NovelToon NovelToon
Rintik Di Barisan Belakang

Rintik Di Barisan Belakang

Status: tamat
Genre:Ketos / Diam-Diam Cinta / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mentari_Senja

Aruna selalu memilih duduk di barisan paling belakang.
Di sana, dia merasa aman, terlindung dari keramaian, dari tatapan, dari hal-hal yang membuat dadanya sesak.
Hujan adalah teman terbaiknya, satu-satunya suara yang mengerti diamnya.

Sampai suatu pagi, di tengah gerimis dan jendela berkabut, Bu Maita menyebut dua nama yang tak pernah Aruna bayangkan akan berdampingan.

“Aruna Pratama dan Dhira Aksana.”

Dhira, cowok yang selalu jadi pusat perhatian, yang langkahnya tenang tapi meninggalkan riak kecil di mana pun dia lewat.
Sejak saat itu, barisan belakang bukan lagi tempat untuk bersembunyi.
Perlahan, tanpa sadar, Aruna mulai membuka ruang yang sudah lama dia kunci rapat-rapat.

Di antara rintik hujan, catatan pelajaran, dan detik-detik canggung yang tak terduga, Aruna belajar bahwa beberapa pertemuan datang seperti gerimis.
pelan, jujur, dan sulit dilupakan.

Karena kadang, seseorang masuk ke dalan hidupmu setenang hujan, tanpa suara, tapi kamu ingat selalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentari_Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

I. Dhira yang Mulai Tahu

Dhira sudah nggak tahan lagi, sudah seminggu Elang nggak membalas pesannya. Dan sudah seminggu juga, Elang menghindari Dhira di sekolah.

Dhira sudah mencoba menghubunginya berkali-kali. Namun panggilan darinya tidak pernah Elang angkat. Bahkan pesan dari Dhira pun tak pernah Elang balas sama sekali

Hingga ketika Dhira datang ke rumah Elang, ibunya bilang bahwa Elang nggak ada. Padahal Dhira yakin, cowok itu ada di dalam, cuma ia menyuruh ibunya untuk bohong.

___

Hari itu, saat jam istirahat kedua. Dhira melihat Elang dari kejauhan. Cowok itu jalan sendirian menuju tangga darurat, tangga yang jarang dipake, yang ujungnya nyambung ke atap sekolah.

Tempat yang sepi, yang sering jadi pelarian anak-anak yang lagi pengen sendiri. Dhira langsung mengejar, ia menaiki dua anak tangga sekaligus, hingga napasnya mulai ngos-ngosan.

Angin kencang berhembus tepat mengenai wajahnya. Langit terlihat mendung dan gelap, seperti akan turun hujan.

Dan di sana, Elang berdiri di pojok atap. Deket pagar besi berkarat. Melihat ke bawah, ke halaman sekolah yang ramai anak-anak sedang istirahat.

"Lang," panggil Dhira.

Namun Elang nggak menoleh sama sekali.

Dhira jalan mendekat, "Lang, udah cukup. Sampai kapan lo akan menghindari gue?"

Elang masih diam, dengan melihat langit yang mendung.

"Lang, gue ngomong sama lo!" suara Dhira mulai naik. Frustasi. "Gue sahabat lo, Lang. Kita dari kecil bareng. Kalau lo ada masalah, lo bisa cerita."

"Lo nggak bakal ngerti, Dhir," ucapnya pelan.

Dhira terdiam sejenak, "Coba lo cerita sama gue."

Elang tertawa sinis, "Lo mau tau?" tanya Elang sambil menatap Dhira, dengan mata yang mulai merah. "Oke. Gue akan cerita."

Dhira diam, ia bisa melihat bahwa sahabatnya kini tengah hancur.

"Gue suka sama Aruna."

Deg.

Dhira terdiam, bahkan Jantungnya terasa berhenti sejenak.

"Gue udah suka sama dia dari lama," lanjut Elang, suaranya bergetar. "Sejak awal semester. Gue udah mencoba deketin dia, tapi gue terlalu pengecut. Terlalu cupu, dan gue nggak ada apa-apanya."

Elang menggeleng, tangannya mengepal erat. Kuku-kukunya menancap ke telapak tangan lagi. Sakit. Tapi dia nggak peduli.

"Dan pas akhirnya gue berani... pas akhirnya gue kumpulin keberanian buat nembak dia... dia nolak gue." Air mata mulai jatuh dari mata Elang. "Karena dia suka sama lo."

Dhira nggak bisa gerak, bahkan ia nggak bisa ngomong apa-apa.

Elang, dia suka sama Aruna.

Dan Aruna menolaknya, karena dia suka sama gue.

"Lang, gue nggak tau dan gue nggak bermaksud…"

"Ya, gue tau lu nggak bermaksud!" Elang berteriak. Keras. Suaranya pecah. "Tapi itu nggak membuat gue nggak sakit! Itu nggak membuat gue nggak iri! Itu nggak membuat gue bisa berhenti mencintai dia!"

Elang melangkah maju. Menatap Dhira dengan tatapan yang penuh luka.

"Dan apa lo tau, yang paling menyakitkan itu apa?" suaranya bergetar. "Lo sahabat gue. Lo orang yang paling gue percaya. Tapi lo yang dapet dia, dan selalu dapat segalanya."

Elang menggeleng, air matanya mengalir membasahi pipinya.

"Ganteng, pinter, populer, dan sekarang, dapet cewek yang gue cintai." Suaranya nyaris berbisik. "Sementara gue? Gue nggak ada apa-apanya. Gue cuma bayangan lo. Gue cuma pecundang."

Elang menarik napas dalam—napas yang terdengar kayak orang tenggelam nyoba napas terakhir kalinya.

"Aaaaaahhhhkkkk! Kenapa lo harus terlalu sempurna?!" teriaknya ke langit. Ke Tuhan. Ke dunia yang nggak adil ini.

Dhira berdiri, tangannya gemetar. Ia melihat sahabatnya yang dari kecil selalu ada, kini ia harus nangis seperti ini.

"Lang, gue nggak tau," suara Dhira pelan. "Gue nggak pernah tau lo suka sama dia. Kalau gue tau, gue nggak akan…"

"Nggak akan apa?" potong Elang, lalu menatap Dhira dengan mata penuh air mata. "Nggak akan deketin dia? Nggak akan buat dia suka sama lo?"

Elang menggeleng lagi. "Lo nggak bisa kontrol itu, Dhir. Lo nggak bisa kontrol perasaan dia. Lo emang pantas dapet dia. Karena lo punya semua yang gue nggak punya."

Keduanya terdiam, cuma suara angin yang kencang. Suara langit yang mulai gemuruh pelan. Elang menghapus air matanya kasar.

"Gue nggak nyalahin lo, Dhir," katanya akhirnya, suaranya udah lebih tenang. "Ini bukan salah lo. Ini salah gue yang terlalu lemah."

Elang berbalik, dan jalan menuju pintu atap. Tapi sebelum Elang turun, ia berhenti sejenak.

"Tapi gue minta satu hal." Suaranya pelan tapi tegas. "Jaga dia baik-baik. Jangan sampe lo sia-siakan dia. Karena kalau lo sia-siakan dia, gue nggak bakal maafin lo."

Setelah berkata seperti itu, Elang turun. Meninggalkan Dhira sendirian di atap yang terlihat begitu sepi.

Kini Dhira berdiri sendirian, angin kencang menerpa rambut dan seragamnya. Langit makin gelap, bahkan petir mulai menyambar dari kejauhan. Dhira duduk di lantai atap yang dingin, bersandar di pagar besi.

Elang.

Gue, gue nggak tau.

Gue nggak tau lo suka sama dia.

Gue nggak tau, kalo gue udah nyakitin lo.

Dhira berbisik pelan, bisikan yang mungkin cuma angin yang mendenger.

"Gue emang suka sama Aruna. Gue jatuh cinta. Tapi kenapa harus gadis itu?"

Dhira menggeleng, frustrasi sama dirinya sendiri.

"Gue malu sama orang lain. Gue malu kalau orang-orang tau, kalo gue suka sama cewek yang sering di-bully, dan di anggap nggak ada apa-apanya."

Dhira memukul lantai atap dengan kepalan tangannya. Keras. Sampai tangannya sakit.

"Gue pengecut, gue nggak beda jauh sama Elang. Gue nggak berani mengakui perasaan gue. Gue cuma kasih harapan palsu."

Dhira menatap langit yang gelap.

"Gue... gue nyakitin Elang. Dan gue... gue juga bakal nyakitin Aruna."

Air matanya kini mulai jatuh.

Dhira mencintai Aruna, tapi dia takut dihakimi, dan takut jatuh dari tahta popularitasnya. Karena ketakutan itu, Dhira cuma bisa diam.

Aruna yang polos itu, Aruna yang tulus itu, dia nolak orang yang beneran tulus demi cowok yang nggak pasti.

 

Hujan mulai turun, namun Dhira masih duduk di sana. Membiarkan hujan membasahi tubuhnya. Membiarkan air hujan bercampur dengan air matanya.

"Maafkan gue, Lang," gumamnya lirih. "Maafkan gue, Aruna. Gue nggak tau, apa gue mampu jadi orang yang kalian butuhkan."

 ___

Sementara itu, di dalam kelas. Aruna duduk di mejanya, melihat hujan dari jendela. Pikirannya mulai melayang pada Elang dan Dhira.

Elang yang Aruna tolak cintanya, dan Dhira, cowok yang ia cintai, namun nggak bisa bilang apa-apa.

Aku, aku nolak Elang demi Dhira.

Tapi, apa Dhira beneran suka sama aku?

Atau aku cuma berharap kosong?

Aruna memeluk jurnalnya erat, dadanya terasa sesak.

...——…★…——...

... Karena kadang, cinta yang paling menyakitkan itu, adalah cinta yang belum dimulai, tapi sudah berakhir....

...——…★Mentari Senja★…——...

1
Susi Yanti
sukaaa banget critanya sangat menyentuh sanubari....👍👍👍
checangel_
Dari kisah Aruna-Dhira-Elang, aku paham 🤧 bahwa lebih baik dicintai daripada mencintai secara ugal-ugalan, karena tak semua cinta itu berakhir indah, cukup dia yang paham akan iman dan tentunya hanya ada 'aku, kamu, dan Allah', dari Aruna pun aku sadar bahwa cinta bisa membuat siapa pun kehilangan, bahkan nyawanya sendiri ... di samping itu 'bully' juga bisa menghantam siapa pun yang sudah lama terluka terlalu dalam dan membuatnya kehilangan kesadaran bahwa sebenarnya 'Kamu itu pantas ada, bukan memilih pergi meninggalkan sisa luka', ingat! menghilangkan nyawa sendiri itu tidak baik dan berat sekali tanggungannya

So, be happy on your days 🤝😇
checangel_: /Hey//Facepalm/
total 4 replies
checangel_
Wah, cabangnya sudah merambat hampir ke 32 kota se-Indonesia 🤧
checangel_
Sudah 25 tahun berlalu 🤧
checangel_
Alhamdulillah, sudah resmi kalian berdua /Smile/
checangel_
Yap, 100 untukmu Elang 🤝
checangel_
Harapan pasti ada /Applaud/
checangel_
/Applaud/
checangel_
No Dhira, memang ada kalanya takdir membuat kita merasa seperti itu, tapi takdir tahu kok dmna yang baik dan buruk untukmu 😇
checangel_
Dan Authorlah yang mengatur 🤭
checangel_
Kenapa minta maaf?🤧, dia sudah tenang di sana, Dhira. Lanjutkanlah saja hidupmu 😇
checangel_
Salut sama Zahra/Applaud/
checangel_
Zahra, jangan biarkan mereka bertengkar ya 🤭
checangel_
Wah, sepertinya akan ada loveline nih /Chuckle/
checangel_: Haaaah 😯, owalah alergi to, berarti bukan hanya udang aja (seafood dan ikan-ikanan juga), hati-hati Kak, karena sekarang makanan banyak campuran juga🤧
total 6 replies
checangel_
Bayang-bayang Aruna🤣
checangel_
Apalagi ni, mau menyusul dengan cara gimana?🤧/Sob/
Leoruna: tepat sekali, pasti adalah terselip kata 'hujan'🤣
total 7 replies
checangel_
Paket komplit informasinya Author 🤝, berharap yang baca dan pernah ada di posisi trauma 'bully' bisa aware /Good/
Susi Yanti
gak bs omong,bisanya nangis,baca critamu thor
Leoruna: di mohon untuk siapkan tisu kak🙏
total 1 replies
Ummi Nza
aku suka karakter cewe galak
checangel_
Hujan ...
Leoruna: Hujan, adalah salah satu hal yg paling di sukai, Aruna☺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!