit balap mobil, ketika dia hendak sampai di garis finis tiba-tiba mobilnya mengeluarkan api di bagian mesin. suara ledakan terdengar begitu keras, cahaya putih tiba-tiba muncul dan membawa Winny pergi ke suatu tempat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tamu kerajaan

Beberapa hari kemudian.

Hari itu, langit di atas istana Hanzo tampak cerah tanpa awan, seolah menyambut kedatangan tamu agung dari kerajaan Qinzu. Para pelayan dan prajurit bergerak cepat menyiapkan segala sesuatunya, meja panjang dipenuhi hidangan mewah dari hasil bumi terbaik, hiasan emas berkilauan menghiasi dinding, dan lentera besar menggantung anggun di langit-langit balairung utama.

Di tengah keramaian, Kaisar Han berdiri dengan sikap tegap namun penuh kewaspadaan. Matanya menatap jauh ke arah gerbang utama saat rombongan Kaisar Qin Werong masuk dengan iringan para pejabat berpakaian megah. Wajah Han tersirat bangga sekaligus sedikit gugup, menyadari pentingnya pertemuan ini untuk masa depan kerajaannya.

Kaisar Qin Werong melangkah dengan wibawa, sorot matanya tajam namun menyimpan kelembutan yang membuat semua orang merasa dihargai. Para pejabatnya membentuk barisan rapi, wajah-wajah mereka menunjukkan kombinasi antara rasa hormat dan antisipasi.

Ketika keduanya bertemu di tengah balairung, udara seolah membeku sejenak sebelum diisi dengan salam penuh hormat dan senyum tipis. Khan menganggukkan kepala, suaranya terdengar mantap, “Kami merasa terhormat menyambut Kaisar Qin Werong dan rombongan di Hanzo.”

Kaisar Qin Werong membalas dengan suara dalam dan tenang, “Kerajaan Qinzu datang membawa harapan baru, semoga pertemuan ini menjadi awal dari persahabatan yang abadi.”

Suasana mulai mencair saat para penasehat kerajaan mengatur jalannya jamuan. Musik lembut bergema, dan hidangan mulai dihidangkan satu per satu, menggoda indera dengan aroma dan warna yang memikat. Kaisar Khan sesekali melirik ke arah tamu agungnya, mencoba membaca makna di balik senyum dan tatapan mereka.

Momen itu menjadi saksi bisu dari pertemuan dua kerajaan besar, penuh ketegangan yang terbungkus rapi dalam kemegahan dan kesopanan, menanti babak selanjutnya dalam sejarah yang akan mereka ukir bersama.

Di aula itu Kaisar Han ditemani oleh dua selir kesayangannya, selir Jia dan selir Me-ang, wanita itu terlihat memakai pakaian yang begitu mencolok dengan riasan yang begitu tebal.

"Apakah kedua wanita ini adalah istrimu, Kaisar?" tanya Kaisar Qin.

Kaisar Han menganggukkan kepalanya, dia memperkenalkan kedua selir kesayangannya.

"Jadi mereka selirmu? lalu di mana permaisuri kerajaan ini? bukankah yang aku dengar permaisurimu itu adalah putri dari menteri peperangan, Yan Gao Zhao?" tanya Kaisar Qin.

Kaisar Khan menganggukkan kepalanya, dia tersenyum sedikit canggung karena dia sudah mengusir permaisurinya itu.

"Lalu, di mana permaisurimu, kaisar?" tanya Kaisar Qin kembali.

Kaisar Han menghela nafas sedikit dalam kemudian hendak menceritakan mengenai istrinya yang sudah dibuang tersebut, namun ketika dia berbicara Kasim berseru mengatakan kedatangan Ibu suri. Hal itu membuat para tamu yang ada di aula memberikan salam kepada Ibu suri.

"Ibu suri tiba!" seru kasim.

Ibu suri tidak datang sendirian, dia digandeng oleh Ling Xu-mei. wanita itu datang dengan begitu anggun dan begitu menawan, hanfu berwarna biru muda dengan rambut tergerai indah, riasan sederhana namun terkesan berkelas dan sangat mempesona.

Langkah kaki Ling Xu-mei memasuki ruangan itu, seketika semua mata memandangnya seorang wanita cantik jalan dengan begitu mempesona, bibir berwarna merah itu sedikit tergerak tersenyum kepada orang-orang yang ada di sana. Semua mata memandangnya semua mata tertuju padanya rasa takjub yang begitu besar ketika mereka menatap sosok yang menggandeng Ibu suri.

"Cantik..,"

Satu kalimat itu keluar dari mulut orang-orang yang ada di ruangan itu begitu pula dengan Kaisar Qin dia memandang seorang wanita yang berjalan menggandeng tangan Ibu suri. Seorang wanita muda yang terlihat begitu mempesona riasan tipis, bibir berwarna merah menyala seperti darah yang begitu segar, mata bulat sempurna dengan senyum yang begitu indah.

“Dia benar-benar luar biasa,” gumam Kaisar Qin penuh kekaguman saat matanya mengikuti langkah wanita muda yang mendekat, ditemani oleh Ibu Suri. 

“Bagaimana kabarmu, Kaisar?” tanya Ibu Suri dengan suara lembut, menyambutnya. 

 “Kabarku baik, Ibu Suri,” jawab Kaisar Qin singkat, namun matanya menyipit menatap Ling Xu-mei, Kaisar Qin terperangah oleh kecantikannya yang memikat.

Berbeda dengan Kaisar Han yang memandangnya, wanita yang dulu pernah ia singkirkan, tapi kini datang kembali dengan pesona yang tak terbantahkan. 

 Bahkan, para selir yang sedari tadi berdandan mempesona kini terdiam, memalingkan muka, lalu mulai berbisik di belakang. “Dasar wanita tak tahu diri,” geram Selir Jia sambil melirik tajam ke arah Ling Xu-mei. “Kenapa dia harus berani datang ke sini?” 

“Entah bagaimana, tapi wajahnya... membuat semua mata tertuju padanya, padahal tadi saat kalian masuk, kita yang dipuji,” bisik selir me-ang dengan nada cemburu. 

Ling Xu-mei berdiri tenang, tanpa membalas, membiarkan tatapan penuh intrik dan iri itu melayang di sekelilingnya. Namun di dalam hati Kaisar Han, ada sesuatu yang tak bisa ia abaikan.

Tak ada kata yang terucap tadi dari bibir Ling xu-mei, dia sedikit memberi hormat kepada kaisar Qin, kaisar yang memiliki kekuasaan begitu besar, seorang pria yang tidak mempunyai istri setelah kematian permaisurinya.

Ruangan megah itu dipenuhi oleh cahaya lentera yang berkelap-kelip, menciptakan bayangan gemerlap di wajah para tamu undangan. Namun, suasana yang semestinya riang dan meriah mendadak berubah tegang saat Ling Xu-Mei melangkah masuk dengan anggun. Gaun sutra merahnya yang berhiaskan benang emas memantulkan cahaya, membuat semua mata tak bisa berpaling darinya.

Bisikan-bisikan pelan mulai terdengar di antara para menteri, "Bukankah itu Permaisuri Ling? Wanita yang dibuang Kaisar?" Suara-suara itu bukan lagi rahasia, dan Ling Xu-Mei mendengarnya dengan jelas. Namun, wajahnya tetap tenang, bibirnya membentuk senyum tipis yang penuh arti senyum yang tak hanya menantang tapi juga menyiratkan kemenangan tersembunyi.

Dia berjalan perlahan, setiap langkahnya seperti mengukir jejak ketegasan di lantai marmer. Tatapannya yang dingin menyapu ruangan, menantang siapa pun yang berani memandang rendah keberadaannya. Para menteri yang tadi berbisik segera terdiam, menyadari bahwa kehadiran Ling Xu-Mei bukan sekadar bayangan masa lalu yang terlupakan, melainkan kekuatan yang tak bisa diabaikan begitu saja.

"Jangan hiraukan perkataan mereka." kata ibu Suri pelan. 

Namun Ling xu-mei hanya tersenyum. "Tenang saja ibu Suri aku tidak akan pernah menghiraukan perkataan mereka." jawab Ling xu-mei dengan senyum lembut sembari menepuk tangan ibu suri.Di sudut ruangan, Kaisar Han menatapnya dengan mata yang sulit dibaca, adakah cela penyesalan, atau justru rencana licik yang tersembunyi di balik dingin ekspresinya? Ling Xu-Mei tahu betul bahwa malam ini bukan hanya tentang penyambutan, tapi pertaruhan harga diri dan kekuasaan yang akan menentukan nasibnya selanjutnya.

"Aku nggak pernah nyangka, kamu berani banget datang ke acara penyambutan Kaisar Qinzu," Selir Me-ang menyeringai sinis, diikuti oleh Selir Jia yang tak kalah jahil. Mereka mendekati Ling Xu-mei dengan tatapan penuh niat licik.

 "Itu urusan aku, bukan kalian," jawab Ling Xu-mei tenang, tanpa membalas ejekan mereka. Ia kemudian melangkah mendekati Ibu Suri yang tengah duduk anggun.

Kaisar Qin, yang tampak tersenyum, ikut mendekat saat Ling Xu-mei berbincang dengan Ibu Suri. "Boleh aku bertanya sesuatu, nona?" sapa Kaisar Qin dengan nada ramah.

 "Silakan, Yang Mulia," jawab Ling Xu-mei sopan.

Kaisar Qin menatapnya serius, lalu bertanya, "Apakah nona sudah punya kekasih?" Sejenak, suasana hening. Mata orang-orang di sekeliling tertuju ke Ling Xu-mei. Ia menunduk pelan, kemudian mengangkat wajahnya dengan senyum yang mengembang lembut ke Kaisar Qinzu.

"Belum, Yang Mulia."

*bersambung*

1
Nurmalasari
Luar biasa
Suzana Diro
ibunda bar²
Yuliana Tunru
mantap ling basmi.orang2 yg sok dan menindas ank2 mu bisa1 mrķ di tindas padahal ank kaisar ..apa kaisar selama ini tak.oersuli pd ank2 x kaisar bodoh
Yulya Muzwar
keren ceritanya thor ⭐5 untukmu
semangat berkaryaa
Yuliana Tunru
bagus hajqr guru tua tqk tau adab putra kqisar di olok2 tunggu kau akan di gantikan dgn guru laiin silqhkan ajari ank2 pejabat.lain yg bermukq dua
Ma Em
Biarkan permaisuri Ling dgn kaisar Qin saja daripada tinggal di istana Han cuma dihina dan di rendahkan dan juga permaisuri Ling sdh dibuang sama kaisar Han .
Rizky Fathur
Thor itu kaisar seperti orang yang tidak mengenal cinta Thor
Yuliana Tunru
ayo permaisuri hajqr kaisar sok.itu aplg sidampingi selir jalqbg apa hebat x cm di ranjang dan dibibir beracun penuh dusta tak usah oersuli kan cari bahagia mu.klo oerlu hajqr kqisar seperti dia dulu menyiksamu biar kapok
Rizky Fathur
cepat buat cerai dari kaisar itu Thor
kaylla salsabella
aku mampir thor semangat berkarya😍😍
shafrilla
terima kasih kak
Wahyuningsih
q mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!