HAZEL SETEVIANO sangat mencintai pria yang di jodohkan dengannya RONAlDO ALEXANDER, karan rasa cintanya pada Ronald sangat besar, Hazel selalu bersikap posesive, dia akan marah jika ada wanita yang mendekati Ronald, hingga bertambah hari Ronald semakin di buat muak dengan sikap Hazel yang menurutnya sangat cemburuan, bahkan Hazel juga selalu bersikap sinis pada LUNA MAHENDRA yang jelas jelas sudah bersahabat dengan Ronald sejak duduk di bangku SMP, karna Hazel merasa kalau Luna sudah merebut perhatian Ronald darinya.
Dan suatu hari tibalah acara peresmian pertunangan Hazel dan Ronald yang di gelar di hotel mewah, dan malam itu senyum Hazel terus mengembang, tapi senyum itu lenyap seketika saat Ronald membatalkan pertunangannya di depan para tamu undangan.
Hazel yang merasakan sakit di hatinya dia hanya bisa menangis dan berlari keluar dari hotel, dan naasnya saat menyebrangi jalan raya, sebuah truk
menghantam tubuhnya hingga terpental ke sisi jalan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3
Luna segera kembali ke dalam dapur setelah usai dari kamar mandi, dia langsung menghampiri salah satu teman baristanya yang sedang membuat minuman.
''Ada pengunjung lagi, Nin?''
Hanin yang sedang membuat minuman vanilla latte menoleh. ''Eh, Kak Luna, bukan Kak, tapi Kak Ronald yang minta buatkan''
Dahi Luna mengerut. ''Ronald?'' ulang Luna.
Hanin menganggukkan kepalanya. ''Iya Kak''
Kerutan di dahi Luna semakin dalam, dia sangat hafal betul setiap Ronald mendatangi cafe untuk mengecek pekerjaan, dia selalu meminta buatkan minum kopi hitam dengan sedikit gula, tapi tumben tumbennya Ronald minta buatkan vanilla latte.
''Kak, aku antar minumannya dulu ke ruangan Kak Ronald'' ucap Hanin setelah minuman yang di buatnya jadi.
''Em, Nin biar aku saja yang antar ke ruangan Ronald, kamu kerjakan yang lain aja'' tukas Luna.
''Oh, baiklah kalau gitu, ini kak'' Hanin langsung setuju begitu saja memberikan nampan yang bersisi minuman vanilla latte dingin pada Luna.
Semua pegawai di cafe tahu kalau Luna adalah sahabat Ronald, jadi mereka tidak ada yang merasa aneh dengan kedekatan keduanya, bahkan salah satu dari mereka ada yang berfikir kalau keduanya sangat serasi jika menjadi pasangan, di tambah hanya Luna yang bisa mengobrol santai dengan Ronald.
Ronald bukanlah sosok yang dingin dan acuh tak acuh pada orang sekitar tapi dia hanya pendiam, lebih tepatnya Ronald hanya mau berinteraksi dengan jika untuk membahas hal hal yang positif misalnya tugas tugas di kampus, bahkan saat sahabat sahabatnya David dan Kenzo mengobrol, Ronald hanya menjadi pendengar saja, tapi di Universitas Pamela Ronald di kenal sebagai pangeran kampus, karna memiliki fitur wajah bak aktor aktor China, dan juga meliki badan yang kekar dengan tinggi seratus delapan puluh sembilan centi meter, yang menunjukkan betapa sempurnanya sosok Ronald di mata para mahasiswi di universitas Pamela.
Selain memiliki fisik yang mendekati sempurna, Ronald juga di kenal sebagai mahasiswa yang sangat cerdas, dan yang paling membuat semua orang kagum, walaupun Ronald lahir dari orang tua yang kaya, Ronald tetap mau mendirikan usahanya sendiri, dia sama sekali tidak pernah mengandalkan kekayan yang di miliki oleh orang tuanya, bahkan cafe yang di buka oleh Ronald kini sudah memiki tiga cabang di kota.
Luna segera membawa nampan bersi minuman vanilla late ke lantai dua, dimana ruang kerja Ronald berada, dan saat hendak mengangkat tangannya untuk mengetuk pintu, tiba tiba muncul sahabat Ronald dari lantai bawah untuk menemui Ronald.
''Lun, tumben Ronald tidak minta buatkan kopi hitam?'' tukas Kenzo menatap minuman yang di bawa oleh Luna.
Luna mengangkat bahunya. ''Aku juga tidak tahu''
Kenzo menganggukkan kepalanya, lalu membuka pintu ruang kerja Ronald begitu saja tanpa mengetuknya dahulu, membuat dua orang yang ada di dalam ruangan terkejut.
''Ken, bisa tidak ketuk pintu dulu'' tegur Ronald.
Kenzo tidak mendengarkan perkataan Ronald, karna dia di buat terkesima dengan kecantikan gadis yang duduk berhadapan dengan Ronald.
''Nald, apa ini ca,,'' Kenzo belum sempat melanjutkan perkataannya, Hazel sudah menyelanya.
''Kenalkan saya Hazel, saudara jauh Kak Ronald'' ucap Hazel sembari berdiri.
Mendengar perkataan Hazel yang mengakui dirinya sebagai saudara jauh Ronald, membuat Kenzo mengerutkan keningnya, pasalnya Kenzo sudah tahu sejak lama kalau Ronald di jodohkan oleh mendiang Kakeknya, dengan gadis yang bernama Hazel, dan kemarin Kenzo menyaksikan sendiri expresi wajah Ronald yang terlihat sangat bahagia karna calon istrinya akan melanjutkan kuliahnya di universitas Pamela dan tinggal di rumahnya.
''Oh, kenalkan aku Kenzo, sahabat Ronald'' balas Kenzo tersenyum, lalu menghampiri Ronald.
Kini pandangan Hazel beralih pada pada Luna yang sejak tadi berdiri di samping Kenzo, dan setelah itu Hazel duduk kembali di sofa.
''Nald, kenapa Hazel tidak mengatakan kalau dia calon istrimu?'' bisik Kenzo di telinga Ronald.
''Aku juga tidak tahu'' Ronald juga ikut berbisik.
Luna yang masih berdiri di tempatnya, diam diam memperhatikan Hazel yang duduk di sofa dengan kepala tertunduk.
Kepala Luna di penuhi tanda tanya, dia sudah mengenal Ronald dan keluarganya bertahun tahun, tapi kenapa dia baru tahu kalau Ronald ternyata memiliki saudara jauh, dan yang membuat Luna insecure, gadis di depannya amat sangat cantik, dan kelihatan kalau sama sama anak orang kaya seperti Ronald.
''Lun, itu minuman yang aku minta buatkan?''
Luna seketika tersadar, dan buru buru menganggukkan kepalanya. ''Iya, Nald''
Ronald langsung mengambil minuman itu dari atas nampan yang di pegang Luna, dan menyodorkannya ke depan Hazel.
''Zel, Ini di minum dulu''
Hazel langsung mendongakkan kepalanya, dan jantungnya kembali di buat berdebar saat melihat senyum Ronald padanya.
''Te,, terimakasih Kak'' Hazel buru buru mengambil minuman itu dari tangan Ronald dan langsung meneguknya, untuk menutupi perasaan gugupnya.
Ronald hanya mengulum senyum melihat tingkah Hazel, lalu dia duduk dan melanjutkan kembali pekerjaannya, bahkan Ronald mengabaikan keberadaan Kenzo, sedangkan Luna dia sudah kembali ke tempat kerjanya.
"Haiss,,,Hazel sadarlah, Kak Ronald itu tidak mencintaimu'' batin Hazel.
Tiga puluh menit kemudian Luna yang sedang meracik kopi untuk pelanggan, melihat Ronald dan Hazel berjalan beriringan menuruni anak tangga, dan di susul Kenzo di belakang mereka, tapi yang mencuri perhatian Luna adalah Kenzo yang sedang senyum senyum sendiri sembari menatap ke arah Ronald dan Hazel, dan saat mereka sudah sampai di tangga paling bawah, saat itu juga Luna tahu apa yang membuat Kenzo tersenyum, ternyata Ronald dan Hazel yang sedang bergandengan tangan.
''Eh, Kak, siapa gadis yang di gandeng Kak Ronald itu?'' tanya Hanin yang tiba tiba berdiri di samping Luna dengan penasaran.
''Tadi dia bilang, kalau dia saudara jauh Ronald'' timpal Luna kembali melanjutkan meracik kopi dengan tak bersemangat.
''Benarkah?, wah aku baru tahu kalau Kak Ronald punya saudara secantik itu'' seru Hanin terlihat sekali kalau dia sangat mengagumi Hazel.
Luna hanya diam saja mendengar pujian Hanin pada Hazel, tapi Luna sendiri tidak memungkirinya kalau Hazel memang sangat cantik.
Di dalam mobil sport yang melaju pelan di jalanan kota, Ronald yang sedang mengemudi melirik Hazel yang duduk di jok sampingnya.
''Hazel, aku boleh tanya''
Hazel menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
''Kenapa tadi kamu bilang ke Kenzo kalau kita saudara jauh?'' tanya Ronald yang sejak tadi sudah menahan rasa penasarannya.
''Tidak apa apa, apa Kak Ronald keberatan?'' Hazel balik bertanya.
''Sedikit, tapi ya sudahlah tidak apa apa'' jawab Ronald dengan expresi masam, namun Hazel tidak menyadarinya.
Setengah empat sore setelah membawa Hazel jalan jalan berkeliling kota, Ronald segera berangkat ke kampus, karna jam empat dia ada kelas.
Setiba di kampus Ronald langsung masuk ke dalam ruangannya, biasanya sembari menunggu kelas mulai Ronald akan membaca buku tentang kedokteran, tapi saat ini dia sibuk menggeser layar ponselnya sambil terus tersenyum, membuat orang orang di ruangannya penasaran dan di penuhi tanda tanya.
''Lun, si Ronald tumben senyum senyum sendiri seperti itu?'' tanya Winda sahabat Luna yang baru masuk ke dalam ruangan bersama Luna.
Luna hanya diam saja, dan melanjutkan langkahnya ke tempat duduknya, dan saat lewat di samping Ronald, Luna tidak sengaja melihat layar ponsel Ronald, ternyata Ronald senyum senyum sendiri karna melihat foto perempuan di ponselnya, dan jika tidak salah foto itu seperti di ambil dari samping.
"Apa perempuan di foto itu Hazel?" batin Luna.
luna kn ppb...😝😝
dia yg slah,tp msih ga trima.....
mna brani bgt bkin hazel luka,abs ni siap2 aja dpt hkumn dr ronald....
smga hazel ga nglmain kjdian d msa lalu....
dsr pe'a.....ga ada bkti,udh nduh smbrangn....mna d dpn orngnya pula....glirn tau yg sbnrnya...
malu woooyyyyy.....😛😛😛
pdhl mh mngkn tu bpknya.....
luna kepo bgt....udh tau ronald ga ada prsaan apa2 sm dia,msih aja ngeyel....
knp ga brsha buat bka hti k ygblain aja..
emng dia spa smp cmburu gt,ronald aja biasa aja tuh sm dia....