Astra tak pernah mau meneruskan pekerjaan Ibunya. Di bandingkan menjadi dukun, dia ingin hidup normal sebagai gadis pada umumnya.
Demi bisa terlepas dari hal-hal gaib di desa, Astra nekat melanjutkan study nya di kota. Dengan beasiswa yang susah payah dia raih, dia memasuki sekolah terkenal di kota "High School" dari namanya saja sudah keren bukan?
Astra bermimpi untuk belajar seperti siswa pada umumnya, memiliki teman dan bekerja setelah lulus. Namun kenyataan menampar nya, High School tidak sebaik yang di pikir kan.
Kemanapun dia pergi, kabut gelap selalu terlihat di tubuh setiap orang...
Permainan gaib, nyawa dan kekuasaan menjadi mainan bagi mereka. Sisi baiknya, tidak ada satupun orang yang mengetahui hal gaib lebih baik darinya di sekolah ini...
#25Desember2025
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Di apartemen mewahnya, Clara menyantap makan malam dengan anggur merah di tangan.
Ia merasa tak tersentuh, dilindungi oleh kekuatan yang tak kasat mata. "Gadis bodoh, malah masuk sarang harimau" gumamnya pada diri sendiri, seringai tipis terukir di bibirnya.
"Berpikir bisa bantu dia? Lo gak tau apa yang lo hadapi Astra, mungkin lo akan bernasib sama kaya perempuan itu." Clara terdiam mengingat gadis itu, "heh, gadis polos. Pada akhirnya gue yang dapat beasiswa nya."
Yah, kenyataan nya Clara memiliki tujuan mendekati Friska. Dia adalah kandidat kedua dari SMP nya yang bisa menerima beasiswa melanjutkan pendidikan di High School, namun ada Friska yang lebih pintar darinya. Jadi jika Friska tidak ada, maka posisi beasiswa akan kosong dan otomatis dialah yang akan mendapatkan nya karena dia adalah kandidat yang paling cocok.
Pintar dan kurang mampu (dari pandangan orang-orang).
Namun rasa puas dan kegembiraan itu tidak berselang lama, karena kegelisahan mulai merayap.
Udara di sekitarnya terasa dingin, bukan dingin AC, melainkan dingin yang menusuk tulang. Lampu gantung kristal di atasnya berkedip-kedip, lalu padam, meninggalkan ruangan dalam remang-remang cahaya kota yang masuk dari jendela.
Clara mengerutkan kening. "Ada apa ini?" ucapnya, mencoba menepis rasa takut yang tiba-tiba muncul.
Dari sudut ruangan, sebuah bayangan hitam mulai memanjang, membentuk siluet sosok tinggi dan kurus. Itu adalah Parewangan yang selama ini menjadi pelindungnya, entitas yang Mbah Yong ikatkan padanya.
Namun, kali ini, aura yang dipancarkan berbeda. Bukan lagi perlindungan, melainkan ancaman. Clara merasakan jantungnya berdebar kencang. "L-loo... ada apa?" suaranya bergetar, mencoba mempertahankan ketenangan yang palsu.
Sosok itu tidak menjawab, hanya bergerak perlahan mendekat. Mata merah menyala di kegelapan, memancarkan kelaparan yang mengerikan. Clara mundur, punggungnya menabrak dinding dingin. "Nggak! Lo Pelindung Gue! Lo gak bisa nyakitin gue!" teriaknya, panik mulai menguasai.
Clara tidak tahu saja, ikatannya dengan Parewangan telah terputus secara brutal, karena kematian Mbah Yong yang menjadi penjaga, dan tanpa Mbah Yong, entitas itu kini hanya dikendalikan oleh insting primitif: kelaparan.
"Mbah Yong... Dia akan marah!" Clara mencoba mengancam, namun suaranya terdengar lemah bahkan di telinganya sendiri. Ia tidak tahu Mbah Yong telah tiada, dan ancamannya kini tak berarti.
Parewangan itu semakin dekat, hawa dingin yang dibawanya mencekik. Clara bisa merasakan energinya terkuras, seolah ada sesuatu yang menarik paksa kehidupannya.
Dalam keputusasaan, Clara teringat akan makanan yang selalu Mbah Yong berikan kepada Parewangan itu. Makanan yang menjaga entitas itu tetap tenang dan patuh. Dan sekarang, mata Clara membulat. Hari ini adalah waktunya makan, apakah Mbah Yong tidak memberikan nya makan? Sialan! Pikirnya.
"Makanan! Gue bakal kasih lo makanan!" serunya, mencoba meraih ponselnya untuk menghubungi seseorang. Namun, sudah terlambat.
Parewangan itu mencengkeramnya, kuku-kuku tak kasat mata menembus kulitnya, bukan secara fisik, melainkan ke dalam jiwanya.
Rasa sakit yang tak terlukiskan melanda. Clara menjerit, namun suaranya tertelan oleh kegelapan. Ia melihat kilasan-kilasan masa lalu, semua perbuatannya, semua kesombongannya. Dan di detik-detik terakhirnya, sebuah kesadaran pahit menghantamnya: ia tidak tahu mengapa pelindungnya berbalik, ia tidak tahu Mbah Yong telah mati, namun ia merasakan kengerian dari entitas yang kini tak terkendali.
Tubuh Clara ambruk, mata terbelalak, membeku dalam ekspresi teror. Jiwanya telah diserap habis, meninggalkan cangkang kosong. Kematiannya begitu cepat, brutal, dan ironis. Ia mati di tangan entitas yang seharusnya melindunginya.
Inilah takdir yang kejam. Jika saja pada hari ini ada yang memberi makanan untuk makhluk itu, yang biasanya selalu diberikan oleh Mbah Yong, mungkin ceritanya akan berbeda. Karena tidak ada yang memberi makanan pada hari ini, asupan yang bisa sedikit meredakan kelaparan Parewangan terputus, dan ini telah mempercepat proses pemberontakan entitas itu. Tanpa asupan yang biasa mereka terima, kelaparan Parewangan itu memuncak, dan Clara menjadi korban pertama yang paling dekat.
Mungkin, jika bukan karena intervensi tak terduga ini, Clara akan memiliki waktu lebih, seperti Greta, untuk menghadapi takdirnya, atau bahkan mencari cara untuk menyelamatkan diri. Namun, takdir telah berkehendak lain. Terputusnya pemberian makanan pada hari itu, sebuah kejadian kecil yang tampaknya tidak berarti, justru menjadi pemicu utama kematian tragis Clara, menggenapi ramalan Astra bahwa Clara akan mati malam itu, namun bukan oleh Friska.
Sementara itu di kediaman Greta.
***
Gantung dulu, komentar yang banyak ya! Author makin semangat kalo banyak yang komentar dan Like!
Boncab dong Thor
semangat menjalani harimu
ayo up lagi malam ini.
aku suka banget ceritanya.
bagus
dan semakin bikin aku penasaran akan kelanjutannya.
ayooooooooo up lagiiiiiiiiiiiiiiii
kenapa kok gak ada semangatnya.
semoga author dapet ide-ide bagus buat lanjutin Babnya, biar gak terlalu pendek-pendek amat ceritanya kalo tamat😊🤭🤭🤣🤣🤣🤣
semoga semangat mubgak kendor ya thor. jangan putuskan hubungan ini... eh, novel ini di tengah jalan thorkuuuu....
semoga lolos ya thooor
🎶Sampai kapan kau gantung
Cerita cintaku memberi harapan🎶