Berawal dari tragedi mengerikan di masa lalu yang membuat seorang gadis kecil harus terperangkap dalam sisi gelap dunia.
Selang beberapa tahun, gadis kecil itupun akhirnya tumbuh menjadi sosok wanita berhati dingin.... bahkan parasnya yang cantik sama sekali tidak bisa menutupi sifat iblis dalam dirinya
Dan sebuah kecelakaan mobil pun membuat gadis itu tau bagaimana rasanya mati. Namun, kematian gadis itu adalah awal dari kisah cinta penuh darah di masa lalu.
“Aku ingin kepalanya berada di bawah kakiku, secepatnya! ”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon N.M.Tita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perdebatan.
Seorang nona muda yang berdandan menor itu memanggil An xia dengan begitu tidak sopanya, An xia hanya acuh tak acuh dan terus melanjutkan perjalanannya.
Namun, saat ia akan melangkah, Tangannya dicengekram oleh seseorang, An xia menoleh untuk melihat siapakah gerangan yang berani mengusiknya. An xia melihat nona muda yang tadi memanggilnya kini sedang mencengkram tangannya dan memberikan tatapan tidak suka padanya.
An xia menatapnya dengan tatapan dingin dan masih memasang wajah datarnya, Air muka An xia masih begitu tenang, namun tatapan matanya begitu menenggelamkan.
An xia balik mencengkram tangan nona muda itu, cengkraman An xia yang sangat kuat sampai hampir membuat tangan nona muda itu patah, sehingga nona muda itu melepaskan tangannya yang mencengkram tangan An xia.
Terlihat wajah nona muda itu yang berkerut menahan sakit akibat cengkraman kuat dari An xia, Sedangkan An xia masih menatapnya dengan tatapan dingin dan merendahkan.
" Apa aku mengenalmu?..." Nada bicara yang di gunakan An xia untuk bertanya itu terkesan begitu merendahkan, bahkan cengkraman yang di berikan oleh An xia bertambah kuat.
Nona muda itu meringis kesakitan, Kemudian ia ingin menatap An xia dengan tatapan tajam, namun saat matanya menatap mata An xia entah mengapa ia merasakan ketakutan yang luar biasa. Tatapan dingin An xia membuat instingnya meneriakan bahaya besar.
Walaupun merasa takut dan tubuhnya gemetaran, nona muda itu memberanikan diri untuk menatap An xia." le..lepas..lepaskan tanganmu!!!.... a...atu kalau ti...tidak, aku akan me....memberimu pelajaran!!!" Printah nona muda itu dengan suara gemetar dan tergagap gagap.
An xia melepaskan cengkramannya dengan kasar. Nona muda itu kembali menatap An xia dengan tajam, tangannya yang habis di cengkram oleh An xia terasa begitu sakit.
" Kau!!!...berani beraninya kau menyakiti tanganku!!!" Bentak nona muda itu di depan An xia.
Sungguh ia tak tahu bahaya apa yang sedang ia hadapi saat ini!!!...
An xia mengangkat salah satu alianya, Kemudian An xia memberi tatapan remeh kepada nona muda tak tahu diri yang sedang mencari masalah denganya.
" Hem....Memangnya apa yang sudah aku perbuat?...." Pertanyaan dari An xia itu begitu penuh penekanan, bahkan ia saat ini menatap nona muda di hadapanya itu dengan tatapan mengerikkan.
Nona muda itu menggerang marah, tangannya mengepal saat mendengar pertanyaan An xia yang entah mengapa membuatnya kesal. " Kau!!!!...kau telah mencengkaram tanganku dan sudah berani membuatku marah!!!!" Teriak nona muda itu.
An xia masih tetap bermuka datar, manusia di hadapanya itu benar benar cari mati, bahkan di kehidupanya yang dulu tidak ada seorangpun yang berani meninggikan nada bicaranya di depan An xia.
Namun nona muda di hadapnya itu memang telah bosan hidup karena telah mengusik iblis keji seperti An xia.
" Bukanya kau sendiri yang terlebih dahulu mencengkram tanganku?....Lalu mengapa kau yang marah?....apa kau tidak merasa malu dengan sikapmu yang begitu liar ini, apakah keluargamu tidak mengajarkan etika seorang nona muda bangsawan?" Nada yang di gunakan begitu lembut dan tenang, namun kata katanya itulah yang penuh akan duri yang tajam.
Kini wajah nona muda itu memerah karena marah." Kau!!!!....Kau adalah wanita hina!!!!... berani beraninya kau menghinaku!!!...rasakan ini!!!!!...." Tangan kirinya terangkat untuk menampar pipi An xia, manun sebelum tanganya menyentuh pipi mulus An xia, ia di hentikan dengan sebuah tangan kekar yang mencengkram dan menepis tangannya dengan kasar.
" Apa yang sedang kau lakukan?!!!!!" Suara itu begitu tegas, terdapat nada kemarahan kemarahan di dalamnya.
Nona muda itu terhentak kaget, tangannya yang ingin menampar An xia di tepis dengan begitu kasarnya. Terlihat seorang pemuda tampan dan bertubuh gagah sedang menatapnya tajam dan penuh amarah.
" Kakak?...." kata kata itu keluar dari An xia, dan pria yang sedang menatap nona muda itu dengan tatapan tajam dan penuh amarah adalah kakak laki laki An xia yaitu An Zhuting.
An zhuting dengan cepat menoleh untuk menatap An xia, Wajahnya yang tadinya marah dengan cepat berubah menjadi lembut saat menatap An xia, kemudian tanganya terulur untuk menyentuh pipi An xia.
" Apakah kau baik baik saja Xia'er?.." Tanya An Zhuting dengan penuh kekahwatiran.
An xia menyentuh tangan kakaknya yang kini mengelus wajahnya dengan lembut.
" Kakak, adikmu ini baik baik saja.....namun, entah apa kesalahan yang sudah aku perbuat sampai sampai nona yang satu itu marah marah padaku." Ucap An xia dengan suara lembut dan merdu untuk di dengar.
An zhuting melirik nona muda yang sudah dengan berani mengganggu adik perempuan kesayangannya itu dengan sangat tajam.
" Apa masalahmu nona Yu mei yin?!!!...kau adalah nona bungsu dari perdana mentri, tidak sepatutnya kau bersikap seperti ini!!!" Ucapnya dengan nada yang tak membentak maupun berterial, namun itu terdengar begitu lantang dan menggelegar.
" I...itu tidak benar a...aku hanya i..ingin menyapa." Ucapnya mengelak dengan suara tergagap gagap.
Tiba tina pangeran ke tiga yaitu pangeran Zhang Li kun datang menghampiri mereka dan berkata kepada dengan nada kesal.
" Dia bohong!!!.... Aku sedari tadi melihat kalau nona ini mencari gara gara dengan nona pertama An!!!...." Tatapan tidak suka pangeran itu tertuju pada nona muda yang diketahui adalah anak dari perdana mentri.
Nona muda itu gemetar ketakutan, ia tidak menyangka hasilnya akan menjadi seperti ini.
"Sial!!!....kenapa banyak sekali yang membela wanita ini!!!!" Nona muda itu berteriak dalam hati, Ia semakin benci dan iri terhadap An xia.
An zhuting semakin menatap dingin kepada nona muda itu, begitu pula dengan An xia dan pangeran ke tiga.
" Apa masalahmu nona Yu mei yin?.... mengapa kau mencari gara gara dengan adikku?..." An zhuting bertanya dengan nada rendah namun terdengar sangat dingin.
Nona muda itu menundukan kepalanya, tubuhnya merasa merinding saat mendapat tatapan dingin dari tiga orang sekaligus... terutama An xia, tatapan yang diberikan oleh An xia sangat menakutkan, begitu mengintimidasi dan begitu mencekam.
" I..itu...a..aku..." Nona muda itu tak tahu harus memberikan alasan apa, ia sudah terjebak dalam lubang yang telah ia gali sendiri.
Orang orang yang memang sudah menonton sedari awal memberikan tatapan sinis kepada nona muda itu, bahkan tak sedikit dari mereka yang mengatakan hal hal buruk tentang nona muda itu.
" Cek...nona bungsu dari keluarga perdana menti itu memang selalu saja membuat masalah...." Bisik salah seorang nona muda yang lain.
" Iya, dia bahkan berani mengusik nona pertama An, apa dia tidak takut dengan kemarahan jenderal besar An Changyi?" Sinis nona muda yang lain.
" Aku dengar nona pertama An adalah putri kesayangan dari jenderal besar An Changyi..... Nona bungsu dari perdana menti itu benar benar mencari gara gara!!!...."
" Heh...dia itu pasti merasa iri dengan kehebatan nona pertama An." Ucap salah satu tuan muda.
" Iya, nona pertama An begitu cantik dan menawan.... dia pasti sangat iri, karena itulah dia ingin mencari gara gara dengan nona pertama An." Ucap salah satu tuan muda yang memberikan tatapan merendahkan kepada nona muda yang mencari gara gara dengan An xia.
Yu mei yin atau nona bungsu dari keluarga perdana mentri itu merasa malu, hatinya semakin panas saat mendengar bisik bisik tidak enak tentang dirinya. Karena sudah tidak tahan lagi, ia pergi dari tempat itu begitu saja sambil menahan malu dan kekesalannya...... Sungguh saat ini ai dibuat merasa begitu malu.
An xia menatap kepergian nona muda itu dengan tatapan dingin. " Kau sudah menjadi target mangsakau nona.". An xia berguman dalam hati, kemudian ia tersenyum." Tunggu sampai aku membereskanmu." Batin An xia lagi.
" Adik, aku ingin berbicara sesuatu kepadamu!!!" An Zhuting tiba tiba menarik tangan An xia dan bergi ke suatu tempat dan di ikuti oleh pangeran ke tiga.
An xia ingin sekali memutar bola matanya malas, sesungguhnya An xia tahu betul apa yang akan kakak laki lakinya itu tanyakan.
" Cek....kenapa kakakku yang satu ini tidak pernah menyerah!!!..." Gerutu An xia dalam hati.
ku baca ber ulang2 ceritanya bagus.
top.