"Kumohon, menikahlah denganku," ucap Kiara Jasmin dengan putus asa.
"Bukannya kamu itu pacar Fero -keponakanku?" jawab Kaisar sambil menatap tajam.
"Tidak, kami sudah putus!" jawab Kiara- cepat.
Ya, kami putus setelah aku tau dia selingkuh dengan adik tiriku, dan kau adalah caraku membalas dendam padanya.
Kaisar Julian, tidak hanya tampan, tapi dia sangat dingin dan sangat kaya. Bahkan dia adalah sumber dana bagi Fero yang pemalas tapi suka berfoya-foya.
Dengan mengumpulkan semua keberaniannya, Kiara mendekati Kaisar yang merupakan CEO di tempatnya bekerja, menawarkan kontrak hubungan palsu.
Namun hubungan yang awalnya hanya sebuah kontrak, entah sejak kapan makin terasa nyata seperti bukan sekedar sandiwara. Dan Kaisar, paman sang mantan -yang dingin itu ternyata menyimpan api yang lebih berbahaya dari yang pernah Kiara bayangkan. Kini jarak antara kebohongan dan kenyataan semakin samar.
Apakah balas dendam terus berlanjut atau...?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tami chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Fero.
"Om Kai?!" kaget Fero.
Kaisar tersenyum tipis, dia menatap Kiara penuh arti, lalu berjalan pelan mendekat. Dengan santainya, Kaisar melingkarkan salah satu tangannya di pundak Kiara dan kembali menatap Fero, "bulan depan kami menikah, karena mendadak mungkin hanya menikah di kantor agama, benar, kan?" Kaisar menoleh ke arah Kiara meminta konfirmasinya.
"Ehm, eh itu, iya! benar sekali," jawab Kiara gugup.
Fero terdiam, matanya terus memandangi Kaisar dan Kiara bergantian. "Nggak mungkin...," ucapnya masih tak percaya. "Kalian berkomplot membohongi aku, kan? Om Kai nggak mungkin suka sama Kiara, kan? masa Om Kai mau sama cewek bekas pacarku!"
Kaisar menaikkan sebelah alisnya, "kata Kia, selama kalian pacaran, kalian nggak pernah melakukan apapun. Jadi nggak masalah jika Kiara hanya bekas pacarmu dalam status, bukan yang lainnya," jawab Kaisar dengan santai.
"Jadi Fero, mulai sekarang tolong hormati calon tante mu ini," lanjut Kaisar sambil mengeratkan rangkulannya hingga Kiara menempel semakin erat di dada bidangnya.
"Nggak..." Fero masih tampak tak percaya. Dia berjalan mundur sambil terus menggelengkan kepalanya, "nggak mungkin!" pekiknya lalu berlari meninggalkan ruang Admin.
Kiara mendesah lega saat Fero telah pergi, lalu berusaha melepaskan tautan lengan kekar Kaisar di bahunya. "Pak Kai kenapa tiba-tiba bilang ke Fero? kan aku sudah bilang ingin mengejutkannya saat kita menikah nanti?" gerutu Kiara sambil mengerucutkan bibirnya.
Kaisar menatap Kiara. Jika tadi dia tak mendengar ucapan Kiara yang cukup kasar pada Fero, mungkin kaisar masih merasa jika Kiara belum bisa move on dari Fero. Tapi jawaban Kiara tadi sudah memperjelas semuanya. Kiara benar-benar sudah tak memiliki rasa cinta pada Fero. Jadi tanpa sadar, Kaisar mengatakan semuanya.
Kaisar menaikkan sebelah alisnya sambil tersenyum miring, "tadi pun dia terkejut dan shock! jadi rencanamu nggak sepenuhnya gagal kan?" jawabnya dengan santai.
Kiara mendesah, "kurang manteb, ah!" kesalnya sambil kembali duduk di kursinya.
"Kerjaanmu masih banyak?" tanya Kaisar.
"Yah, beginilah..." Kiara menunjukkan segunung pekerjaan yang ada di atas mejanya.
"Lanjutkan besok saja. Sekarang pulanglah, kasihan Ayah, beliau pasti menunggumu dari tadi," ucap Kaisar sambil mengelus pucuk kepala Kiara kemudian mengacak-acaknya begitu saja setelah itu berjalan cepat meninggalkan Kiara yang mulai memelototinya dengan galak.
***
"Ma! Mama di mana! Fero mau ngomong sesuatu!" ketus Fero saat bicara dengan Ratu melalui telponnya.
"Mama lagi di kos-"
"Apa! jadi Mama benar-benar udah jual apartemen kita demi Gito! Mama gila ya! ada hak Fero juga di apartemen itu loh, Ma! Om Kai membelinya untuk kita berdua, bukan untuk Mama saja!" kesal Fero.
"Ya, mau bagaimana lagi," jawab Ratu tak perduli atas kekesalan anak lelakinya.
"Dapat uang berapa? Kasih Fero separuh hasil penjualan apartemen!" pinta Fero dengan nada memaksa.
"Nggak ada! cuma sisa beberapa puluh juta, sudah di gunakan untuk sewa kos dan biaya makan sehari-hari," jawab Ratu acuh.
"Mama! kenapa Mama bisa tol- ah sudahlah! Fero cuma mau bilang kalau Om Kai benar-benar akan menikah! jadi jangan berharap mama bakal di bantu oleh Om Kai lagi!" ketus Fero.
"Apa?! serius, Fer? aduh, padahal uang Mama sudah habis dan mau minta sama Kaisar! bagaimana ini? oh iya, mama pinjem uang kamu dulu deh, lima juta aja," ucap Ratu dengan sangat entengnya.
"Mama aja jual apartemen, nggak kasih Fero uang. Sekarang malah mau minta uang sama Fero? enak saja!" kesal Fero pada Mamanya.
"Ya sudah satu juta aja, sini!"
"Nggak ada!"
"Lima ratus?
Fero diam dan menarik napasnya, "memangnya butuh uang buat apa?"
"Buat makan! Mama belum makan dari tadi pagi!"
"Masa uangnya sudah habis semua?!" pekik Fero tak percaya. Dia bahkan sedikit membentak karena gemas dengan tingkah Mamanya. "Gito kemana?"
"Dia kan sudah berangkat ke Kalimantan buat memulai bisnisnya," jawab Ratu dengan bangga.
Fero terdiam tak percaya, "Mama kasih Gito semua uang penjualan Apartemen? lalu dia pergi sendirian meninggalkan Mama di kos? astaga! itu si Gito udah kabur, Ma! Mama udah di goblokin sama laki-laki gila itu!" kesal Fero.
"Nggak, setiap hari dia telpon Mama, kok. Dia nggak ngilang apalagi kabur. Kamu tenang saja Fero."
Fero mendengus kesal, marah, emosi berkumpul jadi satu membuatnya hampir gila! "Aku kirim lima ratus! tapi jangan hubungi aku selamanya! sampai Mama bisa membeli kembali apartemen yang sudah Mama jual itu!" geram Fero lalu menutup panggilan telponnya.
"Goblok! orang tua nggak punya otak! pantesan Kakek benci banget sama Mama! Mama bener-bener tol*l!" teriak Fero berusaha mengeluarkan semua kemarahannya.
Fero menyandarkan kepalanya di sandaran jok mobilnya dan berpikir, harus tidur di mana dia, malam ini? mau tidur di rumah Mona, tapi malas ketemu Kiara.
"Sial!" Fero kembali emosi ketika teringat Kiara. Dia memukul setir mobilnya beberapa kali untuk melampiaskan emosinya yang membuncah.
"Punya Mama beg*, di tambah masalah Om Kai dan Kiara! aarrghh! semuanya buat aku gila!"
"Kalau sampai Kiara benar-benar menikah dengan Om Kai, dia pasti nggak mengijinkan Om Kai membantu keuanganku dan Mama! Dia pasti akan tertawa di atas penderitaanku! dia pasti menggunakan berbagai cara untuk memanfaatkan Om Kai untuk membalasku karena aku lebih memilih Mona dari pada dia!"
"Nggak bisa gini! aku harus membuat rencana agar Om Kai batal menikah dengan Kiara! harus! bagaiamana pun caranya!"
Saat sedang sibuk memikirkan apa yang akan dia lakukan selanjutnya, tiba-tiba rintk hujan turun dan membasahi mobil Fero. Dan makin lama makin deras bahkan di sertai petir dan kilat yang menyambar.
Fero menatap langit yang mendung hingga bintang-bintang tak ada yang nampak, "sepertinya hujannya bakal awet! aku harus cari tempat berteduh," gumam Fero.
"Lebih baik aku ke rumah Om Kai saja! dari pada ke rumah Mona!" gumamnya. Setelah menimbang-nimbang rencananya, akhirnya Fero membulatkan hati untuk pergi ke rumah Kaisar, menginap di sana beberapa hari sampai Omnya muak dengannya dan terpaksa mau membelikan dirinya apartemen.
Fero tersenyum smirk, "benar juga! aku tinggal sama Om Kai saja! aku juga jadi bisa mengganggu hubungannya dengan Kiara, kan? sekali dayung dua pulau terlampaui! bagus Fero! ternyata kamu pintar juga!" seru Fero dengan ceria sambil mulai memutar setir mobilnya dan melajukan mobil mungil itu menuju rumah kaisar
.
Setelah sampai di rumah mewah milik kaisar, Fero segera memarkirkan mobilnya di halaman rumah dua lantai yang cukup luas itu. Fero memanggil nama Om nya beberapa kali, namun kaisar tak kunjung keluar.
"Apa mungkin Om Kai belum pulang?" gumam Fero.
Namun tak lama kemudian, mobil sedan mewah milik Kaisar muncul dan parkir tepat di samping mobil Fero. Kaisar membuka pintu, lalu berlari kecil ke arah teras di mana Fero sedang menunggu dirinya.
Kaisar tampak terkejut mendapati keponakannya sudah menunggu dirinya. "Fero? ngapain kamu di sini?"
"Om, aku tidur di sini, ya? aku nggak enak tidur di rumah Mona terus," ucap Fero sambil memandang Omnya dengan wajah memohon.
"Memangnya apartemen mu kenapa?" tanya Kaisar terdengar datar.
"Memangnya Om Kai belum tau? apartemen sudah di jual oleh Mama! aku bahkan nggak tau! baru tahu hari ini! makanya aku bingung mau tidur di mana sekarang."
Kaisar mendengus keras sambil menggelengkan kepalanya, benar-benar tak percaya jika kakaknya mudah sekali di bodohi laki-laki!
"Baiklah! tapi hanya beberapa hari saja, sampai kamu dapat tempat baru!" ucap Kaisar sambil membuka pintu rumah mewahnya.
"baik Om! terima kasih!" pekik Fero girang.
Rencana pertama sukses! rencana ke dua segera di lancarkan!
Di rukyah sklian mreka bertiga😄
semangt kk 💪 ak kasi pote dah 🤭🤣🤣🤣🤣
kirain dari nt lagi trobel kok dari semua karya" gog" ngak ada up sama sekali ✌
😭😭😭😭
aihhh Thor ini kisah nyata ada loh dulu pas th 1998 anak SMA di bawa masuk ke losmen di jakarta tapi aku lupa cuma inget Deket universitas
hilir mudik masih pakai seragam sekolah