Mungkin bagi sebagian orang hal ini aneh, namun bagiku ini memang nyata. Aku anak ketiga dari empat bersaudara. Entah itu keberuntungan atau kesialan. Sejak dari kecil mama selalu melarang dan menyuruh aku ini itu. Ketika aku memprotes perintah mama, ia selalu bilang "Lakukan saja perintah mama kalau kamu tidak mau terkena musibah,".
Awalnya aku tak percaya dengan kata mama, namun semakin aku beranjak dewasa aku mulai paham dengan kata-kata mama. Aku menyesal, kenapa aku baru sadar akan kata-kata mama disaat musibah itu datang. Ya aku tidak melakukan perintah mama ketika aku telah menyelesaikan studi ku. Seharusnya aku ikut mama dan papa pulang, namun aku membantah perintah itu.
Hingga suatu hari, keputusan ku itu menyebabkan mama jatuh sakit. Sebelum mama pergi untuk selama-lamanya, ia berwasiat kepada ku untuk menikahi perempuan pilihannya sesegera mungkin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defani Zulfa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
C-20
Ku paksakan kakiku melangkah mendekati mama.
"Assalamualaikum...." sapaku pada semua keluarga ku
"Wangalaikumsalam...."
Ku raih tangan mama dan ku cium. Mama masih belum sadar. Tiba-tiba air mata yang dari tadi ku tahan keluar.
"Maafkan aku ma"
ucapku sambil memegang tangan nya. Ku perhatikan dirinya. Sudah berapa lama mama di rawat. Kenapa tubuhnya begitu kurus dan wajahnya pucat. Saat aku memandang wajah nya, kelopak mata mama mencoba untuk bergerak untuk membuka mata dan melihat siapa yang berada disampingnya.
"Gilang..... " ucap nya pelan dan lirih
"Iya ma, ini Gilang"
Mama mencoba untuk bangkit dan hendak memelukku. Namun aku yang melihat itu, langsung ku peluk mama. Mama menangis dalam pelukan ku. Ku coba untuk menenangkan nya. Setelah cukup tenang, kelepasan pelukan itu. Ku salimi satu persatu keluarga ku. Dan setelah itu aku duduk di kursi dekat ranjang mama.
"Apa tugas mu disana telah selesai nak" tanya papa yang duduk di sisi lain ranjang mama
"Sudah pa,"
"Apa Abah yang menyuruhmu kembali"
"Iya pa."
"Istirahat lah di rumah. Biar kami yang menjaga mama. Kamu pasti lelah"
"Aku ingin menemani mama di sini"
"Pu.... la.... ng....... lah...." ucap mama
"Ikut perintah mamamu dan kesinilah besok pagi"
"Baiklah pa"
"Bunga antarkan kakakmu pulang" perintah papa kepada bunga
"Iya pa"
Akhirnya aku kembali kerumah lagi. Setelah hampir 6 tahun aku disana. Aku dan bunga pulang dengan menaiki mobil yang di bawa oleh sopir. Karena kami sama-sama lelah.
"Kenapa kakak pulang tidak bilang-bilang"
"Karena aku tidak sempat mengabari kalian. Banyak surat-surat yang harus aku urus. Dan aku tak mau terlambat untuk bertemu mama. Setelah Abah dan kamu memberitahu tentang kondisi mama. Aku langsung cari tiket pulang dan mengurus semuanya."
"Apa kakak akan kembali ke sana lagi"
"Mungkin tidak. Mama ingin aku menikah dan tinggal di Madiun. Serta mengurus rumah sakit yang ada disana."
"Syukurlah.... Jadi papa tidak harus pulang pergi Madiun Surabaya lagi"
"Apa papa sering melakukan itu"
"Iya dulu, tapi sejak mama sering sakit papa jarang kesana. Papa nyuruh om Dimas buat ngawasin rumah sakit yang ada di Madiun. Jadi papa tinggal ngecek lewat email dari om Dimas."
"Gue emang bodoh"
"Jangan menyesali sesuatu yang sudah terjadi. Karena tidak bisa di ulang lagi. Tapi cobalah untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang sudah terjadi dan tidak akan mengulangi nya lagi"
"Terimakasih kamu memang adik terbaik yang kakak punya" ucap ku sambil memeluk nya
"Ya iyalah, wong aku anak terakhir dan adikmu cuma aku doang" ucap bunga yang mencoba menghibur ku
Sesampainya kami dirumah. Bunga pergi kekamar nya untuk istirahat. Dan aku juga pergi kekamar ku untuk istirahat.
Semua barang ku telah ditata rapi dikamarku. Ku laksanakan solat isya' dan memohon kesembuhan untuk mama pada sang pencipta, Allah.
Setelah selesai, ku mencari buku yang diberikan Abah pada ku. Ku teruskan membaca buku itu, karena aku sangat lelah. Belum sampai selesai aku sudah tertidur
*************************************
Pagi, pukul 06.30 wib
Kali ini aku hanya sarapan dengan bunga. Biasanya ada papa dan mama yang ikut sarapan bersama kami. Setelah selesai aku mengantarkan bunga ke kampus.
"Nanti pulang jam berapa" tanya ku
"Sore kak, gak tau jam berapa. Karena hari ini ada kelas praktek"
"Kalau udah selesai kabari kakak. Nanti kakak jemput."
"Tidak usah kak. Biar sopir aja yang jemput. Kakak teman mama saja di rumah sakit."
"Baiklah"
"Sampaikan pada mama aku akan kesana nanti malam"
"Iya, dah sampai"
"Terimakasih kak, aku kuliah dulu. Assalamualaikum...."
"Wangalaikumsalam....."
Setelah ku pastikan bunga masuk ke kampus nya. Ku lajukan mobil ke rumah sakit.
Sesampainya disana aku langsung ke kamar mama.
"Assalamualaikum..."
"Wangalaikumsalam....." jawab mereka
Di ruang itu tinggal papa sendiri yang menjaga mama. Sedangkan yang lain, pergi melakukan pekerjaan masing-masing.
"Kemarilah nak" perintah mama, aku mendekat dan duduk di samping papa
"Bagaimana keadaan mama, apa sudah lebih baik"
"Kondisi mamamu sudah membaik. Mungkin beberapa hari lagi bisa di bawa pulang" jawab papa
"Gilang, apa kamu masih ingat janjimu nak" tanya mama
"Iya ma, Gilang akan turuti permintaan mama"
mama tersenyum mendengar jawaban ku
"Tapi mama tidak tau keberadaannya sekarang. Kakekku sering mendatangi mama lewat mimpi. Dan menyuruh mu untuk menikahi gadis pilihan kakek."
"Apa mama tau tentang gadis itu"
"Hanya beberapa yang mama tau tentang dia"
"Baiklah ma nanti Gilang akan coba cari dia setelah mama sembuh. Gilang ingin merawat mama"
"Kenapa tidak sekarang kamu cari gadis itu"
"Aku janji bakal cari dia dan menikah dengan nya. Tapi mama harus sembuh dulu. Aku tidak bisa mencarinya sekarang, karena aku khawatir mama kenapa-napa"
"Terserah mu sajalah"
Setelah percakapan kami yang cukup lama. Papa pamit untuk kembali keruangan nya. Karena masih banyak pekerjaan yang harus ia periksa. Sedangkan aku menemani mama.
Mama menceritakan semua yang ia ketahui tentang gadis itu padaku. Setelah kupikir-pikir, aku merasa bahwa gadis yang mama maksud dan Abah itu sama. Namun aku belum yakin 100 %.
Mama juga menceritakan mimpinya. Dan apa yang mama mimpikan hampir sama dengan ku.
Siapa kah gadis itu
Apa dia gadis yang baik
Bagaimana jika ia menolak lamaran ku
Kapan aku akan bertemu dengannya
Sedangkan aku tak tau wajah dan identitas nya
Mama dan Abah hanya memberikan ku gambaran secara umum saja
Setelah mama makan dan meminum obatnya. Dia tertidur pulas. Aku coba cari informasi tentang gadis tersebut. Kucari di data kependudukan wilayah Surabaya. Namun sepertinya tidak ada. Ku cari lagi di madsos. Hasilnya sama saja nihil.
Aku sangat bodoh. Mencari satu gadis hanya bermodal petunjuk Abah dan mama. Meskipun Abah memberikan ku sebuah gambar tangan yang menunjukkan gadis itu. Tapi mereka tidak memberi tahu ku. Soal nama, tempat tinggal, atau yang lain. Supaya aku bisa menemukan nya.
Ku hentikan aktivitas ku, karena aku mendengar adzan ashar berkumandang. Karena tidak ada yang menemani ku untuk menjaga mama. Aku melaksanakan shalat ashar di kamar mama. Setelah selesai shalat, ku berdoa kepada penguasa dunia ini.
Ya Allah
Bantulah hamba-Mu ini
Ambillah penyakit mama dari tubuh nya
Kembalikan mama seperti dulu lagi
Berikan saya petunjuk akan gadis yang di inginkan mama
Berikan kemudahan kepada saya untuk bertemu dengan nya
Ampunilah dosa-dosa ku
Karena hanya pada Mu lah aku memohon dan meminta
RAEL BELLA
Termiakasih🙏
RAEL BELLA
Termiakasih🙏
TERJEBAK PERNIKAHAN SMA
makasih 🙏🙏