Novel ini menceritakan kisah tentang seorang wanita yang bernama Ailin yang selalu di sakiti oleh suami pertamanya sampai membuatnya harus kehilangan anak yang masih ada di dalam kandungannya.
Penghianat suaminya yang di lakukan terus-menerus membuat pernikahan mereka berakhir dengan kata cerai.
Apakah Ailin bisa move-on dari masa lalunya dan masihkah ada pria yang baik hati dan menyayanginya apa adanya. Temukan ceritanya di season kedua dari novel Pernikahan Kontrak Ailin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khairin Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Karma itu Ada.
Ailin terus menginjakkan kakinya di hamparan salju yang kelihatan lembut ketika dia menginjaknya. Senyuman terbit tak kunjung hilang dari bibir wanita itu Adam dan juga Pak Ray hanya bisa mengikuti langkah pasangan mereka dari belakang.
Ailin berfoto dengan patung salju yang begitu unik bentuknya, dia mengajak Adam juga berfoto bersamanya kedua orang itu kelihatan begitu bahagia karena sejak awal kebahagiaan Adam terletak pada senyuman Ailin. Pak Ray dan juga Sani ikut bahagia melihat kedua sahabat mereka berbahagia seperti ini. Ailin mengajak Adam menunjuk tempat yang lebih sepi dan mereka berdua main lempar salju dengan tertawa terkekeh keduanya begitu menikmati bulan madu mereka.
"Sayang apa kau bahagia?" tanya Adam sembari membaringkan tubuhnya di atas salju dengan mengunakan kedua tangannya menjadi bantal.
Ailin menaruh kepalanya di lengan tangan suaminya itu dan ikut berbaring di atas salju, "Aku sangat bahagia, terimakasih sayang karena kehadiranmu sudah membuat hari-hariku menjadi semakin berwarna-warni.
"Sayang, bolehkah aku minta satu hal padamu?" tanya Adam dengan air muka kelihatan begitu serius.
"Apa pun itu pasti akan aku kabulkan asal jangan pernah suruh aku berada jauh darimu," ucap Ailin dengan mata berkaca-kaca karena wanita itu tidak bisa membayangkan hidupnya akan jadi apa tanpa Suaminya ini.
melingkarkan satu tangannya di pinggang wanita itu sembari berkata, "Aku juga tidak bisa berada jauh darimu sayang, aku hanya ingin kau tidak perlu meminum pil kontrasepsi karena aku ingin segera memiliki keturunan apakah kau keberatan dengan permintaan ku?" tanya Adam sembari menatap kearah wajah istrinya yang langsung tersenyum lembut setelah mendengarkan ucapan suaminya itu.
"Aku juga menginginkan hal yang sama denganmu sayang," Ailin semakin mengeratkan pelukannya pada suaminya itu dengan sayang.
Malam hari.
Ailin dan juga Adam sudah kembali menuju ke hotel tempat mereka menginap, setelah makan malam kedua pasangan itu kembali ke kamar mereka masing-masing. Ailin sedang berada di teras kamarnya dan juga Adam mereka melihat permandangan kota seoul begitu memanjakan mata jika di malam hari
dengan lampu berkelap-kerlip dan juga banyak sekali butiran salju yang terus berjatuhan dari atas langit menambah sempurna permandangan Ailin.
"Mas dulu aku hanya bisa melihat semua ini drama Korea yang aku sukai, tapi sekarang aku sudah bisa melihatnya sendiri," wanita itu membalikkan badannya memeluk erat Suaminya.
"Aku sudah pernah bilang sayang, jika kelak aku akan mewujudkan semua mimpimu dan aku berjanji akan hal itu," ucap Adam sembari mengecup puncak kepala istrinya sayang.
"Aku begitu percaya padamu mas, melebihi pada diriku sendiri," sahut Ailin.
"Dan tugasku adalah tetap memelihara kepercayaan itu sampai hembusan nafas terakhirku. Tuan sudah begitu baik padaku sehingga mempertemukan aku dengan wanita secantik dan juga sebaik dirimu sayang. Kau begitu sempurna di mataku," Adam menghujani wajah wanita itu dengan beberapa ciuman.
Permandangan romantis ini persis seperti di film Korea yang sering Ailin tonton, jatuhnya salju menambah suasana dingin dan juga romantis di salah satu teras hotel tersebut. Kini Ailin membalikkan badannya kembali menatap ke bawah sana.
Ailin menengadahkan tangannya keatas langit dia membiarkan butiran-butiran salju berjatuhan ke tangannya melihat sikap istrinya yang begitu bahagia diam-diam dalam hati Adam mengucapkan puja dan juga puji syukur pada tuhan yang maha esa karena memberikan kesempatan untuk Adam bisa
memanjakan dan juga membahagiakan insan manja yang ada di sampingnya saat ini.
Sedangkan di kamar sebelah Pak Ray dan juga Sani, sedang berkemas-kemas karena besok pagi mereka harus kembali menuju Indonesia. Sani sudah cukup puas berlibur di Negara korea selama dua hari. Sedangkan Adam dan juga Ailin masih berada di sini beberapa hari.
Kediaman Radja.
Pagi hari yang cerah, seperti biasa Radja sudah selesai mandi dan dia hendak berangkat berkerja namun istrinya masih saja seperti biasanya tidak pernah mau bangun pagi dan menyiapkan kebutuhan suaminya bahkan Radja sudah berulang kali meminta agar Holly bangun di pagi hari dan menyiapkan sarapan pagi karena Radja tidak suka jika di buatkan sarapan pagi oleh pelayan rumah itu. Ya walaupun makanan pelayan rumah itu juga lezat tapi tetap saja
Radja lebih suka jika istrinya yang menyiapkan semua kebutuhannya.
Radja berjalan mendekati tempat tidur di mana istrinya itu berada dan segera mendudukkan tubuhnya di samping wanita yang sedang tertidur pulas itu, “Sayang, bisakah kau bangun dan buatkan aku sarapan pagi walaupun hanya satu cangkir kopi dan juga roti saja,” pinta Radja dengan nada suara terdengar begitu lembut di telinga wanita itu.
Menggeliat sembari berkata, “Di rumah ini ada begitu banyak pelayan lalu kenapa aku harus repot membuatkan mu sarapan Mas,” Holly berbicara dengan masih memejamkan matanya bahkan wanita itu malah mengeratkan guling yang ada di tangannya itu.
“Tapi aku ingin kau yang membuatnya sayang,” ucap Radja lagi sembari mengusap lembut bahu wanita itu berharap jika istrinya itu akan bangun dan menyiapkan semua kebutuhannya seperti apa yang Ailin lakukan dulu untuk dirinya. Bahkan Ailin tidak perlu di perintah untuk melakukan hal itu pada
suaminya berbeda sekali dengan Holly bahkan seujung kuku pun wanita ini tidak
bisa di sandingkan dengan Ailin.
“Jangan bangunkan aku di pagi hari aku begitu mengantuk dan juga lelah, apa kau tidak mengerti!” Holly membuka matanya dengan tatapan tidak bersahabat bahkan wanita itu juga membentak Radja sampai pria itu tersentak kaget.
Radja langsung bangun dari duduknya dengan begitu kasar sembari ikut menajamkan matanya juga dengan berkata, “Apa yang kau lakukan sampai merasa lelah, kau hanya sibuk dengan duniamu sendiri bahkan mungkin kau juga lupa jika aku suamimu. Persetan dengan teman sosialiamu itu kau begitu berbeda tidak seperti Ailin,” ujar Adam dengan menunjukkan satu jarinya kearah Holly dan juga nada suara pria itu terdengar meledak-ledak sepertinya Radja sudah menahan kelakuan istrinya selama ini.
Mendengar kata Ailin, Holly langsung bangun dari tidurnya kemudian wanita itu berdiri di hadapan Radja dengan semakin menajamkan
pandangannya seolah kobaran api sudah terlihat memenuhi korne mata wanita itu.
Radja juga tak kalah emosinya pagi yang indah ini sudah terjadi pertengkaran
lagi di dalam rumah besar ini bahkan suara teriakan keduanya sampai terdengar
dari lantai bawah.
Semua pelayan yang berada di lantai bawah rumah itu hanya
bisa berangapan tidak terjadi apapun di dalam rumah tiu di pagi hari sebba
mereka tidak mungin ikut campur urusan kedua majikan mereka itu yang memang
sering kali bertengkar tapi semua pelayan tidak mengerti apa yang kedua majikannya itu ributkan di pagi yang cerah seperti ini.
“Kau selalu saja menyamakan aku dengan Mbak Ailin, aku tidak sama dengan wanita itu yang bodoh, karena mau saja menjadi pelayan mu di masa lalu,”
Plakkk! Radja tidak terima melihat Ailin di hina oleh istrinya sehingga pria itu melayangkan satu tamparan keras di pipi Holly.
Holly langsung terdiam sembari memegangi pipinya yang mulai kemerahan.
Jadi nikmatilah buah dari apa yg kau perbuat sama Ailin ok!! Hareudang..hareudang..hareudang panas panas panas.....nih lagu wat Radja ketika liat kemesraan Aili. dan Adam.
Aku setuju dengan pernikahan Ailin dan Adam, bayangin aja suami bawa pacarnya kerumah terus dia berhubungan intim dan istrinya diabaikan padahal baru melahirkan dan kehilangan anaknya. Iiuuhhh jijik .... suami abis celap celup sama pacarnya terus pengen pertahanin penikahannya?? gak semua wanita mau menerima suami seperti itu ya, mending pergi aja relakan suaminya sama selingkuhannya bersama kan cocok tuh pasangan lalat dan sampah.
mana yang benar Holly cinta deri atau raja
ada bab Holly seperty udah sangat jatuh cinta sama deri hingga tidak mau pisah dari deri tapi di bab lain dijelaskan deri hanya pelampiasan dan dia masih sangat cinta dengan raja, puyeng gua
kenapa ga sendiri aja ya.....
maaf kalo lancang.....
selamat buat Ailin dan adam
raja....... gigit jari
selamat buat Adam....