NovelToon NovelToon
Rahim Yang Terbelenggu DENDAM

Rahim Yang Terbelenggu DENDAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / Bad Boy
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nufierose

“Capek tidak, Sayang? Aku masih mau sekali lagi.”
“Kamu kuat sekali, Mas,” jawab istrinya sambil tersenyum lelah.
Tama tertawa pelan dan mencium pipi wanita itu dengan penuh kasih. Namun beberapa detik kemudian ia bertanya pelan,
“Sudah diminum pilnya?”
Senyum sang istri perlahan memudar.
“Harus terus, Mas? Aku lelah minum pil KB…”
Tama terdiam sejenak sebelum mengelus rambutnya lembut.
“Turuti saja, Sayang. Ini demi kebaikan kita.”
Istrinya tidak pernah benar-benar mengerti mengapa Tama selalu menolak memiliki anak.
Malam kembali hening saat Tama memeluknya dari belakang. bayangan masa lalu itu kembali datang.
Sebuah rahasia yang selama ini ia sembunyikan.
“Aku takut kamu meninggalkanku jika tahu siapa aku sebenarnya,” bisiknya dalam hati.
Karena jauh di masa lalu, Tama pernah melakukan sesuatu yang tidak akan pernah bisa ia lupakan.
Dan jika kebenaran itu terungkap…
yang hancur bukan hanya rahasianya.
Tetapi juga pernikahan yang selama ini ia jaga mati-matian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nufierose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DUA SATU

BAB 13

Membosankan memang jika seorang istri hanya diam di rumah menunggu sang suami kerja, tapi mau mengeluh pun percuma, tidak akan ada yang mendengarkan, terlebih Alisya, Suaminya yang sangat posesif sangat menentang keras Sang Istri pergi sembarangan. Alisya hanya bisa berpasrah ria.

“Sayang..”

“Hmm, Kenapa Mas?”

Tama menutup layar ponselnya, sesibuk – sibuknya dia dalam bekerja pasti dia akan mengutamakan sang Istri, kini Saat sang Istri ada di dekatnya itu berarti dia harus menyudahi aktivitas kerjanya.

“Berapa lama lagi kita disini?”

“Kenapa hmm? Kamu sudah mulai bosan ya?”

Alisya bersandar pada dada Tama, nyaman.. hanya itu yang Alisya rasakan.

“Aku rindu pulang kerumah Mas, Aku bosan disini tidak bisa kemana – mana..”

“Kenapa tidak bisa?”

“Karena aku tidak tau daerah sini Mas..”

Tama mengecup pipi Istrinya, Alisya kesal sehingga memanyunkan bibirnya, tapi apalah daya Tama hanya bisa memberi pengertian pada sang Istri.

“Kamu bisa pergi keman pun sayang, katakan saja kamu mau kemana, Nanti Bayu akan menemani kamu..”

“kenapa harus Bayu? Kenapa tidak kamu yang menemani aku?”

Itu sudah menjadi kode keras bagi Tama, dan seharusnya dengan kalimat itu Tama sudah faham kemana arah bicara sang Istri.

“Kamu mau kemana memangnya hmmm?”

“kemana saja Mas, makan, nonton atau pergi jalan di taman juga tidak apa – apa, asalkan aku perginya bersama kamu..”

Tama mengerti rasa kesepian yang di rasakan Alisya, dia akan berusaha menuruti apa mau  istrinya itu.

“Baiklah.. aku akan bicarakan ini pada Selin, sekarang kamu istirahatlah..”

“Tidak mau!!”

“Loh kenapa?” Tama yang duduk santai langsung menegakkan tubuhnya.

“Mana bisa aku tidur tanpa memeluk kamu Mas!”

Memang dasar tidak peka, kenapa Tama harus di kode terus, apa dia tidak tau kalau saat ini Istrinya itu sedang dalam kode manja?

“Baiklah sayang.. Yuk kita kekamar...”

Dengan penuh kelembutan Tama menuntun sang istri, namun niatnya beristirahat sesampainya mereka beristirahat namun topiknya akan berubah dari rencana.

Keduanya justru malah berolaraga malam yang membuat suasana menjadi panas.

“kenapa sayang?”

Alisya yang terdiam langsung menggelengkan kepala, perutnya terasa nyeri namun Alisya sengaja tidak mau bicara.

“Aku mau ke Toilet dulu Mas..”

“Hati – hati sayang...”

Tama hanya memandang kepergian Sang Istri dia tidak tau apa yang akan di lakukan Alisya di dalam Toilet sana.

Dan benar saja Alisya sedang merintih kesakitan, tidak seperti biasanya entah mengapa perutnya terasa sangat sakit.

“Ya Tuhan, kenapa perutku, sakit sekali..”

Alisya menenangkan dirinya, sampai benar – benar terasa membaik Alisya baru keluar dari sana.

“Sayang? Kamu ngapain saja di dalam sana?”

Alisya hanya menjawabnya dengan senyum.

“Sayang? Kamu baik – baik saja? Kenapa wajah kamu pucat sekali?”

Alisya berbaring di samping sang Suami, entahlah sakit di perutnya ini sangat menyiksanya.

Badannya tidak panas tidak juga terasa dingin, kenapa sebenarnya Alisya ini?

“Mau aku buatkan teh hangat Sayang??”

“Boleh Mas..”

Tama memakai bajunya, dengan cepat dia keluar kamar dan kembali dengan secangkir teh hangat.

“Di minum pelan – pelan sayang..”

Dengan lembut dan penuh cinta Tama menuntun sang Istri untuk minum.

“Sudah membaik?” Alisya menganggukan kepalanya.

“kenapa kamu jadi sering begini ya?”

“Aku juga tidak tau Mas...”

“Mau cek ke dokter yuk?” Alisya kembali menggelengkan kepalanya.

“Tidak Mas, Nanti saja di Jakarta..” Baiklah Tama tak bisa memaksa, yang terpenting Istrinya sudah baik – baik saja.

Dua hari berlalu, hari ini Tama mendapatkan kabar yang sejak lama dia nantikan.

Dalam misi kerjaan nya kali ini sangat mengantarkan nyawa, namun berkat Selin semua pekerjaanya bisa selesai dengan baik, Wanita berambut ikal itu memang sangat luar biasa.

“Dimana kamu Sein?”

“Aku akan Kirim lokasinya..”Tama dengan santai mematikan sambungan teleponnya, kabar baik yang dia nantikan akhirnya datang padanya,, Tama sudah tak sabar.

“Kamu yakin tidak salah tangkap?” Selin menggeleng dan menyerahkan satu ponsel ke tangan Sang Bos.

“Kamu cek dulu..”

Tama memperhatikan Ponsel jadul pemberian Selin, dan untuk membuka Ponsel itu harus menggunakan sandi.

BRAK!

Dua orang di dalam sana tersentak saat pintu di buka dengan sangat keras, Tama masuk seraya memakai Sarung tangan hitamnya.

“Bravo!! Berani sekali kamu melangkah sejauh ini..”

Selin berdiri tepat di samping Tama, dia berjaga – jaga dengan pistol di tangannya.

“Siapa yang menyuruhmu Hah?”

Seorang Pria berlumuran darah duduk dengan tubuh yang sudah melemah, entahlah siapa yang memukuli Pria ini yang jelas bukan Selin yang melakukannya. Duduk dengan kepala menunduk, Tama menatapnya dengan geram.

“Sebutkan sandinya!”

Kata – kata yang merupakan perintah namun Pria yang sudah melemas itu tak juga mau membuka mulutnya.

“Seharusnya kamu tau apa resiko dari bermain – main dengan saya!”

Selin menarik pelatuk pada pistolnya saat dia menyerahkan benda mengerikan itu pada Tama jelas pria itu langsung menolaknya.

“Jangan terburu – buru Nona Selin..”

Tama mulai mengutak – atik ponsel di tangannya, hanya butuh beberapa detik Ponsel itu terbuka.

“Dani? Jadi benar kamu anak buah dani??”

Wajah dingin Tama seketika berubah memanas, entah mengapa reaksi tubuhnya membara saat mengetaui satu nama.

“Berani sekali kamu melampaui Batasamu Dani!!”

Tama mencoba menghubungi satu nomer melalui Ponsel tersebut, dan sambungan terhubung.

“Bagaimana?”

Dan benar saja suara yang sangat Tama kenal, musuh bebuyutannya.

“Halo? Dewa?”

Senyum devil terlukis pada wajah tampan Tama, pria ini benar – benar ingin cari mati dengannya.

“Dani Setiano Putra?”

Deg!

Sosok menerima telepon itu terdiam sejenak, dia sangat tau suara siapa yang begitu lengkap memanggil namanya.

 “Artama?”

“Wah! Berapa lama kita tidak berjumpa Hmm?”

“Ah sepertinya bisnis gelapmu lagi marak ya?”

“Atau kau sedang sibuk memperbanyak sekutu?”

“Ah.. Bagaimana anak buahmu? Mau kau jemput atau saya paketkan saja? Biar Lenden yang mengantarkan padamu”

“BRENGSEK!!”

Terdengar suara pecahan gelas, Tama hanya tersenyum dia tau lawannya kali ini sedang kepanasan.

“hmm Haruskah saya tambahkan Skor?”

“Dua Satu?”

Tama tertawa, satu saja kedipan mata Selin sudah bersiap meluncurkan pelurunya, tapi Tama menahan itu semua, dia hanya ingin tau apa lawannya ini ada rasa kapok?

“Berhenti mencampuri urusan Gua, Tama?”

“Siapa yang mencampuri? Saya hanya menyelesaikan apa yang sudah menjadi pekerjaan saya!!”

“Jangan Cari Mati Lo!”

Tama berdecak, sebenarnya dia sangat malas jika harus berdebat seperti ini, menurutnya seperti anak kecil saja, tapi mau bagaimana lagi? Musuhnya kali ini sangat susah di ajak damai.

“Gua bisa aja melupakan semua permasalahan di antara kita, sekarang katakan dimana lo pindah hin semua aset Gua?”

Tama tertawa, lucu sekali manusia satu ini, dia seorang penjahat tapi enggan mengakui kejahatannya.

“Semua senjata Anda sudah saya Bakar! Apa lagi? Barang harammu? Semua sudah saya serahkan ke pihak yang seharusnya menerima, Apa lagi Dani? Apa lagi yang ingin kau kembangi?”

Selin melirik sang Bos yang masih bersikap santai, tapi justru terdengar suara detik berdentum nyaris seperti suara aktif pada Bom terpasang.

“Hahaha.. dasar Bodoh, matilah kalian bersama!”

Baik Tama maupun Selin sama – sama mendelik, Selin membuka jaket yang di kenakan Sandranya dan benar saja ada bom terpasang pada tubuh Pria itu.

“Tama! Menjauh!”

----

1
R⁸
mending tama alisya bicara dari hati ke hati dulu deh, tama harus jujur sama alisya, ttg semua nya.. n yakin, alisya ga bakal ninggalin tama, klo emang cinta mereka kuat fondasi nya
Yeni Suprianti Laba'a
terima kasih thor ceritanya bagus lanjut jgn lama2 up-nya
Yeni Suprianti Laba'a
lanjut thor
Nufie: siap kakak.. jangan lupa follow author yaaa😍
total 1 replies
Yeni Suprianti Laba'a
ceritanya bagus thor tp updatenya lama sekali
Amelia Kesya
jgn lama" update nya thor aku semakin cinta karyamu ni
Amelia Kesya
semakin menarik.🥰🥰
Amelia Kesya
aaaaah semakin suka dgn ceritanya,jgn lama"donk thor upnya🙏
Nufie: siap kakak.. jangan lupa follow authornya yaaa😍
total 1 replies
Amelia Kesya
lama kali updatenya thor,,,,,kenapa?bolak balik ditunggu" nggak muncul".
Rekana
ceritanya keren. banyak rahasia yang belum terungkap bikin penasaran..
suka sama karakter Tama walaupun kejam dan cuek tapi sama istri selalu lembut

love banget pokonya 😗 😗
Rekana
jangan lama² up nya kak.. ceritanya bagus banget.. seru
Ipus
terimakasih Thor ceritanya bagus,menarik. lanjut,,,,
Amelia Kesya: oke KK tp kenapa update nya lama kali.
total 2 replies
Amelia Kesya
masih ngikutin alur
R⁸
banyak bgt al nya, bayu ngobrol dgn selin, panggil al, gani dgn selin al lagi.. tokoh baru nongol al lagi😓
Nufie: maaf kak.. nanti di revisi
total 1 replies
Rekana
aduh siapa lagi itu..
antagonis mulai keluar nih kayanya
Rekana
tempramental banget si tama yaa... keras di luar lembut di dalam 😍
Rekana
duh tam.. meleleh akyuuuu😍
Rekana
takut banget tiba² si selin jahat.
Rekana
jahat banget njirr🤣
Rekana
lanjut kak
Vina Tamaela
Alhamdulillah ternyata sein asisten yang setia dan tidak jahat syukurlah aku sempat kuatir takut tama ada hubungan sama asisten mengingat mereka beda gender 😭 alhamdulillah asisten tama wanita baik2 semoga berjodoh sama bayu dan ada apa sampai tama tidak mau istri hamil dulu tp klo sudah terjadi anak adalah anugerah jika tama benar-benar cinta istri dia akan berusaha menerima kehadiran darah dagingnya apapun terjadi tanpa bnyk pertimbangan dan alasan
Amelia Kesya: Alur ceritanya menarik,masih menyimak alur dan membaca semangat thor💪.
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!