NovelToon NovelToon
Jangan Ambil Anakku

Jangan Ambil Anakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / Cerai / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Penyesalan Suami
Popularitas:269
Nilai: 5
Nama Author: VISEL

Hana dan Aldo mempunyai seorang anak laki-laki bernama Kenzo. Mereka adalah sepasang suami istri yang telah menikah selama 6 tahun, Kenzo berusia 5 tahun lebih dan sangat pandai berbicara. Kehidupan Hana dan Aldo sangat terjamin secara materi, Aldo mempunyai perusahaan batu bara di kota kalimantan...kehidupan rumah tangga mereka sangat rukun dan harmonis, hingga suatu hari musibah itu menimpa dalam rumah tangga mereka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VISEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3 Masa Lalu Om Heri

Pagi itu sekitar pukul 6.00 Aldo berpamitan pada Hana untuk ke bandara. Hana ingin mengantar Aldo sampai ke bandara, namun Aldo tidak mengijinkannya dengan alasan Hana harus menjemput Kenzo di rumah tante Laras. Aldo juga mengatakan pada istrinya jika supir mereka yang bernama pak Anto akan mengantar Aldo ke bandara. Hana adalah istri yang patuh pada suaminya, Hana menuruti perintah Aldo. Setelah Aldo pergi, Hana menjemput Kenzo di rumah ibunya dengan mengendarai mobilnya sendiri. Sekitar 25 menit, Hana tiba di rumah tante Laras.

  Tante Laras: "Kenzo, mamamu datang." ucapnya dengan suara yang agak keras. Kenzo yang sedang bermain bersama kakeknya yang bernama om Heri segera berlari kecil menghampiri dan memeluk Hana.

  Kenzo: "Mama." ucapnya dengan hati yang gembira.

  Hana: "Kamu tidak nakal, kan?" tanyanya sambil mengusap kepala putranya.

  Kenzo: "Tidak, ma. Kakek selalu menemaniku bermain." ucapnya dengan suara yang agak keras. Hana dan tante Laras hanya tertawa kecil mendengar perkataan Kenzo.

  Tante Laras: "Apakah kamu datang sendiri, nak?" tanyanya sambil melemparkan pandangannya ke arah luar rumahnya.

  Hana: "Iya, ma. Mas Aldo pergi ke Bandung." sahutnya pelan.

  Tante Laras: "Ke Bandung? Ada urusan apa?" tanyanya lagi dengan rasa ingin tahu. Hana menghela nafas pendek, dia tertunduk dengan wajah lesu.

  Hana: "Mas Aldo membuka cabang baru di sana, ma." sahutnya pelan. Om Heri menatap tajam pada Hana, dalam benaknya penuh dengan berbagai pertanyaan.

  Om Heri: "Apakah kamu yakin jika Aldo ke Bandung untuk urusan kantor, Hana?" tanyanya dengan penuh keraguan. Logika om Heri sebagai seorang pria mulai meragukan Aldo sebagai menantunya.

  Hana: "Apa maksud papa?" tanyanya dengan rasa penasaran. Om Heri mengerutkan kedua alisnya, ia tidak ingin menyinggung perasaan putrinya.

  Om Heri: "Papa hanya heran saja, Hana. Setau papa, Aldo tidak berminat membuka cabang di kota lain." ucapnya dengan penuh keheranan.

  Hana: "Mungkin mas Aldo baru kepikiran tentang kota lain, pa." ucapnya pelan. Om Heri menoleh pada tante Laras, ia menatap wajah istrinya itu dalam-dalam seakan ingin memberitahukan sesuatu pada tante Laras.

  Tante Laras: "Sebaiknya kamu menginap saja di sini, Hana." ucapnya.

  Hana: "Besok saja, ma. Aku akan mengambil baju ganti di rumah dulu." ucapnya. "Pa, ma, aku pulang dulu." ucapnya lagi.

  Om Heri: "Kamu harus selalu menelpon Aldo, ya. Jangan putus komunikasi." ucapnya.

  Hana: "Baik, pa. Aku akan ingat pesan papa." sahutnya dengan senyum tipis di wajahnya. Hana menoleh ke arah Kenzo lalu berkata: "Pamitlah pada opa dan oma, Kenzo." pintanya.

  Kenzo: "Opa, oma, saya pulang dulu, ya. Nanti aku ke rumah opa dan oma lagi." ucapnya sambil mencium tangan opa dan omanya.

  Tante Laras: "Hati-hati, ya, Kenzo." ucapnya. Tante Laras dan om Heri mencium kening cucu mereka dengan lembut dan penuh kasih sayang. Hana dan Kenzo melangkah pelan meninggalkan rumah tante Laras dan om Heri. Om Heri menatap dari kejauhan kepergian Hana dan cucunya dengan tatapan dingin.

  Tante Laras: "Ada apa, pak? Mengapa kau menatap putri kita seperti itu?" tanyanya dengan heran sambil menatap wajah om Heri yang tampak gelisah.

  Om Heri: "Aku mencemaskan rumah tangga Hana, bu." ucapnya pelan.

  Tante Laras: "Kenapa? Bukankah rumah tangga mereka baik-baik saja?" tanyanya lagi. Om Heri menghela nafas berat, ia seakan tahu akan terjadi sesuatu dengan rumah tangga putrinya.

  Om Heri: "Aku mencemaskan kepergian Aldo ke Bandung." ucapnya dengan suara berat. Om Heri teringat kembali akan masa lalunya 20 tahun yang lalu, saat itu om Heri berkali-kali membohongi tante Laras tentang kepergiannya ke kota semarang untuk berbisnis dalam jangka waktu yang cukup lama. Di kota semarang itulah, om Heri menikahi seorang wanita berstatus janda. Wanita itu mempunyai seorang anak perempuan dari suami pertamanya yang bernama Meta. Om Heri dan wanita itu saling jatuh cinta dan menjalin hubungan cukup lama sebelum akhirnya menikah di kota semarang tanpa sepengetahuan tante Laras. Istri kedua om Heri itu kini telah meninggal dunia karena sakit, namun om Heri tidak mempunyai anak dari wanita itu. Sampai sekarang om Heri tetap merahasiakan pernikahan itu dari tante Laras.

  Tante Laras: "Kenapa kau melamun, pak? Apakah ada yang mengganggu pikiranmu?" tanyanya dengan rasa penasaran. Om Heri menatap wajah istrinya dalam-dalam, timbul perasaan bersalah dalam hatinya karena telah merahasiakan sebuah peristiwa yang cukup besar dalam hidupnya.

  Om Heri: "Siapkan makanan, bu. Aku sangat lapar." ucapnya mengalihkan pembicaraan. Om Heri membalikkan badannya dan berjalan pelan ke ruang dapur, tante Laras mengikuti om Heri dari belakang dan mulai mengambil beberapa perlengkapan makan untuk om Heri. Malam harinya di rumah Hana, Kenzo telah tertidur dengan nyenyak. Hana menghubungi ponsel Aldo berkali-kali namun ponsel Aldo tidak dapat dihubungi. Hana mencoba beberapa kali, tapi ponsel suaminya tetap tidak bisa terhubung.

  Hana: "Mengapa ponsel mas Aldo tidak aktif, ya? Apakah mas Aldo masih sibuk? " hati Hana mulai gelisah, namun Hana masih berusaha berpikir postif. "Mungkin mas Aldo sudah tidur." gumannya sambil menatap jam dindingnya yang menunjukkan pukul 10 malam. "Besok saja aku hubungi mas Aldo." ucapnya lirih. Malam itu Hana mulai merasakan kegelisahan dalam hatinya. Hana mencoba untuk memejamkan kedua matanya, namun tetap saja Hana tidak bisa terlelap. Hana mulai berpikir untuk mencoba menghubungi sahabatnya, Sari.

  Hana: "Aku akan menelpon Sari saja. Aku ingin bercerita tentang banyak hal padanya." gumannya. Hana kembali meraih ponselnya di atas meja riasnya lalu mencoba menghubungi Sari.

  "Nomor yang anda tuju sedang berada di luar jangkauan." itulah pesan dari suara ponsel Sari.

  Hana: "Astaga, nomor Sari juga tidak aktif." gumannya dengan wajah cemberut. Hana kembali menatap jam dindingnya yang menunjukkan pukul 11 malam. Malam itu Hana memaksakan diri untuk tertidur. Keesokan paginya, Hana terbangun dan mulai melakukan aktifitasnya seperti biasanya. Hana mengurus Kenzo, mulai dari memandikan putranya dan sarapan, lalu menyuruh supirnya untuk mengantar Kenzo ke sekolah.

Hana: "Aku akan menginap di rumah mama dan papa, mbok." ucapnya pelan. "Tolong jaga rumah dengan baik, ya." pintanya dengan suara lembut.

Mbok Titi: "Berapa lama nyonya akan menginap?" tanyanya dengan rasa ingin tahu.

Hana: "Sekitar 3 hari saja, kok." ucapnya.

Mbok Titi: "Kenapa mendadak, nyonya?" tanyanya lagi.

Hana: "Besok Kenzo libur sekolah selama seminggu, mbok. Hari ini Kenzo hanya kegiatan bernyanyi di sekolah." ucapnya dengan yakin.

Mbok Titi: "Kapan tuan Aldo pulang, nyonya?" tanyanya dengan rasa ingin tahu.

Hana: "Masih lama, mbok." ucapnya dengan suara berat.

************************************

1
tia
dunia nyata dunia novel sama istri pertama pasti ada ruang khusus 😁😁
tia
tambah lg updatenya thor
tia
karma di bayar lunas ,, kehilangan bayi kakiny lumpuh ,,, syukurin
tia
kasihan hana 😭😭,,moga kenzo cepat sembuh.
tia
lanjut Thor,,buktikan hana bahwa qmu hebat
tia
lanjut Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!