Anastasya Vallensia (19 tahun), putri dari Firdaus Vallensia dan Maryam Sihad. Ibunya sudah lama meninggal dan setelah ibunya meninggal Ayahnya menikah lagi dengan Laura vatalia yang beralih nama menjadi Laura Vallensia dan memiliki putri bernama Sabrina Vallensia (18 tahun).
Awalnya hari-harinya berjalan dengan baik, Anastasya sangat bahagia karena dia selalu bersama dengan kekasihnya Satria kusmojo (22 tahun) sampai sebuah kecelakaan mobil menimpa dirinya, bukannya hanya penglihatannya yang hilang tapi kekasihnya juga meninggalkannya dan malah berselingkuh dengan adik tirinya.
Akankah Anastasya menemukan kebahagiaannya?
Jangan lupa like dan Votenya 😊
ig:@KismiBebby
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AngelKiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CSGB-21
Seharian Anastasya berada di caffe, mendengarkan lagu-lagu yang di nyanyikan oleh septyan. Dan kini hari sudah mulai menjelang sore, dan Anastasya harus segera pulang.
"Kau mau pulang sekarang?" Tanya septyan.
"Iya." Jawab Anastasya.
"Biar aku antar." Tawar septyan.
"Apa tak merepotkan?" Tanya Anastasya.
"Tidak kok." Jawab septyan.
"Baiklah." Ucap Anastasya.
"Mbak sinta, aku pulang duluan yah." Ucap septyan pada mbak sinta.
"Iya, sep. Hati-hati di jalannya." Jawab mbak sinta.
Lalu septyan menuntun Anastasya keluar dari caffe tersebut, lalu septyan memberhentikan taksi.
Di dalam taksi.
Nampak septyan dan Anastasya hanya diam membisu.
"Hem, tasya."
"Apa?"
"Kau sekarang terlihat lebih kurus? Kenapa?"
"Mungkin hanya perasaanmu saja."
Septyan tahu, jika anastasya sedang menghadapi masalah.
Tak beberapa lama taksi tersebut sudah sampai di kediaman Anastasya. Tak lupa septyan membayar ongkos taksi tersebut, lalu septyan membantu Anastasya turun dari mobil.
"Aku mengantarmu hanya sampai sini." Ucap septyan.
Lalu Anastasya tersenyum. "Terimakasih." Ucapnya.
Lalu Anastasya di bantu oleh pak satpam berjalan ke dalam rumah. Dan septyan terus melihat Anastasya sampai dia menghilang di balik pintu.
Di dalam rumah Anastasya...
Sesampainya di dalam rumah, nampak Anastasya langsung di bantu oleh simbok.
"Berhenti." Teriak seseorang yang tak lain adalah ibu tiri Anastasya. "Darimana saja kau?" Tanyanya sambil menatap Anastasya.
"Ya pasti habis, keluyuran sama pengamen jalanan tuh. Mah." Ucap sabrina.
"Cih, orang buta dan seorang pengamen jalanan. Kalian memang pasangan yang serasi." Ucap ibu tiri Anastasya.
"Iya, setidaknya aku bukan orang yang merebut pasangan orang lain." Jawab Anastasya.
Sabrina yang mendengar hal itu langsung bangkit dari tempat duduknya. "Apa maksudmu, kamu nyindir aku?" Bentak sabrina.
"Aku gak nyindir kamu, tapi kalau kamu ke sindir. Bagus." Jawab Anastasya.
"Beraninya kau..." Bentak sabrina hendak menampar Anastasya.
"BERHENTI..." Teriak seseorang dari ujung pintu.
Seketika sabrina dan Laura langsung melihat orang tersebut, betapa terkejutnya dia karena orang tersebut adalah Pak firdaus.
"Suamiku." Ucap Laura pelan.
"Apa yang kalian lakukan? Beraninya kalian berdua menyiksa putriku saat aku tak ada." Maki Pak firdaus.
"Ini tidak seperti yang kau pikirkan." Bela Laura.
"Sudah, Jangan mengelak lagi." Bentak Pak firdaus. "Mbok, bawa sabrina ke kamarnya, dan jangan biarkan dia keluar dari kamarnya. Agar dia bisa menyesali semua perbuatannya." Perintah pak firdaus.
Lalu simbok menuntun sabrina ke kamaranya.
"Suamiku jangan seperti itu, kau tak boleh pilih kasih." Ucap Laura sambil berlinang air mata.
"Kau bilang aku pilih kasih? Apa kau juga tak pilih kasih." Jawan pak firdaus.
"Aku tak pernah pilih kasih suamiku, aku selalu memperlakukan sabrina dan anastasya sama." Bela Laura.
"Apa kau pikir aku tak tahu." Ucap pak firdaus sambil menatap Laura.
Kemudian pak firdaus, menuntun Anastasya ke kamarnya. Terlihat Laura menatap jengkel ayah dan anak itu.
Di dalam kamar Anastasya...
Nampak Pak firdaus menatap putrinya sendu.
"Kau menjadi sangat kurus sekarang, baru beberapa hari ayah meninggalkamu tapi kau sudah menjadi seperti ini." Ucap pak firdaus sendu.
"Aku kurus karena aku sedang tak bernafsu makan." Ucap Anastasya.
"Ayah, menyesal telah menikahi Laura. Ayah bisa menceraikannya agar kau bisa hidup bahagia dan tak ada lagi yang menyiksamu nak." Ucap pak firdaus.
"Tidak ayah, ayah tak perlu menceraikan tante Laura." Jawab Anastasya.
"Kau memang anak yang baik nak, ayah sangat bangga padamu." Ucap pak firdaus sambil mengelus rambut putrinya itu. "Maafkan Ayah nak."
"Maaf untuk apa ayah?" Tanya Anastasya.
"Ayah sudah berusaha keras mencari pendonor mata untukmu, tapi ayah belum menemukannya." Ucap pak firdaus.
"Tak apa ayah, mungkin belum waktunya tasya untuk melihat. Dan lagi pula tasya sudah terbiasa tidak melihat." Ucap Anastasya.
"Hem, Ayah janji akan mencarikan pendonor mata secepatnya untukmu." Ucap pak firdaus.
"Iya ayah." Jawab Anastasya.
"Kalau begitu, sekarang kau istirahat saja yah." Ucap pak firdaus.
"Iya Ayah." Jawab Anastasya.
Lalu pak firdaus mmbantu putrinya untuk naik ke atas ranjang, kemudian pak firdaus langsung pergi meninggalkan Anastasya.
datang pelakor baru.... siap" ditampar tasya kamu faniaaa awas sajaaaa