Di Benua Tianyuan, kekuatan adalah segalanya. Namun, Ren Zhaofeng hanyalah seorang murid pelayan buta di Sekte Awan Hijau yang bertugas menyapu halaman. Tanpa penglihatan dan tanpa latar belakang, ia dianggap tidak lebih dari debu di bawah kaki para jenius yang berlomba mengejar keabadian.
Namun, dunia tidak tahu bahwa di balik kain penutup matanya, Zhaofeng memiliki "Hati Pedang Tanpa Cela". Ketika orang lain hanya melihat wujud, ia mendengar napas semesta.
Di bawah bayang-bayang Monumen Daftar Naga Langit yang agung, Zhaofeng memulai langkah pertamanya. Bukan untuk melihat puncak dunia, tetapi untuk memaksa dunia mendengarkan gema pedangnya. Dari penyapu hina menjadi legenda yang membelah langit—inilah kisah asal mula Sang Pedang Buta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sarang Ular Hitam
Pusat Lembah Kabut Hantu bukanlah tempat yang ramah. Jika bagian luarnya berkabut putih, maka pusat lembah ini diselimuti oleh kabut berwarna ungu kemerahan yang berbau manis memuakkan.
Racun Miasma.
Ren Zhaofeng melesat menembus kabut itu. Dia menahan napasnya, hanya menghirup sedikit udara yang telah disaring melalui kain basah di wajahnya. Untungnya, tubuhnya yang telah ditempa Sumsum Angin memiliki resistensi racun yang cukup tinggi.
Semakin dekat ke pusat, semakin bising suaranya.
BOOM! CRAK! HISS!
Suara ledakan es, desisan ular raksasa, dan tawa manusia bercampur menjadi satu.
Zhaofeng memperlambat langkahnya. Dia melompat ke atas sebuah pohon mati yang tinggi untuk mengamati situasi (dengan telinganya).
Di bawah sana, di sebuah cekungan alami yang dikelilingi tebing batu kapur, terdapat sebuah gua besar yang mulutnya menyerupai rahang ular yang terbuka.
Di depan gua itu, sebuah pertempuran sengit sedang terjadi.
Ye Qingyu berdiri di tengah lapangan. Jubah putihnya sudah ternoda darah dan debu. Pedang Beku di tangannya bersinar redup, napasnya memburu.
Dia dikelilingi oleh Formasi Bendera Hitam. Enam bendera tertancap di tanah, memancarkan dinding energi hitam yang mengurung Ye Qingyu seperti binatang dalam sangkar.
Di dalam sangkar itu, Ye Qingyu tidak sendirian. Dia bertarung melawan seekor Ular Piton Besi—Hewan Roh Tingkat 2 (Setara Pengumpulan Qi Awal). Sisik ular itu sekeras baja, dan semburan racunnya mematikan.
"Menyerahlah, Nona Ye!"
Suara itu datang dari atas batu di luar formasi.
Seorang pemuda berjubah hitam dengan motif ular emas duduk santai di kursi batu, sambil memutar-mutar gelas anggur. Wajahnya tampan tapi pucat seperti mayat, matanya sipit dan tajam.
Ini adalah Hei She (Ular Hitam), Tuan Muda Aliansi cabang wilayah ini. Kultivasinya Pengumpulan Qi Tahap 3.
"Formasi 'Enam Ular Pengunci' ini menyerap Qi-mu setiap kali kau bernapas," lanjut Hei She santai. "Semakin kau melawan ular peliharaanku, semakin cepat kau lemas. Jadilah istriku, dan aku akan menghentikan formasi ini."
"Bermimpilah!" Ye Qingyu menggertakkan gigi.
Dia menebaskan pedangnya. "Tebasan Gletser!"
Gelombang es meluncur menghantam dinding formasi.
BUM!
Dinding hitam itu bergetar, tapi tidak pecah. Sebaliknya, gelombang es itu diserap, dan dinding itu justru memancarkan kilat hitam yang menyambar balik ke arah Ye Qingyu.
"Argh!" Ye Qingyu terlempar mundur, darah menetes dari sudut bibirnya.
Ular Piton Besi melihat celah. Ia meluncur cepat, melilit tubuh Ye Qingyu.
Ye Qingyu mencoba menusuk sisik ular itu, tapi tenaganya sudah terkuras habis oleh formasi. Lilitan ular itu semakin kencang. Tulang-tulang Ye Qingyu mulai berbunyi.
"Hahaha! Bagus, Sayangku! Remukkan tulangnya sedikit, tapi jangan bunuh dia!" tawa Hei She menggema.
Di atas pohon, Zhaofeng mengepalkan tangannya.
Formasi Penyerap Qi.
Dia mendengar dengungan formasi itu. Ada enam tiang bendera. Masing-masing memancarkan frekuensi suara nging yang saling terhubung membentuk jaring.
Jika dia masuk begitu saja ke dalam formasi, dia akan bernasib sama seperti Ye Qingyu. Dia harus menghancurkan formasi itu dari luar.
Tapi Hei She dijaga oleh empat pengawal elit (Penempaan Tubuh Tahap 8).
"Satu lawan lima ditambah seekor ular raksasa dan formasi..." Zhaofeng menghitung cepat. "Peluang menang: Nol."
Dia harus menggunakan "suara" untuk mengacaukan segalanya.
Zhaofeng mengeluarkan sebuah batu kerikil. Dia melapisinya dengan Qi angin.
Ting.
Dia melempar batu itu ke arah salah satu bendera formasi yang paling dekat dengan tebing—bendera yang suaranya paling tidak stabil karena tertiup angin lembah.
Batu itu tidak menghantam tiang bendera. Batu itu menghantam tanah di bawah tiang bendera.
Tanah di sana kopong (Zhaofeng mendengarnya saat mengamati gema langkah kaki pengawal tadi). Itu adalah sarang semut api bawah tanah.
KRAK!
Tanah ambles sedikit. Tiang bendera itu miring beberapa derajat.
Wuuunnggg... (Suara formasi berubah sumbang).
"Hah?" Hei She menoleh. "Kenapa formasinya tidak stabil?"
Di dalam formasi, Ye Qingyu merasakan tekanan berkurang sedikit. Dia meledakkan sisa Qi-nya, menciptakan ledakan es yang melepaskan lilitan ular.
"Siapa di sana?!" teriak salah satu pengawal Hei She.
Zhaofeng tidak menjawab. Dia sudah berpindah posisi.
Dia melompat turun dari pohon, mendarat di belakang pengawal yang paling kiri.
Langkah Pedang Hantu.
SREEET!
Satu tebasan bersih. Kepala pengawal itu putus.
"Penyusup!"
Tiga pengawal lainnya berbalik menyerang.
Zhaofeng tidak melawan. Dia berlari menuju formasi.
"Dia mau bunuh diri?" pikir Hei She.
Zhaofeng berlari lurus ke arah dinding energi hitam yang mematikan itu. Tapi tepat sebelum menabrak, dia melemparkan Pedang Hitam-nya ke depan.
Pedang itu berputar seperti baling-baling.
WUUUNG! (Resonansi Kehancuran aktif).
Pedang Hitam menghantam dinding formasi tepat di titik simpul yang melemah karena tiang bendera yang miring tadi.
PRANG!!!
Suara kaca pecah yang memekakkan telinga terdengar.
Dinding formasi itu hancur berkeping-keping.
"Tidak mungkin!" Hei She berdiri dari kursinya, kaget. "Siapa yang bisa melihat titik lemah formasiku dalam sekejap?!"
Zhaofeng menangkap kembali pedangnya yang memantul, lalu mendarat di samping Ye Qingyu yang terengah-engah.
"Kau..." Ye Qingyu menatap Zhaofeng dengan mata melebar. "Kau datang?"
"Maaf terlambat, Kakak Senior," kata Zhaofeng tenang, memunggungi Ye Qingyu untuk melindunginya. "Saya sibuk membersihkan sampah di hutan tadi."
Hei She menatap Zhaofeng dengan tatapan membunuh. Dia mengenali kain penutup mata itu.
"Jadi kau si Buta Ren Zhaofeng," desis Hei She. "Ular Tujuh gagal membunuhmu? Dasar tidak berguna."
Hei She turun dari batu, aura Pengumpulan Qi Tahap 3-nya meledak, menekan udara di sekitar mereka.
"Kau merusak mainanku. Kau menghancurkan formasiku. Sekarang, kau harus membayarnya dengan nyawamu."
Hei She menjentikkan jarinya.
"Makan dia, Besi!"
Ular Piton Besi yang tadi terlempar kini bangkit kembali, matanya menatap Zhaofeng dengan lapar.
Zhaofeng mengangkat pedangnya.
"Kakak Senior, kau urus ular cacing itu," kata Zhaofeng pada Ye Qingyu. "Aku akan mengurus pawangnya."
Ye Qingyu terkejut. "Kau gila? Dia Pengumpulan Qi Tahap 3! Kau baru Penempaan Tubuh!"
"Percayalah padaku," Zhaofeng tersenyum tipis. "Suaranya sombong. Orang sombong selalu punya celah."
Tanpa menunggu jawaban, Zhaofeng melesat maju. Bukan menjauh, tapi langsung menerjang ke arah Hei She.
Satu pedang besi karat melawan Tuan Muda sekte sesat.
Pertarungan gila di tengah lembah beracun dimulai.
💪